Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Prolog season ke dua


__ADS_3

Setelah pesta berakhir dan para tamu undangan sudah pulang, Fira dan Jeje kembali ke kamar hotel, yang sudah di sediakan oleh mamanya.


Saat membuka kamar, Fira melihat sinar lilin yang bersinar di antar kegelapan kamar berbentuk love di tengah-tengah lantai kamar.


"Apa kamu suka" ucap Jeje berbisik di telinga Fira seraya memeluk Fira dari belakang.


"Kamu yang menyiapkannya" tanya Fira pada Jeje, dan Jeje mengangguk mengiyakan.


"Apa kamu tidak takut kamar hotel ini terbakar?" tanya Fira dengan polos pada Jeje, dan menyalakan lampu kamarnya.


Jeje hanya menautkan kedua alisnya, bingung dengan pertanyaan Fira.


"Apa dia tidak tahu aku sedang bersikap romantis" kesal Jeje dalam hatinya.


"Hotel ini punya sistem keamanan, kalau merasa ada api, mereka akan tahu" jelas Jeje sedikit kesal, karena bukan ucap terimakasih yang di dapatnya tapi pertanyaan bodoh dari Fira yang dia dengar.


"Ya tapi tetap saja bahaya" ucap Fira mendekat pada lilin-lilin di hadapannya.


Fira yang melihat lilin-lilin di hadapannya pun, berjongkok dan meniupi satu persatu lilin di hadapannya. Wajah bahagia mengembang di wajahnya, saat meniup setiap lilin di hadapannya.


Jeje yang melihat Fira sibuk meniup lilin yang dia siapkan, hanya tersenyum. Jeje ikut berjongkok, dan menatap setiap Fira meniup lilinnya. Jeje pun ikut meniup, tapi bukan lilin yang dia tiup, melainkan wajah Fira.


Fira langsung menatap tajam pada Jeje yang sibuk meniupi wajahnya.


"Lilinnya disini" ucap Fira seraya menujuk pada lilin-lilin di hadapannya, "Tiup lah sinar lilin ini" kesal Fira saat Jeje meniupi wajahnya


"Wajahmu lebih bersinar dari lilin ini, jadi aku berusaha meniupnya, tapi sayangnya sinar di wajahmu tidak akan pernah padam" ucap Jeje menatap ke dalam bola mata coklat Fira.


Fira tersenyum mendapat pujian dari seorang Gajendra Nareswara.


"Kamu tahu, aku begitu beruntung mendapatkan wanita sebaik dan secantik kamu" ucap Jeje pada Fira seraya membelai wajah Fira.


"Jangan memujiku terlalu berlebihan, bila suatu saat kamu mendapati aku tidak sesempurna yang kamu harapkan, aku aku takut kamu akan membenciku lebih dari kamu mencintaiku"


"Itu tidak akan terjadi" ucap Jeje pada Fira.


"Aku harap begitu"


Jeje mengulurkan tangannya untuk membantu Fira berdiri, "Bersihkan dirimu, ini sudah malam, besok pagi kita akan berangkat pagi" ucap Jeje pada Fira, dan Fira pun menuruti perintah Jeje seraya menerima uluran tangan Jeje.

__ADS_1


**


Setelah acara berlangsung pesta pernikahn Jeje selesai, semua tamu undangan sudah membubarkan diri.


Zara yang sedang menunggu Nayla yang sedang mengambil mobil di parkiran bersama Adhi, memilih menunggu di loby.


"Ra" panggil seseorang pada Zara


Zara yang di panggil oleh sesorang mencari sumber suara, dan mendapati Atta lah yang memanggilnya.


"Bang Atta belum pulang?" tanya Zara yang melihat Atta masih di gedung pesta pernikahan Jeje dan Fira.


"Belum" ucap Atta, "Ra, kenapa kamu nggak jadi berangkat sama aku kesini" tanya Atta pada Zara.


Atta yang mendapatkan pesan dari Zara, bahwa tidak bisa berangkat bersama Atta, membuat Atta merasa sangat kecewa.


"Maaf bang, aku tadi berangkat bersama Nayla" ucap Zara mencoba untuk menjelaskan, "Lagi pula, aku pikir bang Atta akan datang bersama pacar bang Atta kesini" Zara memang menolak ajakan Atta, dan memilih untuk berangkat bersama Nayla, karena Zara berfikir Atta akan berangkat dengan pacarnya yang dia temui kemarin.


Atta mendengar ucapan Zara pun langsung mengerutkan keningnya, " Pacar?, Siapa?", tanya Atta yang bingung dengan yang di maksud oleh Zara.


"Celia" ucap Zara menyebut nama orang yang di maksud.


"Hah, sepupunya"


Zara benar-benar kaget mendengar kenyataan bahwa Celia adalah sepupu dari Atta. Zara menjadi sangat malu pada Atta, "Maaf bang, aku pikir dia pacar bang Atta"


"Aku yang seharusnya minta maaf ra, kemarin karena aku kesal, saat dia datang tiba-tiba, jadi aku lupa memberitahumu, kalau dia sepupu aku" jelas Atta pada Zara.


Atta merasa mendapat angin segar, karena Zara menaruh perhatian padanya, dengan memperhatikan kejadian kemarin.


Obrolan mereka harus terhenti saat mobil Nayla berhenti tepat di depan Nayla.


"Aku balik dulu ya bang" ucap Zara pada Atta, dan Atta mengiyakan.


Zara pun melangkahkan kakinya membuka mobil Nayla dan masuk ke dalam mobil. Setelah Zara masuk, Nayla pun melajukan mobilnya.


Adhi yang mengendarai mobil tepat di belakang Nayla, hanya bisa melihat Zara dan Atta dari kejauhan. Ada rasa tidak suka saat Atta berusaha mendekati Zara, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Sepanjang pesta Jeje dan Fira tadi, dirinya belum mendapat kesempatan untuk mendekati Zara, karena Nayla selalu ada di sampung Zara.


"Aku yang akan mendapatkan Zara lebih dulu bang" ucap Adhi sesaat setelah melihat Atta dari dalam mobilnya, saat Atta berjalan meninggalkan loby menuju parkiran.

__ADS_1


**


Pagi ini Jeje dan Fira sudah bersiap untuk berangkat bulan madu untuk kedua kalinya. Mereka memilih negeri sakura untuk tujuan bulan madu mereka.


Sebelum berangkat mereka berdua berpamitan dengan kedua orang tya Jeje dan bu Ani.


"Kalian hati-hati ya" ucap bu Ani pada anak dan menantunya. Dan Fira dan Jeje pun mengiyakan.


"Yang rajin ya nanti disana buat cucunya" ucap mama Inan mengoda Jeje dan Fira.


Fira yang mendengar ucapan sang mertua langsung menjadi malu, pipi Fira seketika langsung merona.


"Iya ma" ucap Jeje dengan tegas menjawab.


Fira yang melihat Jeje menjawab dengan mengiyakan, sedkit was-was. Fira berfikir, kalau acaranya untuk jalan-jalan, akan berakhri kalau Jeje menuruti ucapanan mamanya.


Setelah berpamitan, supir keluarga Nareswara pun menghantarkan Jeje dan Fira kebandara.


**


"Kamu yakin nggak apa-apa ke luar negeri" tanya sang mama pada Ana


"Iya ma" ucap Ana seraya melihat koran yang di bawanya hari ini.


Setelah kemarin pesta mewah di gelar kuluarga Nareswara, pagi ini beritanya sudah berada di koran.


"Jeje ingin aku menjauhi Fira dan dirinya ma, jadi aku memilih pergi jauh, untuk menghindari Jeje dan Fira. Kalau aku disini, kemungkinan aku akan bertemu Fira, dan aku tidak mau"


Mama Ana hanya bisa pasrah pada keputusan putrinya.


Ana pun meninggalkan sang mama yang mengantarkannya. Dia berjalan terburu-buru, karena pesawatnya akan segera lepas landas. Saat berjalan tiba-tiba ada yang tidak sengaja menabraknya. Ana yang terburu-buru bergegas, dan meninggalkan pria yang menabraknya.


"Nona, maafkan aku" ucap pria itu saat dirinya tidak sengaja menabraknya.


Tapi belum sempat Ana menjawab , Ana sudah pergi terlebih dahulu. Pria itupun melihat ada koran yang jatuh, dan menyadari bahwa itu milik wanita yang di tabraknya.


Pria itu pun mengambilnya, dan seketika dia kaget melihat berita di koran yang menceritakan pernikahan seseorang yang dia kenal.


"Dia sudah menikah?" Ucapnya bergumam saat melihat foto Jeje dan Fira terpampang di sambul berita di koran.

__ADS_1


__ADS_2