
"Mual mual ga Honey,selama Kamu hamil?"Tanya Radit saat Istrinya itu menyuapinya makanan,Lelaki itu dengan manjanya minta disuapi saat Bilqis menyuruhnya makan.Dengan telaten Bilqis pun menyuapinya.
"sedikit Mas,ga terlalu parah,itu juga pas awal awal,kalo sekarang udah ngga,malah semakin nafsu makan,pengen makan terus bawaannya!"jawab Bilqis.
"Kalo begitu biar Aku suapi ya Honey,Kita makan berdua biar makin romantis!"ujar Radit.
"Ngga ah..Iqis tadi baru aja makan,Iqis pengen cepet pulang ke apartemen,kangen sama Bi Yuni!"Ucap Bilqis.
"Ohhh jadi Kamu pulang karena kangen Bi Yuni bukan kangen sama Aku!"ucapnya merajuk.
"Ya ga seperti itu juga sayaang,tentu aja Aku kangen Kamu,tapi Aku juga kangen masakan Bi Yuni,makanya Aku pengen cepet cepet ke Apartemen,biar langsung dimasakin masakan favorit Aku Sayaaang!"Jelas Bilqis.
"Ngomong ngomong masakan Bi Yuni,Aku jadi inget waktu awal awal ditinggal sama Kamu,pagi pagi Aku mual dan muntah muntah,apalagi kalau cium minyak wangi orang lain,bahkan sampe Si Denis sama Si Angel Aku suruh pake minyak telon kekantor,dan jadi suka banget Nasi goreng kunyit buatan Bi Yuni,padahal kan Kamu tau sendiri Honey,Aku bener bener ga suka,tapi anehnya sekarang jadi suka banget,hampir tiap hari Bi Yuni buatin Nasi goreng itu buat Aku!"ujar Radit yang membuat Bilqis menganga tak percaya.
"Beneran Mas..?"
"Bener Honey...tanya aja sama Bi Yuni dan Si Denis,Aku bener bener tersiksa banget."
"Ya ampun kasian banget Suamiku,ternyata Aku yang hamil,yang ngidamnya malah Suami aku hahahaha!"Bilqis terkekeh mendengar cerita Sang Suami,bisa dibayangkan bagaimana tidak enaknya mengalami mual dan muntah muntah.
"Ya sudah,sebentar lagi juga Kita pulang,sabar ya Honey,Kita cobain masakan Bi Yuni,Aku juga gamau lama lama disini,Aku ga betah,tapi sebelum kita pulang kerumah,Aku mau tau kondisi anak kita sayang,Aku mau antar Kamu dulu,sekalian konsultasi kedokter mengenai keadaan kesehatan Kamu dan bayi Kita!"ujar Radit.Bikqis yangmendengar penuturan Suaminya hatinya menghangat,ternyata Radit begitu perhatian,membuatnya benar benar bahagia,ternyata Suaminya itu memang sangat mencintainya.
.
.
__ADS_1
.
Bilqis dan Radit sudah berada diruangan dokter spesialis kandungan.Mereka berdua sudah berhadapan dengan Dokter Sandra SpOG.begitu namanya tertera diatas mejanya,anehnya justru Radit yang merasa tegang,padahal istrinya yang akan diperiksa,ini pertama kalinya Dia menemani Bilqis memeriksakan kandungannya.
"Usia kandungannya sudah 24 minggu ya,ok kita langsung saja untuk usg biar terlihat lebih detil kondisi janinnya ya!"Ujar Dokter sandra,kemudian seorang suster membimbing Bilqis menuju ke sebuah ruangan kemudian berbaring disana,Perutnya yang sudah lumayan membesar dioleskan jell,Radit masih duduk terpaku menatap Istrinya.
"Bapak masuk saja kesini,gausah takut dan tegang begitu,ini hanya pemeriksaan biasa,Istrinya tidak diapa apakan,hanya untuk melihat kondisi janin dalam perut ibu,jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan!"Ucap Dokter sambil tersenyum melihat aura tegang pada wajah Radit,Raditpun menghampirinya dan duduk disamping Bilqis,Dia fokus pada layar monitor.
Dia meerasa bahagia dan juga takjub,sambil mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi janin dan juga sang Istri tak henti hentinya Radit berucap syukur dalam hati,sebentar lagi Dia akan menyandang gelar seorang Ayah,bahagia terharu,takjub semuanya menjadi satu,Dia menggenggam dan mencium tangan Bilqis dengan sayang,matanya tampak berkaca kaca.
"Jenis kelaminnya sudah tau ya...Laki laki!"Ucap Dokter,yang tentu saja Radit yang mendengarnya teramat sangat bahagia,karena memang itu yang sangat diidam idamkannya,Akhirnya Dia mempunyai seorang penerus keluarganya.
"Sayaang Aku sangat bahagia,terima kasih Honey,terimakasih Istriku sayaang,Akhirnya harapanku terkabul mempunyai seorang anak laki laki."Ucapnya dengan wajah haru sekaligus binar bahagia.
Keduanya kemudian kembali duduk dikursi berhadapan dengan Dokter Sandra.
"Ada yang mau ditanyakan barang kali oleh Bapak dan Ibu!"
"Mmmhhh Anu Dok,apa boleh berhubungan Suami Istri Dok!"tanya Radit to the point yang langsung membuat wajah Bilqis merah padam menahan malu,Suaminya ini benar benar...pikirnya,rasanya Dia ingin sembunyi dikolong meja saja,saking malunya,ya walaupun hal itu wajar tapi tetap saja Bilqis merasa tidak enak.Pertanyaan tersebut membuat Dokter Sandra tersenyum.
"Trimester pertama ibu ada riwayat pendarahan ya,untungngnya ini pendarahan ringan ya,nah untuk berhubungan sebenarnya tidak dianjurkan,tapi kalo misalkan bisa dilakukan dengan sangat hati hati,tidak dikeluarkan didalam,tidak terlalu sering juga dan tidak dengan berbagai macam gaya yang dikhawatirkan bisa membahayakan janin."
"Oh begitu ya Dok,baik Dokter terimakasih atas penjelasannya,sekali lagi terimakasih banyak ya Dok!"Ucap mereka berdua.
Radit berjalan dengan pelan,wajahnya terkihat muram,hatinya galau.
__ADS_1
"Ada apa sayangg kok sedih gitu wajahnya?"tanya Bilqis heran memandang wajah Radit yang terlihat muram.
"Aku sedih ga bisa nengokin Dede Bayi nya Honey...!"Ucapnya.
"Memangnya Mas mau kemana pas nanti Aku lahiran?tega Kamu Mas mau ninggalin Aku,apa mau balas dendam?"tukas Bilqis ketus dwngan wajah kesal sekaligus sedih.
"Bukan itu maksudnya Honey,ga bisa nengokin tuh,Kita ga bisa bercinta,padahal kan tau sendiri,kalau didekat Kamu Aku ga bisa nahan hasrat Aku,apalagi sudah lama Aku ga "dibelai"sama Kamu Honey..ohhh!"Ucap Radit.
"Yaampun Mass...Itu terus yang ada dalam pikiran Kamu,kirain Aku apa,tapi kan kata Dokter tadi boleh aja walau tidak dianjurkan asal pelan pelan!"Uacp Bilqis,seketika mata Radit langsung berbinar binar.
"Memang Kamu mauuu Honey?"tanya Radit nakal,membuat Bilqis merona.
"Jangan keras keras Mas..nanti orang orang pada dengar!"bisik Bilqis sambil mengarahkan jari telunjuk ke bibirnya,karena mereka masih berada dikoridor rumah sakit,berjalan bergandengan mesra.
"Ternyata Kamu juga udah ga kuat ya Honey...!"Goda Radit membuat Bilqis mencubit perutnya dengan gemas.Tapi Radit malah tertawa girang dan terus saja mengodanya
"Ayo ngaku Honey,mau ya...mau ya...malam ini ya sayaaang!"
"Dede siap siap ya nanti malam Papi dateng!"
.
.
.
__ADS_1
********