TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Penjelasan


__ADS_3

"Mass maafin Aku..."


"A-Aku...A"Bilqis gugup sekaligus menampakkan kekhawatiran pada suaminya.


"Masss.."Bilqis menghambur memeluk suaminya dari belakang.


"Mass ....plisss jangan marahin Aku dong...Aku takut banget kalo Mas marah seperti ini"Bilqis dengan suara bermanja manjanya agar Radit tidak marah kepadanya.


"Katakan siapa Dia ?"Radit bergeming,Dia tidak membalas pelukan Bilqis,perasaannya masih mengganjal.


"Apa benar Dia itu saudaramu?"Tanya Radit dengan nada yang tajam.dan membalikkan badannya dan menatap Bilqis dengan tajam.


"Katakan siapa?"Bentak Radit masih dengan mood marahnya.


"Di-Dia mantan pacarku Mas.."Ucap Bilqis dengan takut takut sambil menunduk tak berani menatap suaminya yang tengah memandangnya dengan geram.Mau tidak mau Akhirnya Dia memberanikan diri memberitahu siapa Arman.


"Apa?"Radit murka


"berani beraninya Kamu bohongi Aku Qis"Tatapan Radit masih sangat kesal dan kecewa padanya.


"Oooh jadi selama ini Kamu main belakang,Diam diam berhubungan dengan lelaki itu?"


"Ngga Mas...Aku ga berhubungan sama Dia,Dia itu cuma mantan,ga lebih."ucap Bilqis membela diri.


"Aku terpaksa berbohong karena Aku takut Mas bakalan marah sama Aku"Jelas Bilqis dengan suara bergetar ketakutan.


"Terus Kamu janjian sama Dia disana...iya?"bentak Radit lagi.


"ng-nggak Mas..cuma kebetulan aja ketemu"Jelas Bilqis lagi

__ADS_1


"Jangan pernah Kamu sekalipun berbohong padaku"


" dan Jangan sekali kali Kamu menghianati aku"


"Awas kalo sampai Kamu berhubungan lagi dengan Dia..Akan fatal Akibatnya"Acam Radit yang membuat Bilqis menciut.Dan terus menunduk takut.Melihatnya membuat Radit tak tega,Akhirnya Dia peluk Istri kecilnya itu dan membelai Rambutnya dengan sayang.


"Seharusnya Kamu ngerti Qis status Kamu itu apa,dan Kamu juga mengerti dengan perasaan Aku."


"Iya Mas Aku ngerti...Maafin Aku"Ucapnya lagi penuh dengan rasa penyesalan,dan membalas pelukan suaminya dengan erat.Kemudian Dia mendongakkan wajahnya dan menatap wajah tampan Radit yang brewokan itu.


CUP


Bilqis mengecup bibir sang suami yang tadi Dia gigit.Radit memejamkan matanya, meresapi sentuhan sekilas dari Bilqis yang menyapu bibirnya.


"Apa masih sakit?"tanya Bilqis mengerutkan keningnya khawatir dengan yang telah Dia lakukan sambil menyentuh bibir suaminya dengan perlahan,Radit mengangguk seperti anak kecil dengan memasang wajah memelas membuat Bilqis ternyum melihatnya.


"Sakiiit"


"Sssssshhh...Aduuuuh sakiiit..Kamu harus tanggung jawab Qis,sudah membuat Suamimu kesakitan begini"Radit pura pura meringis kesakitan lagi.


"Harus segera diobati kalo ngga bisa bisa Aku mati cepat Kalo begini"Ucap Radit lagi sambil pura pura terkapar diranjangnya.


"Hussh..Mas kalo ngomong dijaga dong,masa Iya mati gara gara Aku gigit....Emangnya Aku rabies"Sungut Bilqis kesal mendengar perkataan Radit yang menakut nakutinya membuat Dia sebal.


"Cepet Qis sini obatin,malah berdiri disana.Udah tau suaminya sakit...Aduuuuhhhh sssssshhhhh"Radit kembali berekting pura pura kesakitan.Bilqis berdiri dipojokan menjauhi suaminya karena kesal melihat tingkah sang suami yang menurutnya berlebihan.Namun mau tidak mau Doa menghampirinya juga.


"Coba mana liat,orang lukanya juga gak terlalu dalem,lebay banget sih."Bilqis mendekatkan wajahnya memperhatikan bibir suami yang Dia gigit,Radit matanya berkilat dan teesenyum smirk.


"Obatin pake ini biar cepet sembuh",ucap Radit sambil menunjuk dua gundukan kembar dibalik kaos ketat yang bilqis kenakan.

__ADS_1


Bilqis sudah menduganya,pasti Suaminya ini sedang melancarkan aksi mesumnya.


"Merem dulu matanya biar Aku buka,dulu"Bilqis berusaha mengerjai Suaminya.


"Ahhh gausah merem merem segala langsung aja"Radit menarik Bilqis kedalam pelukannya, dan berusaha membuka kaos Istrinya yang dihalangi oleh tangan Bilqis.


KRIIING...KRIIIING..


"Tunggu sebentar.."Ucap Radit sambil berlalu menjauh dari Bilqis dan mengangkat ponselnya yang berdering.Radit tampak serius berbicara dengan seseorang di telepon,sehingga membuat Bilqis tampak senang,karena bisa terbebas dari kemesuman Suaminya.


"Aku mau keKantor sebentar ya,ada orang yang ingin Aku temui,terkait masalah kerjaan.Kamu sisini saja dulu,nanti Aku jemput.Kalo Aku belum datang,Kamu tidur disini saja,atau nanti Aku telepon ya.Aku usahakan pulang secepatnya"ucap Radit sambil mengcup kening Bilqis sekilas dan kemudian bergegas pergi.


Bersamaan dengan itu,kini teleponnya gantian berdering.Ternyata Arman yang meneleponnya,membuat Dia kembali galau.Bilqis sengaja tidak mengangkatnya,namun ponselnya terus menerus berdering,Setelah bergelut dengan batinnya,Bilqis memutuskan untuk menjawab teleponnya,untunglah Radit sudah pergi,dengan malas Bilqis mengangkatnya.


"Hallo.."


"Bunny sayaang kok lama banget sih diangkatnya...bisa temui Aku sekarang.Ditempat biasa Kita ketemu dulu"Ucap Arman dengan suara seperti mendesaknya.


"Maaf Mas Aku ga bisa,Aku lagi ada acara keluarga dirumah"ucap Bilqis beralasan.


"Plisss banget Bunny,Aku mohon Kamu temui Aku sekarang..Ada hal penting yang ingin Aku bicarakan,Aku tunggu..pokoknya Kamu harus datang...Tut.."Arman menutup teleponnya dengan seenaknya sehingga tak ada kesempatan Bilqis menolaknya.


"Duhhh...ada apalagi siiih....,Bikin puyemg aja.Baru saja Aku berbaikan dengan Suamiku,ada lagi godaannya.Bener bener bikin Aku bingung,Aku gamau bikin Mas Radit tambah salah faham...tapi sepertinya ini waktu yang tepat untuk bicara yang sebenarnya pada Mas Arman"Ucapnya pada dirinya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


*******


Mana Votenya dan Komennya Bestieee๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


__ADS_2