TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Masakan yang berantakan


__ADS_3

Setelah satu minggu berlalu,kini Bilqis bisa beraktivitas seperti biasa,pergelangan kakinya yang terkilir sudah sembuh.Dia bangun lebih pagi dari biasanya karena Bi Yuni kebetulan cuti pulang kampung lagi,dengan alasan ada suadaranya yang menikah,otomatos hari ini mau tak mau Bilqis harus menyiapkan sarapan,walaupun Dia sama sekali belum padai memasak namun Dia ingin bisa dan membiasakannya,Apalagi kini statusnya adalah seorang Istri.Tempo hari adalah prestasi yang membanggakan karena bisa berhasil membuat Steik Salmon untuk Radit,walaupun sebagian besar itu adalah karya Bi Yuni,namun Diapun memiliki andil yang besar dari masakannya itu pikirnya..


Bilqis sibuk berkutat didapur,menyiapkan makanan untuk sarapan pagi.Bilqis yang memang kurang pengalaman dalam memasak, kini Dia sedikit kerepotan mempersiapkan bahan bahan yang akan Dia masak.


Rencananya Dia ingin membuat menu simpel untuk sarapan mereka yaitu membuat Pancake.


Dilihatlah resep cara membuat pancake di sosial media.Namun ternyata membuat pancake tidaklah semudah yang di lihat di vidio,Bilqis benar benar merasa kesulitan.


BYARRRRRR...


Terigu yang dibukanya muncrat kemana mana,kulit telur sembarangan buang,dan juga tekstur adonan pancakenya terlalu encer karena kebanyakan memasukkan susu.Namun Bilqis tetap berusaha mengikuti intruksi yang ada divido tersebut.


"Aaahhh ternyata gada Bi Yuni malah menjadi petaka kayak gini"


"ribet banget ternyata masak tuh"


"nyesel ga minta diajarin Bunda "


Bilqis memasukkan adonan pancake yang dibuatnya kedalam teflon yang sudah dipanaskan.


"kok gini sih hasilnya"


Bilqis tampak kecewa dengan Pancake buatannya tidak sesuai harapannya,bentuknya justru melebar seperti kulit resoles,belum lagi salah satu permukaannya gosong.


"Bodo amat ah..ya penting udah usaha"


ujarnya saat masakannya sudah dihidangkan didalam piring kemudian Dia hias sedemikian rupa.


"Apa apaan Niiih..?"


Radit tampak kaget saat melihat dapurnya bagai kapal.pecah.


tepung terigu dimana mana,kulit telur,belum lagi bahan bahan lainnya yang berantakan.Ditambah lagi Bilqis tampak lucu,wajahnya cemong penuh terigu dan rambutnya pun sama terkena tumpahan terigu.


"Ya ampuuun kamu ngapain sih"


Radit mebghampiri Bilqis yang masih tampak berantakan.


"Eh ayang udah bangun"


"ini aku masakin masakan spesial buat ayang sarapan"


Ujar Bilqis dengan sumringah.Dia ingin membuat Suaminya itu bangga padanya,walaupun agak sedikit kacau,yang penting sudah berusaha pikirnya..


"duduk dulu disana"


ucap Bilqis dengan ceria dan dengan tampang lugunya menyuruh suaminya duduk.Namun Radit tampak menepis tangan Bilqis yang mengajaknya duduk dikursi makan.


"kamu tuh jorok banget sihh jadi perempuan"


"ngaca sana,tampang udah kayak badut gitu"Ujar Radit ketus.


"dapur berantakan begini kayak ada gempa"


"dan ini apa ini,makanan sampah kayak gini yang kamu bikin?" tanya Radit yang mengambil selembar pancake yang mirip Kulit Resoles itu dengan ujung jarinya seolah jijik,dengan ekspresi yang melotot kearah Bilqis,dan tangan satunya bertolak pinggang.


"A-aku cuma"ucap Bilqis gugup dan gemetar saat melihat wajah suaminya begitu murka,sangat menyeramkan.


"cuma apa?"


"jadi perempuan itu jangan cuma modal cantik,body seksi tapi ga bisa apa apa"


"kamu dari keluarga Biasa kan,ga kayak kayak amat tapi kok jadi Istri ga becus apa apa"


"cuma modal tampang"


DEG..


Hati Bilqis bagai ditusuk tusuk pisau belati.Begitu sangat sangat menyakitkan,omongan Radit yang begitu tajam benar benar meluluh lantakkan hatinya.Dia tak menyangka Radit berkata sedemikian pedas padanya.


Memang benar Dia tidak pandai memasak,tidak pandai beres beres,tapi apakah Dia harus menyakitinya dengan kata kata tajam seperti itu batinnya.

__ADS_1


Bilqis berdiri mematung dengan pandangan kosong,sambil sesekali menyeka air matanya yang sudah membanjiri wajahnya.Dia tak menyangka Radit begitu marah besar padanya,padahal niatnya ingin memperoleh pujian dan juga pengakuan dari sang Suami,apalagi akhir akhir ini mereka begitu dekat.


.


.


Radit kembali kekamarnya,moodnya sangat berantakan.selama seminggu ini sejak Insiden Kaki terkilir itu,hubungannya dengan Bilqis sebagai pasangan suami istri menjadi lebih dekat,apalagi selama seminggu itu Dia selalu memanjakan Bilqis,menggendongnya,menyuapinya,mengobrol dengannya dan bahkan kini Radit lebih banyak tertawa dan ceria.Perlahan Dia ingin membuka hati untuk Istri kecilnya itu,ingin menerima pernikahannya tersebut.Namun entah kenapa mimpi tadi malam,mimpi yang selalu menghantuinya sejak lima tahun setelah kematian Artika menghantuinya kembali.Radit memejamkan matanya bayangan mimpi semalam masih terlintas dipikirannya.


Dalam mimpi itu Artika yang begitu cantik bahagia telah menjadi Istrinya,Artika memakai pakaian pengantin warna putih,wajahnya memancarkan kebahagiaan.


"Berjanjilah untk setia kepadaku Mas...berjanjilah kamu hanya untukku...Mas,hanya Aku wanita yang mencintaimu mas..Cintailah Aku selamanya..."


penggalan dari mimpi tadi malam masih teringat jelas dibenaknya,seolah mimpi itu nyata.Seolah Artika masih hidup dan pernikahan itu terlaksana.


"mengapa Aku mimpi seperti itu"


"Apakah Artika tahu..aku menghianatinya..Aku menghianati cintanya"


"Artikaaa...maafkan Aku sayaaang..hanya kamulah yang Aku cintai..hanya kamu Artika"


Radit mendekap foto Artika dan menciuminya"


perasaan bersalah pada Artika kini kembali menguasai relung hatinnya.Batinnya berkecamuk.


perasaan takut dan rasa bersalah itu datang disaat Dia berkali kali bangkit ingin menutup masalalunya.Namun lagi dan lagi perasaan itu datang tanpa diminta.


.


.


Bilqis berada dikantin kampusnya bersama Ririn sahabatnya.


"kenapa kamu Qis,dari tadi diem aja"


"ga biasanya..."


"kaki kamu udah sembuh..?"


"Hei kok malah bengong"


Ucap Ririn sambil menepuk Bilqis.


"Ada apasih..dari tadi diem mulu,bengong mulu"


"kayak orang kesambet tau ngga"


Ucap Ririn lagi yang melihat Bilqis masih tidak bereaksi sama sekali.


"Aku ngerasa ga berguna Rin"


ucapnya sambil tetap menopang dagunya dan tetap dengan wajah lesunya.


"kenapa ngomong kayak gitu?"


"Ada masalah apa?"


"cerita dong"


pancing Ririn lagi yang tidak biasanya melihat gadis ceria ini bermuram durja.


"Aku ga bisa apa apa,masak ga bisa,beres beres ga bisa"


"Aku ga berguna"


"huuuuu huuuuu"


Bilqis menangis lagi,menumpahkan rasa sedihnya pada Ririn.


"kan bukan salahku Rin,kalo Aku cantik"


"Bukan salah aku kalo aku ga bisa apa apa"

__ADS_1


"salahin aja Ayah sama Bunda yang manjain aku"


"hiks hiks"


ucap Bilqis lagi


"hihihi kamu nih lagi sedih tetep aja lucu"ujar Ririn


"ya kalo ga bisa kan tinggal belajar"


"gitu aja kok repot"


"harus sampe mewek segala"


ujar Ririn dengan cueknya,sambil menyeruput minuman dihadapannya.


"Kamu kalo ga bisa masak tinggal belajar aja,kursus bisa,belajar di online bisa,kalo beres beres tinggal minta diajarin si Bibi aja dirunah"


"Gausah diambil pusing sampe lesu kayak gitu,kayak orang ga dikasih makan satu bulan tau ga..tampang kamu Qis"


ujar Ririn yang memang Sahabat yang paling dekat dan ceplas ceplos ini.


"emang kenapa kok tiba tiba sedih,kan emang semua orang juga tau kalo kamu emang modal tampang doang"


"Hahaha"


Ririn berusaha menggoda sahabatnya itu


"Iiihhh Ririn..enak aja ya kalo ngomong"


"Iqis juga punya prestasi disekolah"


"jangan ngeremehin Iqis dong Rin"


"kamu sama aja kayak si Om Bewok nyebelin itu"


"kata katanya tajem kayak silet"


Bilqis cemberut,bibirnya manyun bak keong sawah.


"siapa om Bewok..?"


tanya Ririn.


Bilqis kelepasan menyebut Om bewok,karena tidak ada seorangpun temannya yang mengetahui kalo Dia sudah menikah.


"i-itu Dia sodara aku"jawabnya tergagap


"Ah...yang bener..soalnya ada gosip kalo kamu jadi peliharaan sugar Daddy"


Ujar Ririn dengan tampang pura pura serius


"Iiiih sembarangan banget siiiih...enak aja peliharaan..emangnya Iqis kucing"ujar Bilqis sewot mendengar sahabatnya itu menyebut Bilqis peliharaan suga Daddy.


"emang siapa sih yang nyebarin gosip murahan kayak gitu?" tanya Bilqis kesal.


"ya ada selentingan kabar Qis..Aku juga gatau dari mana sumber asalnya"


"tapi itu semua ga bener kan Qis..?"tanya Ririn penasaran


"iya ga bener lah...enak aja,emangnya Iqis cewek apaan".


Jawab Bilqis sewot.


.


.


.


*****

__ADS_1


__ADS_2