TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Sidak ke Kantor


__ADS_3

Pagi pagi sekali Radit sudah sampai dikantornya,sudah satu minggu ini Dia sengaja pergi pagi buta dan pulang larut malam,melihat sang Istri yang sedang hamil besar rasanya tidak tega ingin meluapkan dan mengekspresikan rasa marah dan cemburunya,sperti saat sebelum Bilqis mengandung,Dia akan sangat marah sampai meledak ledak kala bertengkar dengan sang Istri,apalagi kalau menyangkut masalah perasaannya,hatinya bertanya tanya mengapa Dia sampai mempunyai perasaan sebegitu cemburunya pada sang Istri,karena kalau diingat ingat tentang masa lalunya,Radit sama sekali tidak pernah cemburu pada Artika,apalagi selama bertahun tahun harus berpacaran jarak jauh,justru Artikalah yang selama ini selalu cemburu padanya,walaupun dalam batas wajar.


Radit diusianya yang sudah berusia 40 tahun mungkin baru merasakan arti cinta yang sebenarnya,saat sekarang bersama Bilqis,bagaimana cinta itu perlahan tumbuh dan makin terus tumbuh,Dia merasa cinta dan perhatian Bilqis hanya untuknya sja,tidak boleh didunia ini ada yang melebihi perhatian Bilqis padanya,kecuali pada Ayah dan anak anaknya kelak,melihat Dia terlihat bahagia dan tertawa dengan lelaki lain rasanya hatinya benar benar sesak.


Hampir 2 jam Radit tenggelam dalam pikirannya mengenai sifatnya yang begitu pencemburu,yang menurutnya masih dalam tahap wajar,namanya sebagai suami yang sangat mencintai Istrinya,bukankah wajar bila Dia tidak suka melihat sang Isttri tertawa tawa dengan laki laki apalagi Dia itu mantan pacarnya,hati siapa yang tak marah saat melihatnya.Walau dalam hati Dia sedikit menyesal dengan sikapnya,tapi Dia merasa Bilqis telah menyepelekan Dia,Wanita yang dicintainya itu tidak berusaha mengerti akan sifatnya yang sangat sulit dihilangkan ini.


Radit memegangi kepalanya yang terasa pusing,sebenarnya Dia bisa saja pulang dan melimpahkan pekerjaannya pada asistennya,namun Dia malas berada dirumah,apalagi Dia merasa Bilqis justru cuek dan malah menghindar darinya,jadilah Dia kini lebih banyak menghabiskan waktunya Dikantor.


Jam menunjukkan pukul 8 pagi,para karyawan sudah mulai berdatangan kekantor,begitu juga sekertaris barunya.


"Selamat Pagi Bos,Waah saya keduluan terus nih datengnya,Bos rajin dan semangat banget kerjanya Bos,jadi malu saya diduluin terus!"ucap Dian sambil membereskan meja kerjanyanya dan melihat beberapa agenda hari ini untuk Bosnya itu.


"Di tolong pesenin kopi ke OB yah,pusing banget nih kepala Aku gara gara semalem!


"Pake susu ga Bosss,biar makin mantap?"tanya Dian genit,sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Bos tampannya itu.


"Terserah lah atur atur aja,yang penting kepala Aku bisa sembuh,pusing banget!"


"Kalo pusing biar Aku pijit sekalian kalo mau,mau ya Bos?"ujar Dian sambil mengikuti Bosnya yang masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


"Gausah deh,ntar malah ngerepotin,nanti juga ilang pusingnya,udah dipesenin belum kopi nya?"


"Sudah bosku sayaaang,apa sih yang enggak buat Bosku!"ujar Dian dengan suara yang dibuat manjaaah.


"Kemarin ga dimarahin nyonya Bos,gara gara pulang pulang sempoyongan upss hahaha!"


"Ga!"ujarnya ketus.


"Ya ampuuun Booos galak banget deeh Dian kan jadi takut Bosss!"


"Selesaikan pekerjaannya dulu sana,gausah genit genit,ntar dipecat sama si Denis baru tau rasa!"


******


Didalam kamar yang besar dan mewah Bilqis baru bangun dari tidurnya,Dia baru menyadari kalau Dia tertidur di sofa kamarnya,lalu Dia mengingat ingat kejadian semalam.


"Ya ampuun Mas Radit!"


Bilqis bergegas mencari suaminya,namun kemudian Dia baru ingat kalo hari sudah siang dan suaminya pasti sudah berangkat kerja,apalagi Radit selalu pergi lebih pagi dari biasanya.Kata kata Pak Tatang sang supir kemudian terngiang lagi ditelinganya, kalau dikantor Radit ada sekertaris baru yang menggantikan Angel,apalagi kemarin suaminya pergi bersama sekertaris itu ke hotel,sampe pulang pulang dalam keadaan mabuk,hatinya tentu saja menjadi panas,api cemburu seakan berkobar didadamya.

__ADS_1


Bergegas Bilqis kekamar mandi membersihkan diri,dan berpenampilan sangat cantik lebih dari sebelum sebelumnya,Dia takut kalah saing dengan sekertaris Radit yang baru.Bilqis dandan dengan maksimal,walaupun tengah hamil besar,pesona seorang Bilqis memang tidak pernah pudar,Dia memakai black dress selutut,dengan belahan dada rendah,yang sedikit mengekspose dadamya,namun Dia tutupi dengan outher berwarna putih yang menutup keseksiannya,Dia sengaja memakai baju seksi itu untuk memancing sang Suami yang sedang marah dan bermuram durja kepadanya.


Bilqis sudah berada dimobilnya untuk pergi kekantor suami dengan dalih membawakannya bekal makan siang.Dia sengaja tidak memberitahukan Radit,Dia ingin memberinya kejutan,Lelaki yang sudah satu minggu mogok bicara itu sepertinya minta dibujuk sang Istri,untuk itulah Bilqis sampai berpenampilan spesial untuk sang Suami tercinta.


Jalan diIbu kota siang itu sedikit macet,untunglah Bilqis menghabiskan waktu macetnya dengan bertelepon Ria menghubungi mama mertuanya,Bundanya dan juga tentu saja sang Kakak Nisha,jadilah Dia tidak merasa suntuk dan juga bosan.


Bilqis tertawa tawa ceria saat Kakaknya itu selalu melemparkan guyonan yang membuatnya tertawa lepas.


Tidak terasa waktu perjalanan kekantor suami sampai 1 jam diperjalanan,untunglah jam makan siang belum mulai saat Bilqis datang.Kehadirannya menjadi pusat perhatian karena penampilannya yang sangat anggun dan menawan,setiap karyawan yang berpapasan dengannya berdecak kagum,Bilqis yang penampilannya bagai artis Ibu kota walaupun sedang hamil,rambutnya yang panjang hitam bergelombang yang sengaja Dia gerai,kulitnya yang putih mulus,wajahnya sangat cantik dengan mata yang besar bibirnya yang seksi dan hidungnya yang mancung,benar benar membuat para karyawan terpesona melihat Ibu hamil yang cantik itu,mereka menyapa dan sangat menghormati Bilqis,semua karyawan sudah tau kalau Bilqis adalah Istri dari Bos mereka.


Bergegas Bilqis masuk kedalam lift Pribadi yang biasa Radit gunakan.Sampailah Dia digedung tempat sang suami berada,Biasanya Bilqis akan disambut oleh Denis dan Angel,namun ruangan mereka tampak kosong,dan kemudian Bilqis segera masuk keruangan sang Suami.


"Ah iya itu enak banget,jago banget ternyata kamu Dian,jangan pindah pindah dulu,enak banget yang itu dipijitnya agak lama,Addduh nikmatnya!"terdengar racauan dari ruangan sang suami yang tersengar perseis suara Radit membuat Bilqis cemas dan curiga.


.


.


.

__ADS_1


********


__ADS_2