
"Honey...Honeeey Kamu dimana sayang?"Radit tampak celingukan mencari Istrinya itu dikamarnya,sengaja Dia tidak membangunkan Bilqis karena ingin memberikan kejutan kecil untuk Sang Istri,Dia ingin menghabiskan sisa liburannya itu untuk snorkling dan diving,juga sudah menyiapkan makan malam romantis ditempat yang Dia siapkan pagi itu,jadilah Dia meninggalkan Bilqis yang masih terlelap,Radit ingin memanjakan Istri kecilnya itu dengan kejutan kejutan yang menyenangkan,ingin mengekspolre keindahan Maldives hanya berdua saja,setelah kemarin,acara makan malamnya kurang menyenangkan,kali ini Dia menyiapkan tempat privat yang sangat romantis tanpa ada gangguan dari siapapun,Dia sampai mensurvey sendiri tempat itu agar tidak akan ada gangguan lagi yang menghampiri acara bulan madu Dia dan Istrinya itu.Radit tampak senyam senyum sendiri,sudah tidak sabar menunggu reaksi Bilqis dengan kejutan yang sudah disiapkannya.Masih terbayang diingatannya akan kejadian semalam saat Bilqis dan kostumnya yang konyol nan sekseeh membuatnya tergelak sekaligus senang,wanita itu sangat pandai memuaskan hasratnya,lagi lagi membuatnya ketawa ketiwi sendiri.
"Honey Kamu dimana...Ayo sini jangan sembunyi!"Radit sampai mencarinya kesetiap sudut kamar itu,mengira istri kecilnya itu sedang mengerjainya.
"Awas yaa..main sembunyi sembunyi dari Aku,Aku gigit nanti!"ucapnya gemas.
"Honeyy..keluarlaah!"teriaknya.
"Apa mungkin sedang keluar ya?"gumamnya
"bukannya Aku sudah bilang,agar Dia ga kemana mana!"gumamnya lagi pada dirinya sendiri.Kemudian Radit bergegas keluar.
Radit mengedarkan pandangannya ke sundeck,barang kali Istrinya itu ada disana,namun Bilqis tidak terlihat disana,lalu Dia mencarinya ke Balkon,ke publik area,keberanda kapal,tetap saja Bilqis tidak terlihat.
"Kemana Kamu Honey,..bikin aku jadi khawatir begini!"gumamnya,sambil menyeka keringat didahinya,setelah berkeliling mencari kesetiap sudut kapal pesiar itu.
Radit mulai bertanya tanya pada pelayan juga pada orang orang disana,menyebutkan ciri ciri juga menunjukkan foto Istrinya,namun setiap orang yang Dia tanyai,tidak ada yang melihatnya.Membuat Radit semakin panik.Rasa takut, dan cemas semakin menghantuinya,Dia sangat tau,ini pertama kalinya bagi Istrinya itu pergi kenegara asing itu,tidak ada satu orangpun yang Dia kenal di negara itu,jadi tidak mungkin Bilqis bepergian tanpa didampingi olehnya,apalagi Bilqis sangat polos,membuat pikiran pikiran buruk berkecamuk dipikirannya.Kembali Dia mencari Istrinya itu dengan was was dan takut,dinegara orang yang sama sekali diapun tidak kenal dan tidak akrab,walaupun Dia beberapa kali datamg ke tempat itu,bukan berarti Radit mengenal dengan baik tempat yang kini jadi tujuan bulan madunya itu.
Radit menghubungi pihak keamanan kapal pesiar,Dia ingin mendapatkan Informasi mengenai keberadaan Istrinya,dan akhirnya ada orang yang memberikan informasi pada Radit kalo Istrinya itu menyewa seorang guide(pramuwisata) dan memintanya untuk mengantarnya ke pulau seberang.
Tentu saja informasi yang didapatnya itu membuat Radit bertanya tanya,untuk apa Istrinya pergi ke tempat itu,padahal Dia sama sekali tidak menyuruh Bilqis pergi kesana.Dia memang sudah menyiapkan tempat spesial untuknya tapi bukan tempat itu.
"Aaahhh Honeey,kenapa Kamu membuatku khawatir seperti ini!"Ucapnya,sambil menunggu seseorang bisa mengantarnya untuk mencari keberadaan Bilqis.Khawatir,galau,takut,waswas jadi satu,walaupun baru beberapa jam saja tidak melihat Bilqis,tapi tidak bisa dipungkiri,Istrinya menghilang secara mendadak seperti ini membuat hatinya benar benar tersiksa,Dia takut hal hal buruk menimpa Istri kecilnya itu.
.
.
.
*********
__ADS_1
Arsinta tampak berdiri sambil menutup mulutnya dan berlinang airmata,Dia menyeka airmata yang mengalir dipipinya,membuat Radit kaget dan juga bersyukur ada orang yang Dia kenal dinegara asing itu.
"Sinta,apa Kamu lihat Bilqis?"tanya Radit dengan cepat,namun Arsinta diam sambil menunduk.
"Apa Kamu mengundangnya kesini?"Tanya Radit lagi yang dibalas gelengan kepala dari Arsinta.Kemudian Dia menunjuk kearah dimana Bilqis berada sambil sesekali terisak,membuat hati Radit semakin bertanya tanya.Dengan ceoat Dia berlari ke Villa itu.
Dan betapa terkejutnya Radit melihat apa yang ada didepan matanya kini.Istri yang sedari tadi Dia cari mati matian,dengan perasaan takut sekaligus was was Dia mencari Bilqis kemana mana,namun apa yang kini ada dihadapannya itu membuat hatinya sangat sangat Marah.Matanya merah,darahnya mendidih,lahar amarah siap tumpah dengan apa yang dilihatmya kini.
"BILQIS!"
Teriak Radit murka saat melihat Istrinya itu sedang berduaan didalam Villa bersama dengan laki laki sedang beradegan mesra.
"Mas!"Bilqis tak kalah terkejutnyat,Radit terlihat sangat marah melihat Istri yang Dia cari cari kesana kemari bak orang gila,saking takutnya kehilangan Dia,gataunya sedang asik berduaan dengan laki laki,apalagi tempatnya lumayan jauh dari tempat mereka menginap.Betapa sakit dan sesaknya hati Radit,melihat dengan mata kepalanya sendiri Istrinya tampak sangat akrab dengan lelaki yang baru mereka kenal semalam.
"BAJINGAN!!"
Radit merangsek Hans berniat menghajarnya,namun ditahan oleh Bilqis,Dia menghambur memeluk Suaminya.Hans pun tampak memasang kuda kuda siap untuk saling menghajar.
"Jangaaan Sayaaaang,jangaaaaan!"Bilqis memeluknya erat sambil menangis,membuat Radit laangsung lunglai tak berdaya,matanya memerah,menahan amarah dan rasa kecewa sekaligus yang benar benar menyesakkan dada.
"Mas Aku...!"Bilqis tidak tahu harus mulai dari mana,niat hati ingin memergoki suaminya,namun yang ada semua kesalahan justru menjurus kepadanya.
Radit menghempas tangan Bilqis dengan kasar,Dia meninggalkan Villa itu dengan hati yang sangat perih.Arsinta yang sedari tadi berdiri disana,menyeringai lebar kearah Bilqis,Dia membuntuti radit dengan setia.
"Mas tunggu!"
"Mas...!"
Bilqis berlari mengejar suaminya,namun Radit tidak mau mendengarnya.Dia terus berjalan tanpa memperdulikan Bilqis.
"Sebaiknya Kamu pergi dari hidup Ka Radit !"
__ADS_1
"sebentar lagi Kak Radit akan jatuh kepelukanku!"Bisik Arsinta sambil tersenyum penuh kemenangan.Bilqis menghempaskan Artika,membuat wanita itu terhuyung.
"Hah,jangan mimpi!"ucap Bilqis dengan sinisnya.
"dan jangan berfikir karena Anda sudah menjebak Saya seperti ini,rumah tangga Kami akan hancur Jangan harap!"Bilqis meyenggol keras bahu Arsinta.
"Mas tunggu Aku,Aku bisa jelaskan kenapa Aku disana,tadi Aku nyariin Kamu Mas seharian,Aku..!"Bilqis berbicara sambil setengah berlari,menyeimbangkan langkahnya dengan sang Suami yang berjalan dengan cepat dengan wajah yang masih tampak sangat marah.
"Sayaaang pleease dengerin penjelasan Aku..!"
"Stop,pergi sana dengan laki laki itu,Aku ga butuh penjelasan Kamu!"Ucap Radit tajam,dan hal itu didengar langsung oleh Arsinta,mebuat Dia sangat bahagia.
"Kak..Aku ga nyangka,pacarku selingkuh dengan Istrimu,Ini sangat menyakitkan Kak hiks hiks...!"Arsinta menghambur kepelukan Radit dan menangis,membuat Radit tidak enak dan merasa bersalah.
"Mas lebih percaya ular ini dibanding istri sendiri?"ujar Bilqis dengan marah.
"Dia Mas..yang udah jebak Aku.Dia kirim pesan ke Aku kalo..!"
"AKU BILANG STOP!"bentak Radit.
"Aku ga butuh penjelasan apa apa dari Kamu!"
Radit berlalu dari hadapannya sambil menggandeng Arsinta,dan pergi dari hadapannya.
Bilqis menatapnya dengan nanar.
.
.
.
__ADS_1
***********
vote,Like,komen Bestie❤❤❤❤❤❤❤