
Sudah Mama duga hal ini justru akan memperburuk hubunganmu dan Bilqis.kalau sudah begini kamu mau apa Dit?sepertinya Mama sudah tisak bisa membantumu lagi,Kamu kali ini sudah keterlaluan dan tidak teemaafkan,Kamu sduah tua tapi sifatmu sangat kekanakan,inilah akibatnya bila sifat cemburumu itu dipelihara,semuanya menjadi kacau!"omela Mama Radit dengan kesal membuat Radit benar benar sedih.Niat hati mengasukan masalahnya ini agar orang taunya memberikan soluai,namun yang ada justru mereka menyalahkannya.
"Aku harus bagaimana Ma?Aku gamau kehilangan Bilqis dan Anakku Ma,tolong bantu Aku,Aku harus meminta bantuan kepada siapa?selain kepada kalian.Aku mohon Mama mau membantuku sekali ini saja Ma,Radot bingung tak tau harus bagaimana,Bilqis begitu keras kepala,Dia keukeuh ingin bsrpisah dengan Radit!"ujad Rafit dwngan wajah sanhat sedih.Membuat kedua orang tuanya pun merasakan hal yang sama.Apalagi Bilqis hanya membawa dirinya,dan sang Anak,tak membawa harta berharga sesikitpun yang Radit berikan.Bagi wanita itu hanya Rafa lah yang paling berharga!
"Biarkan saja dulu Diy,Istrimu masih kecewa dwngan kelakuanmu yang menyebalkan dan sangat tidak dewasa.Biarkan Bilqia tenang sejenak.Kamu jangan mengganggunya dulu.Beri Dia kesempatan untuk berfikir!"Ucao sang Papa bijak
"Selama Kamu ditinggalkan,rubahlah sifat Kamu itu Dit.Apa benar Kamu itu cinta sama Dia,atau cuma obsesi Kamu saja?"Tanya sang Papa bijak.
"Tentu saja Aku sangat cinta sama Bilqis Pa,mungkin cara Aku mencintai Di salah.Sifatku yang kadang sulit Aku ksndalikan ternyata menjadi boomerang dalam rumah tanggaku.Aku bener bener menyesal Pa!"
"Tidak ada kata terlambat Dit!Kamu harus banyak intropeksi diri.hafus banyak berubah,lebih sabar,lebih lembut,lebih oenyayang.wanita hanya cukup itu Dit."ucap Papanya lagi menasehati.
"Sekarang pulanglah,Istirahat,jangan banyak hal yang terlalu dipikirkan.Kamu harus tenang dan sabar,pasti Bilqis akan luluh melihat kesungguhan Kamu!"ujar sang Papa.
.
.
.
Sudah seminghu ini Bilqis berada dirumah orang tuanya.untunglah Rafa tidak rewel,walau sering menanyakan keberadaan Papinya,tapi untunglah Bilqis bisa menjelaskan dengan baik pada sang Anak yang masih sangat kecil itu.
Dan Selama seminggu ini pula Bilqis sering melamun dan menangis memikirkan dirinya,anaknya dan tentu saja Rafit sang Suami.Dalam hati Dia sangat merindukannya,namun Dia berusaha menepisnya,membuang jauh jauh perasaan itu.Karena Dia sudah bertekad ingin melupakan pria yang sangat dicintainya itu.
Ayah dan Bundanya begitu prihatin mekihatnya,namun mereka mwnerima apapun keputisan Bilqis,mereka tak ingin memaksanya kembali,Dia ingin Anaknya itu bahagia.Walau mereka tau Bilqis sangat mencintai Radit,tapi semua kepitisan apapun mereka serahkan pada Bilqis.
******
"Iqis sayaang,makan dulu nih.Binda sudah buatkan makanan kesukaan Kamu!"Teriak sang Bunda dari bawah,sedangkan Bilqis yang tampak sedang menemani Rafa bermain dengan robot robotannya tampaknsangat lesu hari ini,tak ada semangat samasekali,tubuhnya terasa lemas dan mudah mengantuk.
"Iqissss..."Panggil.sang Bunda lagi membuat Bilqis dengan malas Sia bangkit dari duduknya dan menghampiri Bundanya sambil menuntun Rafa.
__ADS_1
"Qis makan dulu,dari kemarin Kamu ga nafsu makan,ini buda buatkan opor Ayam!"ucap sang Binda aambil.menyusun makannya dimeja makan.Bilqis duduk dengan terpaksa,tidak ada nafsu makan sama sekali,bahkan Dia mual melihat opor Ayam yang ada dihadapannya,padahal itu merupakan makanan favoritnya.
Bilqis bergegas lari kekamar mandi sambil menutup mulutnya.
"Dia muntah muntah disana,tubuhnya terasa lemas,dan lelah.Untunglah Bundanya tak menyadari hal itu.Dia bergegas kembali ke ruang makan dan hanya meminum teh manis yang budanya itu sudah sediakan
"Bunda Aku mau makan sama Ikan aja bun,ikan mujair yang digoreng kering,kayaknya enak ya Bun!"ucap Bilqis.
"Kalau begitu bunda harus kepasar dulu Qis,memang kenapa dengan opor Ayammya,itu enak bangey loh.Kan itu Favorit Kamu!"ujar Bunda yang berteriak dari dapur.
"Oh yaudah besok aja,sekarang Iqis minum teh aja,Iqis lagi ga nafsu makan!"ujar Bilqis lagi.
"Jangan begitu Qis,Kamu harus makan nanti malah sakit,kasian Rafa nanti kalau lihat Maminya sakit.ucap bunda.
"Nanti aja deh Bun,Iqis bener bener lagi malas makan,titip Rafa sebentar ya Bun.Iqis mau tiduran sebentar,Iqis ngantuk,lemes!"ujar Bilqis.
"Oh yaudah sana,Kamu Istirahat!"
Teenyata mencintai seseorang dwngan begitu besar ternyata aangat menyakitkan pikir Bilqis.
.
.
.
Sementara itu Radit dikantornya tampak sangat garang.Beberapa kali para pegawainya dimarahi olehnya,sedikit saja ada kesalahan dari mwreka tak segan Radit untuk.memecatnya.
Hal.itu membuat Denis sang asisten tampak hati hati bila berbicara dengannya,apalagi idenya untuk membuat Bilqis memaafkan Radit justru berujung petaka.Karena rumah tangga sang Bos malah makin runyam,hal itu membuatnya aangat merasa bersalah.Namun untunglah Radit sama sekali tidak menyalahkannya.Radit justru menyalahkan dirinya sendiri.karena sikap dannperilakunya memang tidak termaafkan,kininwaktunya Dia habiskan untuk bekerja dan bekerja.bahkan seminghu ini Radit selalu pulang malam.Hal itu sengaja Dia lakukan agar pikirannya tidak terpaku untuk memikirkan sang Istri terus menerus.
"Bos bagaimana Kita makan siang sulu diluar,lagi pula hari ini bener bener bikin cape Bos,cape pikiran cape badan,kita butuh makanan yang enak Bos,jadi Ayo traktir Kami bos,ga tahan udah laper banget."ajak Denis yang melihat Radot masih saja berkutat dilaptopnya.
__ADS_1
"Kalian saja dukuan,Aku bener bener lagi tanggung banget nih!"tolak Radit.dengan pandangan masih terpaku pada laptopnya.
"ahhh si Bos ga seru banget.Ayo dong Bos...nanti lagi aja dilanjutnya!"
"Ok deh kalau begitu,bwntar Aku beresin ini sedikit lagi!"ujar Radit.
"Bos...!"ucap Denis
"Hemmh!"
"Sudah ketemu sama Rafa?"Tanya Denis hati hati membuka obrolan tentang hal itu,takutnya akan merusak mood Rafit dan akan membuatnya meledak ledak.
"Belum,Gue ga ada waktu!"ujar Radit.
"Tengok lah Bos,bagaimanapun Dia itukan darah daging Bos sendiri!"pancing Denis.
"Nanti saja Den,Gue khawatir!"
"khawatir kenapa Bos?"
"Khawatir Gue kelepasan kalau ketemu Bilqis!"
"Yaah jangan berfikiran seperti itu Bos,Aku yakin Bilqis juga paati kangen sama Bos,Dia pasti lagi tersiksa mikirin Anda Bos,perempuankan begitu."
"Makanya bos Radit jangan putus asa,cinta itu harua siperjuangkan Bos!"
.
.
.
__ADS_1