
Radit harus gigit jari karena niatnya untuk pulang cepat tidak bisa terlaksana,Kontrak kerja sama dengan para pengusaha singapura tidak bisa diwakilkan oleh asistennya,apalagi ada pertemuan dengan para pengusaha se Asia Tenggara,dan bahkan Radit menjadi salah satu pembicara disana,untunglah sang sekertaris segera mengingatkan jadwalnya selama di singapura,jadilah kini Radit harus menahan sabar,kerinduan pada anak Istrinya harus Dia kesampingkan karena pekerjaan yang benar benar mendesaknya.Denis dan Angel hanya mengumlum senyum melihat rasa kesal yang dapat terlihat jelas diwajah Radit,walaupun sebenarnya kasian dan tak tega juga melihatnya.
"Sabar dong Bos,bentar lagi juga pulang,kayak udah bertahun tahun aja ga ketemu,pada baru juga 3 hari!"
"Lo ga ngerasain sih gimana tersiksanya Gue,Lo enak ada si Angel,lahGue berhari hari harus jauh dari anak Istri!"
"Ah Lebay banget nih si Bos,baru 3 hari doang,lagian punya Istri cantik dan seksi begitu bukannya disayang dan dimanja malah dimusuhin terus,salah siapa,jadi kesiksa kan!"
"Dah jangan banyak omong Lo,cepet Kita nanti telat ke Pertemuannya,udah beres dari Pertemuan Para Pengusaha seAsia Tenggara,Aku langsung pulang ya Den."
"Ya memang Kita akan pulang Bos,masa mau disini terus,Aku juga sama Angel pulang,dah kayak Anak.kecil ngerengek terus minta pulang,Aduuuh bikin puyeng!"
Radit ,Denis dan Angel berangkat ke sebuat Hotel bintang lima tempat diadakannya pertemuan Para Pengusaha seAsia Tenggara.Walau niat awal Dia tidak akan hadir,namun bujukan maut Denis sang asisten membuat Radit membatalkan kepulangannya yang akan dilakukan lebih awal.
*********
Akhirnya setelah 3 hari disingapura,Radit kini bisa berkemas dengan tenang,dan pulang Pagi ini,menggunakan jetpribadinya.Kedua asistennya pun ikut dengannya,walau rencana awal akan pulang duluan,tapi ternyata masih banyak hal yang harus diurus.
Kurang lebih 2 jam perjalanan Jakarta Singapura,Radit sudah berada dalam mobilnya menuju kediaman sang mertua,Sudah Dia siapkan mainan yang banyak untuk Rafa,dan hadiah untuk menyogok sang Istri agar tidak marah padanya.Wajahnya begitu berseri seri,tak sabar rasanya bertemu dengan sang Anak dan melepas Rindu serta melampiaskan hasrat yang sudah menggelora didadanya.
Terbayar wajah sang Istri kemarin,kecantikan alaminya begitu terpancar,menjadi seorang Ibu muda,sikap dan sifat Bilqis terlihat lebih dewasa dari umurnya,berbeda dengan Radit semakin tua semakin kekanakan,membuat Dia terkekeh sendiri saat menyadarinya.
Radit sengaja tak memberi tahu sang Istri perihal kepulangannya,Dia ingin membuat kejutan kecil padanya,Bilqis pasti akan senang,apalagi Dia membawa hadiah kecil untuk sang Istri yang sengaja Dia pesan untuk memenangkan hatinya kembali.Dia ingin mengakhiri kemarahannya pada sang Istri,Dia tak ingin masalahnya berlarut larut yang akan menyebabkan rumah tangganya menjadi kacau,Dia bisa merasakan betapa menderitanya jauh dari Anak dan Istrinya,terutama jauh dari Bilqis,Rasanya sudah tidak kuat harus terus menahan sesuatu yang sudah belingsatan dibawah sana,cukup sudah pelajaran yang Dia berikan kepada sang Istri,hari ini Dia akan menyenangkannya,apalagi Bilqis sudah membuat hatinya tenang karena waktunya hanya akan Dia fokuskan untuk mengurus Rafa.
30 menit kemudian,mobil yang membawa Radit sudah sampai didepan rumah sang mertua,senyum tak lepas dari wajahnya.Sudah terbayang bagaimana terkejutnya wajah sang Istri,dan akan langsung menghambur ke pelukannya,pikir Radit.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bunda!"Radit melihat Ibu mertuanya begitu kaget saat Pria ganteng itu tiba tiba sudah berada dihadapannya dan mencium tangannya.
"Lho nak Radit,kapan dateng?"Tanyanya dengan wajah penuh keheheranan dan juga kebingungan.
"Baru dateng Bund,dari bandara langsung kesini!"ucapnya dengan wajah sumringah.
"Oalah langsung kesini to yaampun,kok ga ngasih kabar,Bunda pikir Nak Radit pulangnya masih lama,Iqis malah bilang katanya ga akan pulang.Dasar tu anak ada ada aja!"
"Bilqis memang sukanya bercanda Bun hehe!"
"Iya tu anak ada ada aja,katanya Nak Radit betah disana,gak akan pulang pulang,Dia tuh memang kalau bercanda suka ngeselin!"
"Ya sudah Nak Radit,duduk saja dulu.Pasti capek banget,Bunda bikinin minuman kesukaan Nak Radit ya,tunggu sebentar!"
"Gausah repot repot Bun,Biar Bilqis saja yang buat!"
"Gausah Bun,biar saya keatas saja langsung.Saya sudah kangen dengan Rafa!"Ujar Radit yang sudah tidak sabar untuk bertemu sang Anak dan juga sang Istri yang begitu ingin dipeluknya.
"Hah,memangnya nak Radit tidak tau?"
"Tidak tau apa Bun?" Tanya Radit tak bingung.
"Lho lho lho,jadi nak Bilqis belum ijin?"membuat Radit semakin bertambah tak mengerti arah pembicaraan sang mertua.
"Ijin Pa Bun?"Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Ya ampun itu anak,kok ga ijin sama Suami!"
.
"Maksudnya bagaimana Bun?"Radit sulit mengerti dengan ocehan sang mertua yang sangat berbelit belit.Rasa lelah dan rasa rindu bercampur jadi satu,namun sang mertua sepertinya tidak menyadari betapa Dia sangat tersiksa dengan rasa rindunya.
"Bilqis kemarin ke Bandung sama Rafa diantar Ayahnya,karena Bilqis bilang sama Bunda,kalau Nak Radit pulangnya masih lama,Dia suntuk katanya,mau healing sebentar,sekalian mengajak Rafa jalan jalan,karena Bilqis bilang,Dia tak tau kapan nak Radit pulang!Yaampun tu anak,suami pulang Dia malah pergi jalan jalan!"
"Maaf ya Nak,Bunda tidak tahu kalau ternyata Iqis belum ijin sama Nak Radit!"
"Oh,jadi Bilqis kebandung sama Rafa!"Radit langsung terduduk lunglai,padahal Dia pulang terburu buru ingin melepas rindu,namun kedua orang yang dirindukannya justru malah tidak ada,lututnya langsung lemas seketika.
Flasback
Bilqis menutup teleponnya dengan kesal,taktiknya untuk berbaikan dengan sang Suami dengan cara menggodanya sama sekali tidak mempan,Radit masih saja beesikap menyebalkan padanya.Hal itu membuatnya sangat dongkol,padahal Dia rindu sekaligus lelah bermusuhan dengannya,namun upayanya untuk berdamai ditolaknya mentah menatah oleh sang Suami.
"Dasar Aki Aki tua nyebelin,memangnya Dia aja yang bisa marah!"
"Oke kalau begitu,Kita lihat saja siapa yang akan datang duluan,Aku atau Kamu!"
"Dari pada diem dirumah mikirin suami yang nyebelin,mending Aku jalan jalan aja keBandung,kerumah Teteh.Lumayan bisa jalan jalan,shoping,wisata kulineran.Sepertinya Aku butuh healing,daripada disini nangisin Aki Aki Tua nyebelin yang ga tau kapan pulangnya,gatau kapan ngambeknya reda."
"Kita akan kebandung hari ini Rafa,Kita butuh liburan dan hiburan,Mami cape disini nangisin Papi Kamu terus,mending Kita senang senang,makan makan sama Teteh,Ok sayaang!"Bilqis menggendong dan menciumi bayinya yang semakin bertambah menggemaskan.
Sang anak yang bertambah temben tampak tersenyum lebar seolah mengerti apa yang sang Mami sampaikan.Bilqis bergegas menemui sang Ayah yang kebetulan hari ini akan berangkat ke Bandung,karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.Dan hal itu pula yang membuat Bilqis mempunyai ide untuk healing sejenak sambil melupakan rasa kesal dan sebalnya pada sang Suami.
__ADS_1
*******