Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Jangan bilang


__ADS_3

Bu Ani yang baru saja dari taman belakang, hendak masuk ke dalam dapur. Tapi langkahnya terhenti, saat dia sampai di pintu masuk dapur. Dia melihat Fira bersandar di dinding dapur, dengan wajah pucat, dan begitu nampak ketakutan. "Fir, kamu kenapa?" tanyanya pada Fira.


Fira memandang ibunya, air matanya seolah ingin keluar tapi tertahan di pelupuk matanya.


"A...da...kak Daffa bu," jawab Fira terbata.


Bu Ani mengerutkan keningnya, bingung dengan Daffa yang di maksud oleh Fira, "Daffa siapa maksud kamu?"


"Kak Daffa teman Jeje bu," ucap Fira. Air mata Fira yang tertahan, akhirnya jatuh juga


Mata bu Bu Ani seketika langsung membulat, karena kaget mendengar, Daffa yang di maksud adalah teman Jeje.


"Kamu lihat dimana?" tanyanya Bu Ani yang ingin tahu. Bu Ani berfikir, Fira tidak pergi kemana pun, bagaimana bisa dia bertemu dengan teman Jeje.


"Anak nyonya Ayu ternyata kak Daffa bu, Kita harus gimana bu? gimana kalau kak Daffa bilang ke Jeje? gimana kalau Bu Inan tahu Jeje tahu kita disini" Pertanyaan berjeda dan bertubi-tubi terlontar dari Fira


"Tenang dulu, fir." Bu Ani sebenarnya juga panik, mendengar Daffa adalah teman Jeje tetapi dia sadar putrinya sedang ketakutan, jadi dia berusaha untuk tetap tenang


"Sepertinya kita harus meminta tolong Nyonya Ayu untuk tetap menyembunyikan kita disini fir."


"Apa Nyonya Ayu akan mau, Bu, setelah kita tidak jujur, kenapa kita berkerja disini." Fira begitu takut Nyonya Ayu akan marah, karena tidak menceritakan alasan pergi dan menerima berkerja di rumahnya.


"Kita kan belum coba fir, kamu tenang dulu dong." Bu Ani tak henti-hentinya menenangkan Fira yang masih begitu ketakutan.


Bu Ani pun membawa Fira ke kamarnya, agar Fira lebih tenang. Menemani Fira, agar tidak merasa takut.

__ADS_1


Bu Ani memandang anaknya, rasanya dia benar-benar tidak tega. Bu Ani sudah merasa senang, saat dia sudah melihat Fira sudah mulai nyaman dan melupakan Jeje. Tapi sekarang, dia harus di hadapkan, oleh teman Jeje yang ternyata anak Nyonya Ayu.


**


Setelah Nyonya Ayu mendengar sedikit cerita dari Daffa, akhirnya Nyonya ayu mencari Fira dan ibunya di dapur. Tapi sesampainya di dapur, hanya Bibi Cristina yang ada disana. Akhirnya Nyonya ayu meminta Bibi Cristina memanggilkan Fira dan ibunya, untuk ke ruang keluarga.


Bibi Cristina yang di minta memanggilkan Fira dan Bu Ani pun, langsung kamar mereka, dan menyampaikan pesan Nyonya Ayu.


Bu Ani dan Fira pun bergegas ke ruang keluarga, sesuai perintah Nyonya Ayu. Bu Ani yang melihat Fira ketakutan, menyakinkan, ini adalah kesempatan untuk meminta bantuan pada Nyonya Ayu. Dan Fira pun, mengangguk mendengarkan apa yang d katakan oleh ibunya.


"Silahkan duduk," ucap Nyonya Ayu, mempersilahkan Fira dan Bu Ani untuk duduk.


Mereka berdua pun langsung duduk setelah di persilahkan. Fira dan ibunya duduk berhadapan dengan Nyonya Ayu, Daffa, dan calon istri Daffa. Fira bisa melihat, semua orang di ruangan itu menatap Fira dan Ibunya. Entah apa yang sedang mereka fikirkan tentang Fira, Fira sendiri tidak bisa menebaknya.


"Begini nyonya, sebenarnya memang benar saya dah Fira berkerja di rumah keluarga Tuan Rayhan dan Nyonya Inan, waktu Tuan Jeje butuh asisten rumah tangga saya meminta anak saya, membantu disana disela-sela kuliah. Tapi saya tidak menyangka kalau Fira dan Tuan Jeje menjalin hubungan. Saat itu saya langsung meminta Fira untuk memutuskan hubungan, karena Tuan Jeje akan di jodohkan, dan saya merasa Fira tidak pantas bersanding dengan Tuan Jeje, karena status sosial kami." Bu Ani menghela nafasnya yang terasa berat, saat mengingat betapa sakitnya di perlakukan seperti ini.


"Tapi di luar dugaan saya kalau Nyonya Inan meminta saya pergi jauh, tadinya saya mau pulang kampung, tapi Nyonya Inan meminta berkerja di rumah Nyonya Ayu, dengan alasan agar Tuan Jeje tidak mencari kami. Nyonya Inan juga meminta Fira untuk tidak berkerja dimana pun agar Tuan Jeje tidak menemukan Fira," lanjut Bu Ani menceritakan.


Nyonya Ayu begitu kaget mendengar penjelasan dari Bu Ani. Dia tidak habis fikir, temannya setega itu.


Daffa pun tak kalah kaget, ternyata benar dugaanya tadi, kalau dalang dari kepergian Fira adalah mama Jeje sendiri. Dia benar-benar tidak menyangka, mama Jeje setega itu mengorbankan Fira, hanya untuk memisahkan Fira.


"Keterlaluan sekali Inan," seru Nyonya Ayu, yang begitu geram mendengar cerita Bu Ani.


"Sebenarnya Nyonya Inan juga tidak salah Nyonya, sebagai orang tua wajar Nyonya Inan ingin putranya mendapatkan yang terbaik" ucap Bu Ani membela mantan majikannya itu. Sebagai orang tua, dia menyadari mengapa mantan majikannya berbuat seperti ini padanya.

__ADS_1


"Tidak habis fikir sama Bu Ani, sudah di sakiti tapi masih membenarkan semua yang inan lakukan," batin Ayu.


Fira yang sedari tadi diam, menatap pada Daffa. "Kak Daffa, Fira mohon jangan beritahu Jeje kalau Fira disini." Fira mohon pada Daffa. Air mata Fira sudah tak tertahan lagi saat memohon.


Daffa melihat Fira memohon padanya dengan berlinang air mata, merasa tidak tega. "Aku tidak akan memberitahu Jeje," ucapnya.


Fira yang mendengar, merasa sangat lega. Dia pun langsung menghapus air matanya, yang membasahi pipinya.


"Tapi sampai kapan kamu bersembunyi fir, kamu juga butuh hidup normal, bebas menentukan pilihan, apalagi kamu juga berhak kerja di tempat yang lebih baik dengan gelar kamu." Daffa sebenarnya kesal saat tahu Fira harus mengorbankan semuanya, hanya untuk memenuhi keinginan tante Inan.


Fira yang mendengarkan ucapan Daffa pun, ingin sekali meminta haknya, tapi rasa hutang budi atas kebaikan keluarg Jeje, membuatnya kehilangan semua haknya.


"Nyonya Inan sudah janji akan memberikan kehidupan kami saat Jeje sudah menikah kak," jelas Fira mengingat janji mama Jeje pada Ibunya.


"Tapi sampai sekarang Jeje belum menikah," ucap Daffa.


Fira yang mendengar Jeje belum menikah, tiba-tiba merasa senang.


"Maksudku dia belum menikah, tapi sudah bertunangan," ralat Daffa yang membernarkan ucapannya yang salah.


"Hah...ternyata dia sudah bertunangan, apa sebegitu senangnya aku tadi, mendengar dia belum menikah," batin Fira.


"Aku akan menunggu sampai Jeje menikah kak." Berat rasanya mengatakan hal itu. Tapi dirinya dan ibunya sudah berjanji pada mama Jeje.


Apa lagi Fira mendengar Jeje sudah bertunagan, jadi tujuan mama Jeje sebentar lagi akan tercapai, dan Fira akan segera bebas.

__ADS_1


__ADS_2