TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Keanehan Bilqis


__ADS_3

Apanya yang bau sih!"Radit mencium ketiaknya sendiri,mengundus enduskan hidungnya ketubuhnya sendiri.


"Wangi gini kok,ini kan wangi favorit Kamu sayaang,biasanya Kamu suka dengan wangi aku seperti ini.cium deh Honey!"sekali lagi Radit mendekat ke Istrinya yang sedang terbaring lemah.


"Dibilang jangan deket deket,Maas,Aku gakuat baunya.Mas mandi sana,Aku pingin muntah nyium baunya,bikin mual!"ucap Bilqis sambil kembali menutup hidungnya,membuat Radit dongkol.Berulangkali sang Istri mengatakan dia bau,hatinya semakin kesal.


"Baiklah Aku mandi dulu ya sayaang,mungkin gara gara belum mandi,bilang bau bau terus,biasanya juga ga kayak gini.Kamu kok jadi aneh.!"ucap Radit heran.


"Awass nanti kalau Aku udah mandi.Masih bilang bau bau juga,Aku cium sampe ga habis habis,liat aja!"Ancam Radit sambil berlalu kekamar mandi.


Bilqis duduk beesandar dikepala ranjang sambil mengusap perutnya yang sudah sedikit lega.Dia sendiri heran dengan sikapnya,padahal Dia sangat rindu sang Suami,namun begitu melihat wajahnya Dia merasa kesal,belum lagi aroma yang keluar dari tubuhnya,membuatnya tidak tahan.


"Iqis sarapan dulu,biar perutnya ga mual terus,harus diisi dulu.Kalau ngga malah semakin mual!"Bunda kembali datang kekamarnya,dan melihat putrinya tampak pucat dan tak bergairah.


"Nggak ah Bun,perut Iqis masih enek.dan ga nafsu makan."ucap Bilqis dengan wajahnya yang lesu tak bergairah.


"Justru harus dipaksain,nanti malah tambah sakit Kamunya.Liat tuh wajah Kamu udah kaya mayat hidup begitu.Habis makan mending langsung kedokter diperiksa.Bunda bawain dulu makannya buat Kamu ya."


"Gausah Bun,nanti malah dimuntahin lagi!"Tolak Bilqis.


"Iqis minta cereaal aja bun sama jus jeruk biar ga bikin mual."


"Yaudah Bunda buatin ya,udah ini Iqis minta sama Radit untuk dianter kedokter."


"Iya Bun,tapi Iqis gamau deket deket Mas Radit!"ujar Bilqis.


"Lho kenapa?memangnya berantem lagi?"


"Bukan,Iqis gamau deket.Mas Raditnya bau banget."


"Bau gimana?ga boleh begitu sama Suami,nanti Dia tersinggung Nak.Maklum Qis,mungkin pulang dari luar kota,cape dan kangen sama Iqis,jadi mungkin ga sempet bersih bersih dan ganti baju."ucap sang Bunda menasehati.


"Sama suami harus bersikap baik Qis,jangan jutek jutek begitu,jangan bilang hal yang bikin Dia sakit hati.Kasian Dia Qis,udah kerjanya cape banget,terus sampe rumah bukannya disambut malah dimusuhi Istri.Jadi jangan salahin Nak Radit lho,kalau Dia macam macam diluar.kalau ada masalah ya bicarakan dengan baik baik.Jangan saling egois,Bunda bukan mau belain siapa siapa,Bunda hanya ingin menasehati agar rumah tangga kalian tetap utuh,tetap terjaga.Masalah yang sekarang jangan sampai berlarut larut,kasian Rafa.kemarin rewel itu karena Dia ngebatin Qis,jauh dari Papinya.Rafa masih sangat kecil,Dia membutuhkan kasih sayang Kamu dan Radit.Sebaiknya Kamu pulang kerumah Kamu Qis,kasian suamimu.Bunda lihat Dia seperti kurang terurus.wajahnya juga kelihatan muram,mungkin karena masalahnya banyak.entah kerjaan ditambah masalah rumah tangga.Apa ga ruwet tuh pikirannya!"Ucap Bunda menasehati.

__ADS_1


Bilqis yang dinasehati hanya diam saja,pikirannya berkecamuk,memang apa yang Bundanya katakan benar,tapi rasanya Dia belum ikhlas memaafkan sang Suami begitu saja.Namun sepertinya Dia harus mengalah,karena semata mata demi sang Anak,demi Rafa.


"Ya sudah Bunda ambilkan dulu sarapan,Suamimu sekalian suruh sarapan Qis.Bunda udah masak banyak.Bunda bikin nasi uduk sama berbagai macam lauknya.Pasti suka."ujar Bunda.


"Mas Radit sarapannya sedikit Bun,Dia mah biasa makan roti,ga kayak kita kalau belum makan nasi belum sarapan!"ujar Bilqis.


"Ga kok Bun,apa aja Saya suka!"Radit sudah datang dan memakai pakaian yang sama,sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.wajahnya yang tampan nampak sangat segar.


"Ya sudah Bunda tunggu dibawah ya,Bunda siapin buat sarapan."


Bilqis melirik sang suami yang berada jauh darinya.


"Kok pake baju itu lagi.Diganti dong Mas..kan bau!"omel Bilqis.


"Aku ga bawa baju ganti Yaang,lagian disini ga ada baju Aku sama sekali."


"Salah sendiri,ga sering main kesini,kalau main juga sebentar banget,padahal nikah udah lama tapi keluargaku kayak orang lain aja buat Kamu, Mas!"


"Iya ganti aja,jangan baju yang itu,bau banget bajunya!"ucap Bilqis ketus.


"Yaudah Mami pilihin dong bajunya!"pinta Radit sambil tersenyum manis.sedangkan Bilqis masih memasang wajahnya yang jutek.


"Aku pilihin tapi Mas jangan deket deket Aku,lima langkah dibelakang Aku.Jangan sampai Aku muntah muntah lagi kayak tadi!"


"Yaampuun Kamu gitu banget Qis sama Aku,seakan akan Aku ini penyakitan.Sampai sampai harus jaga jarak segala."gerutu Radit kesal.


Bilqis tak menanggapi omelan sang suami,Dia melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian miliknya.Dilihkannya baju yang sekirqnya cocok untuk sang Suami.


"Coba pake yang ini Mas.cocok untuk Kamu!"


Bilqis memberikan baju pada sang Suami sambil menutup hidungnya.


Radit mengambilnya dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"Akukan udah mandi yang kok Kamu masih bersikap kayak gitu sama yaang!"


"Coba deh Yang Kamu cium Aku,Aku udah wangi kayak gini.Tuh tuh cium!"


Radit mendekat dan memeluk sang Istri aga r Dia mencium tubuhnya,Diapun memegangi tangan Bilqis,menyingkirkannya dari hidungnya.


"Huweeek!"


Wajahnya memerah dan keluar airmata.perutnya kembali mearasakan mual.


"Lepas Maaas,Kamu bau banget.Aku ga kuat deket deket sama Kamu Huwweeeek!"


Melihat hal itu serta merta pelukannya segera Dia lepaskan,dan memandang wajah sang Istri dengan heran sekaligus marah.


"Kamu keterlaluan Qis,bilang suami sendiri seperti itu,hidung Kamu kenapa sih,Aku baru mandi pake sabun dan shampo yang sama dengan yang Kamu pake,kok bilang bau bau terus.Memangnya Aku ini sampah.Sama suami kok sikapnya begini banget."ucap Radit marah,menatap sang istri dengan tajam,namun Bilqis justru semakin sebal.


"Tapi kenyataannya memang bau Mas,Kamu bau.gatau Kamu bau apa,yang jelas hal itu bikin Aku mual banget."


"Ok Aku akan ganti baju dan pake baju yang udah Kamu kasih,kalau memang masih bau juga berarti yang salah hidung Kamu,hidungnya harus diganti.Aku anter sekarang kedokter,untuk periksa kesehatan Kamu!"ucap Radit ketus sambil membuka seluruh pakaiannya didepan Bilqis.Yang hanya menyisakan sempaknya saja,membuat wanita itu memandang terpesona dan menelan salivanya,Radit tersenyum lucu melihat reaksi sang Istri.Kemudian dengan perlahan Dia turunkan ****** ********.


"AAAAA!"Bilqis terpekik kaget melihatnya.


"Aduh aduuh teriak teriak segala,kayak baru pertama kali liat aja yaaang!"


"Coba Kamu cium,apa tubuh Aku masih bau.!"Goda Radit sambil mendekati sang Istri yang kini menutup wajahnya.


.


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2