
Radit perlahan bangun dari tempat tidurnya,khawatir sang Istri bangun dan medapatinya sedang berada didekatnya,dan itu membuatnya ketakutan,takut kalau kalau sang Istri akan mendorongnya dari tempat tidur,dan memasang wajah juteknya penuh dengan permusuhan.Membuat Radit cukup sadar diri,Dia terpaksa lebih dulu bangun dan bergegas untuk berangkat kekantornya.Padahal biasanya Dia selalu dilayani oleh sang Istri.
Rutinitasnya sekarang ini adalah menyiapkan susu untuk sang Istri,Dia bertekad untuk menjadi seorang suami siaga.Sikap Radit yang perhatian memang sengaja Dia tujukan untuk Bilqis.Seolah ingin membayar perlakuannya dulu saat Bilqis mengandung Rafa,Dia ingat sekali dulu awal kehamilan Rafa,Dia tak ada disisi Bilqis.
Padahal Dia sangat ingin mendampinginya,memperhatikannya atau memanjakannya dimomen kehamilannya.Dan kini dikehamilannya yang kedua,Radit ingin menjadi suami yang selalu ada dan selalu sigap memenuhi keinginan sang Istri.Walaupun sikap Bilqis yang memusuhinya kadang membuatnya prustasi.
Radit sudah terlihat Rapi dan tampan dengan setelan jasnya sambil sesekali membetulkan dasinya.Dia tersenyum menatap sang Istri yang masih terlelap.
"Sayang Aku berangkat kerja dulu,baik baik dirumah ya Istriku!"Radit mencium keningnya dengan penuh penghayatan.kemudian berlalu dari kamarnya.Sudah beberapa minggu ini Mereka berada dirumah kediamannya.Setelah beberapa drama yang terjadi,akhirnya sang Istri luluh juga,Mereka kini kembali bersatu dirumah megah Radit,dan setelah sekian ribu permohonan maaf dan bujuk rayunya Dia lancarkanan pada Bilqis,akhirnya sang Istri pun luluh,dan mau kembali kerumah mereka.
Bi Yuni tampak sedang menyuapi majikan kecilnya.Rafa begitu lahap menyantap sarapan paginya.Radit menghampiri sang Anak yang mulutnya penuh dengan makanan.
"Papi berangkat kerja dulu ya sayaang,Rafa jagain Mami ya"ucap Radit seraya mencium sang Anak.
"Bi Titip Rafa sama Bilqis yah,nanti kalau sudah bangun,tolong siapkan sarapannya ya bi.Terus kasih tau supaya ga lupa minum obat sama vitaminnya."pesan Radit pada sang asisten.
"Baik Tuan Muda"ucap Bi Yuni.
"Ya sudah kalau begitu Saya berangkat kerja dulu,bye bye Rafa sayaang..muach!"
Bersamaan dengan itu Bilqis terbangun dari tidurnya,wajahnya tampak segar,Dia mengedarkan pandangannya.Sudah beberapa minggu ini Dia tak melihat Radit,Dia hanya melihat susu yang selalu sang Suami siapkan untuknya dan secarik kertas yang selalu tersimpan dibawah gelas.Bilqis meminum Susu yang sudah disiapkan Radit dan mengambil secarik kertas berisi pesan romantis yang beberapa minggu ini selalu ada bersama 1 gelas susu untuk dirinya.
Selamat pagi bidadariku yang manis,diminum susunya ya,supaya Mami dan dedek bayi diperut selalu sehat.
I Love You Sayang.
Bilqis membacanya sambil senyam senyum,Suaminya kini semakin romantis semenjak Dia mengandung,perhatian kecilnya ini membuat Bilqis selalu bahagia.walaupun Dia merasa bersalah pada Radit karena belum juga berhasil didekati oleh sang Suami.walaupun Dia sudah berusaha untuk menghilangkan rasa kesalnya pada Radit,namun tiap kali berhadapan dengannya.Rasa sebal dan kesal selalu menghampiri saat melihat wajah sang Suami.Kadang Dia selalu bergidik geli melihat Radit dari dekat.Namun saat sang Suami kerja,justru rasa rindu kini menderanya.Apalagi sudah beberapa minggu ini sang Suami sengaja menghindarinya,agar Bilqis tak melihatnya,apalagi setelah pulang kerja,tubuhnya pasti sangat kelelahan,namun Bilqis selalu membuatnya kesal,seperti waktu itu Dia tiba tiba saja menghempas tangan Radit dengan kasar saat sang Suami ingin memapahnya kekamar,atau saat tiba tiba Radit membelai kepalanya.Justru Bilqis dengan delikan mata mautnya menghempas tangan sang Suami.Ada juga saat Dia sedang muntah muntah,suaminya itu mijat mijat tengkuknya,namun demgan kasar Bilqis mendorongnya.Saat menyadari hal itu,membuat hati kecilnya sangat sakit dan merasa berdosa.Namun Radit ternyata begitu sabar.Dia rutin membuatkan susu untuknya,pagi dan malam,pagi pagi lebih Istimewa karena selalu disertai dengan pesan romantis disecarik kertas.
__ADS_1
Bilqis segera mengambil ponselnya dan menelepon sang Suami
"Hallo Sayaang,udah bangun Ya!"Tanya Radit sumringah begitu tahu kalau sang Istri yang menelepon.
"Papi kok jahat banget sih ga bangunin Mami,Papi benci banget ya sama Aku?"omel Bilqis ketus.
"Bu bukan begitu yaang Papi cuma..!"
"Cuma...cuma apa?Papi sengaja pergi saat Aku masih tidur,pulang juga pas Aku udah tidur,Papi bener bener jahat,tega banget sama Aku,kalau benci bilang,ga usah bikin Aku sakit hati kayak gini hiks hiks...Aku mau pulang aja kerumah Bunda.Papi gamau ngeliat wajah Akukan,gara gara Aku sering jutek sama Papi?"Tanyanya sambil terisak menangis sedih.
"Ngga Sayaang,Papi cuma ngga tega bangunan Mami,kan tadi Bobonya nyenyak banget,jadi Papi gamau ganggu!"
"Mami gamau tau Papi pulang sekarang,Mami mau dicium,perutnya juga mau dielus elus!"ucap Bilqis manja.
"Ta-tapi Sayang,Papi ini udah deket kekantor,apalagi sekarang ada meeting yang sangat urgent,Papi mohon Mami ngerti ya!"
"Cup cup Honey,jangan nangis terus ya.Papi pulang sekarang.Tunggu ya!"
"Gausah pulang kalau terpaksa,nanti Papi malah cemberut dan marah marah liat Mami,mending gausah sekalian!"sentak Bilqis kesal.
"Nggak kok Sayaang,Papi Ikhlas,Papi memang kangen sama Mami,jadi ini mobilnya sudah putar balik sekarang!"
"Beneran Papi balik lagi?"Tanya Bilqis sumringah,padahal beberapa detik tadi emosinya meledak ledak,dan sekarang seketika wajahnya tampak bahagia.
"Iya sayang masa bohong!"
"Yaudah Mami tunggu ya!"
__ADS_1
Radit menutup teleponnya sambil memijat mijat pelipisnya yang terasa sangat pusing,emosi sang Istri yang naik turun kadang benar benar membuatnya benar benar kewalahan,mau marah dan mau mau kesal juga tidak mungkin Dia lakukan,padahal hari ini meeting yang sangat tidak bisa ditunda dan diwakilkan,terpaksa Radit harus melobi sang asisten agar bisa menggantikannya.
Begitu Radit tiba,Dia bergegas mencari sang Istri,hatinya sedikit lega begitu melihat Bilqis sedang memakan sarapannya dengan lahap,wajahnyapun terlihat segar,tidak terlalu pucat seperti kemarin kemarin.penampilannyapun sangat canyik dan terlihat seksi.menggunakan dress pendek corak polkadot dengan kerah sabrina,penampilannya itu terkesan sangat feminim dan seksi,Radit suka sekali melihatnya.
"Honey!"Radit berlari kearahnya,dan menciuminya,karena tak kuat melihat Istrinya yang begitu cantik dan seksi.
"Papiiii...iiiihhhhh sana jangan deket deket!"Bilqis mendorong sang suami dengan kuat membuat Radit memundurkan langkahnya.
"Maaf Aku lupa kalau Kamu masih jijik lihat Aku!"ucap Radit ketus Dia dengan cepat membelakangi sang Istri.
"Papi marah?"Tanya Bilqis yang suaranya sudah mulai serak menahan tangis.
"Eh eh ngga Sayaang ngga,Papi ngga marah kok.Kan Mami gasuka lihat wajah Papi.Maaf ya sayaang... Papi kelepasan tadi,jadi langsung peluk Mami."Ujar Radit menangkan sang Istri yang sudah hampir menangis.
"Papi boleh kok peluk Mami!"
"Yang bener sayang?Tanya Radit dengan wajah berbinar bahagia.Bilqis mengangguk sambil tersenyum.
"Cium Boleh?"Tanya nya.
.
.
.
**********
__ADS_1