
"Nish...Nisha...Kemana ya?"Tanya John,celingak celinguk mencari sang Istri.Padahal tadi dilihatnya Nisha sedang duduk menunggunya.Namun sekarang entah kemana Nisha,apa mungkin ada sesuatu yang dibutuhkannya,sampai sampai harus keluar tengah malam begini.Batin John nertanya tanya.
John memeriksa pakaian dan kopernya,ternyata masih ada,hal tersebut membuatnya sedikit tenang.Namun tetap saja Dia merasa was was,apalagi Kota ini sangat asing bagi Nisha.
Setau John,Nisha itu wanita asli Sunda,Dia sendiri yakin kalau di Kota ini,Nisha tidak punya kerabat atau sanak saudara yang tinggal diKota ini.
John menanggalkan jubah mandinya dan bergegas memakai pakaiannya.Dia khawatir dengan Istri cantiknya itu.Malam malam begini berkeliaran kemana.Pikirnya.
John sampai dilobi hotel dan mengedarkan pandangannya,bahkan Dia sempat bertanya pada pegawai hotel yang berpapasan dengannya.Namun Mereka hanya menggeleng,saat John menyebutkan ciri ciri sang Istri.
Beberapa kali John menelepon Nisha namun poselnya tidak aktif,semakin membuat Lelaki itu panik dan was was.
John menelusuri jalanan yang sudah terlihat sepi dan lenggang.Setelah bertanya pada security,John pun menyusuri jalanan disana untuk mencati sang Istri,sambil terus saja menelepon Nisha ,barangkali Dia menghidupkan ponselnya.John melihat jam tangannya,waktu menunjukkan hampir pukul 2 dini hari.Tidak seperti di kota Jakarta,semarang lebih terlihat sepi.beberapa kali John melewati jalanan yang sepi dan gelap,membuat rasa khawatir pada sang Iatri semakin menyeruak.Hanya ada beberapa kendaraan yang lewat,Walaupun hotel yang ditempatinya itu berada dipusat kota.
"Kamu dimana Sayang,Aku khawatir sama Kamu Nish!semoga Kamu baik baik aja Nisha!"Ucap John sembari berkeliling bulak balik mencari sang Istri.
********
Sementara itu Nisha berjalan sembari menyeka air matanya yang sudah mengalir deras,Dia berjalan tanpa tau arah dan tujuan,saking kesal dan kecewanya perasaan Nisha,Dia bahkan hanya memakai piyama tidurnya yang dibalut jaket bomber milik John juga sendal hotel.
Belum lagi perutnya yang terasa sangat lapar,sedari tadi sore Dia belum memakan apapun.Dia sengaja tidak makan malam karena menunggu Sang Suami pulang.Namun ternyata yang ditunggu membuat hatinya sedih dan kecewa.Bisa bisanya John menghabiskan waktu bsrsama dengan wanita yang tidak disukai Istrinya.
Entah sudah berapa kali Nisha dan John ribut yang akar masalahnya ada pada Wanita yang mencintai dan mengagumi Suaminya.Sebenarnya Nisha sendiri sudah malas menanggapi masalah yang sepertinya hanya bertumpu pada wanita itu,Dia sampai malas memyebut namanya.Namun kali ini Nisha merasa kalau John benar benar sudah keterlaluan.Padahal Nisha sengaja agar suaminya itu tau kalau Dia tidak rela bila John dekat dengan Aneke,tentu John sudah memyadari kalau Nisha sangat cemburu padanya,tapi sepertinya John tidak menanggapi perasaannya.Dia bahkan menghabiskan waktu dan bersenang senang dengannya.Mengingat hal itu membuat air mata Nisha kembali menggenang.
"Nduk...kok malam malam sendirian aja tho,mau kemana?"Nisha dikagetkan oleh seorang Bapak Tua yang tiba tiba sudah berdiri didepannya.
"Ya ampuun kaget Saya Pak!"Ucap Nisha sembari mengelus elus dadanya.
"Bukan orang sini tho nduk,hati hati nduk ini sudah tengah malam!"ucap Si Bapak lagi.
__ADS_1
"Sa-saya nyari tukang nasi Pak!"Ucap Nisha tiba tiba,karena memang perutnya terasa sangat lapar.
"Diperempatan sana ada yang jualan Nasi kucing nduk,jam segini ramai pengunjung!"Ucap Si Bapak yang ternyata berwajah ramah,Nisha merasa lega.walaupun Dia takut dengan tempat yang sama sekali tidak dikenalnya,setidaknya Dia bisa bertemu dengan orang baik.
Walaupun Nisha tidak membawa tas dan dompetnya,Dia bisa bernafas lega,karena ada 2 lembar uang ratusan ribu terlipat rapi didalam casing HP nya.Kebiasaan kecil Nisha yang suka menaruh uang darurat didalam casing ternyata tidak sia sia.Setidaknya Dia bisa mengisi perutnya yang terasa sangat lapar.
"Terimakasih banyak ya Pak,kalau begitu Saya permisi!"Ucap Nisha dan berlalu dari hadapan Si Bapak.
"Hati hati!"teriak si Bapak.
Nisha kembali berjalan dijalan dengan lampu remang remang.Pikirannya mengingat Sang Anak juga mendiang suaminya.Nisha menjadi merasa bersalah sekaligus menyesal.Dia merasa mudah terperdaya dan mudah jatuh cinta pada Lelaki lain,padahal ketika Dimas masih ada,Lelaki itu tidak pernah sekalipun dekat dengan wanita lain,apalagi sampai membuat Dia cemburu.Walaupun ketika Itu pernah Nisha salah faham pada sang Suami yang ternyata justru memberinya kejutan manis,bukan seperti John yang sepertinya sengaja menyakiti perasaannya.
********
Akhirnya Nisha sampai juga ditempat warung Nasi Kucing yang ternyata cukup terkenal di Kota semarang,Dan benar apa yang dikatakan Si Bapak tadi,kalau warungnya ternyata ramai pengunjung.Nisha merasa sedikit tenang,setidaknya Dia berada ditempat yang aman.Pikir Nisha.
Nisha duduk dengan Nasi plus lauk pauk yang menggunung dipiringnya.Wanita mungil itu memang cenderung melampiaskan pada makanan bila Dia sedang dilanda masalah dan hatinya sedang galau.Dengan lahapnya Nisha memakan semua makanan yang ada dihadapannya.perutnya yang terasa melilit dan hatinya yang terasa sakit setidaknya sedikit terobati dengan makanan yang kini sedang dilahapnya dengan sangat lahap.
Sembari mengunyah makananya,Nisha menyalakan ponselnya.Ternyata sudah jam 2.30 dini hari.Sedangkan Nisha masih berkeliaran diluar seorang diri.Nisha bertekad untuk secepatnya pulang ke Jakarta.Dia harus tetap baik baik saja demi sang Anak yang pasti menunggu kepulangannya.Nisha menyemangati dirinya sendiri.Dia harus tetap semangat demi sang Anak.Haidar pasti akan sangat sedih bila Nisha pergi meninggalkannya begitu saja.Setelah ini Nisha akan kembali ke hotel dan mengemasi barang barangnya dan pulang sendiri.Dia sudah tidak peduli dengan John,mungkin secepatmya akan meminta cerai darinya,daripada rumah tangganya terus saja dibayang bayangi oleh wanita itu,wanita yang begitu terobsesi pada suaminya,batin Nisha.
"Sayang...!"John tiba tiba sudah ada dihadapannya,sembari mengatur nafasnya yang terengah engah.Membuat Nisha terhenyak dan tersadar dark lamunannya.
"Ternyata nyangkut disini,Aku bener bener khawatir nyariin Kamu kemana mana Yang,kenapa nggak bilang kalau mau makan disini,Kan bisa pergi sama sama!"Ucap John yang masih berdiri dihadapan sang Istri.Warung Nasi Kucing itu terlihat begitu ramai dipadati pembeli.
Nisha hanya mendelik tajam,wajahnya penuh dengan kemarahan.
"Udah selesai mamamnya?Ayo Kita pulang!"Ucap John.
"Aku memang mau pulang,pulang kerumahku sendiri!"Ucap Nisha dengan nada ketus.Nisha beranjak dari warung tersebut.Diikuti oleh John.
__ADS_1
"Aku parkir mobil disana Sayang,Ayo!"Ucap John sambil menggenggam tangannya.
"Ga usah pegang pegang,Jijik Aku dipegang sama Lelaki yang tukang selingkuh kayak Kamu!"pekik Nisha yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
"Biar Aku pergi sendiri,Silakan aja Kamu sendiri yang naik mobil itu,Aku bisa jalan sendiri!"ucap Nisha sembari menjauhi suaminya dan pergi berjalan yang Dia sendiri tidak yakin mau kemana,karena begitu melihat wajah John,rasanya Dia ingin pergi sejauh mungkin dan tidak melihat wajah suaminya.
"Nish,Aku tau Kamu marah sama Aku.Tapi sebaiknya Kita selesaikan dirumah,Aku akan jelaskan semuanya sama Kamu nanti,Ayo Kita pulang sekarang!"
"Pulang ke hotel itu dan setelahnya Kamu tinggalkan Aku sendirian, sedangkan Kamu pergi senang senang sama perempuan itu berduaan?"Ucap Nisha tajam.
"Nggak berduaan.Banyak teman teman lama Aku disana Sayang!"ucap John sembari merangkul bahu sang Istri,tapi Nisha hempas dengan kasar.
"Gausah bohong,jelas jelas Kamu cuma pergi berdua sama Dia,senang senang ngerayain ulang tahun perempuan ganjen itu.Sedangkan Aku kayak orang linglung nungguin Kamu dihotel semalaman,Kamu juga sama sekali nggak ngasih kabar apa apa ke Aku,Kamu jahat.Aku nyesel nikah sama Kamu,Aku mau Kita pisah aja!"Ucap Nisha dengan penuh emosi.
"Kita ngomong baik baik dirumah,ini sudah mau subuh,Aku cape Nish,belum lagi besok ada pertemuan penting!"Ucap John.dengan wajah yang terlihat kelelahan.
"Itu salah Kamu sendiri,pergi keluyuran,pacaran sama perempuan itu!"pekik Nisha lagi.
John membopong Tubuh Nisha bak karung beras,sudah lelah rasanya harus berdebat dijalanan.rasa sabar berganti rasa lelah sekaligis kesal.
Namun Nisha memberontak,Dia memekik dan meronta ronta saat John membopongnya,Lelaki itu hampir saja terhuyung.Kemudian beberapa orang mendatangi John,mendengar pekikan dan teriakan Nisha yang meronta ronta.
"Maaf semuanya Dia istri Saya,sedang marah sama Saya,mohon maaf sudah membuat kegaduhan disini!"Ucap John.Mendengar hal tersebut Nisha mendadak Diam dan tenang.
.
.
*********
__ADS_1