Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Terbongkar


__ADS_3

"Ibu," gumam Fira.


Fira yang ketakutan masih berdiam diri tak mau melangkah. Dirinya benar-benar bingung bagaimana menjelaskan kepada ibu nya nanti. Dia tau ibunya pasti sangat kecewa melihat hubunganya dengan Jeje.


Jeje yang menyadari Fira diam, dan tak mau melangkah, tahu bahwa Fira begitu takut dengan ibu nya. Jeje yang melihat raut ketakutan Fira, mencoba menenangkan wanita yang di cintainya itu.


"Aku akan menjelaskan," Jeje mentap Fira mencoba menyakinkan Fira.


Fira yang mendengar Jeje akan menjelaskan, menatap kembali pada Jeje. Fira hanya bisa berharap Jeje akan bisa menjelaskan semua pada ibu nya.


Jeje dan Fira melangkahkan kakinya menghampiri ibu nya, yang berdiri di depan pintu apartemen Jeje. Padangan tajam dari ibunya tak lepas melihat Jeje dan Fira.


Jeje membuka pintu, dan langsung mempersilahkan Bu Ani untuk masuk ke dalam apartemen. Mereka bertiga duduk di sofa ruang tamu, dan di iringi dengan keheningan.


Fira melihat ibunya hanya diam membisu. Ibunya sama sekali tidak mengucapkan sapatah kata pun pada Fira maupun Jeje.


Jeje yang melihat bu Ani hanya diam, akhirnya memberanikan diri membuka pembicaraan.


"Bu Ani, saya bisa jelaskan semuanya," satu kalimat pertama yang keluar dari mulut Jeje


"Saya mencintai Fira, Bu," lanjut Jeje menjelaskan, kepada ibu wanita yang dia cintai.


"Tuan besok sudah ada asisten baru yang akan mengantikan Fira," ucap Bu Ani. Bu Ani sama sekali tidak membalas ucap yang Jeje lontarkan.


"Fira kemasi barang-barang mu sekarang," bu Ani memerintah Fira, dan menatap tajam pada anaknya.


Fira yang mendapat tatapan tajam dari ibunya tidak bisa berbuat banyak, dirinya hanya mengikuti perintah ibunya, dan melangkahkan kaki ke kamarnya, untuk mengambil barang-barangnya.


Jeje yang menyadari bu Ani tidak menanggapi ucapannya, dan malah menyuruh Fira untuk mengemasi barang-barangnya mencoba menjelaskan lagi.


"Bu, saya mencintai Fira, saya akan menikahi Fira," Jeje mengulang lagi apa yang tadi dia ucapkan.


"Tuan, saya hanya memohon jauhi Fira, keluarga Tuan sudah banyak sekali membantu keluarga saya, jadi saya tidak mau mengecewakan Tuan Reyhan dan Nyonya Inan, dengan hubungan Tuan dengan Fira. Lagi pula dalam waktu dekat, tuan akan di jodohkan dengan Nona Anastasya, jadi saya mohon akhiri semua ini." Bu Ani menjelaskan semua pada Jeje, kenyataan yang terjadi.


"Di jodohkan," ucap Fira begitu kaget mendengar penjelasan ibunya pada Jeje. Fira yang baru keluar dari kamarnya, hanya mematung mendengar perjodohan yang di rencanakan oleh orang tua Jeje.


Jeje yang melihat Fira begitu kaget, mendengar perjodohan yang hendak di lakukan orang tua Jeje, yang diucapkan oleh ibunya.

__ADS_1


Jeje tak menyangka Fira harus tahu dengan cara begini. Niatnya untuk memberi tahu Fira di waktu yang tepat, seketika hancur begitu saja.


Jeje berdiri dan menghampiri Fira, mengenggam tangan Fira, "Sayang...dengarkan aku, aku bisa menjelaskan semua," mohon Jeje pada Fira.


"Apa kamu juga sudah tahu kalau kamu mau akan di jodohkan?" tanya Fira yang curiga melihat Jeje, yang tak begitu kaget saat ibu nya memberitahu tentang perjodohan ini.


"Sayang, tadinya aku menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan padamu," jelas Jeje.


Fira menatap mata Jeje, dia tidak menyangka Jeje akan membobonginya. Fira yang begitu percaya bahwa Jeje, akan memberitahu orang tuanya tentang hubungannya, malah mendapatkan berita bahwa Jeje akan di jodohkan.


"Waktu yang tepat seperti apa?" Fira benar-bener kecewa.


"Sayang dengarkan aku.."


Belum selesai Jeje menjelaskan pada Fira, bu Ani sudah menghampiri mereka berdua.


"Tuan sudahlah, saya harap sebelum tuan Rayhan dan nyonya Inan tahu tentang hubungan ini, alangkah baiknya semua di akhiri sampai disini," Bu Ani memengang bahu Jeje, meminta Jeje untuk menyerah.


Jeje langsung beralih pada Bu Ani, "Bu, saya mohon, saya akan jelaskan sama mama dan papa, tapi beri kesempatan saya," Jeje benar-benar memohon pada Bu Ani.


"Ayo fir..." Bu Ani mengengam tangan Fira, menarik tubuh Fira lembut, dan membawanya keluar dari apartemen Jeje.


Fira yang masih begitu kaget, mendengar perjodohan Jeje, masih diam membeku. Sampai saat ibu nya menariknya pun, Fira hanya mengikuti saja.


"Fir aku mohon, kamu janji kan kita akan hadapi bersama." Jeje menahan legan Fira, mencoba membalikan tubuh Fira, Jeje menatap ke dua bola mata Fira. Jeje benar-benar memohon pada Fira.


"Fir, aku akan tolak perjodohan itu, aku akan menikahimu, aku janji fir..."


Belum sempat Fira menjawab apa-apa bu Ani sudah menariknya, membawanya keluar dari apartemen.


Jeje yang terus memohon pun tak bisa menghentikannya, Jeje mengejar Fira tapi bu Ani sudah membawa Fira masuk ke dalam lift.


Jeje benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi. Rasanya dia tidak bisa kehilangan Fira. Kesalahannya yang tidak memberi tahu pada kedua orang tuanya dan bu Ani, membuat Fira pergi dari hidupnya.


Fira hanya mengikuti ibunya yang menariknya sedari tadi, dirinya juga tidak tahu harus berbuat apa lagi, dengan hubungan ini. Rasa kecewanya pada Jeje memenuhi pikirannya, tapi rasa cintanya begitu kuat mencoba mengalahkan kenyataan yang di hadapinya.


"Bu biarkan Fira bicara sebentar saja bu, sama Jeje." Fira menatap ibunya seraya memohon. Fira hanga bisa berharap ibunya akan mengizinkan memberi Fira waktu berbicara terakhir kalinya dengan Jeje.

__ADS_1


Bu Ani yang tak tega dengan anaknya akhirnya hanya bisa mengizinkan, "Ini yang terakhir kali, pergilah," Bu Ani berfikir, mungkin mereka bisa mengakhiri dengan baik.


Fira melangkahkan kakinya kembali ke apartemen Jeje, setelah Fira mendapatkan izin ibunya.


"Sayang, "Jeje membelai wajah Fira. Jeje menghapus airmata yang sedari tadi mengalir di pipi Fira. Jeje benar-benar merasa bersalah membuat wanita yang dia cintai bersedih.


"Aku janji akan menolak perjodohan itu." Jeje mengenggam tangan Fira, menyakinkan Fira lagi.


Fira menatap lekat bola mata jeje, "Buktikan jika kamu mencintai aku," ucap Fira.


"Aku kan jelaskan kepada mama dan papa, aku akan melamarmu dan menikahimu, aku berjanji."


" Aku akan menunggu mu," ucap Fira.


Jeje mengecup kening Fira, dan mengizinkan Fira untuk pulabg dengan ibunya


Walaupun berat Jeje melepas Fira, Jeje tidak bisa melarang bu Ani untuk membawa anaknya. Jeje berfikir, bu Ani lebih berhak atas Fira.


Setelah Fira pergi Jeje berjanji akan menjelaskan kepada ke dua orang tuanya, mengenai hubungannya dengan Fira.


Dia tidak akan melepaskan Fira, dan meninggalkannya.


.


.


.


.


.


Jangan lupa berikan like dan vote🄰


Mampir juga ke karya lain ku


dan mampir juga ke instagram aku Myafa16

__ADS_1


__ADS_2