TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Pulang


__ADS_3

"Bilqis...Bilqis tunggu!!"


" Biar Aku antar ke tempatmu!"Hans berlari mengejar Bilqis yang sudah sampai ditepi pantai,melihat kepergian Radit dan Arsinta dengan mata yang berlinang,Hans datang menawarkan bantuan.


"Gausah Hans makasih,Kamu lihat sendiri kan,gimana cemburunya Suamiku,Dia pasti mengira Aku sudah berbuat macam macam sama Kamu,Kalo boleh minta tolong,apa ada orang yang bisa mengantarkan Aku,Aku akan mengambil barang barangku dan pulang ke Indonesia,mungkin Suamiku sudah pergi dengan wanita itu!"mata dan hidung Bilqis memerah karena sedari tadi tangisnya sulit berhenti.


"Ijinkan Aku ikut denganmu,untuk menjelaskan kesalah fahaman ini,Aku pun sangat khawatir dengan keadaanmu Qis!"Ucap Hans tulus.


"Percuma,Suamiku sekarang dalam kondisi marah,menjelaskannya pun tidak ada gunanya!"Ucap Bilqis lagi.


"Mungkin Dia sudah pergi dengan wanita itu!"ucap Bilqis dengan tatapan yang sangat menyedihkan,membuat Hans melihatnya menjadi iba pada gadis kecil itu.


.


.


Bilqis sudah sampai diVilla pribadi milik Radit,langsung disambut pelayan disana.


Bilqis sudah sampai divillanya, dan hanya ada beberapa pelayan yang bertugas,dan tersenyum dengan sopan.Perasaannya saat ini Sedih,marah,cemburu,sakit hati,kecewa masih berkecamuk dalam hatinya namun Dia berusaha tegar,berusaha tenang dengan masalah yang dihadapinya kini,Masih sangat lekat dalam ingatannya ketika baru pertama kali menginjakkan kaki ke Villa itu,rasa bahagia sangat menyelimutinya,hal hal romantis yang dilaluinya bersama Radit pun kembali Dia ingat,Dia tersenyum sekaligus menangis.


"Tega sekali Mas,Kamu ninggalin Aku kayak gini hiks hiks.."Bilqis kembali menangis.


"Nyonya... Maaf Nyonya ada pesan dari Tuan kalo nanti ada yang akan menjemput Nyonya ,untuk pulang ke Indonesia(menggunakan bahasa inggris)?"


"iya terima kasih!"


Bilqis membereskan semua pakaiannya dan membawa barang barang yang ada,janga sampai ada yang tertinggal.Untunglah Dia sempat membeli beberapa sendera mata untuk keluarganya.


"Kamu sudah membereskan barang barangmu?"Suara berat yamg dikenalinya seketika membuatnya terkejut.Bilqis segera berlari dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Sayaaaaaang...!"Bilqis berjinjit dan menciumi seluruh wajah Suaminya,Dia sangat bahagia,ternyata Radit tidak meninggalkannya.


"Mas Radit sayaaang,jangan tinggalin Aku sendirian Mas!"


"Mas pasti percaya kan saka Aku,kalo memang dijebak sama Tante tante itu,makasih sayaaang Aku percaya sama Aku!"Ucapnya sambil kembali memeluk Suaminya.


"Nyonya..Nyonyaa..!"


"HAH!"Bilqis tersentak kaget.


"kalo sudah siap mari saya antar!"Ucap pegawai itu membuat Bilqis terbengong benngong sambil memegangi tangan pegawai itu yang heran melihat tingkahnya.


Ternyata hal itu hanya bayangannya saja,Bilqis mengira kejadian itu nyata,dimana Radit kembali dan memeluknya,namun sayang itu hanya fatamorgana,kembali Dia sesenggukkan menangis pilu.Ditinggalkan sendiri dinegara asing tanpa seorangpun Dia kenal,sungguh tega sekali Suaminya itu.rasa sesak dan sakit dihatinya seakan meluap luap.


.


.


.


Radit sudah sampai dilandasan,namun hatinya gundah gulana memikirkan keadaan Istrinya,rasanya tidak tega meninggalkannya sendiri,padahal saat berangkatnya Dia berdua, tapi mengapa saat pulang harus terpisah seperti ini,pikirnya.


"Ada apa Kak?"tanya Arsinta saat Dia melihat Radit beridiri terdiam tanpa melanjutkan langkahnya.


"Aku mau kembali ke Villa,kasian Istriku,Aku khawatir padanya,apalagi Dia disini sendirian,tidak ada seorangpun yang Dia kenal."ucap Radit yang berbalik ingin kembali menemui Istrinya.


"Ingat Kak,Kakak ga boleh lemah,Kakak liat sendiri betapa ganjennya Dia dengan pacarku,mungkin... mungkin mereka habis tidur bersama,memangnya Kakak ga melihat bagaimana penampilan mereka,sesak Kak hati Aku,sesak Huuuu...huuuuu!"Arsinta menangis sesenggukan didada Radit,sekaligus tersenyum sinis!"


Kata kata Arsinta membuat bayangan Bilqis dan Lelaki itu kembali terlintas dipikirannya,membuat amarahnya kembali berkobar,kilatan amarah dan kecewa terlihat disorot matanya.

__ADS_1


"Ceraikan saja Dia Kak,gadis itu sok cantik,keganjenan,ga bisa liat laki laki ganteng sedikit saja,langsung seperti itu,sangat murahan.Aku kalo jadi Kakak,ga akan banyak pikir macam macam,langsung Aku ceraikan sekarang juga!"ujar Arsinta berapi api,menghasut Radit yang memang saat ini sedang tidak berdaya akibat dikuasai oleh kecemburuan.


"Diam Kamu Arsinta,tidak usah ikut campur!"bentak Radot.


"Bilqis itu masalahku,Kamu tidak berhak menyuruhku seperti itu,bagaimanapun Aku sangat mencintai Dia!"ucap Radit lagi.


"Aku ngerti Kak,Aku sangat mengerti,tapi Kakak harus berfikir logis,mana ada wanita menikah,berduaan dengan lelaki lain dalam keadaan sedang mesra mesraan begitu,tentu saja Dia itu seorang ****** yang sedang memangsa seorang lelaki agar masuk kejeratan Dia!"


"Dia itu kan latar belakangnya miskin,tidak menyangka Dia ternyata miskin harta,juga miskin akhlak,wanita murahan,wanita rendahan,Dia tidak pantas untuk Kakak!"


PLAK


Radit menampar wanita itu,Arsinta memegangi pipinya dengan napas terengah engah,memandang Radot dengan penuh amarah.


"CUKUP SINTA!! jangan menghinanya seperti itu!"Amuk Radit dengan wajah yang menakutkan,namun tidak membuat Arsinta bergeming.


"Silakan Kakak membelanya mati matian,tapi yang jelas,Aku ingin membuat Kakak sadar,jangan karena dibutakan cinta,Kakak menjadi seperti ini!"


"Kakak bisa lihat dulu kak Artika,Dia tidak pernah berinteraksi sekalipun dengan lelaki manapun,cintanya terhadap Kakak selalu utuh,harga dirinya terjaga,pergi kemana pun pasti Aku yang selalu menemaninya,tidak seperti wanita itu,Aku benar benar benci sekali padanya.Pokoknya Aku harap Kakak tidak mendekati Dia lagi,ingat Kak Artika selalu menjaga dirinya hanya untuk Kakak seorang,begitupun Aku,Aku seorang wanita terhormat,Aku selalu menjaga diriku dari orang orang yang ingin dekat denganku,dengan Hans saja Aku belum pernah melihat Dia sampai hanya menggunakan handuk seperti kemarin,Aaaaah...mengingatnya membuatku benar benar sangat sakit Kak hiks..!"


"Dia sudah merebut 2 Laki laki yang Aku cintai,pertama Kakak,Aku sudah mati matian berusaha move on dari Kakak dan Akhirnya Aku mendapatkan Hans,lelaki berondong itu,tapi apa yang terjadi Kak,Apaaa..Huuuuuu....!"Arsinta menangis pilu,membuat Radit merasa bersalah,apalagi Dia telah menampar wanita yang sudah sangat lama dikenalnya,sudah Dia anggap seperti Adik kandungnya sendiri.


"Mengapa hidupku menyedihkan seperti ini,lebih baik Aku menyusul Kak Arsinta saja,Aku lebih baik mati saja Kak,rasanya ini begitu berat untukku,belum lagi kecurigaan dan keraguan dari Kakak,menambah hatiku semakin perih!"Ucapnya Hiperbola,sambil pura pura pergi,namun dengan cepat Radit menarik tangannya,kontan saja Arsinta kembali lagi memeluknya dengan erat dan menyeringai lebar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2