
Radit benar benar merasa lelah,seharian dikantor meminta solusi justru malah dipojokkan oleh asistent sekaligus sahabatnya itu,Memang kelakuannya kali ini sangat keterlaluan.Namun Dia benar benar tidak tahan didiamkan dan diacuhkan istri cantiknya itu.Biasanya Radit selalu semangat untuk cepat pulang,namun kali ini Radit terlihat lesu dan tidak bersemangat.Padahal biasanya Dia selalu pulang terlambat,namun kali ini Radit pulang lebih cepat dari biasanya.Kepulangannya kali ini tidak ada penyambutan sama sekali,biasa Bilqis selaku menyambutnya dengan pakaian yang sangat menggoda,wajahnya yang sudah segar dan cantik,serta senyuman manisnya yang aangat memikat.Namun kali benar benar hampa,hatinya kosong dan hampa.
Radit membuka pintu kamarnya,Tak ada Bilqis disana,3 hari yang menyiksa ini dirasakannya kembali,Istri seksinya itu pasti sedang dikamar Rafa sang Anak yang akhir akhir ininjarang Dia perhatikan,padahal dulu Dia menuntut Bilqis agar punya Anak yang banyak,Dia bahkan sampai memusuhinya saat Bilqia menggunakan pil kontrasepsi,Dia ingin punya anak yang banyak,agar kelak dimasa tua Dia tidak kesepian,keluarganya ramai dan penuh canda tawa.Namun Kini,satu saja kurang kasih sudah kurang perhatian dan kurang kasih sayang darinya.Radit membukansasinya dengan kesal kancing kancing kemejanyabDia buka satu persatu,Otot otot kekarnya menyembul sempurna,walaupun umurnya sudah kepala emoat,namun pesona seorang Radit memang tak terkalahkan ketampanan dan keglowingannya bisa diadu dengan para lelakinyang lebih mida darinya,walaupun memang jila disandingkan dengan Bilqis yang unyu unyu,mereka bagai om dan keponakan.Radit bertelanjang dada,tubuhnya terasa lelah dan lengket dengan keringat,namun Dia tak ada semangat sama sekali untuk mandi.Dia duduk ditepi ranjangnya dwngan wajah merengut,Dia mengingat bila Bilqis selalu menyiapkan pakain untuknya,memeluknya dengan penuh cinta,kadang bila sehabis keluar dari kamar mandi,Iatrinya itu akan jahil,melucuti handuknya dan berlari bersembunyi,atau Sia akan memeluknya dan dan mencium tubihnya yang wangi aroma sabun yang segar.Namun sekarang lagi lagi Dia harus Gigit jari.
Ceklek
Pintu terbuka,Bilqis masuk dengan memakai pakainnya yang menggoda iman,dress tali Mie tektek,5 senti diatas lutut berwarna hitam berbahan tipis,rambutnya Dia cepol asal,wajahnya terlihat sangat cantik tanpa polesan makeup sedikitpun,bibirnya pink alami.Dia belum menyadari keberadaan sang Suami,hingga tatapan keduanya bersirobok.Radit menatapnya dengan penuh damba,Dia menelan salivanya melihat tubuh sang Istri yang begitu molek,apalagi dadanya yang sama sekali tidak mengenakan bra,Ingin sekali Dia menghambur memeluknya dan meremat squisy favoritnya,namun hal iti hanya harapannya saja,karena Bilqis memandangnya dengan wajah dingin dan datar.Dia masuk ke walk in closet menyiapkan baju untuk Radit,karena Bi Yuni memberitahukan bahwa Tuan mudanya itu sudah pulang.Radit ingin sekali memgejarnya tapi Dia takut sang Istri menolaknya seperti kemarin kemarin,bahkan Dia cenderung ketakutan saat Radiyt sekedar ingin memegang bahunya.Jadilah Radit kini hanya memandangnya.tak berani mendekatinya.Namun naluri kelaki lakiannya membuat Dia bangkit berdiri dan menyusulnya.
"Sayaang Aku kangen Kamu!"Radit mendekatkan wajahnya ketengkuk Bilqis membuat oerenpuan itu langsung sedikit menjauh.
"Yaang,apa Kamu akan terus marah sama Aku!"Tanya Radot,namun Dia sama sekali tidak bergeming.
__ADS_1
"Sayaang,Istriku...I miss you!"Radit memegang tangannya dan ingin menciumnya namun Bilqis segera menepisnya.Dia bergegas pergi dari sana swtelah menyiapkan baju ganti untuk Radit.Radit ingin mengejar dan menyergapnya namun Dia tau hal itu justru akan memperburuk hubungannya dengan sang Istri.Dan yang lebih menyiksanya lagi kini junior dibawahnya sudah berdiri tegak meronta ronta minta dipuaskan.
Jam sudah larut malam,namun matanya tak juga bisa terpejam.Tidak ada Bilqis disampingnya,tempat tidurnya yang luas dan nyaman,hanya terisi olehnya seorang diri.Dia berguling kekanan dan kekiri tetap saja tidurnya terasa tak nyaman.kemudian Dia terbangun.Dan diam diam pergi kekamar Rafa melihat Istri dan dan Anaknya tampak berpelukan,mereka tampak damai dan tidur dengan nyenyak,sedangkan Dia,tengah malam begini masih saja terjaga.Bahkan rasa kantuknya sudah menguap bwgitu saja.dengan langkah pelan,bagaikan seorang pencuri.Dia mendekati Anak dan Istrinya.Ingin tidur disamping Bilqis dan memeluknya dengan erat,Dia takut Istrinya itu akan bwrteriak dan menolaknya mentah mentah.Jadilah Dia harus puas dengan hanya membelai rambutnya dan mencium puncak kepalanya.Kemudian Dia kembali dan menutup pintu itu dengan Rapat.
.
.
.
"Ahhh Aku bener bener gakuat dengan keadaan seperti ini,siapa saja tolong Aku,tolong bantu Aku berbaikan dengan Istriku."gumamnya dalam hati sambil bergegas duduk dan mengoleskan selai storberry diatas roti gandum yang sudah teesedia,Bilqis tampak sedang asyik mendengarkan celoteh sang Anak.Dengan hati bahagia,akhirnya ada juga peluang untuk mendekati Bilqis.pikir Radit.
__ADS_1
"Rafa sayaang Sini gendong sama Papi!"ujarnya sambil mendekati Rafa yang tampak manja digensongan Bilqis,Dia merapatkan tubuhnya agar bisa berdekatan dengan Bilqis,namun sialnya Rafa justru tampak enggan dan menangis,Dia tidak mau didekati olehnya.Apa mungkin Rafa marah pada Radit karena tidak pernah ada waktu untuknya.
"Rafa sayaang,Yuk lihat Ikan dikolam yuk sayang ucapnya yang lagi lagi mencuri kesempatan agar bisa berdekatan dengan Bilqis.
"amauuuu bocennn,afaa auu Mamiii afa auu Mamiii!"Teriak Rafa menolaknya mentah mentah.Bilqis pergi menjauhinya dan membawa Rafa ketaman belakang,Sang anak tampaknya sedang badmood,mdan merajuk kepada sang Mami.
Radit tertunduk lesu,lengkap sudah penderitaannya sekarang.Dimusuhi sang Istri dan ditolak oleh sang Anak.
Radit meneruskan sarapannya,sambil mengutak ngatik ponselnya,sarapannya benar benar terasa hambar,biasanya Dia dengan manja meminta sang Iatri untuk menyuapinya,sedangkan Dia dengan tenang memeriksa emailnya,memeriksa pesan dari rekan bisnisnya.Namun kali ini,Dimeja makan yang lumayan luas Dia hanya makan seorang diri,tanpa seorangpun menemani.
Radit mengetik pesan sang Asistent,berharap Denis bisa membantunya.Dia benar benar merasa buntu,bingung harus bagaimana agar sang Istri bisa memafkannya dan memberinya kesempatan.
__ADS_1
Den Pliss jangan kekantor cabang dulu!pliss banget bantu Gue cari cara supaya Bilqis mau maafin Gue Den,cuma Lo yang bisa Gue andelin saat ini.