
"Pagi Pak," sapa Fira saat melihat Adhi keluar dari lift menuju ruangannya.
"Sejak kapan kamu bicara formal denganku?" Tanya Adhi heran melihat Fira berbicara formal padanya.
"Ich..kamu." Fira langsung mencebikan bibirnya kesal saat Adhi bertanya kenapa berbicara formal.
Adhi langsung tergelak tertawa
"Bicara seperti biasa aja fir kalau lagi ngga ada orang."
Fira melihat ke sekeliling, memang hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu.
"Ya aku mau membiasakan diri saja di kantor, takut terbawa sewaktu ada orang lain," jelas Fira
"Terserah kamu saja, tapi kalau di luar kantor berbicara seperti biasa saja padaku," pinta Adhi pada Fira.
"Siap Pak," jawab Fira
Adhi memutar mata malas mendengar Fira memanggilnya dengan sebutan pak.
Adhi melangkahkan kakinya menuju ruangnya, tapi belum sempat dia membuka pintu Adhi teringat sesuatu.
"Fir, aku minta tolong kamu untuk ke kantor Bang Jeje meminta tanda tangan berkas kemarin ya," pinta Adhi pada Fira.
Fira sedikit berfikir mengingat berkas kemarin yang di maksud Adhi. "Baik."
__ADS_1
**
Sesuai dengan permintaan Adhi yang meminta Fira untuk ke kantor Jeje, akhirnya Fira ke.kantor Jeje sebelum jam makan siang.
"Ya makan siang sudah mau habis sepertinya," gumam Fira yang melihat jam tangannya.
Tadinya Fira berniat memberi kejutan pada Jeje, dan mengajak Jeje untuk makan siang.
Karena di jalan macet akhirnya Fira tiba di kantor Jeje saat jam makan siang sudah hampir selesai.
Fira melangkahkan kakinya menuju lift. Tapi belum sempat dia masuk kedalam lift, Fira mendengar ada yang memanggilnya, dan mendapati Valeria yang memanggilnya.
"Nona Zhafira," panggil Valeria.
"Nona Valeria," sapa balik Fira pada Valeria.
"Ya Nona Valeria, saya kemari untuk meminta tanda tangan Pak Gajendra," jelas Fira.
"Kebetulan Pak Gajendra sedang keluar dengan Pak Reza, jadi beliau sedang tidak ada di tempat."
"Oh begitu, ya sudah saya akan tunggu saja di atas."
"Jangan-jangan," ucap Valeria yang melarang Fira.
Fira mengerutkan dahinya heran kenapa Valeria melarangnya.
__ADS_1
Valeria yang menyadari kebingungan Fira langsung menjelaskan. "Maksud saya, saya akan menemani Nona Zhafira di ruang tunggu lobi saja, jadi nanti saat pak Gajendra datang kita tahu," jelas Valeria.
"Apa saya tidak menganggu?" tanya Fira yang tidak enak Valeria menemaninya.
"Jam istirahat belum selesai, jadi tidak ada salahnya saya menemani."
"Baiklah kalau begitu."
Fira dan Valeria menuju ruang tunggu yang berada di lobi kantor.
"Kita duduk disini saja ya, agar saat pak Gajendra datang kita bisa tahu," ajak Valeria pada Fira untuk duduk menghadap pintu utama kantor.
"Baiklah," jawab Fira
Saat menunggu Jeje, Valeria memberanikan diri untuk berbicara pada Fira.
"Nona Zhafira, sebelumnya saya minta maaf saya ingin berbicara mengenai hubungan anda dengan Pak Gajendra."
"Apa dia sudah tahu aku istrinya," batin Fira.
"Silahkan Nona Valeria."
"Saya tahu mungkin jatuh cinta itu tidak memandang dengan siapa kita jatuh cinta, tapi sebagai seorang wanita saya cuma mau memberitahu Nona Zhafira," ucap Valeria membuka pembicaraan.
Fira yang mendengarkan Valeria sedikit di buat bingung.."Maksudnya apa?, aku tidak mengerti," batin Fira.
__ADS_1
"Memangnya nona Valeria mau memberitahu apa?" Tanya Fira yang penasaran.
"Saya tahu Nona Zhafira mencintai Pak Gajendra. Tapi sesama wanita saya sarankan untuk menjauhi Pak gajendra," jelas tega Valeria.