TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Mengundurkan diri


__ADS_3

Nisha memeluk tubuhnya sendiri sambil memandangi langit malam yang dipenuhi gugusan bintang,sesekali Dia menyesap kopi yang sengaja dibuatnya,padahal sebetulnya Nisha tidak terbiasa minum kopi,namun saat ini sepettinya kopi adalah teman menyenangkan untuk sekedar menemaninya malam ini,karena malqm ini begitu sepi dan dingin.Dia merasa kesepian.


Sang Anak sudah terbuai dialam mimpi sedangkan Dia masih saja terjaga.Pikirannya sedang kalau,hatinya masih bingung dan risau dalam memutuskan sesuatu,Dia ragu,Dia bimbang dengan keputusannya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya itu.Pekerjaan yang sudah sekian lama didambakannya.Padahal pekerjaan itu adalah pelariannya untuk bangkit dari rasa sedih dan juga rasa sepinya,dan tentu rasa rindunya ditinggal Sang Suami,namun sepertinya jalan terbaik adalah melepasnya,melepaskan pekerjaan yang dicintainya dan kembali mencari kesibukan lain agar Dia bisa mengisi hari hari yang kosong dan hampa.Tawaran sang Ayah tampaknya akan Nisha ambil,mengingat kejadian buruk disekolahnya membuat Nisha yakin dengan keputusannya.


Belum lagi John,Lelaki itu sering sekali Dia impikan,padahal sudah sekuat tenaga untuk melupakan Dia,tapi kenapa akhir akhir ini Lelaki itu sering datang dalam mimpinya,padahal Dia sangat ingin memimpikan Dimas,anehnya semenjak Sang suami tiada,tak pernah sekalipun mendiang suaminya itu hadir dalam mimpinya.Sedangkan Nisha sangat mendambakannya,namun justru lelaki lain yang menemaninya saat dia terlelap.Ada rasa takut dan juga rasa bersalah dihatinya,karena begitu cepat dan mudahnya Nisha melupakan sang suami.


*******


Nisha hampir saja kesiangan,tentu saja karena Dia baru tidur saat dinihari,dan karena kesiangan itu membuat Nisha bergegas membersihkan diri,dan secepat kilat berpakain dan berdandan.Untungnya Haidarsudah besar dan mandiri,sehingga Nisha tidak perlu repot repot harus memandikannya atau menyiapkan keperluannya.Haidar sangat mandiri dan dewasa.


Dan kini Mereka berdua sudah sampai disekolah,Haidar bergegas masuk kekelasnya sedangkan Nisha pun cepat cepat ke ruangan ketua yayasan,Dia sudah membulatkan tekadnya,walaupun pasti Azmi akan menentang keputusannya,namun hal tersebut sidah tidak bisa diganggu gugat.Nisha pun langsung kekantor Azmi.


"Ini Pak Surat pengunduran diri Saya!"ucap Nisha mantap,saat berhadapan langsung dengan Azmi,dan langsung membuat Azmi menatapnya dengan raut wajah kecewa.


"Nisha,kenapa harus seperti ini,apa tidak bisa dibicarakan baik baik.Tolong bersikaplah dewasa,jangan gara gara ada masalah sedikit,Kamu jadi mudah menyerah seperti ini,mana semangat Kamu yang dulu,saat pertama kali Saya menerima Kamu bekerja,bukankah Kamu saat itu begitu senang dan bahagia karena bisa mengajar disini,terus kenapa sekarang mengundurkan diri,harusnya tidak seperti ini?"Tanya Azmi dengan raut wajah sendu dan kecewa menjadi satu.


"Maaf Pak,keputusan Saya sudah bulat,Saya diminta mengurus perusahaan Ayah Saya,jadi dengan berat hati Saya harus mengundurkan diri dari sekolah ini."jawab Nisha yang masih berdiri dihadapan Azmi.


"Baiklah jika itu keputusan dari Kamu,Saya terima surat pengunduran diri Kamu ini,tapi tidak bisa mendadak seperti ini,minimal 6 bulan sebelumnya,jadi paling paling Kamu boleh keluar dari sekolah setelah 6 bulan Bu Nisha,itupun kalau sudah ada penggantinya,kalau belum ada ya menunggu hingga ada orang yang tepat untuk menggantikan Bu Nisha."Jelas Azmi,membuat Nisha kaget sekaligus kesal mendengarnya.Diapun berlalu dari hadapan Azmi dengan perasaan gondok.

__ADS_1


Nisha berjalan dengan tergesa menuju ruang guru sehingga tak sengaja Dia bertabrakan dengan seseorang.


BRUK!


"Eh maaf Bu!"ucap Nisha sopan sambil menganggukkan kepalanya.


"Nah ini Mbak orang yang Mbak cari,ini nih guru janda yang sudah menggoda Mas Azmi!"ujar Irma,wali kelas Nizam yang juga merupakan adik ipar Pak ketua Yayasan itu.Wanita tambun yang tadi bertabrakan dengannya melihat Nisha dari atas kebawah dengan tatapan oenuh kebencian.


"Ooh Jadi Kamu calon madu Saya,Kamu yang selalu mencari perhatian Suami Saya,pantas saja Suami Saya akhir akhir ini sangat berbeda dari biasanya,ternyata kepincut janda toh,janda gatel!"hardik wanita tambun yang merupakan Istri dari Azmi dengan senyum sinisnya.


"Maksud Ibu bicara seperti itu apa ya,main tuduh tuduh sembarangan,Saya ini masih muda Bu,cantik dan juga kaya,ngapain juga Saya harus godain bandot tua,dan perlu digaris bawahi,Saya sudah punya calon suami,seorang Dokter.Jadi gaperlu seperti itu kepada Saya,Saya sudah mengundurkan diri dari sekolah ini,jadi Ibu tidak perlu lagi menuduh Saya sembarangan.Justru yang harus diwaspadai oleh ibu adalah Adik Ibu sendiri!"ujar Nisha sembari menunjuk Irma dengan wajahnya,membuat walikelas sabg Anak sangat murka dan tidak terima.


"Jangan sembarangan nuduh ya,dasar janda menyebalkan,janda kegatelan,udah jelas jelas Anda yang selalu ngintilin Kakak Saya."Irma dengan wajah merah padam


"Apa benar yang dikatakan guru itu kalau Kamu suka dengan suamiku Irma?"tanyanya dengan tatapan penuh selidik.


"Nggak Kak,sumpah.Mana mungkin Aku mencintai Kakak iparku sendiri."jawab Irma dengan wajah ketakutan.


"Awas aja Kamu berani macam macam dengan rumah gangga Saya Ir!"Ancamnya dan kemudian berlalu kedalam kantor suami.

__ADS_1


.


.


.


********


John menatap wajah Haidar yang terlihat begitu bahagia dengan tawanya yang lebar diponselnya,membuat Dia senyum senyum sendiri saat melihatnya.Sudah sekitar satu bulan Dia tidak tau kabar keponakannya itu,semenjak ditolak untuk kedua kalinya,John benar benar patah hati,padahal baru kali ini Dia benar benar ingin serius dengan seorang Wanita,Dan dirumah sakit saja banyak wanita yang menaruh hati padanya.Namun John tidak pernah menanggapi,Tapi sepertinya Dia akan membuka hatinya,apalagi akhir akhir ini seorang Anak direktur,cantik,anggun dan sama sama seorang dokter begitu gencar mengejarnya,walaupun John risih,tapi sepertinya tidak ada salahnya mencoba untuk membuka hati dengan Dia,toh wanita itu sangat baik dan dan juga berprofesi sama,mungkin akan lebih mudah nantinya,Pikir John.


"Mas John...Papa mengundang Kamu kerumah untuk makan malam,bisa kan!"Aneke wanita cantik bertubuh semampai itu sudah berada dihadapannya.Dokter spesialis anastesi yang bagai rekan duet bagi John itu selalu perhatian padanya,walaupun John sedikit risih karena sikapnya yang selalu mencari perhatiannya,namun Dia sepertinya tak bisa menolak perhatian Aneke.


"Ya baiklah,akan Aku usahakan datang!"


"Beneran Mas?ya ampuuun setelah sekian purnama.Akhirnya Kamu ada waktu juga buat Aku.Makasih ya Mas!" Aneke terlonjak girang.


.


.

__ADS_1


.


********


__ADS_2