
Radit mengendarai mobilnya dengan pelan sambil melirik Bilqis yang hanya diam membisu menatap ke depan,Radit meraih tangannya menciumnya dan menaruh tangan Bilqis dipipinya.
"Honey maafin Aku,maafin Aku sayaang!"ucap Radit sambil mengusap tangannya dengan lembut.
"Kita mamam dulu direstauran favorit Kita mau ga?"tanyanya,namun Bilqis tetap tak bergeming.
"Sayaangku,jangan diem aja.tolong maafin Aku yang,Aku cemburu.Aku ga suka Kamu senyum senyum seperti itu pada lelaki lain."ucaonya sambil melirik kearah Bilqis.
"Yaaang,sayaaang.Maukan maafin Aku yaang!"ucapnya lagi dengan wajah penuh permohonan.Bilqis hanya menatap kosong kedepan,bibirnya mengatup rapat.Sesekali Radit menoleh kesamping,memandangnya dengan khawatir.Dia merutuk dan menyesali tindakan bodohnya.
Sepanjang perjalan pulang kerumahnya,Bilqis hanya diam tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Begitu sampai dirumahnya Radit menggendong sang istri ala bridal style,tak ada penolakan dari Bilqis,karena tubuhnya benar benar terasa remuk,bagian intinyapun perih,rasanya untuk jalan sendiri,Dia tak sanggup.
Setelah sampai dikamarnya,Radit menidurkan sang Istri diranjangnya,kemudian mencium pipinya dan membelainya dengan mesra.
"Tunggu disini sebentar ya,biar Papi siapkan Air hangat untuk Mami mandi,namun Bilqis menatap kosong dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Honey,tolong jangan menangis seperti ini,maafin Aku,Aku tau Aku salah,jangan menangis lagi sayang."Ucapnya sambil mencium kedua mata bilqis dengan penuh penghayatan,rasa penyesalan kembali menyergap hatinya.
"Tolong maafkan Aku Honey,Aku bener bener khilaf.Aku tau Aku salah,Aku jahat,Kamu berhak marah sama Aku!"ujarnya sambil membelai rambut sang Istri dan menyematkannya dibelakang telinganya.
"Tunggu disini sebentar ya sayang,Aku siapkan air hangat untuk Kita mandi ya!"
Radit bergegas kekamar mandi menyiapkan air hangat untuk sang Istri,tak lupa Dia menteskan escential oil ke bathub.Setelah siap Radit menghampiri masih Bilqis yang terpejam,membangunkannya dengan pelan.
"Sayaang,bobonya nanti dilanjut lagi,sekarang mandi dulu ya."ucapnya sambil membangunkan sang Istri dengan posisi duduk dan membuka bajunya yang sudah Dia robek dimobil dengan paksa,membuat baju itu menjadi rusak.Radit membukanya perlahan,Bilqis hanya diam dan pasrah,membisu seperti tadi.sejenak Radit tertegun melihat tubuh sang Istri penuh dengan bercak bercak merah keunguan,dan ada beberapa luka lebam dilengan dan tulang selangka.Radit menyentuhnya perlahan dengan wajah penuh penyesalan membuat Bilqis berjengkit merasakan sakit sekaligus takut.
"Aku gatau Aku harus berkata apa Honey,Aku benar benar salah sama Kamu,pukul Aku Honey,pukul Aku sekarang,Aku jahat,Aku udah nyakitin Kamu seperti ini"sambil menggerakkan tangan Bilqis memukul mukul tubuhnya.
"Mana yang sakit sayang?"tanyanya,sambil menciumi luka luka yang Dia buat.Bilqis memejamkan matanya dengan kuat,Dia kembali menangis,meningat perlakuan kasar Radit yang terjadi dimobil tadi.
"Aku akan mengobatinya nanti,sekarang Mami mandi dulu ya!"ucapnya sambil menggendong sang Istri kekamar mandi.Bilqis lagi lagi hanya diam membatu,tak ada reaksi apapun padanya.Sepasang suami Istri itu berendam bersama,Radit memandikan sang Istri dengan sabar menggosok punggungnya perlahan,menyabuni seluruh tubuhnya.sesekali dia cium dengan sayang.Padahal sebelum sebelumnya,bila mereka mandi dan berendam bersama,pasti akan berakhir dengan erangan dan ******* dari keduanya.Namun kali ini Radit dengan sabar memandikan sang Istri.
Seperti janjinya,setelah memandikan sang Istri,Radit mengambil kotak obat dan mengobati luka akibat perbuatannya.
**********
Radit tampak lesu dikantornya,tak ada gairah sama sekali untuk bekerja,kepalanya pening memikirkan Bilqis.Sudah 3 hari ini sang Istri mendiamkannya,walaupun Bilqis tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Istri,melayani segala kebutuhannya,namun Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Iatrinya setelah kejadian tempo hari saat Dia menyakitinya.Entah apa yang harus Dia lakukan agar Istrinya itu memaafkannya.Ribuan maaf terucap dari mulutnya namun Bilqis sama sekali tak bergeming,Dia bahkan merasa kalau sang Istri menganggapnya tidak ada.Beeulang kali Dia membujuknya,mengajaknya bercanda,berbicara serius,tetap saja Bilqis tak mau berbicara kepadanya.
Tok
Tok
Tok
Terdengar ketukan pintu.
Wanda mengintip disela pintu,senyumannya dibuat semanis mungkin,bahkan penampilannya kini berubah.Wanita 39 tahun itu memakai diatas lutut yang ketat,kemejanya sangat ketat,memperlihatkan body semoknya.Rambutnya dicatok lurus,bahkan makeupnya kini sedikit tebal,wanita matang yang terlihat cantik dan menarik ini,membawakan kopi untuk Radit,jalannya berlenggak lenggok sedikit dibuat buat,berharap Bos dihadapannya itu mau sedikit meliriknya.Namun sayang keinginanya itu tidak terwujud karena Radit justru terlalu fokus memandangi ponselnya melihat foto sang Istri.Padahal pekerjaan dihadapannya menumpuk,tapi konsentrasinya terpecah karena Bilqis terus saja mengiasai pikirannya.
"Mas Didit,ini kopinya Mas...Aku udah buatin Kopi spesial untuk Mas Didit,Dicobain sekarang deh Mas...nanti keburu dingin looh."ucapnya dengan manja.Namun Radit sama sekali tidak menanggapinya.
"Mas....Mas Didit!"
Radit mendelik padanya dengan jutek,membuat Wanda tersenyum meringis.
__ADS_1
"Ada apa?"Tanya Radit ketus.
"Ini Mas....Wanda buatin Kopi spesial Untuk Mas Didit.Ayo dicoba sekarang Mas,kalau nanti nanti malah gaenak."ucapnya sumringah.
"Aku ga minta Kopi,bawa lagi keluar,dan tolong jangan ganggu Aku sekarang,kepalaku pusing.Keluar!"Sentaknya,membuat Wanda sangat kesal.Dia terpaksa keluar dengan wajah cemberut.
Radit kembali larut dalam lamunnya tentang sang Istri,Dia sedang mencari cara agar Bilqis mau memaafkannya,namun pikirannya buntu,entah harus bagaimana dan entah cara apa agar Bilqis kembali seperti biasanya.
"DORR!"
Seketika Radit terpekik kaget.
"Aaah Sialan Lo ngagetin Gue!pekik Radit sambil mengelus dadanya,saat sobat tengilnya itu mengagetkannya dan kini tertawa terbahak bahak,puas melihat Radit kaget seperti itu.
"Kurang ajar Lo Den,Gue potong gaji Lo 200%.Awas aja,biar kapok sekalian Lo!"Ancamnya seperti biasa bila asistennya itu selalu kumat sifat jahilnya.
"Lagian dari tadi sibuk ngelamun,mana tuh muka keliatan bete begitu,lagi dapet ya!"canda Denis sambil cekikikan.
"Enak aja lagi dapet.Lebih dari itu Den,Gue lagi dikutuk sama Istri Gue Den!"
"Hah dikutuk jadi apa Bos,perasaan muka Bos ga berubah,sama Tuanya kayak kemaren kemaren,kirain dikutuk,jadi mudaan dikit gitu Bos!"Ucap Denis sekenanya,yang langsung Radit timpuk dengan Bolpoint yang ada dihadapannya,namun Denis berhasil menghindar dan tertawa tawa melihat kekesalan sang Bos padanya.
"Emang kurang ajar Nih,Oke Gue pecat Lo hari ini,sepertinya Lo udah bosen kerja ama Gue!"
"Jangan Bos ampunn deeh,gitu aja marah.Maksudnya kan Akyuh mau menghibur dirimyuuhh Boskyuuuuhh!"ucap Denis lucu.
"Gue sekarang lagi galau Den,Gue lagi sedih.Stop dulu Lo candain Gue!"ucap Radit dengan wajah serius.
"Curhat Dong Bosss!"ucap Denis menirukan yel yel
"Ya udah curhat aja Bos,gausah ragu.Apa yang menjadi masalahmu,ayo katakan padaku nak!"ujar Denis sok serius.
"Istri Gue marah Den,Diemin Gue!"
"Kok bisa?kurang jatah kali Bos!"tebak Denis.
"Jatah selalu full tank Den,justru sebaliknya!"Ucap Radit sendu.
"Sebaliknya gimana?"Tanya Denis dengan serius.
"Gue udah nyakitin Dia Den!"Ucap Radit sendu.
"nyakitin gimana sih,Yang jelas dong kalau ngomong,jangan bikin penasaran!"desak Denis.
"pokoknya Gue ga bisa cerita detil,yang jelas Gue bener bener udah ngelakuin kesalahan fatal,yang mungkin ga akan termaafkan,tapi Gue bakalan mati sekarang juga kalau Bilqis terus terusan marah dan ga maafin Gue Den,tolongin Gue Den pleaseeeee!"Ucap Radit dengan wajah memelas.
"Memang marahnya gimana?kok sampe mau mati segala,lebay deh!"ledek Denis sambil tersenyum sinis.
"udah 3 hari Bilqis Diemin Gue,ga ngomong sepatah katapun.Mulutnya dikunci,Dia puasa ngomong sama Gue Den!"
"Ya jelasin dulu masalahnya tuh kayak gimana?"Tanya Denis penasaran.
"Gue udah...Gue perkosa Dia dimobil!"ucapnya tercekat.
"Hah Yang bener Bos!"
__ADS_1
Radit mengangguk Lemah.
"KURANG AJAR BIADAB!"Denis mencengkram kerah leher Radit dengan kencang,Lelaki itu begitu murka mendengar penuturan Radit.Dia mengepalkan tinjunya,rahangnya mengeras giginya gemeretuk menahan amarah.Radit memejamkan matanya,Dia pasrah dengan apa yang akan Denis lakukan,Dia memang pantas untuk dipukuli.perilakunya kali ini memang benar benar keterlaluan.Denis sampah benar benar marah kepadanya,padahal Denis sadar,orang yang ingin dihajarnya adalah Bosnya sendiri.
Namun kemudian Dia tersadar,Dia turunkan kepalan tangannya dan Dia lepaskan cengkramannya.
"Pukul Gue Den,hajar Gue,Gue memang pantas mendapatkannya.Gue memang udah banyak dosa sama Istri Gue Den,tapi Gue gamau kehilangan Dia,Gue gamau Den,Bayanginnya aja Gue ga sanggup."
"Kenapa Bos bisa sebejat itu melakukan kekerasan oada Istri Bos sendiri.Kalau memang udah ga cinta,pulangkan Dia baik baik kerumah orang tuanya.Bukan malah nyakitin Dia kayak gitu."
"Bukan ga cinta Den,justru sebaliknya.Gue terlalu cinta dan terlalu sayang sama Dia.Gue cemburu Den.Makanya Gue ngelakuin hal itu.Gue takut Dia berpaling dari Gue.Ketakutan terbesar Gue tuh itu,ditinggalin bini Gue Den!"
"beberapa hari yang lalu Dia main kesini bawain Gue makan siang,gataunya Gue udah makan sama Si Wanda,karena Gue gatau kalau Bilqis datang kesini,dan melihat itu Dia cemburu sama Si Wanda,terus mereka cekcok,ya seketika Gue lerai,tapi Bilqis nyalahin si Wanda,katanya ngasih tau kalau Gie meeting 2 jam,padahal si Wanda ga ngomong begitu,Dia sampe nangis.Tapi Bilqis keukeuh,Aku bilang udahlah Qis gausah nyalahin Wanda.Eh terus Dia pergi,katanya Gue malah belain sekertaris Gue,Dia juga cemburu pas Gue lagi makan berdua sama si Wanda.Gue susul tuh Istri Gue,gataunya Dia balas dendam sama Gue,Dia malah asyik asyikan berdua sama temen kuliahnya,temen cowok,makan ditaman,asyik bersua ketawa ketiwi,dan yang bikin Gue murka sicowok itu ngegoda Istri Gue Den,ya Gue ga terima lah.itulah yang bikin Gue sampe ga bisa ngendaliin emosi Gue,Gue benci liat cowok yang ngerayu Iatri Gue."Jelas Radit panjang lebar."
"Ya seharusnya jangan seperti itu juga Bos,kan bisa dibicarakan baik baik,kenapa mesti nyakitin Istri sendiri,dan ga ngebela Dia,malah sekertaria itu yang dibelain ya jelas Bilqis marah.kalau kelakuan Anda kayak gitu yang ada Bilqis kabur lagi Bos,ga kapok ditinggalin Istri berbulan bulan?"Tanya Denis sambil tersenyum sinis.
"Buat Aku Bilqis itu udah kayak Adik sendiri,ada yang nyakitin Dia,pasti Aku hajar,walau Dia bos Aku sekalipun,jadi jangan pernah sekali sekali nyakitin Dia lagi Bos.Dia kurang apasih?Baik iya,cantik iya,seksi iya,pinter..."
"Stop jangan puja puji Istri Gue kayak gitu,Lo boleh ngehajar Gue,tapi jangan sedikitpun terbersit dihati Lo buat ngagumin Dia."ucap Radit sewot.
"Sekarang cepet kasih solusi buat Gue,supaya Istri Gue ga marah lagi sama Gue Den,Gue ga kuat,Gue bener bener tersiksa liat Dia cuek banget sama Gue."
"Ya banyak banyak minta maaf aja Bos,perempuan pasti luluh kalau Kita tulus minta maaf sama Dia!"
"Udah Den,bahkan Gue udah kasih bunga sama Dia,kasih perhiasan,kasih mobil baru,Gue bilang mau ajak Dia jalan jalan keliling Dunia juga Dia tetep aja Diem,Gue ga ditanggepi sama sekali.Harus gimana Gue Den.Gue bener bener bingung,pulang kerumah juga percuma.Dia sibuk terus sama Rafa.Bahkan sekarang Dia tidur dikamar anak Gue,Gue merana sendiri Den!"
"cuma ada satu kata Bos buat Anda Bos,SUKURIN!"ucapnya sinis.
"Udah dong Den,jangan ikut ikutan musuhin Gue,kali ini Gue beneran tobat,Gue ga mau nyakitin Dia lagu,ga kuat Gue didiemin kayak gini terus.!"
"Ya habis gimana,suami sendiri belain orang lain,kalau Aku jadi Istri Bos juga pasti murka,untung aja Bilqis masih bertahan,ga kemana mana,coba kalau Dia sembunyi lagi kayak dulu,atau hal yang terburuk dari itu.Masih baik Bilqis bertahan,melayani seperti biasanya sebagai seorang Istri,cuma mogok ngomong aja kan!"
"Gue juga ga dikasih jatah Den!"
"Ya pasti masih trauma Bos,mana mau Dia,mungkin solusinya satu!"ucap Dwnis serius.
"Apa itu Den?"
"Pecat aja tuh sekertaris yang udah bikin rumah tangga Bos jadi runyam.kan asal muasalnya karena Dia."
"Kasian Den,Gue ga tega,Suaminya dulu sahabat baik Gue,dan Gue banyak hutang budi sama Dia."
"Ya terserah sih,kalau gamau dikasih solusi!"
"Kalau gamau mecat Dia,pindahin ke bagian divisi lain,kan banyak tuh,sekarang lagi babyak menerima lowongan,dan Aku lebih setuju kalau Dian aja yang jadi sekertaris.Dia pinter,cekatan,menguasai jobdesk ya walaupun agak meresahkan,minimal Dia ga ada niat menghancurkan rumah tangga orang!"
"Terus Cara buat Istri Gue maafin Gue apa?"
"Sabar Bos!"
.
.
********
__ADS_1
.