Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Di jemput


__ADS_3

"Kamu yakin mau bantuin Ana buat ngomong sama pak Gajendra" tanya Zara saat menunggu lift untuk kembali ke ruangannya.


"Kamu nggak lupakan, apa yang dia lakukan?, dia penyebab kamu pergi, dan kamu mau membantunya?" Zara masih sibuk berceloteh mengomentari keputusan Fira yang akan membantu Ana.


"Aku nggak lupa ra, tapi kita nggak boleh matiin rejeki orang, dan aku nggak mau Jeje begitu" ucap Fira kesal dengan Zara, yang sibuk tidak menyetujui ide Fira untuk membantu Ana.


"Terserah kamu deh, tapi lihat aja ya, kalau sampai terjadi apa-apa dengan keputusan kamu ini, ingat jangan main kabur lagi nanti" Zara mengacam Fira karena kesal ucapannya sama sekali tidak di dengar oleh Fira.


Fira menatap tajam pada Zara, "Aku dah berapa kali bilang sih, aku nggak kabur"


"Terus apa namanya?"


"Pindah tidur" ucap Fira tersenyum polos


"Cih.. pindah tidur" Cibir Zara.


"Kamu nggak tahu paniknya kita semua nyariin kamu, lihat aja nanti kalau pak Gajendra gantian kabur juga, kamu baru ngrasain gimana paniknya nyariin"


"Ich..kok kamu doainya gitu" kesal Fira saat mendengar ancam Zara yang membawa nama Jeje.


"Habisnya kamu ngeyel di bilanginnya"


Fira hanya mencebikkan bibirnya saat Zara selesai berbicara. Fira berdoa semoga yang di ucapkan Zara kalau Jeje juga pergi tidak akan pernah terjadi. Fira hanya berharap keputusannya untuk membantu Ana, tidak akan berdapak buruk pada hidupnya.


**


"Kalian dah selesai?" tanya Adhi yang baru saja keluar dari ruangannya, dan mendapati Fira dan Zara sedang merapikan meja kerjanya.


"Sudah" jawab Fira.


"Bang Jeje dah jemput Fir?"


"Tadi dia bilang untuk tunggu sebentar"

__ADS_1


"Oh ya sudah kamu tunggu di loby aja" ucap Adhi pada Zara. Adhi menatap Zara, "Kamu bawa motor kan ra?" tanya Adhi pada Zara, karena Adhi selalu tahu kalau Zara selalu mengendarai motor saat berkerja.


"Hari ini aku nggak bawa motor dhi"


"Kenapa?"


"Motor aku, aku tinggal di kantor pak Gajendra, karena kemarin aku nyari gaun sama Nayla ke boutique"


"Ya sudah bareng aku aja, nanti aku antar untuk ambil motor kamu"


Zara yang mendapat tawaran Adhi nampak bingung harus menjawab apa, " Makasih buat tawarannya dhi, tapi nggak perlu antar aku "


Adhi dan Fira yang mendengar Zara menolak tawaran Adhi menjadi heran.


"Kenapa nggak mau ra?" tanya Fira yang ingin tahu jawaban Zara.


"Aku di jemput sama bang Atta"


"Atta" gumam Adhi. Adhi nampak kecewa saat nama Atta di sebut oleh Zara, untuk alasan menolaknya. Adhi menerka-nerka dalam pikirannya, sudah seberapa dekatnya Zara dan Atta, sampai Atta sudah menjemputnya.


"Tadi pagi saat aku menunggu bus, bang Atta mengendarai mobilnya melewati halte bus, dan bang Atta menawari untuk berangkat bersama dia. Karena bus penuh sesak aku berangkat bersama bang Atta, dan dia menawariku untuk pulang bersamanya sekalian mengambil motorku" jelas Zara pada Fira dan Adhi.


"Sepertinya aku kalah cepat " batin Adhi sedikit menertawakan dirinya sendiri, "Tapi aku masih punya waktu untuk beberapa hari, karena Zara berada di kantorku" Adhi mencoba memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita ke loby" ajak Adhi.


Fira yang melihat Adhi sudah nampak tenang pun menjadi ikut tenang. Raut kecewa yang Adhi tampakkan tadi sudah mulai memudar dari wajah Adhi.


Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju loby kantor. Sesampainya di loby sudah ada Atta yang menunggy Zara.


"Hai semua" sapa Atta dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Senang sekali dia" batin Adhi sedikit kesal.

__ADS_1


"Hai ta, dah lama nunggu" Sapa balik dari Fira dan sekaligus berbasa-basi bertanya.


"Belum lama fir" ucap Atta pada Fira, "Tapi kalau lama juga nggak apa-apa, demi wanita cantik menunggu pun tidak masalah" lanjut Att sedikit melirik Zara.


Dan Zara yang di lirik pun terpakasa tersenyum, "Kenapa bang Atta ngomongnya begitu"


"Emm... Mulai beraksi" batin Fira yang melihat Atta yang memuji Zara.


"Cih mulai keluar rayuannya" batin Adhi kesal


Saat mereka sedang asik dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba ada yang suara yang membuyarkan pikiran mereka.


"Kalian lagi apa di sini semua?" tanya Jeje yang baru saja datang.


Jeje langsung menghampiri Fira, merengkuh pingggan Fira, dan mendaratkan kecupan di rambut Fira.


"Kalau aku sih nungguin kamu" ucap Fira tersenyum menengadah ke arah Jeje, karena memang postur tubuh Jeje lebih tinggi dari Fira.


"Terus loe ngapain ta disini?" tanya Jeje yang heran kenapa ada Atta di kantor Adhi.


"Gue jemput Zara" ucap Atta dengan senyuman mengisaratkan kepuasannya bisa menjemput Zara.


Jeje hanya mengerutkan dahinya, "Perasaan aku kirim Zara kesini, buat bisa dekat sama Adhi, kenapa Zara malah pulang sama Atta, dasar bocah, di bantuin malah kalah cepet" kesal Jeje dalam hati.


"Ya sudah, kita pulang duluan ya" ucap Fira berpamitan seraya mengengam tangan Jeje.


"Kita juga mau pulang kok Fir" Atta menjawab pamitan Fira, "Ayo ra?" Atta beralih pada Zara.


Mereka berempat hendak melangkah tapi terhenti saat melihat Adhi masih diam membeku di tempat dia berpijak.


"Dhi ayo pulang" ucap Fira membuyarkan pikiran Adhi yang entah tidak ada yang tahu.


"Kalian duluan ya, aku lupa mau ambil berkas di atas" Atta mencoba mengelak ajakan pulang Fira.

__ADS_1


"Ya sudah kita duluan ya, bye" ucap Fira.


Mereka berempat pun menuju parkiran dan pulang, sedangkan Adhi pura-pura kembali ke ruanganya untuk mengambil berkas.


__ADS_2