Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Kerinduan


__ADS_3

"Maafkan aku" itu yang di ucap lagi oleh Jeje, dan Fira hanya mengangguk.


Jeje melepas pelukannya, di pandangnya lekat istirnya, "Apa kamu tidak merindukan aku"


"Aku merindukanmu" ucap Fira seraya membelai wajah suaminya. Dipandangnya lekat wajah suaminya yang sudah beberapa hari tidak dia temui.


"Apa dua hari ini kamu tidak mengurus dirimu" Fira memperhatikan bulu-bulu halus tumbuh dan menghiasi rahang tegas Jeje.


"Aku sibuk mencarimu, bagaimana aku bisa merawat diriku" kesal Jeje mengingat beberapa hari di sibukkan mencari istrinya.


Fira merasa bersalah saat melihat suaminya bersusah payah mencarinya, sampai melupakan dirinya sendiri.


"Ayo aku akan merawat mu, aku akan mencukur ini" Fira berucap dengan membelai rahang Jeje. Dan hendak berdiri menarik tangan Jeje.


"Biarkan saja" Jeje menarik kembali tangan Fira, dan membawanya duduk kembali

__ADS_1


"Kenapa?" Fira bingung kenapa Jeje tak mau dirinya membersihkan wajahnya.


"Biar kamu merasakan akibat kepergian mu" seragai licik dari Jeje, dan langsung membenamkan rahangnya yang sudah di tumbuhi bulu-bulu halus di ceruk leher Fira.


Bulu-bulu halus yang tumbuh di rahang tegas Jeje pun membuat Fira kegelian, dan mencoba mendorong Jeje, "Hentikan", tawa dan teriakan Fira mengisi kekosongan kamar.


Jeje terus mengoda istrinya mendekat dan membenamkan rahangnya pada leher Fira, hingga membuat Fira terus berusaha mendorong. Tawa mereka berdua membuat suasana pagi menjadi sangat ramai.


Jeje menghentikan saat melihat istrinya sudah terengah-engah karena tertawa. Jeje menatap lekat-lekat wajah istrinya yang sudah dalam posisi berbaring. Nafas Fira yang terengah membuat dadanya mengembang kempis mencari oksigen.


Fira yang mendapati Jeje menciumnya, mencoba membalasnya serasa menikmati, terlebih lagi saat tangan Jeje menyusup di balik piyama yang Fira kenakan, membuat Fira merasakan hawa panas dari tubuhnya.


Erangan kecil mulai lolos dari Fira, dan membuat Jeje semakin bergairah. Perlahan Jeje menanggalkan pakaian yang melekat pada tubuh Fira, dan beralih pada pakaian yang melekat pada tubuhnya. Pergumpulan di antara mereka terjadi setelah beberapa hari menahan kerinduan.


**

__ADS_1


Penyatuan mereka berlangsung cukup lama. Rindu yang tertahan tersalurkan, dan membuat lelah hingga kelegaan. Jeje mengakhiri dengan kecupan manis di dahi Fira.


Jeje mendekap erat tubuh Fira yang tak terbungkus pakaian masuk kedalam pelukannya. Fira yang membenamkan kepalanya di dada Jeje merasakan kehangatan cinta didalamnya.


"Apa kamu bisa tidur beberapa hari tanpaku?" Ucap Jeje yang mengeratkan pelukannya, dia tahu betul bahwa istrinya selalu tidur dengan memeluk tubuhnya.


Fira menggeleng, menandakan kalau dia benar-benar tidak bisa tidur tanpa pelukan Jeje. "Hanya tadi malam aku merasakan tidurku nyenyak." Fira teringat saat dia merasa nyenyak saat Jeje memeluknya semalam.


"Kalau kamu tidak bisa tidur tanpa aku, kenapa memilih pergi." Jeje mengingatkan Fira yang memilih untuk menghindarinya dari pada bertemu dengannya.


"Saat aku melihatmu, aku mengingat kamu yang mendekatkan wajahmu di wajah Ana, dan itu membuatku kesal." Fira menengadah melihat ke arah Jeje dan mencebikan bibirnya.


Cup


Jeje mengecup bibir istrinya yang membuatnya begitu gemas.

__ADS_1


"Aku berjanji tak akan mengulanginya, aku akan memberi jarak beberapa meter saat berbicara dengan wanita lain suatu saat nanti."


__ADS_2