
"muach muach.."
"Sayang gimana kabar kamu Nak,Mama kangen banget sama Kamu Qis."Ucap Mama Radit mencium dan memeluk menantu kecilnya itu.
"Iqis baik Ma,Mama gimana?"ucap Bilqis sambil memegang kedua tangan Ibu mertuanya itu kemudian menggandengnya menuju sofa.
Radit mengambil koper sang Ibu yang ditaruhnya dikamar yang biasa ditempati Bilqis.
"Kamu jahat banget sih,ga pernah nengokin Mama,mentang mentang penganten baru"Mama mertuanya pura pura cemberut dan merajuk pada Bilqis.
"Ehhhmmm anu Ma..Iqis banyak tugas kuliah,jadi Iqis belum sempet nengokin Mama"
Ucap Bilqis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ehh ngomong ngomong..Bibirnya kenapa itu Qis,kayak habis disengat lebah"Ucap Mama yang nampak khawatir melihat Bibir menantunya yang semakin tebal membengkak dan memerah
"emh a-anu Ma ini lagi sariawan"ucap Bilqis sambil tersenyum meringis dan juga malu dengan pertanyaan mertuanya,sedangkan Radit yang mendengarnya hanya pura pura memainkan ponsel sambil sesekali meminum kopi buatannya sendiri.
"Jangan jangan lebahnya brewokan ya Qis..ganas banget sampe bengkak gitu".
Radit seketika tersedak dengaan kopinya sehingga muncrat kemana mana.
Melihat hal itu membuat Mamanya tertawa,Bilqis hanya mengulum senyum
"Hati hati dong Dit"
__ADS_1
"sampe keselek segala"
"Qis bantu Radit tuh..sampe belepotan kayak anak kecil"
Ucap Mama sambil menyodorkan tisu pada mantunya,Bilqis dengan ragu meraihnya,dirinya sebenarnya masih belum berani harus berhadapan dengan suaminya itu,Ciuman dibibirnya masih benar benar sangat terasa seperti kesemutan,bibirnya seperti ke tarik,masih nyut nyutan.Dia mendekati suaminya yang sibuk membersihkan dengan tangannya.Bilqis memberikan tisu yang ada ditangannya,namun justru Radit malah mengangkat tangannya agar Bilqis membersihkannya sambil terus memandangi Bilqis yang grogi dipandangi seperti itu oleh Radit yang memang sengaja membuat Istrinya salah tingkah,dengan perlahan Bilqis membersihkan area yang terkena kopi termasuk sudut bibirnya.
"Kamu masih mengingatnya ya..."Bisik Radit dengan mengedipkan satu matanya.Mendengar kata kara Radit yang menggodanya,Dia mengusap bibir Radit dengan menekannya sedikit kencang karena kesal,yang justru malah membuat Radit tergelak,gemas dengan Ekspresi Istrinya yang lucu sekali,Kemudian Bilqis beranjak kedapur membuat teh untuk Ibu mertua untuk menghilangkan rasa gugupnya. Mama memperhatikannya diam diam tersenyum melihat intensitas anak dan menantunya itu,Mama sangat bahagia melihat perubahan Radit yang menurutnya lebih ceria,dan lebih berekspresi dibanding sebelumnya yang lebih pendiam dan introvert.
"Iqis sayaang ...gimana...apa sudah ada tanda tandanya nih Mama mau punya Cucu"
Bilqis yang ditanya seperti itu hanya bisa menelan salivanya dan juga grogi.
"Bentar lagi Mah lagi on the way."Ucap Radit yang menjawab pertanyaan Mamanya tersebut sambil tersenyum dan lagi lagi mengedipkan matanya kearah Bilqis.Bilqis mengerutkan keningnya merasa heran dengan kelakuan Suaminya itu,tidak biasanya Radit bersikap seperti itu,apalagi sampai sengaja menggodanya didepan sang Mama.Berbanding terbalik dengan sikapnya yang tadi pagi jelas jelas menghinanya.
"Sayaaang Kamu pasti kerepotan ya,Bi Yuni ga ada?"
"Oh iya Mama kesini bawain masakan yang pasti Kamu suka"
"Eh..oh i-iya Ma makasih banyak"
"Maaf ya Ma Bilqis belum pandai memasak dan beres beres juga"Ucap Bilqis sambil menunduk malu dan tak percaya diri,padahal Dia hanya gadis dari kalangan biasa tapi seolah bak Putri Raja tidak bisa apa apa pikirnya.
"tidak apa apa sayaaaang,Kamu tidak perlu merasa rendah diri,Kamu ini seorang Istri bukan pelayan,harus dituntut bisa ini bisa itu,dulu juga Mama ga bisa masak,ga bisa ini itu,bisanya bikin Papa merem melek..hehehe"Ucap Mama terkekeh Bilqis pun terseyum malu
"Yang terpenting Kamu mau belajar"
__ADS_1
Ucap Mama sambil memeluk bilqis dengan sayaang.
seulas senyum terbingkai diwajah Radit melihat Mamanya yang begitu sayang pada mantunya itu.
.
.
Bilqis mematut dicermin membersihkan wajahnya dan mengaplikasikan semua perawatan kecantikan untuk malam hari diwajahnya,Dia begitu sangat peduli dengan penampilannya,Di usianya yang baru menginjak 20 tahun,selain cantik Bilqis juga sangat pandai merawat tubuhnya yang mulus dan seksi.Radit terus memperhatikan Istri kecilnya itu,sesekali mata mereka beradu pandang dicermin dan membuat Radit salah tingkah,Diapun kini pura pura kembali menyibukkan diri ke laptop yang berada dipangkuannya.Bilqis lagi lagi sibuat terheran heran,ada apa gerangan dengan Suaminya pikirnya.
Bilqis memperhatikan papper bag yang diberikan Ibu mertuanya itu kepadanya,wajahnya bersemu merah saat Dia tadi membukanya,Lingerie seksi berwarna merah menyala itu belum mau Dia gunakan,padahal sebenarnya Dia ingin memakainya untuk menggoda Suaminya seperti kemarin kemarin yang Dia lakukan,namun saat Radit memarahinya tadi pagi membuatnya berfikir 2 kali untuk menggoda Suaminya lagi,kini Dia bertekad akan menjaga jarak dengan Radit,sampe waktu yang ditentukan Radit telah tiba.Waktu dimana mereka akan berpisah,Dia tak ingin dirugikan menjadi janda muda yang sudah tidak suci,Dia akan benar benar menjaga kesuciannya,setidaknya untuk Suaminya yang kelak mau menerima Dia.Kali ini Bilqis mengenakan piyama yang panjang dan longgar,sempat berfikir untuk memakai baju berlapis lapis seperti waktu itu,namun Dia tidak ingin menyiksa diri lagi.
Bilqis mengoleskan pelembab ke bibirnya yang masih memerah,yang membuatnya mengingat ciuman yang benar benar hot.Dia tidak tau apa motivasi Radit menciumnya seperti itu,bukankah Dia tidak mau ada sentuhan apapun darinya,bahkan selama ini Dia sangat menghindarinya,mungkin karena terbawa suasana saja pikirnya.
Bilqis melangkah berinisiatif mengambil bantal dan selimut,untuk tidur disofa.
"Mau kemana?"tanya Radit yang menatapnya tajam dan dingin seperti biasa.
"tidur?"jawab Bilqis pendek menuju sofa dwngan tanpa menatap wajah suaminya.
"Mulai malam ini Kamu tidur disini diranjang ini,kita tidur bersama"
.
.
__ADS_1
****