
Pagi ini Nisha tampak begitu sibuk,Dia sedang membereskan kopernya dan juga koper milik Haidar,hari ini Nisha akan berangkat ke Jakarta,apalagi Bilqis sudah merengek terus pada sang Kakak agar Dia secepatnya ke Jakarta,Dia sudah begitu merindukan Kakaknya itu,Nisha sadar kalau janjinya selama ini belum Dia tepati pada sang Adik,ada saja kesibukan diwaktu liburnya saat masih mengajar,namun karena surat pengunduran diri sudah Dia serahkan,walaupun sang Ketua yayasan baru bisa mengijinkan Nisha keluar setelah 6 bulan,namun Nisha tidak perduli.Dia tak ingin lagi menginjakkan kakinya disekolah itu lagi.Apalagi Dia sedang mempsoses kepindahan Haidar.Nisha merencanakan untuk benar benar pindah ke Jakarta dan tinggal bersama Ayah dan Bundanya.
"Bi tolong jaga rumah ya,Saya mau ke Jakarta,mungkin agak lama tinggal disana,titip ya Bi,selama ga ada Saya,Bibi beres beres aja berdua."ujar Nisha sembari merapikan kopernya.
"Sepi dong Neng disini,Bibi jadi sedih!"ucap Bi Yayah sedih.
"Ya nanti sekali kali Nisha pulang kesini nengokin,sementara ini Nisha tinggal dijakarta."
"Baik Neng!"
Nisha kembali sibuk mengepak oleh oleh yang akan dibawanya untuk keluarga besarnya,mertuanya dan terutama untuk Bilqis.Adiknya itu sangat cerewet dan memesan berbagai macam oleh oleh khas Bandung dan berbagai macam makanan favoritnya.Rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu keluarga besarnya secepatnya.
Setelah semuanya selesai,Nisha dan Haidarpun bersiap untuk berangkat.Sebelum masuk kedalam mobilnya,Nisha memandang rumah itu lekat lekat,banyak kenangan terukir indah dirumah tersebut,rumah yang dirancang sendiri oleh mendiang suaminya,Nisha menyeka air mata yang tiba tiba jatuh dipelupuk matanya,rasanya sangat sedih sekaliĀ harus meninggalkan rumah yang banyak sejarah manis bersama suami dan sang Anak,namun sepertinya ini adalah pilihan yang terbaik bagi Nisha.Apalagi keadaannya sudah tidak kondusif,bahkan Azmi masih saja mencari kesempatan untuk menemuinya,Padahal sudah ditolaknya mentah mentah namun sepertinya Lelaki itu belum juga menyerah.
Dan sebenarnya sudah 4 hari ini Haidar sakit,namun untungnya sekarang sudah lumayan sehat,walau Nisha ingin menunda keberangkatannya ke Jakarta menunggu Haidar sehat seperti biasanya,namun gangguan dari Azmi membuat Dia sangat takut,laki laki tua itu seperti terobsesi padanya,bahkan kemarin malam akan masuk kerumahnya secara paksa karena Nisha sama sekali tak ingin menemuinya.Dan hal itu membuat Nisha benar benar gusar.
*****
"Teteh..yaampuuun Bunda kangen banget.Gimana kabarnya,Nak?"Bunda menghambur memeluk Nisha begitu Anak dan cucunya itu sudah tiba dirumahnya.
"Sehat Bun,Nisha kangen banget,Ayah kemana Bund?"Tanya Nisha melihat rumah sang Bunda tampak begitu sepi.
"Ayahmu kekantor,ngomong ngomong Iday kok pucat banget wajahnya,Iday sakit Nish?Tanya Bunda sembari memeluk Haidar yang terlihat lesu.Bunda memegang keningnya yang tampak panas,wajahnya terlihat begitu cemas.
"Nish,Anak sakit kok dibuarin perjalanan jauh kayak gini,kalau ada apa apa gimana,Ayo Iday sayang,ikut Ambu,biar dibalurin pake minyak kayu putih sama bawang merah!"Bunda memapah Haidar kekamarnya.
"Nggak mau Ambu,nanti badan Iday bau,Iday minum obat aja!"pinta Haidar sembari berbaring diranjangnya,wajah tampannya yang mirio dengan Mama itu terlihat sangat lesu.
"Sudah dikasih paracetamol kan Nish?bahaya kalau dibiarin terus"ucap Bunda cemas.
__ADS_1
"Sudah Bund,sebelum berangkat kesini tadi sudah Nisha kasih obat penurun panas."jawab Nisha yang sedang mengeluarkan beberapa barang dari kopernya.
"Ya sudah Kamu siapkan makan buat Iday,setelah ini kasih obat penurun panas lagi,suoaya panasnya ceoat turun!"
Nisha bergegas melakukan perintah Bunda,Diapun sedikit panik melihat kondisi sang Anak yang memang beberapa hari ini sedang demam,namun Nisha justru memaksakan perjalanan ke Jakarta dalam keadaan Haidar yang sedang sakit,membuatnya dilanda rasa bersalah.Dia pikir karena sudah sedikit baikan,Haidar akan baik baik saja,tapi justru sebaliknya.
"Nisha,baru datang Nak?"Tanya Ayah,begitu melihat Anak sulungnya berlari kearah dapur dengan wajah panik.
"Iya Ayah,Nisha baru aja dateng,tapi Iday sakit panas Yah!"ucap Nisha wajahnya terlihat cemas dan hampir menangis,membuat sang Ayah Iba.
"Tenang Nisha,tidak usah panik seperti itu.Lebih baik sekarang siapkan obat untuk Iday,biar cepat sembuh!"Nisha mengangguk.Dia mengambil makanan dan menyiapkan obat untuk Haidar.
Namun belum sempat Nisha memberikan makan dan obatnya,sang Anak terlihat muntah muntah,dan mengerang kesakitan sambil memegangu perutnya.
"Mama perut Iday sakit Ma!"
"Sakit banget Ma perut Iday!"Haidar menangis kencang,padahal tidak biasanya sang Anak seperti itu.
*******
Nisha begitu sedih dan kasihan melihat kondisi sang Anak,karena baru kali ini Anaknya sampai harus dibawa kerumah sakit,padahal sebelum sebelumnya Haidar tidak pernah sampai sakit seperti ini,kalaupun sakit,biasanya Nisha memberi Haidar minuman herbal,kunyit madu dan jeruk nipis,dan langsung tokcer.Ramuan tersebut didapatnya dari sang Ibu mertua,namun untuk sakit kali ini,Haidar membuatnya sangat panik.Apalagi Dia tampak sangat kesakitan.
"Tenang Nisha,semuanya akan baik baik saja,Kamu harus sabar ya.Haidar sedang ditangani dokter,Kamu ga perlu cemas!"Bunda memeluk Nisha yang terlihat behitu sedih.
"Nisha takut Bun,semua gara gara Nisha,coba nunggu Haidar sembuh dulu.!"Sesalnya.
"Kamu ga boleh menyalahkan diri Kamu Nish,Kamu harus tenang,yang penting sekarang,Iday sudah ditangani Dokter.Kamu sabar ya!"
"Nisha takut Bun,kasian Iday kesakitan begitu!"Nisha kembali menangis.
__ADS_1
"Ssssttt...Udah jangan nangis,Iday akan baik baik saja Nish!"Ayah menenangkan putri sulungnya itu.
"Kamu sudah hubungi Mertuamu Nish,kasian Mereka menunggu kalian dari kemarin!"
"Belum Ma,Nisha takut membuat Mereka khawatir,dan berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka Bun!"
"Papa..Papa...Papa John!"gumam Haidar yang begitu terdengar jelas oleh Nisha.
Semenjak kejadian waktu itu,hampir setiap hari Haidar menanyakan pria itu,Nisha tidak menyangka Haidar begitu merindukan sosok Lelaki itu,bahkan saat sakit begini.Nishamemang sudah tidak pernah sekalipun berkomunikasi dengan lelaki itu,bahkan nomernyapun Dia blokir,karena Dia benar benar ingin melupakannya,namun melihat Haidar memanggil manggil namanya,membuat hatinya terenyuh.
******
Dokter yang tadi sudah memeriksa Haidar menemui Mereka.
"Setelah Kami mendengar gejala yang terdapat dalam beberapa hari ini yang dialami Ananda dan serangkaian pemeriksaan lainnya, Anak Ibu didiagnosa sakit demam berdarah,Ananda harus dirawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif!"Nisha langsung menangis mendengar hal itu,Dia cemas dan takut hal buruk akan terjadi pada Haidar.Apalagi baru selesai Dia bangkit setelah kehilangan suami,jangan sampai Dia akan terpuruk karena harus kehilangan sang Anak,pikir Nisha.
"Tenang Nish,Haidar akan baik baik saja,untunglah Kita secepatnya membawa Haidar kesini,jadi bisa ditangani langsung sama dokter!"
"Iya Nis,tidak usah lhawatir,Haidar Anak yang kuat"Ayah menepuk nepuk pundak Anaknya yang menangis sedih dan ketakuta.
Dengan berlinang air mata,Nisha menemani sang Anak,yang terbaring lemah dengan satu tangannya diinfus,wajah mungilnya yang tampan sedang terlelap,Nisha mencium dan mengusap keningnya.Rasanya sedih sekali melihat sang Anak tergolek lemah.apalagi sesekali Nisha mendengar Haidar menyebut nyebut Nama John.
Nisha pun berinisiatif untuk menemui John,apalagi kini Dia berada di rumah sakit tempat John bekerja.Diapun segera mencari keberadaan Lelaki itu,setelah mendapatlan informasi kalau John memang sedang berada dirimah sakit Nisha bergegas menemui John diruangannya.Barangkali dengan bertemu John,akan mempercepat kesembuhan Haidar.
Namun belum sampai diruangan John,Nisha berpapasan dengan Lelaki itu dilorong rumah sakit,matanya beradu pandang.Namun langkah Nisha mendadak beku,melihat wanita cantik disamping John yang begitu cantik menggandeng tangannya dengan mesra.Padahal Dia bertekad untuk menemui lelaki itu agar sudi melihat Haidar yang selalu saja menyebut namanya walaupun sedang terbaring sakit.Nisha segera berbalik dan berlari,sakit sekali hatinya melihat John dengan wanita lain.
"NISHA...!"Teriak John dan berlari mengejarnya.
.
__ADS_1
.
********