
"Mamiiiii...Papiiiiiiiii!"
Teriakan sang Anak membuat Radit melepas pangutannya.Matanya yang sudah berkabut gairah dan hasratnya yang sudah diubun ubun terpaksa harus terhempas karena teriakan Rafa diluar kamarnya,membuat Bilqis sedikit panik karena mencari dress seksinya yang tadi sudah dilucuti sang Suami dan entah dibuang kemana oleh Radit.Ritual percintaan panas Mereka terpaksa harus dihentikan sementara.
"Aa cariin baju Aku ih!"Ucap Bilqis dengan wajah cemas sambil membungkuk mencarinya.Sedangkan Radit masih memakai handuk yang terlilit dipinggangnya saat percumbuan panas tadi terjadi.
"Pakai baju yang lain dulu Neng,Aa lupa tadi lempar kemana!"ujar Radit dengan wajah tanpa dosa sambil,mengenakan piyama yang tadi disiapkan Bilqis.
"Ya udah Aa keluar duluan,ajak Rafa makan dulu.Nanti Aku nyusul."Ujar Bilqis yang melenggang ke walk in closet yang hanya dibalut ********** saja.Membuat Radit manahan tawa melihatnya.
"Ehh....Sayangnya Papi,yuk mamam yuk ,Papi suapin mau?"tanya Radit sambil menggensong sang Anak yang hampir menangis karena tidak segera membukakan pintu untuknya.
"Mami ana Papiii?"Tanya bocah tampan itu.
"Maminya lagi ditoilet dulu,Yuk Rafa sama Papi ya,Kita mamam pizza yang enak,mau?"tanya Radit pada sang Anak,kemudian diikuti anggukan dari Rafa.Bocah lelaki itu kini sangat akrab dengan sang Papi,karena selalu menyempatkan untuk memberikan perhatian kecil pada sang Anak walau sesibuk apapun.Dia tidak ingin sang Anak bernasib sama seperti dirinya dengan keadaan Dia waktu kecil dulu,jarang sekali bertemu Papanya,karena terlalu sibuk bekerja.
Tak berapa lama Bilqis datang menghampiri Mereka.kali ini Bilqis memakai dress rumah panjang sebetis tanpa lengan warna navy,wajahnya sumringah mendekati Rafa.
"Mamam sendiri ya sayang,gausah disuapin lagi,kan udah gede.Oh iya sekarang dipanggil Kakak ya ,kan mau punya 3 adik ya sayang!"
"Iya Mami,Kakak Afaa!"
"Iya Kakak Rafa pintar!"ucap Bilqis sambil mengacak acak Rambut sang Anak.Bilqis kemudian duduk disamping sang Suami,dan mengambilkan makanan untuk suqminya,sementara Rafa sangat lahap menikmati pizza keju favoritnya.
Radit memandang Bilqis sambil senyam senyum.Kakinya yang berada dibawah meperlahan menyentuh kaki Bilqis.membuat perempuan itu terlonjak kaget.Dikiranya ada binatang merayap dikakinya ternyata,kaki Radit sedang mengusap usap betisnya,saat Bilqis melotot kearah sang suami,namun Dia justru mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.
Sekali lagi Radit memainkan Kakinya dibawah sana untuk menggoda sang Istri.
"Aawwww....!"Radit meringis sambil mengusap usap Kakinya,namun Bilqis tersenyum puas setelah berhasil mencubit Kaki Radit yang dengan nakal menggerayangi betisnya.
"Napa Papii tiak tiak!"tanya Rafa pada Radit yang memandangnya dengan wajah polos.
"Gapapa sayaang tpi sepertinya dibawah ada macan betina nyubit Kaki Papi!"ucap Radit asal membuat Bilqis melotot kembali sambil komat kamit memarahi suaminya.
"Ana Papi anaa,Afa au yiat macan!"ucap Rafa antusias.
__ADS_1
"Iya nanti lihat macannya dikebun binatang aja ya sayaang!"ucap Radit,matanya melirik kearah Bilqis sambil menahan tawanya.Dibalas oleh bilqis dengan tatapan mautnya yang menakutkan.
******
Selesai makan bersama Kini Rafa merengek minta dibacakan buku cerita,jadilah Bilqis kini dikamar sang Anak,menidurkan Rafa sambil membacakannya cerita.Sebenarnya Bilqis sedikit gelisah karena hasratnya tadi belum tuntas,sedangkan Rafa tumben tumbenan belum tidur,biasanya setelah makan dan dibacakan dongeng,pasti akan cepat terlelap.Namun kini Dia justru dengan seksama mendengarkan dongeng yang Bilqis bacakan.
Dan kini sudah buku ketiga yang Bilqis bacakan namun sigembul lucu ini masih saja terjaga.
"Kakak Rafa bobo yuk,udah malem Nak!"ucap Bilqis sambil menepuk nepuk punggung sang Anak.namun Rafa justru terbangun,dan beergegas mengambil buku cerita baru dan langsung diberikan kepada Bilqis.
"Mamiii cita macan Mamiii!"Ucapnya lucu sambil memberikan buku dongeng fabel yang tebal pada Bilqis.
"Iya sayangnya Mami,mau cerita macan ya..yasudah Mami cari ya!"Ucapnya sambil membuka lembaran demi lembaran buku itu.Dan Rafa dengan sabar menanti cerita dari Sang Mami.
Radit gelisah dikamar,menunggu Bilqis belum juga menghampirinya.Mau tak mau Dia kembali menyusul sang Istri.
"Eeeh Anak Papi belum bobo?"tanya Radit yang berdiri didepan pintu jemudian menghampirinya.
"beyum Papi,Afa au cita macan!"
Bilqis mulai bercerita kembali,dan Rafa mendengarkannya dengan seksama,cerita seekor macan yang bijaksana,namun lagi lagi Rafa masih terjaga,membuat Bilqis bingung,entah harus bagaimana agar sang Anak cepat tidur,karena Diapun sudah mulai kelelahan.Membuat Radit tak tega melihatnya,alhirnya buku cerita itu diambil alih oleh Radit.Dan ajaibnya Rafa sudah tertidur pulang mendengarkan cerita yang datar dan tidak menarik membuat bocah kecil itu bosan sehingga Dia cepat tertidur.
Bilqis yang tadi pamit kekamar mandi kini melihat Rafa sudah tertidur pulas dan Radit sengaja pura pura tidur nyenyak,untuk melihat reaksi sang Istri.
"Aa bangunn..Ayo pindah bobonya jangan disini,kasian Rafa!"ucap Bilqis,namun Radit terlihat begitu nyenyak sehingga sulit untuk dibangunkan."
"Aaaaa!"bisiknya ditelinga Radit.
"Sayaaang ayo doong bangun!"bisik Bilqis ditelinga Radit sambil mencium pipi sang suami yang ditumbuhi bulu bulu halus .Bilqis yang hasratnya belum tersalurkan kini gairahnya kembali tersulut,begitu pipinya bertemu pipi Radit yang berbulu membuat geli geli nikmat.
"Sayaaang ayo Kita teruskan yang tadi!"pinta Bilqis sambil tangannya yang halus membelai perut radit yang sixpack,turun kebawah sampai ke pisang raja Radit yang kokoh,tangan nakalnya mulai mengelus elus manja,membuat Radit menggigit bibirnya.Tak menyangka Bilqis kini semakin nakal,apa mungkin bawaan bayi diperut sang Istri sehingga Bilqis nekat mencabuli sang Suami pikir Radit.Radit serta merta menahan tawanya melihat sikap agresif sang Istri.Tangan lentiknya masih menari nari disana,dan membuatnya semakin berdiri kokoh.
"Aaa ayooo Aku udah ga tahan lagi!"bisik bilqis,suaranya sudah sangat bergairah.
"Mmmmhhhhh....kenapa nenggg!"tanya Radit yang terbangun sambil pura pura menguap dan merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Aku lagi pengennn ayo Kita pindah kekamar!"
"Mmmhhh besok lagi ya,Aku ngantuk!"tolak Radit pura pura,padahal Dia juga sudah ga kuat,apalagi sikap Bilqis yang membuatnya gemas.
"Iih Aaa,cepetaaan Aku maunya sekarang!"ucap Bilqis agak keras.
"Ssssttttt...pelan pelan Sayaang,nanti Rafa bangun lagi!"
"Iya Aaayoooo kita lanjutin yang tadi!"Bilqis menarik tangan Radit agar bangun dan pindah kekamar.
"Tapi Aa ngantuk Neng!"
"Ahhhh bohong,itu buktinya Si Badrol udah bangun,waktu Aku elus elusss!"
"Badrol?"tanyanya sambil nyengir.
"Punya Aa Aku namain Badrol!"ucap Bilqis sambil tersipu.
"Nakal...lucu banget namanya!"ucap Radit sambil terkikik.
"Cepatan jangan ketawa terus!"ujarBilqis ketus.
"Jangan galak galak dong Sayaang,nanti Aa gak kasih si Badrol nya lho!"ucap Radit yang tangannya mengelus sang pisang raja sambil mengedipkan mata genitnya kearah Bilqis,sambil menggigit bibir bawahnya.
"Aaa ayo cepet,keburu subuh!"
"Yang lembut doong mintanya,mohon sama Aa!"
"Aaaa Aku mau si Badrol Plisss!"ucap Bilqis dengan wajah memelas....membuat Radit semakin gemas.
.
.
.
__ADS_1
********