
Sebenarnya jarak Jakarta Bogor lumayan dekat,bisa saja Dia pulang kesana setelah bekerja.Namun mengingat hari ini adalah hari senin,pasti diperjalanan akan memakan waktu lebih banyak,dan tentunya akan terasa lebih melelahkan.Jadilah Radit memutuskan untuk pulang kerumahnya setelah hari ini bekerja sangat menguras energi dan pikiran,ditambah ada peristiwa yang cukup membuat harinya tidak menyenangkan.
Dan sekarang membayangkan wajah Anak dan Istrinya membuat Radit kembali murung.Pulang kerumah pun rasanya malas bila tidak ada Bilqis dan Rafa,rumah sepi kayak kuburan.cuma ada beberapa pelayan yang mengurusi rumah megahnya tersebut.
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya,Radit sibuk membayangkan malam panas yang kemarin malam dilaluinya bersama sang Istri.Dapat Radit ingat wajah menggemaskan Bilqis antara lelah dan juga nikmat jadi satu,apalagi Dia hanya pasrah saja menerima segala cumbuan darinya.Mengingat hal itu membuatnya menjadi senyum senyum sendiri sekaligus menjadi tegang.Untung saja hari ini Dia diantar Pak Supir,kalau tidak, mungkin konsentrasinya akan terpecah.Menyetir sekaligus membayangkan wajah sang Istri.
Begitu mobil melewati warung tenda kaki lima yang menjual Pecel lele.Tiba tiba saja Dia sangat menginginkannya.Langsung saja Radit meminta Pak supir untuk berhenti dan mengajaknya turut serta makan pecel lele tersebut.
"Pak temenin Saya makan,ga nikmat kayaknya kalau makan sendirian!"ajaknya Pada sang Supir.
"Makan diwarung tenda itu Tuan?"Tanyanya heran,karena sepertinya baru pertama kali Tuannya itu makan ditempat seperti itu.
"Iya makan disitu,habis makan dimana lagi,kan Saya minta berhenti disini!"ujar Radit sambil berjalan menuju warung pecel lele tersebut.
Radit memesan 2 porsi pecel Lele dan pecel ayam,ditambah air jeruk hangat untuknya sendiri dan membebaskan Pak Supir untuk memesan sendiri sesuai keinginannya.
Radit sendiri terheran heran dengan keinginannya yang tiba tiba itu,mungkin ini yang disebut ngidam sesungguhnya pikir Radit.
Dia begitu lahap menikmati Pecel ayam dan Pecel Lele sekaligus,ditambah sambel dan lalapannya yang membuat lidah bergoyang,membuat selera makannnya naik 2 kali lipat.Pak supir yang pun memesan menu yang sama.
"Kalau kurang pesen lagi Pak,ga usah sungkan.sekalian bawain juga buat Anak sama Istri dirumah!"
"Waaah terima kasih Tuan,Saya jadi merepotkan!"
"Ahhh nggak kok Pak,biasa aja.Ternyata nikmat banget ya makan disini."ucapnya sambil menyuapkan Ayam yang sudaah dicocol sambel yang sangat nikmat.
"Pantesan Bilqis suka banget.ngeunah begini(enak begini).Jadi ketularan Bilqis bilang ngeunah Pak!"ucapnya.Pak supir ikut terkekeh mendengarnya.
"Terimakasih banyak Tuan,sudah traktir makan Saya,duduk berhadapan seperti ini sama Bos.Mimpi apa Saya semalam."
"Makan di warung pecel lele aja harus mimpi segala Pak,kayak diajak ketempat paling mewah aja."ujar radit tergelak.
"Bos Saya sebelum sebelumnya ga seperti ini Tuan.Jadi ya Saya bangga makan sama orang tajir disini!"
"Jarang jarang Tuan!"
"Ahhh si bapak bisa aja!"
__ADS_1
Setelah puas dan kenyang menikmati makan malamnya diwarung pecel Lele,Radit kembali melanjutkan perjalan pulangnya.perutnya terasa sangat kenyang.Dia sedikit menyesal harus makan sebanyak itu,apalagi akhir akhir ini tidak ada waktu untuk berolah raga.khawatir perutnya semakin membuncit.Pipinya membulat dan penampilannya akan semakin terlihat tua,membuat Radit ketakutan sendiri dibuatnya.
Radit segera saja menelepon sang Istri.Takut Sang Istri pergi kemana mana dan bertemu orang orang baru yang lebih menarik darinya.
Segera saja Dia mengambil ponselnya dan vidio call sang Istri.Namun sudah beberapa kali meneleponnya tidak juga diangkat oleh Bilqis.Akhirnya Dia pun mengirinya pesan.
Sayang Angkat teleponnya
Yaaaang....
Mami kemana siiih....
Mamiiii lagi apa siiih,telepon dari suami ga diangkat angkat.
Mami lagi bobo ya....?
Miii Sayaaang,Kamu ga kangen Aku?
seharian ga ada kabar dari Kamu,Aku rindu
Yaaaang...bales dooooong.
Kirim pesan pun baru ceklis satu membuat Radit semakin khawatir.
"Kemana sih Kamu Sayaaang,tega banget hari ini Aku diabaikan begini,apa Kamu ga Kangen Aku!"gumamnya.
Tak berapa lama teleponnya berdering Radit segera mengangkatnya
"Sayaaang kok lama banget sih,dari tadi ditelepon ga diangkat terus,Aku kangeeen Kamu Honey!"ujar Radit mesra.
"Masa siiih Mas Didit kangen sama Aku?"
"Ihhhh...siapa ini?"sentaknya.
"Kok Kamu sih yang telepon,Aku kira Istriku!"ucapnya dengan ketus.
"Hahahha...Mas Didit lucu banget deh,Oh iya Mas tadi Aku udah ke bank,masa cek dari Mas dibilang cek kosong,sedari tadi Aku telepon,terus nomer aku kok diblokir Mas!"Tanyanya lemah lembut.
__ADS_1
"Sorry Wan,cek yang tadi Aku batalin soalnya ga diijinin sama Papa,karena itu pake uang perusahaan,jadi maaf ya Wan,Aku belum bisa kasih pinjaman uang sebanyak itu!"ucap Radit.
"APAAAA!!!!
"Kok Kamu tega banget sih Mas,kasih cek kosong keaku,jahat banget Kamu mainin Aku.Awas Kamu ya Mas,Aku ga akan tinggal Diam.Kamu permainkan Aku kayak gini!"
"Maaf Wan,untuk kali ini Aku bener bener belum bisa bantu!"
Radit segera menutup telepon dan memblokirnya.Sebenarnya ada perasaan tidak tega,dan juga sangat kasian Pada Istri mendiang sahabatnya itu.namun Dia mengirim seseorang untuk mengetahui hutang piutangnya dan berniat untuk membantu,untuk meringankan masalah keuangan yang sedang menimpanya.Walau bagaimanapun Dia lakukan semata mata karena
mediang suaminya Wanda.
Dulu saat di Amerika mereka sama sama kuliah disana,sahabatnya itu merupakan mentornya dalam belajar juga dalam berbisnis,bahkan sampai berhutang nyawa kepadanya.Karena menyelamatkannya dari ancaman perampokan dan pembunuhan diapartemennya.Seandainya tidak ada Dia mungkin Radit sudah tidak ada didunia ini.Untuk itulah kenapa Radit selama ini begitu baik kepada Wanda dan Anaknya.
***********
Selesai membersihkan diri,Radit memeriksa beberapa email dan pekerjaan dilaptopnya,namun kemudian ponselnya berdering.Ternyata vidio call dari Bilqis.
"Hallo My Princes!"ujar Radit mesra begitu melihat wajah sang Istri.
"Ada apa Papi,tumben tumbenan kirim pesan banyak banget?"
"Aku kangen Yaang,Kamu ga kangen Aku ya?seharian ini ga ada kabar!"
"Maaf Pi sayaaang,tadi habis diajak jalan jalan ketempat temannya Papa.Seru banget tempatnya juga nyaman banget.Terus masak masak disana,bakar jagung juga.Hpnya tadi ga dibawa,jadi ga sempet ngabarin Papi!"
"Temennya masih muda apa udah tua?"
"lumayan muda,Ternyata Dia dosen dikampus Aku dulu Pi,yaampuuun ga nyangka bisa ketemu Dosen sendiri!"ucap Bilqis tertawa tawa.
"Terus dari tadi Kamu berduaan aja sama Dia?"tanyanya.
"Ihhh kok Papi tau siiih,iya berduaan aja,soalnya Ayah Ibunya ngobrol sama Papa Mama dan ngajak Rafa liat Sapi,Akukan mual kalau kesana.Jadi Aku nunggu dirumah aja berdua sama Dia Pi,ngobrol ngobrol,masak masak.Seru banget.Seneng sih bisa ketemu orang yang nyambung!"
"Oh jadi Kamu enak enakan sama Dosen itu,sementara Aku disini cemas mikirin Kamu!"ucapnya tajam,dengan hati terasa panas dan sesak mendengarnya.
.
__ADS_1
.
*********