TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Ketemu Di Mall


__ADS_3

Setelah lega berbicara dengan Mama mertuanya dan berpamitan pada sang Putra tercinta,Bilqis bergegas pergi kuliah.Untunglah mata kuliahnya dimulai jam 9 pagi sehingga tidak membuatnya harus membolos,mata kuliah hari ini membuatnya kembali bertemu dengan Panca,laki laki itu kembali mengajknya mengobrol dan sedikit bersenda gurau,setelah mata kuliahnya selesai.


Panca teman yang menyenangkan dan seru,berbicara dengannya pun nyambung,membuat Bilqis tertawa cekikikan saat Dia melemparkan leluconnya.Tak terasa kuliah hari ini pun telah selesai,Bilqis bergegas untuk pulang kerumah mertuanya.menjemput sang Anak kemudian pulang kerumahnya.


"Aku anter yuk,sekalian mau lihat anak Kamu boleh kan!"ucao Panca begitu tau Bilqis akan bergegas pulang.


"Sorry Ca,boro boro nganterin,ngobrol kayak gini aja udah bikin suami Aku naik darah kalau Dia liat,makanya lebih baik jangan berani berani deh Kamu nganterin Aku!"ucap Bilqis dengan tampang serius membuat Panca mengernyit heran.


"Jadi suami Kamu setipe sama yang Aku ceritain kemaren dong!"mulut panca menganga,Dia terbengong bengong melihat temannya itu mengangguk mantap.


"Yup,benar sekali,suamiku seorang pencemburu akut dan sangat sangat posesif,tapi Aku makin sayang lho sama Doi,Aku suka kecemburuan dan keposesifannya,itu berarti Dia itu cinta dan sayang banget kan sama Aku."Ujar Bilqis bangga.


"Masa sih,kalau menurut Aku sikap seperti itu malah bikin Kita jadi terkekang ga sih?"


"Kalau Aku sih biasa aja,sikap karena suamiku masih dalam tahap wajar sih,jadi kalau Aku sih malah seneng seneng aja kalau liat Dia cemburu!"ujar Bilqis walau hatinya merasa sebaliknya.


"Ya baguslah,semoga aja ga kayak sepupu Aku yang kemarin Aku ceritain,sekarang Dia jadi janda,mana masih muda.Kasian banget liatnya.Makanya Aku sih kayaknya ga siap deh untuk bikin komitmen,untuk sekarang lebih suka hubungan tanpa status."


"Oke deh pembicaraan Kita sampai sini dulu ya,mau jemput anak Akh dulu,jangan lupa kasih contekan buat tugas tadi dari dosen."


"Sip lah,besok Aku kasih contekannya!"ujar Panca semangat.


"Duluan ya bye!"Bilqis pamit.


*******

__ADS_1


Sebelum kerumah mertua Bilqis mampir ke Mall untuk membeli keperluannya dan juga Rafa,sudah lama juga Dia tidak pergi berbelanja atau sekedar window shoping karena selalu khawatir dengan sang anak,namun sekarang setelah Mama mertuanya ikut andil dalam mengurus Rafa,jadilah Dia kini memberanikan diri pergi sendiri setelah mendapat izin dari sang Mama.


Bilqis membeli beberapa pakaian untuk dirinya dan juga Rafa,melihat berbagai model pakaian untuk anak bayinya,membuat kalap dan membeli begitu banyak untuk Rafa,jiwa emak emaknya kian meronta melihat pernak pernik lucu untuk sang anak,jadilah Bilqis begitu hilap berbelanja,Dia sampai kewalahan membawa belanjaannya yang bejibun.


Dia berhenti sejenak dan mengedarkan pandangannya untuk mengisi perutnya yang sudah terasa keroncongan,namun justru Dia menangkap sosok yang tak asing disebuah Restaurant,Dia melihat sang Suami sedang mengobrol dengan seorang perempuan yang lumayan cantik dengan pakaian formal,Bilqis menebak itu pasti rekan bisnisnya,dengan antusias Bilqis menghampiri sang Suami,namun saat dirinya mendekat,Radit melihat kehadiran Bilqis membuatnya cukup kaget,apalagi dengan belanjaan yang lumayan banyak,Dia melihat sang Istri sedikit kesulitan membawa belanjaanya,ada rasa ingin menghampiri dan membantunya,namun rasa egonya begitu tinggi,menahannya,Dia justru memandang sang Istri dengan pandangan yang sinis dan dingin,Dia melanjutkan kembali obrolan dengan wanita dihadapannya yang terlihat begitu akrab,membuat Bilqis yang melihatnya begitu sakit dan sedih merasa dicampakkan,apalagi Radit seakan tidak mengenali Istrinya sendiri,membuat Bilqis yang tadinya ingin menghampiri sang Suami,kini Dia berbalik dan pergi meninggalkannya dengan yang perasaan yang begitu sesak.


Sakit sekali hatinya dengan sikap Radit yang begitu cuek, dingin, sinis dan justru malah sangat akrab dengan wanita tadi,membuat hatinya sedih sekaligus panas,apalagi wanita tadi begitu cantik,anggun dan berkelas,tidak seperti Dia yaang hanya seorang anak kuliahan biasa.Baru kali ini Dia merasa benar benar rendah diri.apalagi pandangan sinis tadi yang Radit arahkan kepada dirinya.


"Rasanya ingin kembali kebeberapa waktu yang lalu saat Dia belum ada masalah dengan sang Suami,Dia selalu menatap dengan tatapan penuh cinta membuat Bilqis seakan melayang dengan perlakuan sang suami padanya.namun kini,Lelaki itu seperti begitu membencinya,benar benar membuat Dia sakit diperlakukan seperti tadi.Padahal biasanya Radit tidak akan pernah membiarkan Dia kekusahan,kesulitan,tapi kini Dia benar benar dianggap seperti orang yang tidak dikenal oleh suaminya.


"Bilqis menunggu supir menjemputnya,sambil membawa banyak belanjaan,Dia tampak tertunduk lesu,namun kemudian ada seseorang yang menyentuh bahunya,saat dilihat ternyata Panca temannya,Dia heran melihat Pria jangkung itu tiba tiba ada didepannya.


"Hei,kok Kamu ada disini?"tanya Bilqis sambil mengernyit heran.


"Ya ampun sekaramg Kamu jadi Ema Ema rempong ya,belanjaan segini banyaknya,sini Aku bantuin!"Panca mengambil semua barang ada ditangannya dan membantu membawakannya.


"Ge er Kamu,Aku kesini jemput Mamaku,dan ga sengaja lihat Kamu,terus jadi kasian deh ngeliat temen kesusahan kayak gini.mana mobilnya?"


"Parkirnya agak jauh tadi,bentar lagi supirku kesini!"


"Yaudah sambil nungguin supir Kamu Aku temenin disini."


"Kok tiba tiba bisa langsung ada disini sih,ada keperluan apa emang?"


"Jemput Mamaku,Dia lagi ketemu sama kliennya!Katanya mantan gebetannya dulu,sekarang lagi pedekate ngedeketin,sekalian bicarain masalah kerjaan!"

__ADS_1


"wkwkwk,mau punya Papi baru dong,ya moga sukses deh.Aku duluan ya bye,supirku dah dateng tuh."


"Eh tunggu itu Mamaku sama gebetannya!"


"Jangan buru buru,Aku kenalin dulu!"


"Ma!"Bilqis langsung menoleh kepada wanita yang dipanggil Mama oleh Panca,Dia berjalan mendekat kearah Panca dan Bilqis, bersama seseorang yang menatapnya begitu tajam dan menusuk.


"Qis kenalin,ini Mamaku.Ma kenalin ini Bilqis temen lawas sekaligus temen kuliahku!"


"Sore Tanteu,Bilqis mengulurkan tangannya,dan disambut baik oleh Mamanya Panca.


"Oh ini perempuan yang Kamu ceritain yang kata Kamu udah suka dari SMP ya!"


"Isshh..Mama nih,jangan buka kartu!"


"Panca kenalan dong sama temen Mama,yang Mama ceritain!"Ucap Mamanya melirik kearah Lelaki yang menatap Bilqis dengan tatapan permusuhan.


"Ca,thanks ya udah bawain belanjaanku,Aku duluan supir Aku udah jemput,jangan lupa share tugasnya ok!"Bilqis mengambil alih semua belanjaannya,dan untungnya Pak supir sigap,Bilqis berlalu dari hadapan mereka juga dari Pria menyebalkan yang hanya sedari tadi menatapnya dengan kesal.


Pria yang ternyata adalah Suaminya sendiri.Radit ingin membantunya namun Bilqis cepat cepat pergi,seolah tak kenal dengannya.Bilqis jengah sekali menatap sang Suami.Dia pergi sambil tersenyum kearah Panca dan Mamanya,sedangkan Radit mendelik kearah sang Istri dengan tatapan penuh kemarahan.


.


.

__ADS_1


.


***********


__ADS_2