
Beberapa waktu Kemudian Bilqis sudah berada diruang perawatan yaitu ruang VVIP yang sudah mereka tempati.Bilqis tampak tertidur lelap,dan Radit menemani sang Istri dengan setia dan ikut tertidur disampingnya.
"Terimakasih sayang,Kamu sudah memberikan Aku Anak Anak yang begitu lucu,sehat,tampan.Aku janji,Aku akan jadi suami yang lebih baik untuk Kamu,jadi suami yang selalu setia dan selalu cinta sama Kamu Honey!"Bisiknya sembari mencium Pipi Bilqis.
**
Malam semakin larut,Nisha belum bisa tidur mengingat kejadian tadi Dia salah memeluk orang,malah John yang jadi sasarannya,walaupun diberikan kamar yang nyaman dan fasilitas yang bagus,tetap saja tidur dirumah sakit benar benar tidak menyenangkan untuknya.Matanya sulit sekali terpejam,padahal Haidar sang Anak sudah terbuai dalam mimpinya.
Tak terasa sudah lebih dari 4 bulan Nisha ditinggal sang suami.Waktu begitu cepat berlalu.
"Abang lagi apa disana?Nisha kangen Bang."lirihnya sambil mengusap foto sang suami diponselnya.
"Aku masih ga percaya Kamu ninggalin Aku seperti ini Bang...tapi walaupun begitu cinta dan perasaanku sama Kamu ga akan pernah hilang sampai kapanpun."ucapnya sambil kembali mengusap wajah sang suami di ponselnya.kemudian mendekap didadanya.
*******
Semua orang kini tampak.bahagia dan sedang berkerumun di ruangan Bilqis,mengerumuni Boks bayi yang sudah berisi 3 bayi mungil yang sedang tertidur pulas.
"Ohhh ya ampuuun ganteng ganteng banget si kembar ini,cucu cucuku yang imut imut,tapi sepertinya mereka ga mirip satu sama lain ya Dit!"
"Iya kayaknya ya,wajah Mereka perpaduan Kamu dan Bilqis ya Dit!"ucao Mama lagi.
"Kalau untuk wajah kayaknya mirip Aku semua Ma!"
"Ihhh Papi enak aja...semuanya Mirip Aku,Aku yqng melahirkan!"ucap Bilqis tak mau kalah.
"Tapi Aku yang menanam saham diperut Kamu yaang,banyak dan sering lagi!"Ucap Radit dengan wajah tanpa dosa.
"Hussh Kamu nih kalau ngomong,untung Rafa sama Haidar ga ada disini.Bisa berabe kalau dengar.Apalagi Haidar yang hobinya sekarang nanya terus,mana Dia merengek minta adik terus sama Mamanya."ujar Mama Radit kesal.Walaupun Haidar bukan cucunya,namun Besannya itu sering sekali bercerita mengenai Haidar.
"Tenang aja Ma,Radit kan mau jodohin Si John sama Teh Nisha.ya sayang ya!"ucap Radit meminta persetujuan Bilqis.
"Ya kalau Teh Nisha nya mau Pi,Aku gamau maksain.Gimana Teh Nisha aja."ujar Bilqis sambil memakan makanan yang ada dihadaoannya dengan lahap.
"Ya ga akan maksain sayaang,Kita hanya sekedar ingin membantu mereka agar dekat.Kan ga ada salahnya!"Ucap Radit.
"Ya kalau seperti itu sih Aku setuju setuju aja sayaang,Aku juga mau lihat Teh Nisha cepet bisa move on dan bahagia."ucap Bilqis.
"Mama juga setuju sih,menurut Mama Mereka sangat serasi.Dan John itu Lelaki yang baik,tanggung jawab,humoris dan ga macem macem Anaknya!"ujar Mama.
"Ayah sama Bunda juga kemarin cerita sama Iqis Ma,Mereka akan sangat senang kalau Teh Nisha mau menerima dan menjalankan wasiat Abang.Cuma Mereka gamau memaksa."
"Yailah sayang,gausah dipaksa paksa.Toh Mereka sudah dewasa."ujar Mama lagi
Ayah Bunda datang kekamar Bilqis untuk melihat cucu cucunya yang lucu lucu dan sangat imut.
"Cucu kita jagoan lagi ya Jeng!"ucap Mama pada Bunda yang sangat takjub melihat bayi bayi mungil itu.
"Iya ya Alhamdulillah,semuanya ganteng dan sehat.ngegemesin ya Jeng.Ga nyangka Bilqis punya Anak kembar,tiga lagi.Kalau dikeluarga Saya kan ga ada riwayat kembar,jadi melihat ini begitu takjub.:ucap Bunda.
"Sama Jeng Saya Juga,cuma kalau Papanya Radit ada.kembar 2 tapi.Dan ini kembarnya 3,bahagia sekali rasanya."Ucap Mama sambil tak henti hentinya menatap para bayi imut itu.
"Rafa kemana ya?"
"Tadi sama Opanya keluar,katanya mau diajak ketaman,Rafanya tadi agak sedikit rewel."
"Oh pantesan tadi dicari dikamarnya ga ada!"ujar Mama.
"Terus Teh Nisha sama Iday kemana Bun?"Tanya Bilqis.
"Kayaknya Nisha lagi nungguin Iday yang masih tidur!"
"Ya sukurlah kalau Iday anteng,takutnya rewel kayak Rafa,Dia sepertinya ga betah dirumah sakit.Mama tadi telepon Bi Yuni suruh datang kesini,Diakan paling nurut sana Bi Yuni!"ujar Mama membuat Bilqis terkekeh sendiri.Karena Bi Yuni memang pawangnya Rafa kalau Anak itu sudah rewel.
******
"Ma,Papa John kemana ya,dari kemarin Iday belum ketemu!"ujar Iday yang sudah tampak segar setelah mandi dan berganti pakaian.Begitupun Nisha.Wanita cantik itu menyiapkan beberapa sarapan yang sudah dipesannya.
"Ya kerja dong Sayang,Papa John kan dokter disini,pastinya sedang sibuk dengan para pasiennya!"
"Tapi Iday kangen Ma,Iday pengen ketemu.Iday mau lihat Papa John,anterin yuk Ma!"pinta Haidar setengah memaksa.
"Nanti malem juga kesini sayaang,mungkin sekarang udah pulang."ucap Nisha.Yang memang gidak mau bertemu lagi dengan laki laki itu.kejadian semalam masih saja membuatnya sangat malu.
"Anterin sebentar aja Ma ke ruangannya.Mau lihat gimana sih Papa John bekerja,siapa tau cita cita Iday berubah mau jadi dokter,walaupun Iday takut darah."ujar Haidar.
"Ya sudah sarapannya dihabiskan dulu,nanti kita cari setelah ini.Memangnya Iday gamau lihat bayi kembarnya Ateu Iqis?"Tanya Nisha.
"Mau Ma...memangnya sudah lahir ya!"Tanya Haidar Antusias,matanya berbinar bahagia.
"Sudah dong,malam kan Ateu Iqis melahirkan,waktu Iday bobo!"
__ADS_1
"Yaudah habis ini anter lihat Dede bayi,setelah itu baru cari Papa John!"
"Oke deh Sayaang,makanya cepetan habisin itu Roti sama susunya!"perintah Nisha.
Tak lama setelah itu Mereka berdua bergegas mendatangi Kamar Bilqis yang tampak ramai dengan kehadiran Ayah Bunda juga Mama Papa Radit,Rafa sang Kakak tertua dari adik adik kecilnya itu,tampak sangat mengagumi Mereka.
"Yucuuuu ya Opa!"ucap Rafa.membuat orang orang disekitarnya tertawa mendengar ucapannya.
"Sini Nak Mami kangen,Mami mau peluk Rafa!"Ucap Bilqis yang merasa Rafa telah terabaikan olehnya.
"Rafa pun bergegas menghampiri Bilqis dan memeluknya dengan erat.
Iday dan Nisha maju melihat Boks bayi berisi bayi kembar tiga itu.
"ganteng ganteng banget Qis!"Nisha menatap dengan takjub oara keponakannya itu.
"Ateu Iday minta satu ya Teu!"ucap Iday yang sangat gemas melihatnya.
"Ihh Iday ada ada aja,memangnya Mereka itu boneka pake diminta segala!"Ucap Nisha sambil mencubit pipinya gemas.
"Iday mau Ma,Iday mau Dedek bayi!"Rengeknya.
"Bayi bayi kecil itu kan Adiknya Iday Juga!"
"Nanti iday boleh gendong,boleh jagain!"ucap Bunda menenangkan sang Cucu.
"Selamat Pagi semuanya!"Ucap John dengan senyum lebar.
"Papa John!"Iday langsung menghampiri lelaki itu dan memeluknya.
Mendengar suara John dibelakangnya,membuat tubuh Nisha meremang,Dia sama sekali tidak membalikkan tubuhnya.Pelan pelan Nisha melipir kesamping.
.
.
*********
"Eh Kak John!"Ucap Bilqis.
"Bro kemana aja baru nongol jam segini!"Tanya Radit.
"Biasa Bro,namanya juga kuli!"ucap John santai.
"Siapa?"Tanya John sambil melirik kearah Nisha,sedangkan Nisha membuang muka,karena malu.
"Iday yang nyariin Pa!"ucap Iday yang berdiri didekatnya.
"Oh jagoan Papa John ya,Maaf ya Sayang,Papa John sibuk."Ucap john dengan wajah sedih.
"Iya gapapa Pa,tadinya Iday sama Mama mau kekantor Papa John,tadi."
"Wah wah udah manggil Papa,Iday mau ga Papa John jadi Papanya Iday?"Tanya Radit.Membuat Nisha mendelik kesal.Iparnya itu sekarang ternyata sangat menyebalkan.
"kan memang Iday banyak Papanya Om!"
"Hahaha Iday bisa aja."ujar Rafit tertawa.
John pun mendekat untuk melihat Bayi bayi kecil Bilqis dan Radit.
"Lucu lucu banget Dit,ganteng ganteng.Mirip Aku nih gantengnya!"
"Enak aja kalau ngomong,Gue Bapaknya,dari mana bisa mirip Lo John!"Ucao Radit sewot.
"Iiissh galak banget siiih!Yaiyalah Bro paati mirip Elo,maksudnya tuh kegantengan dan karismanya Lo,kayak Gue."ujar John lagi,membuat Radit tidak terima
"Ga bisa,ga ada dari sananya.Mending Lo produksi sendiri!"
"Hayo ngaku!malem malem kemarin dokter ini terciduk lagi pelukan sama cewek lho!"Ucap Radit sambil melirik Nisha dengan sorot matanya yang jahil,Bilqis yang sudah mengeŕti,langsung menutup mulutnya menahan tawa.Disindir seperti itu membuat Nisha ingin menghilang saja,saking malunya.
"Apaan Sih dasar kepo,udah jangan dibahas!"Ucap John mengalihkan perhatian sambil mendekat melihat bayi bayi lucu itu.John tidak ingin membuat Nisha malu
"Namanya siapa Nih?Gue tebak pasti dari inisial R ya?"
"Iya dooong,harus sama kayak Bapaknya."Ucap Radit
"Enggak ah,harus dari huruf B!"Ucap Bilqis tak mau kalah.
"Tapi kan Kita sudah sepakat Honey,kalau Laki laki semua harus dari huruf R,kalau perempuan hurup B,Kita udah sepakat Lho!"ujar Radit mengungatkan semnetara para orang tua hanya geleng geleng kepala mendengarkan perdebatan Mereka.
"Yudah deh,terserah Papi aja!"Ucap Bilqis pasrah.
__ADS_1
"Memang namanya Siapa?"tanya John dan Nisha kompak.
"Cie cie kompak,kalo udah kompak biasanya jodoh ya Bun?"Tanya Radit.Ayah dan Bunda hanya senyam senyum saja melihat Radit menggoda Nisha dan John.
"Kalau Iqis sih Yes!"Ujar Bilqis menirukan ucapan juri ajang pencaraian bakat.Sambil melirik kearah Nisha yang sudah memasang tampang menyeramkan kearah sang Adik.
"Lo tuh ngeledek mulu bisanya Dit!"ucao John kesal.
"Bukan ngeledek tapi mendoakan John!"
"Gelar jomblo abadi Lo kayaknya bakalan segera lengser,berganti jadi Papa gemezzz!"Goda Radit lagi yang tak ayal John pun ikut terkikik digoda seperti itu.
"Iday mau Papa John jadi Papa Iday beneran!"ucap Iday ikut ikutan menggoda.
"Iday!"Pekik Nisha.
"Iday mau ada yang anterin tiap Iday sekolah,tiap Iday mau Bobo ada yang bacain cerita kayak dulu waktu Papa Dimas masih ada Ma!"ucap Iday suaranya tercekat menahan tangis. yang membuat hati Nisha terhenyak.Dia tak menyangka dibalik sikap tenang Iday,Dia pun merindukan sosok Ayahnya.
Pembicaraan hal itu membuat Bilqis dan Radit tidak enak,padahal maksud Mereka hanya ingin menggoda John namun ternyata malah membuat Haidar sedih.
"Iday sayang,Papa John kan memang Papanya Iday,yang akan selalu ada untuk Iday,Papa John cuma agak sibuk karena kerja,nanti kalau ada waktu senggang Kita main bareng ya!"ucap John menenangkan bocah kecil itu.
"Papa John bohong,kemarin aja udah lama ga pernah main lagi kerumah,ga pernah ada kabar,ga pernah baca baca buku cerita lagi dikamar Iday,Papa John kemarin hilang!"Perkataan Iday membuat John benar benar tidak enak.Memang semenjak pembicaraannya dengan nisha waktu itu,sudah satu bulan lebih Dia tidak pernah bertemu lagi dengan Haidar.Karena John memng ingin melupakan wasiat yang menurutnya sangat konyol,walaupun awal awal Dia sangat semangat,namun melihat penolakan Nisha,Diapun kecewa.Dia sendiri dapat mengerti sebenarnya sikap Nisha.Wanita mana yang bisa mudah melupakan suaminya hanya dalam tempo beberapa bulan saja.Diapun dapat melihat betapa cinta dan sayangnya Nisha pada mendiang Adiknya itu.Tak dapat dipungkiri setiap kali berhadapan dengan Nisha ,ada getaran aneh dihatinya,yang berusaha mati matian ditepisnya.
"Maafkan Papa John ya Iday,Papa janji mulai sekarang Papa ga akan menghilang lagi.nanti kalau ada waktu senggang,Kita main berdua mau ya?"Ucap John.
"Kenapa cuma berdua,bertiga dong Pa sama Mama juga!"pinta Iday.
"Oh iya sama Mama juga!"lagi lagi John melirik Nisha yang sedang tertunduk lesu.
"Sekarang Papa John pulang dulu ya,nanti malam Papa kesini lagi,Iday ga boleh nakal!"ucao John menasehati.
"Papa John mau kemana?"tanya Iday
"Mau pulang dulu,mau istirahat ya sayang,kan semalam Papanya kerja,jadi belum istirahat."
"Kalau begitu Iday ikut,Kan waktu itu Papa udah janji mau lihatin Iday koleksi buku yang banyak!"Ujar Iday,membuat John menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Iday janji ga akan ganggu Papa John Istirahat,Iday cuma mau lihat lihat buku bukunya!"Ucap Iday dengan jari tangan membentuk huruf v.Mendengar hal itu membuat John terenyuh,Dia melirik Nisha meminta oersetujuannya.Dan Nisha pun mengangguk,mengijinkan John mengajak sang Anak.
"Waaah,udah dapat lampu hijau dari Anak dan orang tua,tinggal mengambil hati si doi John!"Bisik Radit.
"kayaknya cinta ga bisa dipaksain deh."
"Cinta datang karena terbiasa.Dulu aja Gue benci banget sama Istri Gue,nah sekarang cinta mati kan sama Dia!"
"Tapi kalau Dianya gamau,Gue juga gamau maksa Dit.Udah ah,Gue gamau debat!"bisik John
"Bukan gamau sobat,tapi Dia hanya oerlu sedikit waktu,Lo sabar aja,Nanti juga Gue yakin Dia bakalan klepek klepek sama Lo,makanya Lo harus tebar pesona dikit sama Dia dong John,agresif dikit.Kan ga mungkin Dia duluan yang nyamoerin Lo,kecuali pas kemaren malem tentunya!"
"Ok pengumuman Nama Anak Anak Aku dan Bilqis simpel aja kok!"
"Yang lahir pertama namanya Rex,yang kedua Rein,dan yang ketiga Ryo."Ucap Radit mengumumkan nama Anak Anaknya.
"Bagus namanya ga ribet!"ucap John.
"Iya keren namanya!"Ucap Mama
"Ya sudah Aku pulang,nanti sore Aku kesini."
"Ok bro,thanks banget ya,Lo udah ngurusin Kita disini,Gue banyak banget ngerepotin Lo!"Ucap Radit sembari merangkul John dan mengantarnya keluar.kemudian kembali masuk lagi menemani sang Istri.
Nisha ikut membuntuti John dan Haidar.
"Kak tunggu sebentar!"panggil Nisha begitu melihat John dan Haidar sudah berjalan agak jauh.John pun berhenti.
"Iya?"Tanya John.
"Apa perlu dibawain baju ganti,atau bekal mungkin?"Tanya Nisha kaku,Dia sebenarnya begitu malu berhadapan dengan John.
"ga usah,ga perlu bawa apa apa!"
"Aku kira Kamu mau ikut!"Ucap John sambil menatapnya dan tersenyum pada Nisha membuat nisha grogi.
"Engga,ngapain ikut segala!"ujar Nisha ketus.
"Ya siapa tau mau meluk meluk lagi kayak semalam!"Bisik John,yang langsung membuat wajah Nisha merah padam.
.
.
__ADS_1
*********