
Jam 11 malam John baru tiba dirumahnya,wajahnya terlihat begitu lelah.Malam ini setelah seharian pekerjaan dirumah sakit yang begitu banyak membuat tubuhnya begitu lelah,ditambah malam ini direktur memaksanya untuk menghadiri malam malam bersama dikediamannya,dan John benar benar tidak kuasa untuk menolak.
Dia bergegas masuk kekamarnya,namun disana terlihat tempat tidurnya tampak kosong melompong.Dia tidak melihat kehadiran Istri mungilnya yang biasanya setia menemaninya tidur.Wajah John nampak sangat panik,Dia teringat janjinya kalau malam ini Dia akan mengajak Nisha dan Haidar ke tempat yang sudah Dia siapkan,tempat yang istimewa,tapi janjinya tidak bisa Dia tunaikan karena ajakan mendadak dari direktur rumah sakit.
Dia bergegas turun mencari Nisha juga Haidar.
"Bi Istri dan Anak Saya tadi nunggu lama disini?Tanya John pada salah seorang pelayannya.
"Iya Tuan,Non Nisha dan Den Haidar tadi udah cakep cakep banget nungguin Tuan,katanya mau ada acara keluar ya?Den Haidar sampai ketiduran tadi disini,Non sama Den Haidar sepertinya ketiduran dikamar."jawab Pelayan itu.
"Dikamar?"Tanya John.
"Iya dikamar Den Haidar Tuan!"
"Oh yaudah makasih ya Bi!"John bergegas naik kembali keatas lantai dua,Kemudian Dia kekamar Haidar,Dia begitu merasa bersalah pada Nisha karena mengingkari janjinya pada sang Istri,dan saat pintu dibuka Dia segera menghampiri Istri dan Anaknya.
Tampak Haidar dan Nisha sudah tidur begitu lelap.Mereka bahkan belum sempat mengganti pakaian Mereka.
Pandangan John tertuju pada Nisha yang tampak begitu cantik dengan gaun malamnya,rambut makeup dan anting anting yang Dia gunakan masih menempel ditubuhnya.
"Sayaaang,maafin Aku.Kamu udah cantik begini,Aku justru menyia nyiakan Kamu Nish."John mendekati sang Istri dan menciumi seluruh wajah Istrinya.Kening,pipi,hidung,kedua matanya, dagu dan kini bibirnya beberapa kali dikecupnya,membuat Nisha yang sedang terlelap kini merasa terusik,sehingga Diapun terbangun dan mengerjapkan matanya.
Matanya beradu pandang dengan John,Lelaki itu tersenyum manis pada Nisha.
"Sayangku,mungilku bobonya pindah jangan disini,Aku kangen dan kesepian masa dikamar sendirian!"ucap John dengan wajah tanpa dosa.Nisha yang sudah tersadar menatap tajam jearah John.
"Ngapain ada disini?"Tanya Nisha dingin.
"Ma maapin Papa ya,tadi..!"
"Gau usah dijelasin Aku ga peduli!"potong Nisha dengan wajah sangat marah.
"Sayang Aku bisa jelasin Aku..!"
"Udah malam tolong jangan ganggu,Aku gamau Haidar sampai terbangun."
"Kalau begitu ayo Kita kekamar,temenin Aku sayang!"John menggenggam tangan Nisha,namun dengan kesal Nisha menghempasnya.
"Jangan sok pura pura bilang sayang,Sayang Kamu itu palsu.Udah sana jangan gangguin terus,Aku mau istirahat,Aku butuh tenaga buat menampung rasa kecewa Aku sama Kamu!"jawab Nisha dan kembali tidur membelakangi John.
__ADS_1
"Sayaang kasih kesempatan Aku buat jelasin kekamu,tadi itu Aku ada!"
Nisha membelakangi John dan langsung tertidur,Dia gidak memperdulikan perkataan sang suami yang berusaha untuk menjelaskan pada Nisha.
John pun keluar dari kamarnya melihat sikap Nisha yang begitu dingin padanya.Padahal sikap Nisha begitu menyenangkan akhir akhir ini,Diapun sudah mau mrmbuka dirinya dan menerima pernikahan ini,namun sayangnya John membuat Nisha kecewa,John menjadi sedih,Dia pun kecewa pada dirinya sendiri.
*******
Pagi harinya Haidar langsung menuju kekamar John seperti biasanya,Dia akan mencari Lelaki yang kini teramat dikaguminya.Sedangkan Nisha yang suasana hatinya sedang kacau dan kecewa,memilih berdiam diri dikamar Haidar,walaupun sebenarmya merasa tidak enak dengan kesia mertuanya,namun Nisha yang merasa hatinya teramat dongkol pada John,Dia menghindari Suaminya,kalau bisa Dia tidak ingin bertemu hari ini.Melihat wajah sang Suami justru semakin menambah kekesalan dihatinya.
"Papa makan malamnya kok.ga jadi,Papa tadi malam dari mana?"Aku sama Mama nungguin lama,lho!"Ucap Haidar polos.
"Maafkan Papa ya Nak,Papa kemarin ada pertemuan penting sama Bos Papa dirumah sakit,jadi Papa batal deh ngajak Iday sama Mama kemarin malam."jelas John.
"Tapi Iday gausah khawatir pasti malam ini jadi perginya,Iday tunggu aja,Papa kali ini nggak ingkar janji!"ucap John.
"Gausah Pa,Iday mau kerumah Ate nanti,ini hari sabtu.Iday janji mau main sama Rafa sama sikembar juga,Iday udah kangen!"ujar Haidar.
"Yaaah,terus Papa gimana dong,Sayang?"Tanya John dengan wajah cemberut membuat Haidar tertawa tawa.
"Iday gatauuuu,Papa jahat sih,udah bikin Mama sedih!"
"Kasih hadiah aja,kalau nggak Kiss aja,nanti juga Mama senyum lagi!"ujar Haidar polos.
"Kemarin Papa udah kiss banyak banyak tapi malah disuir sama Mama!"Ucap John dengan wajah sendu.
"Mama kalau marah lama ya Nak?"Tanya John lagi.
"Kalau sama Iday sebentar,kalau sama Papa Dimas juga sebentar,tapi kata Papa Dimas,Mama kalau lagi cemburu suka lama marahnya."jawab Haidar lagi.
"Cemburu?"Tapi kan sekarang ga lagi cemburu."
"Iday bantuin Papa supaya Mama mau maapin Papa,please ya.Papa takut kalau lihat Mama marah!"
"Ga mau ah,itukan urusan orang dewasa,Iday masih kecil,udah ya Pa Iday mau ke Akung Uti dulu,Iday hari ini mau main sama Akung Uti,kan Papa sibuk terus,kata Mama Iday ga boleh ganggu."
"Iday nggak ganggu kok sayang,temenin Papa disini,Kita lari pagi yuk,udah itu Kita makan bubur Ayam didepan,Buburnya enak banget deh!"ujar John.
"Sama Mama nggak perginya?"Tanya Haidar.
__ADS_1
"Kalau Mama masih marah,Kita perginya berdua aja ya!"ucap John.
"Ok deh,kalau begitu Iday siap siap dulu!"
Beberapa saat kemudian Haidar menghampiri Nisha yang masih tertidur namun Dia sudah mengganti gaun malamnya.
"Kenapa Day,hari ini libur sekolah kan?"Tanya Nisha dengan mata masih sedikit terpejam.
"Iday mau olahraga pagi sama Papa sama Mama!"pinta Haidar.
"Olah raga apa,olahraga dirumah aja ya,Papa kan masih bobo kasian pasti masih capek!"
"Nggak kok Ma,Papa yang ajak Iday,tapi Papa juga mau pergi sama Mama!"
"Maaa jangan marahin Papa ya,kasian Ma.Iday disuruh bujuk Mama supaya Mama ga marah lagi!"ucap Haidar polos.
"Dasar Laki laki nyebelin,udah ingkar janji,Anaknya malah dipake tameng buat Dia!"gumam Nisha dalam hati.
"Mama mau masak buat Akung sama uti,Iday aja yang olah raga sama Papa ya!"
"Mau sama Mama perginya.Aduuuh perut Iday sakit Iday ke toilet dulu,bilangin Papa tunggu Iday,jangan ditinggalin!"Haidar bergegas kekamar mandi.
***
"Ayo sayang temenin Aku,setelah jalan pagi Kita sarapan diluar!"tiba tiba John sudah ada dihadapan Nisha,Dia duduk mendekati Nisha yang mendelik dan membuang muka kearahnya.
"Gausah repot repot ajak Aku,kenapa ga sama si Aneke itu,kemarin makan malam sama Dia berdua diapartemennya kan,sampai Kamu lupa janji sama Anak Istri Kamu sendiri!"ujar Nisha marah.
"Ga berdua Nish,Aku makan malam sama direktur dan memang Aneke ada disana karena Diakan Anaknya,sayang!"
"Yaudah yuk,siap siap,nanti keburu siang!"
"Gausah sok sok baik sama Aku,Aku ga suka orang munafik,Kamu menyepelekan Aku,Bohong terus minta maaf,janji terus minta maaf,beres diulangi.Terus aja kayak gitu.Lebih baik pernikahan ini sesuai yang Aku inginkan,hanya formalitas saja.Hanya status,Kita masing masing aja,Aku ga akan ngurusin Kamu,mau punya hubungan sama siapapun.Aku ga peduli!"ucap Nisha tajam.
.
.
*********
__ADS_1