TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Mengajar


__ADS_3

Tiga bulan berlalu setelah kepergian Sang suami,Nisha berusaha bangkit dari kesedihannya,walaupun semuanya belum dapat Dia terima,kesedihan selalu menemani hari harinya,apalagi jika malam tiba,tidak ada lagi tangan kokoh yang memeluknya,tidak ada lagi dada yang hangat untuk bersandar,tidak ada lagi senyuman manis yang dapat Dia lihat di wajah itu,wajah seorang suami yang begitu dirindukannya.Namun Nisha berusaha tetap tegar,demi Anak semata wayangnya,demi Haidar.


Untuk mengusir rasa jenuh dan mengisi Waktunya,Dia mengajar disebuah sekolah SMP  swasta di Bandung.Sudah lama Nisha sangat memimpikan untuk menjadi guru dan mengajar.kecintaannya dalam Dunia mengajar itulah yang membuat Dia menjadi Sarjana dibidang pendidikan.


Sebenarnya Sang Ayah menginginkan Nisha membantunya di perusahaan miliknya,Perusahaan percetakan itu kini sudah lumayan berkembang,semenjak Ada sokongan dari Radit dan Papanya,namun Nisha menolak karena Dia ingin tetap tinggal di Bandung.Terlalu banyak kenangan indah dirumah itu,sehingga Dia enggan pindah dari sana,Dia ingin tetap hidup bersama kenangan indah yang sang suami torehkan selama hidupnya,walaupun raganya tak ada tapi kenangannya akan selalu hidup bersamanya.Begitu pikir Nisha.


*********


Disebuah ruangan guru yang tampak luas,yang dipenuhi dengan deretan meja meja para guru,tampak beberapa guru guru sedang asyik mengobrol,ada juga beberapa guru yang sedang serius memeriksa tugas siswanya,lalu ada pula guru tampan yang sedang menebar jaring pesonanya.


"Pagi Bu Nisha!"Sapa Erwin sang guru olahraga.Lelaki tampan dan manis itu tak pernah berhenti mengagumi Nisha semenjak Dia mengajar disana.


Semua orang sudah tau status Nisha yang seorang janda,untuk itulah Erwin sering sekali mencari perhatian padanya,Namun Nisha tidak pernah menanggapinya.Dia hanya ingin fokus mengajar,tidak ingin memikirkan hal apapun selain sang Anak dan pekerjaannya.Tidak ada dalam benaknya untuk memikirkan lelaki,karena bagi Nisha,cintanya hanya untuk Dimas seorang.Apalagi Dia belum lama menjadi seorang janda,masa iddahnya juga belum selesai,dukanya pun masih menyelimutinya,rasa kehilangan masih mendiami hatinya,Rasanya sangat Aneh bila Dia harus berdekatan dengan lawan jenis.


"Pagi Pak!"Ucap Nisha datar. Kemudian sibuk membaca materi yang akan Dia berikan dikelasnya.


Dalam sekejap Nisha sudah menjadi guru favorit disana.Wanita cantik bermata indah dan berlesung pipit itu memang sangat indah untk dikagumi,khas seorang mojang sunda.Kulitnya yang Koneng bak cangkang cau(kuning kulit pisang),giginya bodas tipung tarigu(giginya putih tepung terigu)biwir beureum jawer hayam(bibirnya merah seperti jengger ayam)sangat pas sekali dengan lirik lagu sunda yang tersohor itu.Nisha yang berperawakan imut dan manis membuat semua orang akan meliriknya,apalagi saat Dia tersenyum.Orang orang tidak akan percaya kalau Dia sudah berumur kepala tiga,karena perawakannya yang imut dan wajahnya yang cantik,tidak bosan bila dipandang.


Diruang guru itu tampak ramai sekali,sesekali Nisha membalas pesan sang Adik semata wayangnya yang sangat kepo dengan kesehariannya sekarang.Bilqis kini sering sekali berkunjung ke Bandung,hampir setiap weekend Dia dan keluarga kecilnya pasti berlibur keBandung,dan menginap Di Villanya yang nyaman.


"Bu...pulang hari ini bareng Saya aja,kebetulan Saya mau ke Cikole lembang!"ucap Erwin si guru berondong tampan.


"Gausah repot repot Pak,Saya bawa motor,lagi pula hari ini Saya ada urusan jadi mau buru buru!"


"Gapapa Bu Nisha,Saya antar sekalian!"


"Tapi Saya ga langsung pulang Pak,mau jalan sama Anak Saya dulu,lain kali aja ya Pak!"bisiknya.Dia tak enak dengan rekan guru yang lain,jangan sampai ada gosip yang macam macam.Nisha sama sekali tidak suka bila Dia dijadikan bahan gosip,apalagi Dia guru baru disana,dan statusnya yang seorang janda.

__ADS_1


Selain Erwin, Ketua yayasan sekaligus oemilik sekolah swasta Elit itu rajin sekali mendekatinya.Seperti sekarang ini Lelaki itu menyuruh Nisha kekantornya.Dia pun bergegas menemuinya,sekaligus untuk menghindari Erwin yang gencar sekali mendekatinya.


"Pak Saya permisi dulu dipanggil Pak Ketua!"Ucap Nisha pada guru olahraga yang belum menyerah untuk terus mendekatinya.


Nisha berjalan sepanjang koridor sekolah menuju Ruang ketua Yayasan.


Tok


Tok


Nisha mengtuk pintu itu dan terdwngar suara yang mepersilahkan Dia untui masuk.


"Maaf Pak,Apakah Bapak memanggil Saya?"Tanya Nisha yang masih berdiri dipintu tampak sungkan.


"Silakan duduk Nish!"Ucap lelaki tersebut memoersilahkan Nisha untuk duduk,Lelaki setengah baya berperawakan sedang,wajahnya terlihat bijaksana walaupun tidak setampan dan segagah guru olahraga,namun tatapannya yang teduh mengingatkan Nisha pada sang Suami.


"Sebenarnya Saya sudah janji dengan Anak Saya Pak,ke Toko buku,tapi kalau sekiranya penting,mungkin bisa Saya undur.


"Gapapa Nish,Anaknya diajak saja!"ucap Azmi.wajah dan tatapannya menenangkan,terlihat bijaksana,membuat Nisha agak sulit menolak ajakannya.Dia tidak berfikir macam macam,karena hal tersebut pasti berkaitan dengan pekerjaannya sebagai seorang pengajar.


"Kalau sudah selesai  mengajarnya,kita langsung berangkat ya?hari ini cuma megang 2 kelas ya?jadi pulangnya lebih awal?"


"Baik Pak!"


"Tidak usah terlalu formal dengan Saya Nish,gausah lah panggil Bapak segala,Saya jadi semakin merasa tua."Ucap Azmi.


"Bapak kan atasan Saya,apalagi ini disekolah!"ucap Nisha.

__ADS_1


"Iya tapi saat ini Kita sedang berdua,panggil Saja Mas atau Abang,tidak usah sungkan.Lagi pula Kita kan sudah lama kenal.Walaupun hanya ketemu beberapa kali sama Kamu!"


"Iya Kah,Saya lupa kalau Saya sudah lama kenal dengan Bapak!"ucap Nisha tersenyum meringis.


"Kok bisa lupa Nish,Kamu ingat ga,kalau Suamimu itu yang mendesain ulang bangunan ini!"Ucap Azmi.


"Waktu itu Kamu sedang mengandung Anakmu saat menemani suamimu ke rumah Saya,ingat tidak?"Tanyanya.


"Oh..Iya iya Pak...Saya ingat!"ucao Nisha,padahala Dia benar benar lupa.Untuk memoersingkat obrolan,pikirnya.


"Nah kan,berarti Kita sudah lama kenal,jangan terlalu kaku Nish,santai saja."


"Kalau begitu nanti Aku tunggu dimobil ya.Kita berangkat sama sama!"


"Gausah Pak,Saya tunggu Anak Saya dulu,Bapak sherlok aja,nanti Saya kesana,Soalnya Saya bawa motor!"tolak Nisha dengan sopan.


"Saya memaksa lho Nish.Motormu biar nanti pegawaiku yang antar,Kamu tidak usah khawatir!"


"Maaf Pak,tapi Saya bener bener ga bisa,Bapak tentu tau status Saya,Saya gamau orang orang salah faham dan bergosip tentang Saya,lagipula ini dilingkungan sekolah!"ucap Nisha tegas.


"Ok Ok maaf ya Nish,Saya terlalu memaksa,Saya sangat mengerti dengan keadaan Kamu,Baiklah nanti Saya beritahu lokasinya ya!"


"Baik Pak,kalau begitu saya permisi!"


.


.

__ADS_1


********


__ADS_2