
"Maafkan aku Bang, aku benar-benar tidak tahu kalau Abang terluka saat Fira berkerja denganku." Adhi merasa bersalah karena dia tidak berfikir, kalau Jeje akan merasa sakit saat Fira berkerja bersamanya.
Jeje menghela nafasnya, Jeje menyadari bahwa ada sesak di hatinya, saat wanita yang dia cintai berkerja pada orang lain. "Aku juga manusia biasa, wajar kalau ada rasa sakit saat wanita yang aku cintai dekat dengan laki-laki lain. Kalau kamu saja bisa berkerja dengan Fira yang dulu kamu cintai, kenapa aku tidak, aku sudah tidak ada perasaan apa-apa dengan Valeria. Aku hanya membantunya mendapatkan perkerjaan," jelas Jeje yang sudah mulai tenang.
"Kalau aku saja bisa percaya kalau kalian tidak ada apa-apa, kenapa kamu juga tidak bisa percaya, kalau aku juga tidak ada apa-apa dengan Valeria," tambah Jeje.
"Iya Bang, aku akan berusaha percaya kalau Abang tidak ada hubungan lagi dengan kak Val," ucap Adhi dan Jeje hanya mengangguk.
"Apa Abang sudah menceritakan semua dengan Fira?"
"Belum, aku belum ada kesempatan untuk menceritakan ini."
Jeje memang memutuskan akan menceritakan bahwa Valeria berkerja di kantor sebagai sekertarisnya saat sudah kembali dari bulan madu. Jeje berfikir kalau dia menceritakan saat bulan madu itu akan merusak acara bulan madu. Tapi saat setelah bulan madu, Jeje disibukan dengan perkerjaan, dan Fira sendiri menginap di rumah ibunya.
Tok..tok..
Pembicaraan Adhi dan Jeje terhenti saat pintu di ketuk.
"Masuk!" Seru Jeje
"Siang," sapa Fira dengan senyumannya dari balik pintu.
Adhi dan Jeje sedikit kaget saat yang masuk adalah Fira.
"Kenapa Fira tersenyum seperti biasa, apa dia tidak bertemu kak Val di depan," batin Adhi
__ADS_1
"Aku tahu kamu akan setenang ini fir," batin Jeje.
"Sayang masuk!" Perintah Jeje pada Fira.
Fira melangkahkan kakinya dan duduk di samping Adhi.
"Kalian sudah bahas perkerjaan?"
"Belum, kami belum membahas perekerjaan," ucap Jeje dengan senyumnya.
"Ya sudah ayo bahas, nanti biar selesai sebelum jam istirahat."
Akhirnya Jeje dan Adhi pun mengiyakan. Jeje dan Adhi, berdua membahas beberapa proyek. Sedangkan Fira, mencatat beberpaa poin yang di minta Jeje.
**
"Kita makan siang terlebih dahulu ya fir, sebelum kembali ke kantor."
"Iya," jawab Fira pada Adhi. "Kamu ikut ya sayang." Fira beralih pada Jeje, dan mengajak suaminya.
"Kalian mau makan dimana?" Tanya Jeje.
"Dimana fir?" Adhi bertanya seraya menatap
Fira.
__ADS_1
"Sebenarnya aku pengen makan soto di kantin kantor," jawab Fira yang ingin makan di kantor Jeje.
"Biar aku suruh OB untuk pesan ya," ucap Jeje pada Fira.
"Tidak perlu, kita makan di kantin langsung saja," pinta Fira pada Jeje. "Tadi aku bertemu Zara, dan aku sudah berjanji makan bersamanya di kantin," jelas Fira pada Jeje, yang sedikit keheranan saat mengatakan mau makan di kantin
"Ya sudah ayo." Jeje berdiri dan menghampiri Fira dan Adhi, yang duduk di depannya.
Mereka bertiga keluar dari ruangan Jeje. Saat keluar dari ruangan Jeje mereka berpapasan dengan Valeria. Valeria sedikit membungkuk memberi salam.
"Apa Nona Valeria mau istrirahat juga?" Tanya Fira pada Valeria, dan membuat Adhi dan Jeje menoleh pada Fira.
"Iya Nona Zhafira."
"Ayo sekalian kita bersama-sama ke kantinnya, kebetulan kita juga mau makan di kantin."
Adhi yang melihat Fira hanya membatin kenapa Fira harus mengajak Valeria juga.
Valeria yang tidak enak dengan Jeje, hanya menatap Jeje soal meminta persetujuan.
Jeje mengerti akan tatapan Valeria. "Fira mengajakmu, ayo."
Mereka pun berjalan menuju kantin. Sesampainya di kantin, para karyawan memberi salam pada Jeje. Ini kali kedua Jeje makan di kantin karyawan, jadi para karyawan masih meresa kaget kedatangan Presdir mereka.
Zara yang sudah duduk, melambaikan tangannya saat melihat Fira.
__ADS_1
Fira yang melihat Zara dari kejauhan, melangkah menuju meja yang di duduki oleh Zara, dan di ikuti oleh Jeje, Adhi dan Valeria.