
Setelah drama penampilan dan drama cilok terlewati,akhirnya Ibu hamil cantik nan menawan itu sampai juga dirumah sakit dengan dikawal oleh seorang lelaki yang sangat posesif cemburuan sekaligus bucin akut,siapa lagi kalo bukan Radit sang suami tercinta.Radit merangkul sang Istri begitu mesra,untunglah mereka tidak terlambat datang karena ternyata masih ada beberapa antrian Ibu hamil yang akan memeriksakan kandungannya,mereka pun rata rata diantar suaminya.Radit memberikan kartu pasien yang biasa Bilqis bawa saat pemeriksaan,sedangkan Bilqis sudah duduk manis dikursi tunggu tampak berbincang dengan pasien...oh bukan Dia tampak berbincang dengan laki laki yang mungkin suami dari pasien yang diantarnya.
"sendirian aja Dek,ga diantar suami?"tanya seorang pria yang duduk disebelahnya.
"Sama suami saya Pak?"
"Ooh tak kirain sendiri,masih kecil begini kok sudah mengandung hehe maaf ya Dek!"
"Gapapa Pak,saya mau 21 tahun kok,saya sudah dewasa!"ucap Bilqis dengan mimik wajah setengah kesal.
"Maaf lho dek,Mas kira masih SMP,habisnya wajah adek masih kinyis kinyis hehe!"Ucap Pria itu tersenyum genit kearah Bilqis,membuat Bilqis geli sendiri melihatnya,walaupun wajahnya lumayan tapi membuat Bilqis bergidik karena Ilfil.
"Tak kira sendirian lho Dek,kalo sendiri biar Mas yang antar kedalam!"ucapnya lagi tak menyerah sambil tersenyum mengerlingkan matanya,membuat Bilqis menautkan alisnya saking geli nya.
"TIDAK PERLU,SAYA SUAMINYA YANG AKAN ANTAR!"
"ANDA URUS ISTRI ANDA SENDIRI,NGAPAIN REPOT REPOT NGURUS ISTRI ORANG!"Sentak Radit sambil bertolak pinggang dengan wajah murka,membuat Laki laki itu langsung gelagapan,semua orang yang ada disitu menatao mereka dengan tatapan heran.Radit dengan kesal mendudukkan dirinya menyela diantara Bilqis dan lelaki itu,apesnya bokong Radit mengenai wajah Lelaki itu membuatnya mengusap wajahnya menahan sakit.
"Soriiiii SENGAJA!"Ucap Radit sewot.
Bilqis yang melihatnya hanya bisa tersenyum meringis,suaminya itu kembali melancarkan aksi cemburunya,untungnya kali ini mood Bilqis sedang baik sehingga Dia hanya diam pura pura polos saat sang suami terlihat kesal kepadanya,padahal Dia sendiri bingung apa salahnya,nanun kali ini Bilqis menanggapinya dengan santai.
"Kenapa siih Honey mesti duduk disini,kalo terlihat penuh kan bisa diujung sana,walaupun agak jauh kan ga papa yang pentimg gada yang macem macem sama Kamu!"
"Meleng dikit aja ada yang godain Kamu,gimana kalo melengnya banyak?"tukas Radit kesal.
"Udaah dong Papi,jangan marah teruss nanti anaknya marah lho!"
"Apa barusan manggil apa?"Tanya kaget.
"Papi!"dengan suara manjanya
Coba pangil lagi
"Papi!"suara manja Bilqis ditambah dengan senyuman manis nan menggoda.
"lagi lagi"
"Papi Papi Papi!"kemanjaan Bilqis semakin membuat Radit belinngsatan dibuatnya.
"Ihhh Honey Aku suka Kamu manggil Aku kayak gitu!"Radit memeluknya dengan posesif didepan orang orang membuat Bilqis sedikit risih.
__ADS_1
"Papi marah terus dari tadi,anak kita jadi nendang nendang terus!"
"Uhhhh sayanggg Anak Papi ga boleh nakal ya....jagain Mami,biar Mami ga ada yang godain,ga ada yang jahatin...ya sayaang!"Radit mengusap usap oerut Bilqis dengan sayaang,marahnya langsung menguap seketika.
.
.
*******
Radit dan Bilqis sudah berada diruangan Dokter sandra,kini mereka sudah berhadapan dengan dokter itu.
"Bagaimana Bilqis,apa ada keluhan yang dirasakan?"
"Sejauh ini tidak ada kendala apa apa Dok!"
"Wah,senang sekali mendengarnya,karena kandungannya sekarang sudah usia 30 minggu,perkiraan melahirkan kurang lebih 2 bulan lagi,jadi ibunya harus selalu sehat,tidak boleh stress,makan makanan yang bergizi ya terutama yang mengandung zat besi,dan kalsium,usia segini pasti sudah mulai sesak ya,apalagi saat tidur,nah sebaiknya posisi tidurnya menyamping kekiri,supaya tidurnya lebih nyaman!"Jelas Dokter Sandra.
"Katanya harus banyak ditengokin ya dok,sama bapaknya?"tanya Radit dengan percaya diri,membuat bilqis malu dibuatnya,Suaminya ini selalu saja setiap periksa yang ditanya itu terus membuat Bilqis rasanya ingin menghilang saja.
"Nggak harus banyak siih,boleh boleh saja untuk sekarang,tapi tetap harus hati hati juga jangn sampe banhak gaya dan dapat membahayakan Ibu dan bayi dalam kandungan.
"Nanti saat usia kandungan sudah menginjak bulan delapan atau sembilan boleh sering sering ditengok untuk membuka jalan bagi bayi supaya memperlancar persalinan!"jelas Dokter Sandra lagi.Radit manggit manggut seraya mengerlingkan matanya kearah Bilqis dan tersenyum penuh arti,sedangkan Bilqis hanya memutar bola matanya dengan sebal.
.
.
.
"Aaahhh Aku tenang setelah mendengar oenjelasan Dokter tadi,kondisi Kamu dan bayi kita sehat itu sudah membuat Aku sangat bahagia,nah sekarang Aku akan memberikanmu kejutan untukmu dan bayi Kita."Ucao Rafit dengan mata berbinar.
Waaah kejutan apa Papi?"Tanya Bilqis penasaran.
"Kalo dikasih tau bukan kejutan dong namanya."
"Sekarang Kamu tutup dulu matanya ya."Radit menutup matanya dengan dasi htam kepunyaannya.
"Iiihh Honeyyy pake ditutup segala!"
"Kan namanya juga surpriseee!"Ucap Radit lagi.
__ADS_1
Bilqis hanya pasrah saat sang suami keukeuh mengharuskan Dia menutup matanya.
*******
Kini mereka sudah tiba ditempat tujuan Radit,pelan pelan Radit menuntun sang Istri,Bilqis tampak penasaran dengan kejutan yang diberikan,kemudian Rafot berhenti dan langsung membuka ikatan dasi yang Dia pasang dimata Bilqis.
"Ini Kita ada dimana Sayang?"
"Ini Rumah Kita Honey,rumah kita dan Anak anak kita kelak!"
Bilqis begitu kaget melihat rumah megah didepan matanya,mulutnya menganga seilah tak percaya.
"I-ini terlalu besar Papi,apa ga berlebihan?"tanya Bilqis sambil matanya melihat keatas langit langit mansion megah dan mewah itu berdiri kokoh diatas tanah seluas 3ribu meter persegi,tentu saja hal itu membuat Bilqis benar benar terkaget kaget,Radit mengajaknya berkeliling,membuat Bilqis terpana dibuatnya,bangunan dengan arsitektur klasik itu akan menjadi tempat tinggalnya demgan segudang fasilitas dan juga kemewahan lainnya,namun Bilqis merasa Dia tidak pantas mendapatkannya,Dia nerasa itu terlalu berlebihan baginya.
"Papi...apa ini tidak terlalu berlebihan?"tanya Bilqis,yang masih terperangah dengan kemewahan yang ada didepan matanya itu.
"Anak kita kan baru satu,Aku sebenarnya hanyabingin tinggal ditempat sederhana saja sayaang,oni terlalu berlebihan kalo menurutku,sejujurnya dirumah Mama sja Aku kurang nyaman,karena terlalu luas,apalagi ini,sepertinya akan membuatku sangat lelah Pi,maaf bukan tidak suka dengan kejutan yang Papi berikan,tapi Mami lebih suka rumah sederhana!"ucap Bilqis yang kini menyebut dirinya sebagai Mami tersenyum meringis kearah Radit takut suaminya itu kecewa dengan kata katanya.
"Sayaaang,Kamu memang Istri yang the best,makanya Aku memberikan ini untuk Kamu,mungkin sekaramg belum nyaman,tapi nanti Kamu akan terbiasa Mami,mami kecil yang seksi!"ucap Radit gemas sambil mencium pipi Bilqis.
"Kamu tidak penasaran dengan Kamar Kita?"
"Kamar itu akan pas sekali untuk Kita,apalagi kalau untuk membuat jalan lahir Dede bayi,pas banget Honey,coba deh..lihat sekarang yuk!"
"Ihhh Papi niiih jalan lahir mulu,nengokin mulu yang dipikirin!"
"Iiih Mami...Papi kan belum bilang mau nengokin,jangan jangan Mami yang mau ditengokin,mau ya sekatang disini?"
"Iiih si Papi sembarang aja,rumah segede gini baru diliat juga,masa mau langsung dipake buat 'itu' yang ada nanti malah ketempelan lagi!"ucap Bilqis ketus sambil mengikuti langkah sang suami yang mengajaknya kekamar mereka.Dan lagi lagi Bilqis dibuat terpana melihat tampilan kamar mereka begitu megah,mewah dan nyaman.persisi seperti kamar hotel bintang lima.
"Semuanya sudah lengkap sayaaaaang,Kamu hanya tinggal bawa diri saja,karena mulai hari ini Kita akan tinggal disini,bahkan Bi Yuni sudah tinggal disini dengan beberapa asisten rumah tangga,disini banyak orang Honey,jadi Kamu ga akan merasa takut dan kesepian!"
"Iya tapi...!"
"Udah jangan tapi tapian mendingan Kita bobo sebentar yuk,Aku cape...Aku juga haus mau mimi...!"Radit mulai menanggalkan pakaiannya dan pakaian Bilqis satu persatu kancingnya Dia buka dengan tidak sabar,Bilqis pasrah menuruti sang suami saat tubuhnya ditarik perlahan ke ranjang yang sangat nyaman!"
.
.
.
__ADS_1
*********