
Hari ketiga Bilqis dirumah sakit,Bilqis belum diperbolehkan pulang oleh dokter,karena masih dalam masa perawatan dan pemulihan.Walaupun sebenarnya Dia sudah sangat bosan,Ingin secepatnya pulang,namun karena dokter belum mengijinkan Bilqis hanya pasrah.
Namun hatinya yang awalnya kesal kendadak bahagia,karena Kini Dia kedatangan tamu yang sudah lama tidak berjumpa.Angel datang bersama Denis jyga bersama sang Anak yang masih balita.rasanya sudah sangat lama Bilqis tidal berjumpa dengan Angel,wanuta itu kini tampak bahagia karena cita citanya menjadi Ibu rumah tangga Akhirnya berhasil.Karena hal itu memang merupakan cita citanya sudah sejak lama.Karena Angel yang sudah lama kerja sebagai sekertaris,kini Dia abdikan wakgu dan tenaganya hanya untuk mengurus Anak dan suaminya.Sama seperti Bilqis.Wanita muda itu sudah memounyai Anak 4,diusianya yang masih sangat muda.Namun Bilqis tampak sangat menikmati dan sangat bangga pada dirinya sendiri.Menjadi seorang Ibu dan seorang Istri yang baik,dan mwngabdi untuk keluarganya adalah prioritas utamanya sekarang.
"Hallooo Iqisss!"Diambang pintu Angel dan sang Anak juga Denis datang menjenguk Bilqis,Istri dari Bosnya itu.
"Gimana kabarmya nih Ibu muda Kita,Ibu muda beranak 4!"canda Angel.
"Baik Mba Angel,Mba gimana kabarnya?Waaah Sikecil Shasya udah gede ya sekarang,makin gembul aja.Berapa bulan Mba sekarang?"Tanya Bilqis sambil memegang bayi gembul itu yang tampaknsangat cantik dengan gaun mungil warna pink dan bando yang juga warna senada dan sepatu warna hitam,membuat Bilqis sangat gemas melihatnya.
"Udah 10 bulan Qis,ga kerasa ya!Ya ampuuun baui bayi ini ngegemesin banget Qis,minta satu boleh ya!"ucao Angel yang bwgitu gemas melihat bayi kembar Bilqis yang tertidur pulas.
"Bos kemana Qis?"Tanya Denis.lagi kedepan sebentar.Nanti juga kesini.
"Lihat bayi bayi lucu begini,jadi pengen produksi lagi ya sayaang!"ucao Denis pada Angel begitu melihat si kembar dengan tatapan takjub.
"Sok.Atuuuh geura digeder Kak,mumpung masih muda!"
"Ihhh ngga ah Qis,satu juga ini cape banget,walaupun dibantu pengasuh,tapi tetep aja cape,Aku nikmatin dulu waktu berdua,baru deh nambah lagi.Kalau sekarang Aku beneran lagi ingin menikmati duku mengurus Shasya."ujar Angel.
Dan kemudian Radit datang.
"Heiii Anda tidak bekerja,dan tidak konfirmasi dulu ke Saaya,kalau mau datang kesini!"canda Radit pada Denos yang sedang asyik memandangi sikembar 3.
"Eh Anda bicara pada siapa ya dan Anda siapa dan mau Apa!"Balas Denis dramatis.Bilqis sudah menutup mulutnya takut tertawa berlebihan,memnyebabkan perutnya yang belum pulih jahitannya akan kembali terluka.
__ADS_1
"Au Ah,ngomong sama Lo lama lama Gue puyeng sendiri.Proyek dipekanbaru katanya mandeg?Apa bener?Gue belom sempet kontrol kesana,dan Gue percayain semua itu sama Lo Den,jangan kecewain Gue Lo!"
"Ya ampunnn Bos,emang dapat info hoax dari mana sih bilang mandeg swgala,di pekanbaru tuh proyek lancar jaya Bos,makanya Bis kalau ada waktu kita kesana.Nah setelah Bilqis dibolehkan pulang bagaimana kalau kita kesana sama sama,jadi biar Bos lihat perkembangannya!"ucap Denis menggebu gebu.Mendengar hal.itu tentu saja Radit percaya,karena Dia sudah sangat mengenal Denis,Dia tahu apa yang dikatakan Denis itu benar.
"Ok Kita kesana!"
"Kalau belum dicek jangan oercaya Hoax dong Bos,Aku tau siih selama ini banyak sekali orang yang iri sama Aku,dan Iri dengan hubungan baik Kita Bos.
"Sebenernya sih ga ada yang ngadu macem macek ke Gue Den,Gue cuma mau nguji Lo doang!"
"Ahhh lebaaay nguja nguji segala.Bilang aja gamau kemana mana,maunya deket deket sama si Neng cantik terus sihh!Nah sekarang udah lahir sikembar,Bos udah tenang jadi sekarang bisa keluar Kota atau keluar negeri dengan tenang kan?"Tanya Denis lagi.
"Udah dong,ini kan dirumah sakit.Tujuan Kak Denis sama Mba Angel kan nengokin Aku Pi,Papi mah riweuh malah nanya yang aneh aneh,lagian Akukan ga tiap hafi ketemu sama sahabat Aku!"ucap Bilqis kesal.
"Udah dong Bos,kalau Aku lihat sih semuanya mirip sama Bilqis,ga ada mirip sedikitpun sama Anda Bos!"
"Enak aja Lo kalau ngomong,ya mirip juga sama bapaknyalahhh!"ucap Radit sewot.
"Udah lah Bos ga usah dengerin Mas Denis,orang semuanya juga perpaduan pas antara Bos Radit yang ganteng dan Iqis yang cantik!"ujar Angel menenangkan.
"Tuhh kan apa Gue bilang,jelas jelas mirip Gue sama Istri Gue Den!"
"Iya iya...gitu aja sewot!"
Kemjdian terdengar pintu dibuka,muncul kemudian biang keeok kedua selain Denis.
__ADS_1
"oh em ji ya ampyuuun!Kalian jahat deh ga ngajakin eike kesindang,tau tau udah muncul disini ajaaah!"ucap Dian dengan oenampilan kece badai,memakai setelan badass.celana jeans hitam,kaos hitam dan jaket kulit juga hitam,memakai kaca mata hitam dan boots tinggi.membuat semua yang berada diruangan itu terbengong bengong melihatnya.Dan ruangan itu mendadak hening seketika.
"Helloooo kenapa sih pada diem beginiiih,terpesona yaaa liat penampilan eike yang garang ini!"
"Lo kesambet apa Di?"Tanya Denis sambil memegang kening Dian.
"Ema sama Bapak Eike yang dari kampung mau kesini,Mereka bakalan sedih kalau ngeliat penampilan Eike yang feminim,makanya Eike bela belain nih nyewa baju tetangga,walaupun sebenernya Eike ga nyaman banget make ini sumpahh."ucapnya sambil garuk garuk tangan nya.Seketika ruangan langsung tertawa riuh mendengar penuturan Dian.
"Yaa Allah cobaan apa apalagi ini,kenapa semua orang disekeliling Aku bikin ketawa semua!"ucap Bilqis yang ingin menangis sekaligus ingin tertawa.
"padahal pake tato dileher sama dipipi Di,biar keliatan gahar!"ucap Denis sambil tertawa lebar.Radit pun tertawa sambil memegangi perutnya,melihat tingkah konyol Dian.
"Di,yang harus lo rubah tuh gaya lo yang gemulai sama cara Lo ngomong.Percuma Lo pake baju kayak gitu tapi gaya Lo gemulai!"ucap Radit sambil menyeka sudut matanya,Dia tertawa sampai keluar air mata.
"Susah Booozzzz udah alami kayak gini gimana ngilanginnya!"ucap Dian manja sambil menghampiri Radit dan bersandar dibahunya,tangannya memeluk lengan Radit.
"Iiihhh apaan siih,dikasih tau malah genit sama Gue!"Fadit menepis tangannya dan menjauh dari Dian.
"Bosss nanti kenalan sama Ema sama Abah Eike ya Bos,biar Mereka bangga,kalau Eike memang pekerja kantoran.
.
.
.
__ADS_1