
Radit keluar dengan langkah gontai begitu diberitahu kalau orangtuanya kini sedang berada diamerika,Mereka berangkat tadi siang karena ada suatu hal yang sangat penting,sehingga tidak sempat memberitahunya,tubuhnya terlihat lelah,penampilannya terlihat kusut masai,sudah tengah malam Dia masih mencari keberadaan Istrinya itu.
"Honeeeey Kamu dimanaaa...!"gumamnya dengan wajah merah menahan sedih,penampilannya kini benar benar kacau,entah dimana Bilqis berada.
Radit kembali melajukan mobilnya dengan wajah yang cemas,khawatir sekaligus kecewa karena pencarian hari ini sama sekali tidak membuahkan hasil.Waktu sudah melewati tengah malam,Radit terpaksa harus pulang ke apartemennya.
Dia sudah berada didalam apartemennya,matanya tertuju pada tempat tidur yang biasanya Dia lihat Istrinya itu memakai lingerie favoritnya,tersenyum dengan wajah ceria dan berlenggak lenggok menggodanya,membuatnya sangat gemas,Namun kini Istri kecilnya itu tidak ada disana,rasa sedih dan khawatir kembali menghampiri sampai tidak sadar airmata kini menggenang dipulupuk matanya.Dia tidak menyangka Bilqis akan meninggalkannya seperti ini,Diapun kini menyadari sikap dan tindakannya benar benar sudah keterlaluan,menyakitinya dan melecehkannya.Rasanya sikapnya akhir akhir ini memang tidak bisa termaafkan,namun Dia tidak sanggup kalau Bilqis harus pergi dari sisinya dengan cara seperti ini.
Setelah memwbersihkan diri,Dia mencoba untuk beriatirahat,memwjamkan matanya,hari ini benar benar melelahkan,namun sepertinya Dia sulit sekali untk tertidur,ingatannya dioenuhi dengan bayangan Istri cantiknya itu.
.
.
.
******
Radit memasang dasi dengan lemas,rasanya hari ini tidak ada semangat sama sekali,biasanya Bilqis yang akan memasangkan dasi itu,sambil Dia menggoda Istrinya itu dengan semangat,kadang saat Dia sudah siap siap kekantor dan melihat Istrinya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai handuk yang super pendek,gairahnya akan kembali terpancing,tanpa memperdulikan waktu kerjanya akan telat atau tidak,dengan cepat Dia akan menerkam Istrinya itu dengan semangat dan akan berakhir dengan wajah Bilqis yang cemberut namun menggemaskan,setiap sudut kamar itu tidak luput dari bayangan Bilqis yang terus menari nari dipikirannya.
Setelah penampilannya rapi,bergegas Dia ke meja makan,perutnya yang keroncongan minta diisi,Bi Yuni tampak sibuk menghidangkan makanan di meja,Radit cepat cepat menghampirinya,seperti biasa sarapan favoritnya sudah terhidang,teh lemon dan american pancake,namun Radit melihatnya tanpa selera,tapi Dia memaksakannya,Dia ingin secepatnya pergi kekantor.
"HOEKKK...HOEEEKKK!"Baru satu suapan pancake meluncur ke mulutnya,tapi Dia langsung memuntahkannya,Radit berlari kekamar mandi,muntah muntah disana,perutnya bergejolak.Bi Yuni yang melihatnya sangat terkejut juga cemas,apa mungkin Dia telah memasukkan bahan bahan yang sudah kadaluarsa atau gimana pikirnya,karena Dia sudah memastikan sendiri bahan yang digunakannya semuanya fress,tidak ada bahan yang lama.Karena bagaimanapun majikannya ini benar benar cerewet dan selektif dalam hal makanan,harus fress dengan bahan organik.Melihat majikannya muntah muntah seperti itu,membuat Bi Yuni cemas sekaligus takut.
"Tuan Muda,apa Tuan baik baik saja?"tanya Bi Yuni dengan wajah khawatir.
"Ya..Aku ngga papa Bi,mungkin hanya masuk angin!"ujar Radit yang kini sudah duduk kembali dimeja makan.
"Singkirkan makanan ini dari hadapanku,Aku mau makan Nasi goreng Kunyit saja Bi,kesukaan Istriku!"Ucap Radit.
"Baik Tuan Muda,segera Saya buatkan,Oh iya Tuan..Neng Iqis apa belum bangun,Dari kemarin Bibi sudah siapkan Dodol pesenan neng Iqis,sama Rujak Cuka khas Bandung sudah Bibi buatkan.!"Ucap Bi Yuni sambil.menyiapkan bahan Nasi gorengnya.
__ADS_1
Radit yang ditanya seperti itu wajahnya kembali muram,Dia sebenarnya harus bergegas kekantornya untuk bertemu orang orangnya untuk mencari Istrinya,tapi entah mengapa pagi ini Dia begitu ingin sekali makan Nasi goreng Kunyit favorit Istrinya,padahal sebenarnya Dia tidak suka,Nasi goreng Biasa Dia sangat suka,tapi kalau dicampur kunyit rasanya sangat aneh menurut Dia,tapi sekarang,Radit dengan setia menunggu Bi Yuni menyelasikan masakannya,padahal Dirinya dirundung cemas memikirkan Istrinya itu.Diapun tertegun mendengar perkataan Bi Yuni,harus memberi alasan apa pada asistennya itu.
"Ohhh Bilqis sedang menginap dirumah orang tuanya ,Bi!"
"Dia kangen!"jawab Radit.yang lagi lagi harus terpaksa berbohong.
Nasi goreng kunyit sudah terhidang dihadapannya,Radit makan dengan sangat lahap,sejenak pikirannya kepada Bilqis teralihkan dengan menikmati Nasi goreng kunyit yang begitu terasa nikmat dilidahnya.Perutnya pun tidak lagi terasa mual.
.
.
.
Radit telah berada diruang kerjanya,Di memberi tugas kepada orang orangnya yang berjumlah sekitar 10 orang untuk mencari Istrinya disetiap sudut kota.Dia ingin hari ini Istrinya itu bisa ditemukan dalam keadan sehat tanpa kekurangan satu hal apapun.Setelah memberikan intruksi kepada mereka,bergegas mereka pergi untuk melaksanakan tugas yang diberikan Bosnya.Denis masuk dengan wajah penuh keheranan.
"Ada apa Bos,untuk apa mereka semua kesini?"tanya Denis.
"Ini semua gara gara Kamu!"sentak Radit tajam dengan mata penuh permusuhan.
"Istriku pergi,kalau bukan gara gara Kamu berduaan dengan Istriku,Aku tidak akan cemburu,dan mungkin Bilqis masih ada sisiku sekarang!"
"Yaampun Bos,cemburu Anda benar benar tidak beralasan,mana mungkin Saya berani punya perasaan pada Istri Bos Saya sendiri,Istri Bos juga kan sama seperti Bos yang harus saya layani dan Saya jaga juga keselamatannya dari hal apapun,Dan yang kemarin itu Saya berniat mengajak Istri Bos menunggu didalam kantor,Saya lihat penampilannya sangat memprihatinkan,wajahnya merah,matanya sembab,Dia ingin pergi meninggalkan Anda Bos,namun berusaha Saya cegah,tapi Bos malah salah faham terhadap Saya."Ujar Denis menjelaskan dengan panjang lebar,membuat Radit tertegun.
"Saya sudah bekerja dengan Anda bertahun tahun,tentu Anda sangat mengenal Saya,Iqis itu anaknya ceria,baik kepada semua orang,termasuk kepada saya yang hanya seorang Asisten,walaupun Saya punya perasaan lebih,itu adalah perasaan seorang Kakak terhadap Adiknya,ga mungkin Saya punya perasaan macam macam Bos!"Terang Denis lagi.
Mendengar penjelasan Denis,Radit menjadi merasa bersalah,memang benar yang dikatakan Denis,asistennya itu tidak mungkin punya perasaan macam macam,membuat Radit dipenuhi rasa galau,seandainya rasa cemburu butanya dan sikap posesifnya itu bisa Dia redam,tidak mungkin Bilqis akan meninggalkannya seperti ini.
"Bantu Aku cari Dia,Istriku harus ketemu sekarang juga,akan khawatir dengan kondisinya,Aku takut Dia kenapa napa Den!"Ucap Radit sendu,wajahnya memerah menahan air mata yang siap berderai,Dia tak mau terlihat lemah dihadapan Denis sang Asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Apa sudah mencari ke rumah orang tua Iqis,barang kali ada disana?"Tanya Denis,
__ADS_1
"Sudah,Aku sudah mencari kerumah mertuaku,kerumah orang tuaku sudah,dan menelepon Kakaknya,yang justru menanyakan keadaan Bilqis,dan tentu saja sudah dipastikan kalo Istriku tidak ada disana!"ujar Radit kecewa.
"Waahhh...dirumah keluarga tidak ada berarti disatu tempat ini pasti Dia tau Bos!"
"Dimana Den!!"Radit langsung bangkit dengan wajah berbinar.
"Dirumah Mak Tarmiyem Bos..!"Ujar Denis dengan wajah serius.
"Dimana tuh?"Tanyanya mengernyit dengan nama asing yang disebut Denis.
"Di Subang,Bos...beliau ini sudah tua,90 tahun,Dia ini seorang cenayang tulen Bos,sarung bapak saya aja langsung ketemu,saat nanya beliau Bos!"
"Teruss kehilangan apalagi?"tanya Radit sambil pelan pelan mendekati sahabatnya itu.
"Ya banyak ada yang hilang kebo,embe,anak kucing,sampe duit gocap yang ilang aja nanya ke Mak Tarmiyem ini langsung ketemu Bos!"Ucap Denis lagi sambil mengulum senyum.
"KURANG AJAR LO,ISTRI GUE DISAMAIN SAMA DUIT GOCAP,BISA BISANYA....GUE LAGI PUSING NYARI ISTRI GUE, LO MALAH BERCANDA SEENAKNYA!"Radit murka sambil menarik kerah kemeja Denis yang membuatnya sesak tercekik.
"HOEEEEKKK....HOOOEEEEEK!"Radit segera berlari kekamar mandi,perutnya kembali bergejolak,rasa mual diperutnya kembali dirasakannya.Denismerapikan kembali kerah kemeja yang ditarik Bosnya itu yang sudah terbebas dari amukan Bosnya,saat melihat wajah Bosnya yang memerah menahan tangis membuat Denis yang melihatnya menjadi tidak tega.segera Dia menghampirinya dan merasa heran dengan keadaan Bosnya.
"Bos..Bos..kenapa kok muntah muntah!"tanyanya sambil mendekati Radit.
"Jauh Jauh sana,jangan kesini.Parfum Lo bau minyak nyong nyong bikin Gue Mual!"
"Minyak Nyong nyong apa sih Bos,udah bertahun tahun Saya pake parfum ini,kenapa baru mual sekarang??"tanya Denis heran.
"Hah....Jangan jangan Bos lagi hamil!"Ujarnya sambil melihat kearah Radit yang terlihat pucat.
.
.
__ADS_1
.
*******