
"Sini Mami....Papi juga kangen sama Mami!"Radit merentangkan tangannya.
Namun Bilqis hanya diam saja pura pura marah,padahal dari tadi juga Dia nunggu giliran untuk dipeluk,namun rasa gengsi menahannya dan justru malah membuang muka.Membuat Radit menurunkan lengannya,dengan raut wajah kecewa.
"Nak Radit,keganggu Istirahatnya,ya,Biar Rafa Bunda mandiin dulu.Maminya aja yang dipeluk Nak Radit,dari kemarin uring uringan terus gara gara ga ada kabar dari Nak Radit!"goda sang Bunda yang tiba tiba saja sudah muncul dihadapan mereka,sambil senyam senyum melirik kearah Bilqis.Mendengar penuturan Sang Bunda,Bilqis langsung merengut kesal dan juga malu.
"Ihhhhh apaa sih Bunda,aneh deh.Siapa yang uring uringan!ujar Bilqis sambil mengerucutkan bibirnya dengan sebal.Sementara Radit hanya tersenyum lucu sambil memandang sang Istri.
"Iya Bun,Maminya kayaknya lagi kolokan,biar Radit bujuk dulu ya Bun!"
Sang Bunda berlalu dari hadapan mereka sambil menggendong Rafa.
Kini tinggal Radit dan Bilqis berdua.
"Sayaang..Aku kangen banget."Radit mendekat menghampiri Bilqis yang duduk ditepi ranjang,agak jauh dari tempat duduknya.
"gombal,kata kata Mas Radit itu ga bisa dipegang.Bilang kangen tapi selama 5 hari ini ga ada kabar.Datang seenaknya,pergi juga ga ada kabar.apa maksudnya kayak gitu!"ucap Bilqis dengan wajah marah.
"Maaf Sayaaang...bukan maksud Aku untuk bersikap seenaknya,kemarin DiBatam ada masalah yang lumayan besar yang harus Aku tangani,jadi Aku bener bener ga ada waktu."Ucap Radit beralasan.
"Memang ada masalah apa sampai waktu untuk Anak dan Istri ga ada sama sekali.Setidaknya ada waktu untuk Rafa,kasian Dia dari kemarin rewel terus kangen sama Papinya,minimal kasih pesan kek,telepon semenit dua menit untuk sekedar ngasih kabar,ini sama sekali ga ada.Kamu tuh jahat Mas,Kamu memang ga ada niat untuk memperbaiki rumah tangga Kita.Anak satu aja Kamu abaikan,apalagi banyak!"omel Bilqis sambil menyeka airmatanya yang sudah kadung jatuh.
__ADS_1
Radit memeluk sang Istri dari belakang,namun dengan.kuat Bilqis menghempasnya.
"Gausah peluk peluk Aku,Kamu cuma mainin Aku aja,katanya kemarin kalau Aku,mau Kamu bisa pulang cepet,tapi buktinya Kamu malah ga pulang pulang dan ga ada kabar."omel Bilqis.
"Maaf sayaaang kemarin itu bener bener gawat.proyek yang seharusnya beres ternyata banyak kendala.entah itu masalah pembebasan lahan,entah mengurus perijinan dari pemerintahnya yang dipersulit,belum lagi banyak tentangan dari berbagai macam ormas yang membuat proyek dibatam hampir saja gagal.seminggu disana bener bener membuat lelah fisik juga pikiran Aku.Tapi untunglah semuanya bisa terkendali dengan baik.Makanya Aku pulang tengah malam langsung menyusup kekamar Kamu,Aku ga kuat nahan rindu yaang."Jelas Radit panjang lebar.Dia kembali memberanikan diri untuk mendekati Bilqis yang masih membelakanginya.
"Aku bener bener tersiksa disana mikirin Kamu sama Rafa.Kita sudah terpisah hampir 1bulan,Aku gakuat Yangg kalau harus pisah lebih lama dari ini.Please Honey,maafin Aku.Maaf karena Aku sudah sering nyakitin Kamu,maaf karena ga pernah meenghargai Kamu sebagai seorang Istri.Aku janji akan berubah menjadi suami yang baik dan pengertian untuk Kamu.Jangan tinggalin Aku Honey,Ayo Kita pulang,Apa Kamu ga kangen sama Aku ga kangen rumah,rumah udah kayak kuburaan,sepi dan sunyi ga ada Kamu yang."Ucap Radit sambil memeluknya dari belakang dan menaruh dagunya dibahu Bilqis.Perut Bilqis tiba tiba kembali merasakan mual,apalagi dekat dengan sang Suami yang menurutnya baunya sangat aneh,namun Radit tidak menyadarinya,Dia membalikkan tubuh sang Istri agar berhadapan dengannya.Namun Bilqis menutup hidung dan mulutnya dengan tangan satunya sambil menunduk menatap lantai,pagi ini Dia kira sudah tak akan kambuh lagi mualnya setelah meminum wedang jahe buatan Bundanya,namun kini perutnya terasa bergejolak lagi.
"I miss you Honey,pulang yuk sayaang,kasian Rafa harus jauh dari Aku.Kamu tau kan jarak dari sini kekantor samgat jauh,Aku pulang kadang sangat larut,bukannya Aku gamau berkorban untuk Anak,tapi Aku gaenak sama Ayah sama Bunda yang mungkin terganggu dengan Istirahanya."Ucap Radit yang kini memeluk Bilqis dengan erat.membuat Bilqis semakin menutup hidungnya dengan kedua tangannya,Dia merasa Radit benar benar sangat bau,semakin dekat dengannya semakin membuat perut Bilqis bergejolak.Radit mengira sang Istri sedang malu malu kucing.Kemudian Radit menangkup pipinya dan menyingkirakan tangan Bilqis yang semenjak tadi membekap hidungnya.
"Istriku semakin menggemas kalau lagi malu malu begini!"Kemudian Dia mencium Bilqis dengan gemas,betapa rindunya Radit pada bibir tebalnya yang seksi dengan warna pink alami,namun Bilqis dengan cepat mendorong Radit.Dan kembali membekap mulut dan hidungnya.
"Jangan deket deket Aku!"
Diapun setengah berlari kekamar mandi dan menumpahkan semua isi diperutnya.
"Sayaaang,Kamu kenapa!"Radit menghampiri sang Istri dan mengusaP rambutnya dengan cemas.Sementara Bilqis masih saja muntah muntah.
Radit menatapnya dengan iba,tangannya sigap memijat tengkuk Bilqis,agar mudah memuntahkan isi perutnya.Namun dengan cepat tangan Radit ditepisnya.
"Jangan deket deket Mas...Kamu bau banget,Aku ga kuat!"ucap Bilqis dengan dengan lemas,wajahnya tampak pucat,Dia menyeka mulutnya dengan punggung tangannya.
__ADS_1
"Kamu kenapa siih,begitu banget sama Suami,bilang bau bau.Aku bau apa,walaupun baru bangun tidur bukan berarti Aku bau!"ujar Radit kesal dikatai seperti itu oleh Bilqis.
Bilqis menatap Radit dengan lemah,Dia berusaha berdiri setelah perutnya lumayan lega,namun rasa lemas dan tak bertenaga membuatnya kembali terduduk,refleks Radit menangkap tubuhnya.
Dengan cepat Bilqis menutup mulut dan hidungnya kuat kuat.Aroma tubuh Radit yang menurutnya bau terasa kembali dihidungnya,padahal kemarin kemarin Dia ingin sekali mencium baju kerja suaminya yang bercampur parfum dan keringatnya.Namun sekarang setelah tercium oleh hidungnya,justru membuatnya semakin mual.Bilqis mendorong Radit agar menjauhinya,namun laki laki itu justru menggendongnya,karena khawatir melihat sang Istri terlihat lemah.
"Silakan rasa benci Kamu nanti diteruskan lagi,Aku hanya ingin menolong sebagai sesama manusi.Aku gamau melihat Kamu terkulai tak berdaya dikamar mandi."ucap Radit ketus,sekaligus kesal melihat aikap Bilqis yang menyebalkan.
Padahal tidak ada maksud Bilqis untuk menyakiti sang Suami,namun entah mengapa,didekat sang Radit,rasa mualnya kian bertambah,dan indra penciumannya menolak keras aroma yang tercium dari tubuh suaminya.
Radit menidurkan sang Istri diranjangnya,melihat wajah Bilqis yang pucat dan lemah membuatnya benar benar cemas.
"Pantesan waktu Mama bilang Kamu sakit,nanti Aku antar kedokter ya,sekarang istarahat saja dulu,biar Aku panggil Bunda dulu.Kamu pucat banget Honey!"Radit kembali mendekat bermaksud untuk mengusap kepalanya tanda Dia begitu sayang padanya,namun lagi lagi mendapat penolakan dari Bilqis dan menghempas tangannya.
"Jangan deket deket Aku Mas!Kamu bau banget,apa pake minyak nyong nyong ya,baunya gaenak bangetttt.!"
.
.
***********
__ADS_1