Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Pesta pernikahan


__ADS_3

Sesampainya di kamar hotel ternyata sudah ada mama inan, papa Rayhan dan bu Ani, yang sudah menunggu Jeje dan Fira. Fira menyalami kedua mertuanya dan ibunya.


"Kalian kemana aja sih" ucap mama Inan yang gemas dengan anak dan menantunya, yang datang terlambat.


Fira sejenak melirik Jeje, sebenarnya dia juga bingung mau menjawab apa. Fira merasa malu harus berkata jujur, apa yang membuat mereka terlambat.


"Jam alarm nggak bunyi ma, jadi kita terlambat bangun" ucap Jeje menjawab pertanyaan mama Inan.


Mama Inan menatap tajam pada Jeje, mencari kejujuran dalam bola mata Jeje. Mama Inan sangat tahu tingkah anaknya, dia bisa membaca pikiran Jeje, tanpa jeje mengatakannya sekalipun.


"Kamu itu nggak sabar banget, libur sehari aja nggak bisa" ucap mama Inan menyindir Jeje. Jeje pun hanya tersenyum mendengar mamanya menebak apa yang membuatnya terlambat.


Fira yang menyadari ucapan mama Inan pun menjadi sangat malu, dia tidak menyangka mama Inan, akan tahu alasan utama mereka terlambat datang.


"Ya sudah ayo kita ke ruang rias fir" mama Inan berucap seraya membawa Fira ke salah satu ruangan untuk bersiap.


Saat melihat Fira masuk ke dalam ruangan yang sudah di siapkan, penata rias meminta Fira untuk duduk, dan mulai memoles wajah Fira untuk pesta malam ini.


Saat sedang asik di rias, pintu ruangan terdengar di ketuk. Saat Fira menoleh, terlihat Zara dan Nayla masuk ke dalam ruangan.


"Kamu cantik sekali fir" ucap Zara melihat Fira sudah di rias.


"Iya terlihat berbeda sekali Fira" timpal Nayla.


Teman-teman Fira yang terbiasa melihat Fira memakai riasan tipis, menjadi kagum saat melihat Fira tampil dengan riasan yang tebal.


"Terimakasih" ucap Fira pada dua temannya itu.


Zara langsung mengambil ponselnya, karena sudah tidak sabar mengabadikan wajah cantik Fira. Zara pun meminta Fira untuk tersenyum ke arah kamera, dan Fira tersenyum dengan menampilkan lesung pipi di wajahnya.



"Kenapa nggak nanti aja, kalau sudah pakai gaun fotonya?" tanya Fira yang sedikit kesal melihat aksi Zara yang mengabadikan foto dirinya di ponsel Zara.

__ADS_1


"Aku nggak sabar fir nunggu pakai gaun, nanti aku akan foto lagi saat kamu pakai gaun"


Zara dan Nayla pun membantu Fira untuk bersiap memakai gaun untuk pesta malam ini. Saat sedang sibuk bersiap, terdengar pintu terbuka, dan ternyata mama Inan dan bu Ani yang masuk.


"Wah menantu mama cantik sekali" puji mama Inan yang melihat Fira sudah memakai riasan di wajahnya, dan gaun yang di pilihnya waktu itu.


"Terimakasih ma"


Bu Ani yang melihat putrinya yang cantik pun tersenyum, "Kamu cantik sekali" ucap bu Ani dengan suara serak menahan tangisnya.


Fira yang melihat ibunya ingin menangis karena terlalu bahagia langsung memeluknya. Walaupun ini sudah kedua kali bu Ani melihat anaknya dengan riasan pengantin, tetap saja membuatnya menangis.


"Lihat bu, sekarang wajah Fira tersenyum menjelang pesta, tidak seperti kemarin waktu penikahan" sindir Zara pada bu Ani. Zara mengingatkan bu Ani bagaimana sedihnya dulu Fira waktu ingin menikah.


"Bagaimana bisa tersenyum kemarin, saat kalian membuat drama untukku" kesal Fira saat mengingat pernikahannya dengan Jeje harus di awali dengan drama dulu.


"Iya, maaf" ucap Zara memeluk Fira, dan Fira pun mengiyakan permintaan maaf Zara.


Fira tahu temannya ikut adil dengan drama yang di buat Jeje, tapi dia bersyukur, dari drama itu dirinya bisa bersanding dengan Jeje.


Di ruangan lain Jeje sedang bersiap juga untuk pesta malam nanti. Saat sedang bersiap Daffa, Atta, Adhi memasuki ruangan Jeje. Mereka bertiga melihat Jeje yang begitu gagah dengan setelan jasnya.



"Wah calon pengantinnya sudah siap" goda Atta pada Jeje.


"Dia kan sudah menikah, bukan calon pengantin lagi" tegur daffa saat Atta salah menyebut.


Atta langsung tergelak tertawa , "Lagian loe pakai acara dua kali sih, jadi susah kan nyebutnya"


"Makanya loe nanti sekali aja, nggak perlu drama kayak Jeje" timpal Daffa pada Atta yang mengingat drama yang di buat oleh Jeje.


"Ya, gue juga mau langsung sekali aja pestanya, terus nggak pakai drama kayak Jeje" ucap Atta.

__ADS_1


"Kalian kesini mau kasih ucapan selamat atau mau meledek" kesal Jeje pada teman-temannya.


"Jangan marah bang, kayak baru kenal temannya aja" timpal Adhi menengahi pertengkaran antar teman di depannya.


Jeje hanya tersenyum mengiyakan ucapan Adhi. Jeje sadar seperti apa teman-temannya.


Setelah semua sudah siap, Jeje dan Fira memasuki gedung resepsi. Fira mengandeng lengan Jeje, menyusuri jalan menuju pelaminan.


Saat masuk ke dalam gedung, Fira begitu terpesona melihat dekor yang di siapkan oleh Jeje. Nuansa putih begitu sangat indah mendominasi, dengan tambah lampu kristal dan bunga di pelaminan, begitu indah di pandang mata.



"Apa kamu yang menyiapkan" bisik Fira saat mereka menuju pelaminan.


"Iya, apa kamu suka?" tanya Jeje.


"Aku sangat suka" ucap Fira dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Aku ingin ini jadi kenangan indah untuk kita" ucap Jeje mengecup jemari Fira.


Jeje yang begitu mencintai Fira, ingin memberikan yang terbaik, yang bisa dia berikan. Pernikahan yang tak pernah di bayangkan oleh Fira, di hadirkan nyata oleh Jeje di hadapan Fira.


Mereka berdua duduk di kursi pelaminan, menyalami beberapa tamu yang memberikan ucapan selamat. Beberapa tamu adalah teman, rekan bisnis, dan orang penting negeri mereka. Sepanjang acara, senyum terpancar dari kedua mempelai. Kebahagiaan begitu terasa dari sepasang pengantin, yang bersanding di pelaminan, dan itu di rasakan oleh tamu undangan.


Pesta begitu meriah, menampilkan beberapa artis untuk menghibur para tamu undangan.


Acara pesta penikahan Jeje dan Fira di akhir dengan dansa romantis dari pemilik acara. Jeje yang mengajak berdansa di tengah-tengah, membuat para tamu bersorak senang, melihat romantisme sepasang suami istri itu.


Jeje meletakan satu tangannya di pinggang ramping Fira, dan satu tangan mengengam tangan istirnya. Fira pun meletakan tangannya di bahu Jeje dan satu tangan berada di genggaman Jeje. Mereka berdua bergerak mengikuti alunan musik, membuat semua tamu undangan merasa iri dengan penampilan mereka.


"Terimakasih untuk semua yang kamu berikan untukku" satu kalimat yang lolos dari bibir Fira. Rasanya Fira benar-benar sangat bahagia, dengan semua yang di berikan oleh Jeje. Fira tak pernah bermimpi mendapatan pesta yang begitu indah, tapi sekarang di hadapannya, Jeje memberikannya semuanya untuk Fira. Bagi Fira Jeje adalah satu mimpinya yang menjadi kenyataan. Yang tak penah dia bayangkan, tapi nampu jadi nyata.


"Ini adalah hadiah atas perjuangan cinta kita" ucap Jeje mengecup kening Fira.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2