TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
kedatangan Mertua


__ADS_3

Bunda terlihat gugup dan juga panik melihat Laki laki tampan berperawakan tinggi,kulitnya putih, berkumis dan berjambang tipis, sudah berdiri dihadapannya dengan begitu gagah memakai kemeja warna abu yang disingsingkan sebatas siku dan celana bahan hitam jasnya disampirkan ditangannya.Panik karena terpesona juga karena Nisha belum juga pulang pulang sampai sekarang,ditelepon juga tidak aktif,benar benar membuat sang Bunda cemas.


"Nisha kemana sih,katanya mau beli buku,tapi udah sore begini belun pulang!"tanya Buna dalam hati.


Karena terlalu sibuk memperhatikan lelaki tampan dihadapannya,tidak sadar kalai besannya sudah berdiri dihadapannya.


"Eeeh ya ampuuun,ada tamu kok Saya malah bengong begini ya hehehe,Mangga silakan masuk Bapak Ibu!Eeeh Nak John...Bunda kira siapa,brewokan begini ibu kira mantu Ibu,Radit!"ucap ibu tersipu dan mempersilahkan Bapak Ibu dan juga John masuk kedalam rumah Nisha.


Mereka datang dari Jakarta setelah sekian bulan lamanya,untuk menengok sang cucu,karena Mereka begitu rindu dengan Haidar.


Ayah muncul dari belakang memakai sarung dan kaos oblong putih kesayangannya dengan singkong goreng masih ditangannya.Wajahnya yang biasa tenang,mendadak panik karena tak menyangka akan ada tamu yang datang.


"Eh ada tamu,Silakan masuk besan."ucap Ayah,tersenyum kaku.


Mereka pun masuk kedalam rumah nyaman itu.John mengedarkan pandangannya,mencari sosok yang sangat ingin dilihatnya.Beberapa hari ini Dia selalu hadir dalam pikirannya itu, semenjak Dimas hadir didalam mimpinya, yang selalu mendesak untuk menikahi wanita cantik itu.


"Sebentar ya besan,Saya buatkan minuman dulu,dingin dingin begini enaknya singkong goreng sama Bandrek" ucap Bunda,sambil berlalu kedapur.


"Tidak usah repot repot Jeng,Saya ini kan bukan tamu!"Ucap Ibunya Dimas.Wanita sepuh itu sudah tampak terlihat tua,namun senyumnya sangat tulus,apalagi saat menatap John,Anak tiri yang sangat membencinya,namun syukurlah sekarang John sedkit demi sedikit berubah,setidaknya tidak tampak tatapan yang penuh permusuhan saat menatapnya.


"Santai saja Bu besan,memang kebetulan Saya sudah membuatnya!"Ucap Bunda.


Ayah menemani mereka mengobrol santai,sambil bersenda gurau,Dia bahkan tak sempat mengganti pakaiannya.Namun Dia cuek saja walaupun sarungan dan kaos oblong yang sudah belel yang menjadi kesayangannya.


Tak lama kemudian Bunda membawakan makanan dan Aneka kudapan yang dibuatnya tadi.Bandrek,singkong,sukun dan ubi goreng juga ada bolu susu lembang yang selalu Nisha stok bila ada tamu datang kerumahnya.


"Silakan dinikmati,cuma alakadarnya."ucap Bunda sambil menaruh makanan dan minuman tersebut diatas meja,matanyapun melirik kearah John yang sedari tadi tampak memandang beberapa foto Nisha yang terpajang didinding.


"Ngomong ngomong Haidar kemana Jeng!"Tanya Pak besan.


"Tadi pulang sekolah minta ketoko buku sama Nisha Pak,Haidar kan sangat Suka membaca buku jadi Dia seneng banget karena dapat nilai bagus saat ulangan kemarin,jadi Nisha berjanji untuk membelikannya buku yang Dia mau!"jawab Bunda.

__ADS_1


"Sebentar lagi juga pulang,mungkin masih dijalan.Maklum Pak,sekarang Bandung macet."Ucap Bunda sambil tertawa.


"Ngomong ngomong Pak Dokter bagaimana kabarnya,sudah lama juga ya ga main kesini!"ucap Bunda basa basi.


"Alhamdulillah baik Bunda,kebetulan sekarang sedang ada waktu senggang,jadi bisa nganter Bapak dan Ibu.Katanya mau nengok Cucu,kemarin kemarin lumayan sibuk,banyak pasien yang harus saya tangani!"ucap John sambil tersenyum yang sukses membuat Bunda meleleh melihat senyumnya yang menawan.


"Pak dokter diminum atuh Bandrek buatan Bunda,enak, anget lagi.Apalagi udara Lembang yang sedingin ini,pasti boleh ya minum bandrek,kalau goreng singkong sama sukun mungkin ga boleh ya,kalau dokter makan yang beginian!"tanya Bunda polos.


"Boleh boleh aja Bun,ga ada pantangan kok!"jawab John sambil tertawa memperlihatkan deret giginya yang putih bersih,tentu saja semakin membuat Bunda terpesona menatapnya,bahkan Ayah sampai menyikut tangannya.


"Naon Ayah(apa Ayah)?"tanya Bunda sambil berbisik.


(Siga nu kakara wae ningali Lalaki kasep,Ayah ge baheula leuwih kasep atuh Bun.Kudu disakolakeun eta mata teh,meni kitu pisan ningalina,sebel da(kayak baru pertqma kali aja lihat cowok ganteng,Ayah juga dulu lebih ganteng,harus disekolahin kayaknya itu mata.lihatnya sampe kayak gitu banget,sebel ih)!"gerutu Ayah dengan wajah kesal.


"Kasep nya Yah(ganteng ya Ayah),cocok buat Nisha,kalau ga mau mah biar buat Bunda ajaaah tuker tambah sama Ayah yang udah letoy ini."bisik Bunda sambil terkikik geli.


"Enak wae bilang letoy,digempur engke(nanti)ku Ayah baru nyaho(tau)!"


"Iiihh digempur,emangnya apaan,maen gempur segala.udah ah malu tuh diliatin sama besan!"bisik Bunda,membuat Mereka yang melihatnya sedikit heran dengan kelakuan Ayah dan Bunda.


"Assalamualaikum....Bunda ada apa dari tadi teleponin mulu,ni asa rareuwas Bun,Nisha...!"Matanya langsung menatap John yang duduk bersama Mertuanya."


"Ada tamu Bun....!"


"Ibu....Bapak!"Nisha menyalami Bapak dan juga Ibu mertuanya.Serta senyum sekilas pada John dan seraya menganggukkan kepalanya.Membuat perasaan John menggelenyar aneh.


"Maaf ya Pak,Bu..tadi habis dari toko buku.."ucap Nisha sambil tersenyum.


"Akung...uti!"teriak Haidar memeluk kakek neneknya.


"Cucu Akung dari mana?"tanyanya sambil memangku sang cucu yang tampan berambut kriwil.

__ADS_1


"Mau beli buku,tapi gajadi.soalnya Bunda buru buru mau pulang,tadi untungnya dikasih buku sama Om Bosnya Mama!"tunjuknya pada buku yang ada ditangan Nisha.


"Iday salim dulu sama Papa!"ucap sang Akung oada John yang duduk disampingnya.


"Papa?"tanyanya sambil mengerutkan keningnya.


"Iya sayaang,panggil Papa John aja ya!"


"Papa John?"tanyanya lagi.


"Iya sayaang,kan Papa John ini anaknya Akung,sama Seperti Papa Dimas,jadi Iday manggilnya Papa ya!"


"Hallo Papa John!"ucapnya sambil menyalami John dengan sopan membuat lelaki itu terharu dipanggil seperti itu oleh Iday,Anak kecil tampan yanh sangat mirip dengan sang Ibu,cuma rambutnya saja yang mirip dengan Dimas.


"Hello Boy,Kamu suka baca buku ya,Papa John punya banyak koleksi buku dirumah."tutur John sambil mengacak acak rambut Iday.


"Waaah yang bener Pa?"


"Iya dong masa Papa bohong,nanti Iday main kerumah Papa John mau?"


"Mau mau mau banget!"jawab Iday dengan antusias.


"Anak hebat,sukanya baca buku ya!"


.Nisha yang sedari tadi hanya diam,kini perasaannya sangat terharu melihat Iday melihat Iday bahagia.


"Iday seneng punya Papa banyak,tadi Om yang dimall juga maunya dipanggil Papa,Dia juga tadi minta Mama jadi Istrinya ya Ma!"ucap Iday polos,membuat semua orang kini memandang kearah Nisha.


.


.

__ADS_1


.


,*********


__ADS_2