TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Tak Ingin Bertemu


__ADS_3

Bilqis masih mematung didepan lift menuju apartementnya,yang dibiarkan lagi pintu itu menutup,padahal sudah beberapa kali memencet tombol untuk menuju kediamannya tapi setiap ingin melangkah,perasaannya ragu lagi.Dia sebenarnya malas sekali harus kembali ketempat tempat dimana suaminya berada,sebenarnya Bilkis berniat untuk menginap kerumah orang tuanya,namun Dia tidak ingin membuat kedua orang tuanya itu khawatir dan mencurigai keadaan rumah tangganya.Tapi Dia juga malas jika bertemu dengan Suaminya itu yang selalu membuatnya galau,dengan kata katanya yang pedas sikapnya yang dingin dan juga jutek,Kata kata tadi pagi masih terus terngiang di benaknya,benar benar sangat menyakitkan.


"baru pulang?"


Orang yang sangat ingin dihindarinya tiba tiba saja sudah ada dibelakangnya,dengan suara baritonnya membuat tubuh Bilqis meremang,Dia tak berani menengok ke belakang,melihat paras tampanan walaupun berkumis dan berjambang, pesona dan karismanya justru kian memancar,ditambah postur tubuh yang tinggi tegap nan gagah.Namun Bilqis justru rasanya ingin mengecil saja tubuhnya,kalo bisa Dia ingin menghilang saja,tidak ingin sama sekali bersinggungan dengannya.Tapi sialnya Dia malah muncul tiba tiba,Bilqis tak acuh padanya,Dia tidak berminat menjawab pertanyaannya sama sekali,yang ada hanya ingin cepat sampai dikamarnya


"Hei ayo cepat masuk..kok malah bengong,"Ucap Radit yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam lift.


Dengan terpaksa dan memasang wajah cemberut, Bilqis masuk kedalam lift yang hanya ada mereka berdua.


Diadalam lift itu senyap,mereka berdua tidak berbicara sama sekali,seperti 2 orang yang tak saling mengenal.Sebenarnya Radit ingin sekali menyapa dan mengobrol seperti biasa biasa saja,namun melihat sikap Bilqis yang dingin,Dia benar benar sangat segan,tak berani untuk berbasa basi lagi.Sedangkan Bilqis,tentu saja Dia sama sekali tidak ingin berinteraksi dengan laki laki itu,melihatnya saja bawaannya dongkol.


Mereka sudah sampai didepan apartement,namun sebelum masuk kekamarnya, Radit tampak mendekat kearah Bilqis.


"Mamaku akan menginap disini,pidahlah kekamarku"


Ucap Radit,memberitahukan bahwa Mamanya hari ini akan menginap di apartementnya.


"Loh kok mendadak"


Ujar Bilqis kaget.


"Papa sedang ke Amerika mengurus bisnis disana,jadi katanya Mama kesepian" Jelas Radit lagi dengan ramah.


"Oh...".


Ujar Bilqis datar,dan segera masuk ke dalam kamarnya tersebut dan menutup pintunya


Radit memandangnya dengan heran,kemudian mengikuti Bilqis kedalam kamarnya,


"Hei mau ngapain"

__ADS_1


Bilqis sewot menunjukkan tampang galaknya saat Radit tiba tiba ada didalam kamarnya.


"Aku Bilangkan Mama mau kesini,kok Kamu malah santai kayak gitu,sekarang kamu pindah kekamarKu dan bawa barang barangmu"Radit tak kalah sewotnya.


"Ngapain sih Ribet banget harus pindah sana,pindah sini"


"Biarin Kita kayak gini aja,biar Mama tau sekalian"


"ngapain harus ditutup tutupi"


"Toh bentar lagi juga pernikahan pura pura ini bakalan kebongkar,bentar lagi kita juga cerai"


Ucap Bilqis dengan entengnya sambil sibuk mengeluarkan semua buku didalam tasnya,dan pura pura cuek.


"Cepat Aku tunggu dikamar,jangan membuatku kesal"Radit mengeluarkan lagi jurus galaknya,sambil berlalu keluar dari kamar Bilqis menuju kamarnya.


Namun lagi lagi Bilqis hanya cuek,tak mengindahkan ancaman Suaminya,kini Dia justru sibuk membalas chat dari Nisha sang Kakak dan juga Ririn sahabatnya,mereka masih membahas kejadian di Mall yang membuat Bilqis cekikikan sendiri.Kemudian Bilqis bergegas mandi karena merasa tak nyaman dengan badannya yang lengket yang sudah beraktivitas seharian diluar rumah.


"Ihh..Mas Radit ngapain kesini lagi".


Radit malah bengong melihat tampilan seksi dan wangi dari Istrinya tersebut,gairahnya kali ini sudah benar benar tersulut.antara kesal dan juga bergairah,tanpa ba bi bu dia membopong Bilqis seperti karung beras, membawanya kekamarnya


"lepasin aku iiiih..ngapain digendong kayak gini"


"Maaaaaass turuniiiiinnn iiih sebeeeeel"


Bilqis teriak dan meronta ronta sambil memukul mukul punggung Radit.


kemudian Radit menghempaskan tubuh Istrinya itu keranjangnya,yang membuat handuk super pendeknya hampir lepas dari tubuh Istrinya,Radit yang melihatnya seketika melotot dan menelan salivanya.Membuat Bilqis panik menahan handuknya dengan tangannya.Bilqis bernapas terengah engah wajahnya sangat murka antara marah dan kesal menjadi satu.


"Mas Radit jangan bertindak seenaknya ya!"

__ADS_1


"Jangan meremehkanku dan menganggapku bagaikan mainan diperlakukan semau Kamu"


Ucap Bilqis sambil bangkit dan kemudian akan kembali lagi ke kamarnya.


Namun dengan secepat kilat Radit menangkapnya,kemudian kembali Dia hempaskan keranjang,dan kali ini Radit mengukungnya,kedua tangan Bilqis ditariknya keatas,dan tubuhnya Dia tindih,sehingga meyulitkan Bilqis untuk bergerak.Kali ini Bilqis tak berdaya karena justru Radit semakin merapatkan tubuhnya.


Radit yang bagai seorang binatang menemukan mangsanya.


Bilqis bergerak gerak menggeliat geliat berusaha melepaskan diri dan berteriak dari Radit,yang membuat kelaki lakiannya tegak berdiri, dan kemudian tanpa diduga Radit mencium Bilqis dengan sangat kasar dan kuat,Rasa kesal sekaligus napsu yang selama ini selalu dipendamnya Dia salurkan pada Istri seksinya itu,apalagi tubuh Bilqis yang selalu menggodanya,yang selalu terbayang dipikirannya akhirnya kini tidak bisa Dia pendam lagi,hasratnya mengalahkan egonya yang mati matian ingin menjauhkan diri dari Bilqis,Istri kecilnya itu justru semakin membuatnya bergelora.


Bilqis membelalakkan matanya karena tiba tiba bibirnya dibungkam oleh pria yang tengah mengungkungnya itu.


Bilqis gelagapan,bahkan hampir kehabisan nafas karena Radit justru semakin memperdalam ciumannya,mema**t,mengh**pnya tanpa jeda,ini adalah pengalaman pertama Bilqis dicium seperti itu,walaupun sebelum sebelumnya Dia sering menggoda suaminya dengan kecupan kecupan untuk membuat suaminya jatuh cinta kepadanya,namun ciuman sesungguhnya baru Dia rasakan kali ini,ini merupakan pengalaman pertamanya,Bilqis sudah sangat tersiksa dan kesulitan bernafas.


Ting Tong...!!


Bel pintu Apartement menyadarkan Radit dari kehilapannya menahan nafsu yang menguasainya,Dia melepaskan ciuman dari bibir Istrinya.Nafas Bilqis masih terengah engah seperti habis lari maraton,dadanya kembang kempis,hatinya berdegup kencang bagai genderang perang.Tak dapat dipungkiri perasaannya menggila.


"Jangan macam macam atau Kamu akan merasakan yang lebih dari ini"


Ucap Radit sambil menyeringai dan tersenyum menggoda Istrinya.


.


.


.*******


Kangen updetan Novel ini ga readerrrs?


Mohon dukungannya,komen,vote,follow akunku dan juga like tentunya ya..🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2