
Bilqis memastikan penampilannya didepan Cermin,seperti biasanya Bilqis selalu tampil cantik dan mempesona walaupun memakai pakaian sederhana,dirinya mematuut sekali lagi dicermin besar itu sambil mengoleskan lipstik ke bibirnya yang seksi,namun kemudian terlihat Dicermin Ibunya sudah berdiri dibelakangnya.
"Qis mau kemana?"Tanya Bunda begitu melihat anaknya sudah dandan cantik.
"Mmmh-mau pulang ke apartemen Bun."
"Jangan bohong Qis!"Ucap Bunda ketus.
"Maaf Qis..Bunda bukannya mau Ikut campur atau gimana,Cuma Bunda pesen sama Kamu,sekarang ini kan Kamu itu sudah menjadi seorang Istri,jangan suka cari masalah Qis,apalagi deket sama lawan jenis yang bikin salah faham sama Suami Kamu,rumah tangga Kamu jadi runyam.Rumah tangga Kamu baru seumur jagung,jadi jangan sampe berantakan ditengah jalan cuma gara gara banyak salah faham.Jaga perasaan suami Kamu,jangan sembarangan Kamu deket sama seseorang yang buat Kalian jadi berantem."Bilqis menyimak nasehat Bundanya sambil sesekali melirik jam tangannya.
"Kamu denger ga omongan Bunda, Qis?"tanya Bundanya saat melihat anaknya itu terlihat gelisah.
"Sebenernya Iqis mau beresin dulu masalah sama mantan Iqis yang ngejar ngejar terus Bun,Iqis udah janjian mau ketemu Dia sekarang,Biar masalahnya Clear..,Biar Dia ngerti kalo Iqis sekarang udah nikah."Jelas Bilqis pada Bundanya.
"Oooh jadi Kamu mau nemuin cowok itu saat Suami Kamu ga ada?"todong sang Bunda.
"Ya ampuuuun Qis...Qisss..kalo nanti Suami Kamu salah faham lagi gimana?"
"Ya maka dari itu Bun,Biar ga ada salah faham lagi,Iqis mau selesein masalah ini secepatnya,biar ga berlarut larut"Ucap Bilqis keukeuh.
"Ga..ga boleh.Kamu ga boleh ketemu sama laki laki itu.Awas aja kalo Kamu ga dengerin omongan Bunda,bakalan nyesel nanti"Ancam Bundanya,membuat Bilqis merengut.
"Qis Kamu dengerin omongan Bunda dong,buat apa lagi Kamu ketemu laki laki itu,gausah Kamu pake menjelaskan menjelaskan segala,Dia udah bukan siapa siapa Kamu."Tiba tiba Nisha datang dan merasa gemas dengan Adiknya itu.
"Kamu masih cinta sama Dia Qis?"Tanya Kakaknya sewot.
"Gada kapok kapoknya,baru aja suami Kamu murka...eh malah mau ngeladenin cowok itu lagi,maap maap ya Qis bukannya teteh sama Bunda nguping,Kami ga sengaja tadi denger suami Kamu marah banget sama Kamu,dia cemburu Qis..makanya Dia marah,Kalo cemburu berarti Dia sayang sama Kamu Qis..."Nisha dengan kesal menasehati Bilqis,yang dinasehati hanya bisa diam seribu bahasa.
"Denger ga Qis teteh ngomong?"
"Iya teh Iya..Iqis ga jadi pergi"Ucap Bilqis pasrah dan menaruh kembali tas selempangnya dilemari.
"Mending Kamu temenin teteh bikin seblak,dari kemaren pengen bikin,tapi ga sempet sempet.Kayaknya teteh lagi ngidam ini,Kamu kapan Atuh Isi..??"Ucap Nisha berseloroh
__ADS_1
"Alhamdulillah udah teh.."Ucap Bilqis meyakinkan.
"Ya Allah Alhamdulillah...beneran Qis?"tanya Bunda dan Bilqis serempak dengan rona wajah bahagia
"Udah kan tadi Isi Nasi sama Opor Ayam buatan Bunda.."Ujar Bilqis dengan wajah tanpa dosa.
"Iiiih Kamumah...malah Kamana waeeee"(malah kemana aja)
"Semoga Kamu bisa segera hamil...Bunda lihat Radit suka banget sama anak kecil,keliatan dari Dia memperlakukan Haidar..Si Haidar sampe ngomongin Diiiiia mulu"Ucap Nisha
"Iya sih Bilqis juga liat kemaren,Mas Radit sabar banget momong Dia,mana kemaren rewel lagi tuh anak."
"Hehehe...Teteh jadi gaenak ngerepotin kalian.."ucap Nisha sambil nyengir kuda.
"Oke deh yuk kita kedapur bikin seblak yang hot jeletot"Nisha menarik tangan Adiknya memaksanya ikut dengannya.
"Blokir aja Qis...Jangan pernah Kamu berhubungan lagi sama lelaki itu,Awas aja teteh bakalan ngawasin Kamu"Ancam Nisha.
"Iiiih teteh serem banget"
.
.
******
"Apa maksudnya ini?"
"Kamu jangan membohongi Kami"
Ucap seorang lelaki tua dihadapan Radit yang sudah dikenalnya sejak lama.
"Berita itu memang benar Pi..Aku sekarang sudah menikah"Ucap Radit sambil tertunduk dihadapan kedua orang tua Artika.Sore tadi Mamanya Radit menghubunginya kalau orang tua mendiang Artika ingin membicarakan hal yang penting,tak disangka justru mereka sangat murka mengetahui Radit sudah menikah.
__ADS_1
"Enak saja Kamu mencampakkan anakku,sedangkan Kamu bersenang senang diatas penderitaan Kami"Ucap Maminya Artika,wanita itupun tak kalah marahnya terhadap Radit.
"Maksud Mami mencampakkan bagaimana?"kening Radit berkerut tak mengerti.
"Kamu pura pura ga ngerti,Anakku mati gara gara Kamu dan Kamu sekarang melupakan anakku begitu saja?"
"Kamu bilang Kamu tidak akan pernah menikah dengan wanita lain,Kamu akan selalu setia pada Anakku..sekarang apa maksudnya semua ini."Tanya Papi Artika.
"Bahkan Kamu menolak saat Aku jodohkan dengan Arsinta."
"Dasar laki laki pembohong"Hardik Papi.
"Kamu tentu tau Aku sangat mengharapkan Kamu menjadi menantuku,Kami sangat memaklumi saat Kamu masih terpuruk dan memutuskan kalau tidak akan pernah menikah dengan wanita manapun,Kami menghargainya,karena Kami yakin cintamu benar benar besar untuk Artika"
"Tapi sekarang apa?Kamu membohongi Kami"ucap Orang tua Artika berapi api.
"Apa maksud kalian ini?"Mama Radit langsung nimbrung begitu mendengar anaknya diserang dan disudutkan dengan kata kata yang tajam
"Apa kalian ingin Anakku terus menderita?meratapi Anak kalian yang sudah tiada?"
"Kok ada sih manusia seperti kalian,sungguh sangat egois dan sangat picik"Ucap Mama Radit sinis.
"Apa hak kalian mengatur anakku?"
"Mau menikah dengan siapapun itu hak Dia,tidak ada hubungan dengan kalian"Ucap Mama Radit emosi.
"Tapi Kami terlebih dahulu menjodohkan Anakmu dengan Arsinta Adik dari Artika,Dia pasti bahagia dialam sana dan pasti merestui pernikahanmu dengan Adiknya,Dit"Ucap Mami Artika dengan lembut,tidak seperti tadi Marah marah.
"Maaf Kalo sekarang ini Radit sudah membuat Mami dan Papi kecewa,Bagi Radit Kalian adalah orang tua Radit dan Arsinta sudah Radit anggap sebagai Adik sendiri,gak akan mungkin Radit menikahi Adik sendiri,walaupun tidak ada pertalian darah.Radit harap kelah Arsinta bisa mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik dari Radit.Dan juga Untuk Artikaa...Dia akan selalu ada dihati Radit,Radit tidak oernah melupakannya sedikitpun,namun Radit juga punya hak untuk bahagia,Radit yakin Artika juga ingin melihat Radit bahagia disini,Dia pasti sedih kalau Radit harus terus terusan meratapi kepergiannya,apalagi sudah lima tahun yang lalu,Radit rasa itu sudah cukup."
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya Bestiiiee😘😘😘