Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Mulut manis


__ADS_3

"Bisa kah kamu membantuku memasukan oleh-oleh ini ke dalam koper!," seru Fira yang sibuk memasukan oleh-oleh ke dalam koper.


"Sebentar, aku harus memasukan beberapa baju ini ke dalam koper juga," Jeje yang sedang mengambil bajunya, berniat memasukkan ke dalam koper juga. Langkahnya terhenti saat Fira memanggilnya untuk meminta bantuannya.


"Harusnya aku tidak mendengarkan mulut manis mu yang mengatakan sebentar," grutu Fira seraya memasukan beberapa oleh-oleh ke dalam koper.


Fira mengingat bagaimana dia terkena bujuk rayu Jeje.


Sesampainya di kamar hotel Fira merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Rasanya dia tidak kuat menopang tubuhnya.


Jeje yang melihat hanya bisa menghela nafasnya, dia bisa menebak Fira akan langsung tertidur, apa lagi dia baru saja memakan es krim dan cukup banyak.


Jeje menghampiri Fira, dan ikut naik ke atas tempat tidur. Jeje merebahkan tubuhnya di samping Fira, dan memiringkan tubuhnya agar bisa memandang wajah Fira.


"Apa kamu lelah?," tanyanya melihat Fira begitu kelelahan.


"Iya, aku merasa beberapa hari ini, aku cepat laper, cepat mengantuk, dan cepat lelah," keluh Fira menceritakan perubahan apa yang dia rasakan.


"Kamu melupakan dua perubahan lagi," Jeje mengingatkan Fira perubahan yang dia lupakan.


"Apa?" Fira menegadah, menatap Jeje seolah dia tidak merasa melupakan apa pun, selain yang dia sebutkan tadi.


"Kamu sering pergi diam-diam dan lebih sensitif"


Fira menautkan kedua alisnya melirik sinis pada Jeje, yang mengingatkan apa yang di kerjakan tadi.


"Lihatlah wajahmu mulai menunjukkan betapa kamu sensitifnya saat aku mengingatkan hal tadi" Jeje menarik garis senyumnya, sedikit meledek Fira.


Fira langsung mencebikan bibirnya mendengar ucapan Jeje. Dia benar-benar tidak suka saat Jeje meledeknya lebih sensitif.


Walaupun sebenarnya Fira merasakan hal itu. Rasanya dia juga tidak tahu kenapa dia bisa menangis hanya karena cake yang di makan belum habis, bagaimana kesalnya saat Jeje menaikan suaranya, dan kesalnya saat Jeje mengodanya.


Cup


Jeje yang begitu gemas dengan Fira, langsung memberikan kecupan di bibir Fira.


"Tapi diri mu yang begitu mengemaskan, tidak pernah berubah" Jeje menatap bola mata Fira lekat, dirinya yang berada di atas Fira, dapat melihat wajah cantik Fira yang tidak pernah membuatnya bosan untuk melihatnya.

__ADS_1


Fira hanya tersenyum mendengar ucapan Jeje, senyum Fira langsung mengembang di wajahnya, dan menampakkan lesung pipinya.


Saat sedang asik memandangi istrinya, Jeje teringat sesuatu yang dia beli tadi.


"Aku punya sesuatu untukmu," ucapnya seraya bangun dan melangkahkan kaki mencari paperbag yang berisi kalung yang dia beli tadi.


Fira yang melihat Jeje mengambil sesuatu, ikut bangun dan duduk, seraya menunggu Jeje yang sedang mengambil sesuatu untuknya.


Jeje melangkah kembali ke tempat tidur, dan duduk di tepi tempat tidur. Jeje langsung membuka paperbag yang di bawanya.


Di keluarkan nya sebuah kotak dan di bukanya kotak itu, sehingga memperlihatkan kalung dengan berbentuk heart double dan berwarna silver, nampak simpel tapi sangat cantik.


"Cantik sekali" Fira menatap kalung yang di beli Jeje, "Apa ini untukku?," tanyanya memastikan pada Jeje.


"Kalau bukan untuk mu untuk siapa lagi" ucap Jeje seraya membalikkan badan Fira, dan mencoba memakaikannya pada leher Fira.


Jeje melepas kalung Fira yang lama yang dia pernah berikan pada Fira, dan mengantinya dengan yang baru.


Setelah Jeje selesai memakaikannya, Fira berdiri dan menuju kaca untuk melihat bagaimana kalung itu terpasang di lehernya.


Jeje memasukan kalung lama Fira ke dalam kotak, dan menyusul Fira yang sedang memandangi kalungnya di depan kaca.


"Iya, kalungnya cantik" Fira tersenyum memandangi kalung yang baru saja di pakainya.


"Maksudku kamu yang cantik, bukan kalungnya. Kalungnya tidak akan cantik jika bukan kamu yang memakainya" Jeje memeluk Fira dari belakang, dan membenamkan kepalanya di ceruk leher Fira.


Jeje menciumi leher Fira, dan meninggalkan kecupan-kecupan kecil disana.


Fira yang menyadari ke mana arah tujuan Jeje mencoba menjauhkan wajahnya, "Kita harus berkemas," Fira mengingatkan bahwa mereka hanya punya waktu sebentar, sebelum penerbangan mereka.


"Hanya sebentar," ucap Jeje sudah dengan suara berat.


Jeje langsung membawa Fira, dan merebahkan tubuh Fira di atas tempat tidur. Mengakhiri bulan madu mereka dengan penyatuan.


Jeje yang sudah menyelesaikan memasukkan baju di koper, di buat menoleh saat mendengar Fira mengrutu.


Jeje menarik senyumnya, mendengar Fira mengrutu menyalahkan kata sebentar yang dia lontarkan tadi sebagai rayuan penyatuan mereka.

__ADS_1


Jeje melangkahkan kakinya menghampiri istrinya. Dia menekuk kakinya berlutut tepat di belakang Fira yang bersimpuh di lantai, yang sedang sibuk memasukan beberapa barang ke dalam koper.


"Maaf" ucap Jeje mengecup pucuk kelapa Fira seraya memeluk Fira dari belakang.


Fira yang mendengar kata maaf dari Jeje hanya bisa menghela nafas, dirinya selalu saja tidak bisa marah dengan pria yang sekarang jadi suaminya itu.


"Bisakah kamu tidak berkata sebentar untuk menipuku" ucapnya masih mengingat penyatuan mereka yang terjadi beberapa jam yang lalu.


Jeje hanya tertawa mendengar Fira mengatakan dia menipu Fira.


"Baiklah, tapi kalau aku tidak bilang sebentar, aku tidak bisa menjamin berapa lamanya untuk ke depan nanti" senyum licik mengembang sempurna dari wajah Jeje.


Fira yang mengerti maksudnya, langsung mencubit lengan Jeje yang melingkar di dadanya,


Jeje yang di cubit pun hanya mengaduh, seraya melepas pelukan dari Fira.


"Suatu hari saat aku hamil, kamu sendiri yang akan mengubah waktumu yang lama itu sendiri!," seru Fira pada Jeje dengan menatap tajam pada Jeje.


"Memangnya saat hamil durasinya tidak boleh lama?" tanya Jeje polos pada Fira.


"Iya, kamu tidak boleh lama-lama, tidak boleh sering-sering dan..."


Belum selesai Fira menceritakan semua, Jeje sudah menghentikannya, "Cukup, jangan coba menakutiku."


"Ya sudah kalau tidak percaya" ucap Fira acuh, seraya bangun dan meninggalkan Jeje yang masih mematung.


Jeje yang melihat Fira meninggalkannya langsung mengejarnya, " Kamu sedang membohongiku kan?," tanya Jeje


memastikan. Jeje tidak bisa membayangkan dengan apa yang di katakan oleh Fira, harus mengubah kebiasaannya dan durasinya.


"Kamu pikir aku dirimu, yang suka menipuku" ucapnya sambil memasukan beberapa barang yang tersisa untuk di kemas.


Jeje hanya masih menatap tidak percaya dengan ucapan Fira.


"Aku akan tanyakan sendiri nanti pada dokter"


"Sudah jangan memikirkan itu, aku juga belum hamil. Cepat kemas barang kita" Fira mencoba membuyarkan pikiran Jeje sibuk berfikir.

__ADS_1


Jeje yang mendengar Fira untuk mengemasi barang-barangnya, langsung bergegas mengemasi, karena penerbangan mereka sebentar lagi.


Setelah semua barang di kemas, mereka berdua menuju bandara untuk kembali ke negaranya, dan mengakhiri bulan madu mereka.


__ADS_2