
"Kamu jutek banget siih,santai dong Dit,pikirin tawaran Aku sama Kamu,Seorang pria itu ga akan pernah cukup hanya dengan satu wanita!"ujar Rima sambil mendekatkan tubuhnya,wanita itu tampak berpakaian seksi dengan kemeja putih yang terbuka dibagian dadanya dan rok pendek yang sangat mengekspose pahanya.
Rima mulai mendekati Radit,bermaksud untuk menggodanya.Namun dengan dengan tegas Pria itu menolaknya.
"Kamu telanjang bulatpun disini,Itu tidak akan berpengaruh padaku Ma,Aku tidak punya hasrat pada wanita manapun selain pada Istriku,lebih baik Kamu cepat pergi dari sini,nanti orang akan salah faham melihatny,Aku tidak mau berbuat kasar,Aku masih menghargaimu sebagai wanita!"ucap Radit dingin.
"Kamu akan menyesal Dit,Kamu menghinaku seperti ini!"
Bilqis yang sedari tadi sembunyi sembunyi kini Dia masuk keruangan suaminya.
"Selamat Siang...!"ucapnya sambil tersenyum.
"Honey...!"Radit kaget dengan kehadiran Bilqis,Dia tidak menyangka Istrinya itu akan datang kekantornya.
"Honey kok ga ngasih tau mau datang kesini!"tanya Radit lagi dan langsung memeluk sang Istri dengan posesif.
"Sengaja Aku mau bikin kejutan untuk suamiku,kaget ya sayaang!"
"Iya kaget banget Honey,tapi Aku seneng Kamu dateng,Aku kangen sama Kamu dan Bayi kita!"Radit menarik lengan Bilqis dan mendudukkannya dipangkuannya,Radit membelai mesra pipi sang Istri dan menciumnya dengan gemas.
"Mau mamam apa cantik?"tanya Radit dengan begitu mesra membuat Bilqis tersipu,mereka seolah tidak menyadari ada tamu yang sedari tadi memperhatikan interaksi mereka dengan wajah kesal.
"Eheeem...ooo jadi ini istri Kamu,Kok mau sih punya Istri dari kelas rendahan,ternyata benar yang Arsinta bilang kepadaku,haha!"ucap Rima sambil tertawa sinis.
"Jaga mulut Kamu Rima,Aku dari tadi sudah berbicara baik baik kepadamu,tapi sepertinya tidak mempan,biar Aku panggil petugas keamanan kalo begitu!"Ujar Radit murka.
"Tenang sayang,menghadapi wanita seperti ini memang kadang membuat kita gemas sendiri ya,tapi Kita harus tetap selowww."Ucap Bilqis sambil bangkit dari pangkuan Radit.
"Apa tadi tante bilang?Kelas rendahan?maksudnya Aku kelas rendahan?heh!"Bilqis tersenyum sinis
__ADS_1
"Sepertinya julukan itu lebih pantas disematkan kepada diri Anda sendiri,kelakuan Anda begitu rendah,sampai segitunya mau menggoda Suami orang,sampai harus berkelakuan rendah dan murahan!"ucap Bilqis sambil melipat kedua tangannya didadanya.
"Maksud Kamu apa?"
"Anda tidak usah pura pura berlagak bodoh,jelas jelas Anda tadi ingin menggoda suami Anda,dengan bilang kalau Seorang Pria tidak cukup satu wanita,dan mendekati suami Saya dengan penampilan seperti ini,kalau mau mengatakan sesuatu lebih baik bercermin dulu,sudah udzur juga kepedean mau ganggu suami orang,untung saja Suami Saya ini tipe setia,tapi walaupun Dia mata keranjang,mungkin akan berfikir seribu kali juga kalo mau selingkuh dengan Anda,Karena mana mungkin Dia mau selingkuh dengan wanita yang berkelakuan Rendah seperti itu,mengaku sosialita tapi kelakuan sooo...ngong!"ucap Bilqis pedas,kata katanya tajam menohok,membuat Rima berang,wanita itu sudah mengangkat tangannya untuk menampar Bilqis,namun dengan cepat Radit pasang badan,untunglah petugas keamanan datang,dan meyeret wanita itu keluar.
"RADIIIT AWAAASSS KAMU YAAA KAMU AKAAN MENYESAALLL...LEPASKAN AKU LEPASSKAAAANNN!"Teriak Rima saat petugas keamanan menggiringnya keluar.
Mood Bilqis yang tadinya senang mendadak muram,Dia duduk dihadapan Radit yang tengah menikmati makan siang yang dibuat Istrinya.Dia makan begitu lahap dan melihat mimik wajah Istrinya yang bermuram durja.
"Kenapa sih temen temen Mas Radit ga ada gitu yang kelakuannya bagus dikit,setiap ketemu temen Mas kok kelakuannya kayak gitu semua,genit genit,pelakor,udah pada tua juga bukannya tobat malah seperti itu kelakuannya,Aku ga habis fikir,kenapa sih wanita itu justru senang menjatuhkan wanita lain,bukannya saling mendukung,ini malah mau menyakiti wanita lainnya!"Ujar Bilqis sambil mendelik kearah suaminya.
"Ga semuanya kok Sayaang,kebetulan saja Kamu ketemunya wanita seperti itu lagi,sudah jangan banyak pikiran ya,makananya dihabisin,kasian Dede bayinya laper!"
"Lagian kenapa sih Mas mau nerima wanita kayak gitu buat kerja sama,memang ga ada orang yang lebih baik?"
"Aku gatau Dia akan seperti itu Honey,lagi pula tadinya Aku hanya ingin membantu apalagi Dia ternyata teman lama,tapi jadinya malah seperti ini,Aku bener bener gatau sayaang..Sumpah!"Ucap Radit dengan wajah sungguh sungguh,Dia takut Sang Istri akan marah kepadanya."
"Sudah berapa kali wanita itu datang kesini?"selidik Bilqis dengan mata memicing.
"Baru hari ini Aku ketemu Dia,karena sebelumnya Denis yang menangani,katanya Dia mohon mohon keoada Denis agar bisa ketemu Aku,ternyata maksud tujuannya seperti ini,Aku gatau sayang,kalau tau tentu Aku juga ga akan sudi bertemu Dia!"
"Ohhh..pantesan tadi Kak Denis ngalangin Aku buat masuk kesini,mungkin Dia tau sifat wanita itu bakalan bikin Aku jengkel!"ucap Bilqis ketus.
"Sudahlah sayaang,gausah ngomongin Dia terus,Aku malas bahasnya,lebih baik Kita makan,Kamu juga kan belum makan apa apa,sini Aku suapin,sini Honey sweety..Istri cantikku!"Ujar Radit merayu sambil mendekati Istrinya,Bilqis pun pasrah walau hati masih dongkol memikirkan kejadian tadi.
.
.
__ADS_1
.
Setelah selesai makan siang,Bilqis tampak santai disofa sambil memainkan ponselnya,sesekali Dia tersenyum senyum sendiri,hal itu tak lepas dari pantauan Radit,Dia memperhatikan sang istri dengan pose terlentang menggoda,Membuat Radit tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya,apalagi kini roknya tersingkap hingga paha mulusnya terlihat,membuat Radit merasa gerah,padahal ruang kerjanya adem,seger,nyaman.Tapi entah mengapa Dia merasa hareudang(gerah)sendiri,apalagi pandangan matanya sepertinya tidak bisa berpaling ke kearah lain karena pemandangan didepannya begitu indah,Bilqis seolah benar benar sedang menggodanya dengan pose seksinya itu.Perlahan Radit mendekatinya..
"Honeeeyyy..istirahatnya dikamar yu..!"ujar Radit sambil duduk disampingnya dan menyandarkan memeluk Bilqis agar bersandar kepadanya.
"Kamu wangi banget Honey..!"Radit menciumi leher sang Istri dengan bergairah,Bilqis hanya diam saja.
"Honey...Kamu sengaja menggodaku ya...Bikin Aku tegang begini!"
"Kalo begitu Aku pulang aja ya Mas,Aku jadi ganggu Kamu kerja!"ucap Bilqis manja.
"Jangan sayaang...jangan pulang,nanti aja pulangnya bareng,masa pulang duluan sih,Mas kan mau icip icip!"Ujar Radit sambil meneruskan menciumi tengkuk,leher,kemudian turun kebawah,Radit membuka kancing baju sang Istri dengan tidak sabar.
"Maaasss....jangaaaannn..nanti Kak Denis masuk kesini malu!"Ucap
"Udah Amaaan sayaaang,Denis sudah Aku kasih tugas banyak dan gak akan kesini,Angel juga sama sudah Aku kasih tau supaya ga ganggu kita!"ucap Radit dengan nafas tak teratur,matanya sudah berkabut sudah dipenuhi hasrat.
"Kita kekamar saja sayaang,biar lebih leluasa ucap Radit sambil merangkul sang Istri,mengajak kekamar pribadinya yang terhubung dengan ruang kerjanya.
"Aku diatas ya Sayaaang!"Ujar Bilqis.
"Siaaap sayaaang.....Aku pasrah!"
.
.
.
__ADS_1
**********