
Bilqis melepaskan pelukan Arman,Dia tidak ingin lebih jauh terhanyut dengan perasaanya,dan membuatnya tidak nyaman.
"Kok bisa ada disini?"tanya Bilqis dingin sambil membuang muka menghindari tatapan lelaki yang juga dirindukannya.
"Iqiiis Aku Kangen Kamu"sambil meraih tangan Bilqis,memegangnya erat dan mengusap usapnya dengan Ibu jarinya.Bilqis ingin menghempasnya namun hatinya tak kuasa menolak perlakuan manisnya itu.
"Aku berusaha secepatnya bisa menyelasaikan kuliahku dan akhirnya bisa mengajar disini,ditempat kekasih hatiku berada."Ucap Arman tersenyum lebar sambil terus menatap Bilqis yang salah tingkah dan gugup yang semakin membuatnya gemas.
"maksudmu kekasih?"
"Siapa kekasihmu?"Tanya Bilqis dengan dengan mimik wajah yang kesal dan menahan marah,Dia sangat ingat kejadian waktu itu.
"Tentu saja Kamu sayaaang"Jawab Arman mantap dan masih terus menatapnya mengagumi wanita yang sangat dicintainya itu.
"Itu dulu,Aku dulu memang kekasihmu,tapi sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa apa"ujar Bilqis ketus,sambil menghempas genggaman tangan Arman.
"Jadi jangan suka ngaku ngaku" Bilqis melipat kedua tangannya dan memunggunginya dengan kesal.
"Kenapa Kamu berbicara seperti sayaaang"ucap Arman merayu Bilqis yang tengah merajuk.
"Kamu pura pura berlagak bodoh,waktu itu yang Aku lihat di Mall itu apa?"
"ekting?"ucap Bilqis nyolot
"Oh yaampun sayaaang" Arman memegang bahu Bilqis dengan lembut agar berpaling menghadapnya,namun lagi lagi tangan Arman dihempasnya.
"Jangan panggi sayang sayang,Aku risih dengernya"
"Bunny...pleaseee percaya sama Aku,Aku ga ada hubungan apa apa sama Dia"
"Dia itu Cuma..."
"Cuma apa?"
"Gausah ngelak,Aku liat dengan mata kepalaku sendiri "
"Iya tapi Dia itu cuma se sepupuku"Ucap Arman meyakinkan Bilqis dan berusaha mendudukkan perkara yang sebenarnya agar Bilqis mengerti.
"tentu saja Kami tidak ada hubungan apa apa"
"Beneran Dia cuma sepupuku Kamu"Ujar Bilqis tidak percaya.
"I -Iya Qis,masa Aku bohongin bidadari cantik seperti Kamu"
"Cinta Aku cuma buat Kamu Bunny"
"Kamu harus percaya itu"
"Pecaya kan Kamu sama Aku Qis"Ucapnya dengan manik mata yang berkaca kaca agar Bilqis percaya padanya.
"Mas Arman bisa buktiin ga,kalo Dia sepupunya Mas Arman?"tanya Bilqis yang masih meragukannya.
"Aku akan buktikan kalo Dia hanya sepupuku, Iqis sayaang....my Bunny Sweety"
Ucapnya lagi meyakinkan dengan rayuan gombalnya.
"Tapi untuk sekarang belum bisa,karena Dia kuliah di Luar negeri"
"Kemarin itu Dia sedang liburan,minta ditemani belanja ke Mall"
__ADS_1
"ya terus ketemu kamu,dan ternyata malah timbul kesalah fahaman"
"Aku dengan tulus minta maaf sama Kamu Qis,Karena membuat hati Kamu tersakiti dan berfikiran kalo Aku selingkuh"
"Padahal kenyataannya Dia hanya sepupuku"
"Pliis Bunny parcaya kan sama Aku.pleaseee"
Bilqis masih bimbang,belum benar benar mempercayainya, sebelum bertemu dengan orang yang menurut Arman sepupunya itu,namun Dia tak tega melihat Arman dengan wajah memelas seperti itu.
"Ya Aku akan maafin Mas Arman,tapi maaf Mas..hubungan Kita ga bisa seperti dulu"Ujar Bilqis yang lagi lagi menjaga jarak dengan lelaki itu
"Kenapa memangnya Qis?"Arman memandangnya dengan tidak rela
"Ya ga bisa aja"
"Kenapa?tanya Arman tegas karena tak ingin kehilangan lagi wanita yang disayanginya itu
"Bukannya Kamu udah maafin Aku"
"Iya tapi hubungan kita ga bisa seperti dulu lagi,maafin Aku Mas.."jelas Bilqis lagi namun Dia tak mampu menyebutkan kalo sebenarnya Dia sudah menikah.Rasanya belum berani Dia menyampaikannya,melihat betapa sayangnya laki laki itu kepadanya.
"Tapi bolehkan Aku dekat sama Kamu,anggaplah Aku Sahabat atau teman dekat Kamu,karena Aku ingin selalu dekat dengan Kamu Bunny"ujar Arman yang masih memanggilnya dengan nama kesayangannya itu,sedangkan Bilqis hanya termangu tak kuasa menjawab apa apa,walaupun hati kecilnya masih sangat ingin bisa seperti dulu,menjadi kekasih hatinya,tapi Dia menyadari ikatan pernikahan dengan Radit sudah tak memungkinkannya berhubungan dengan lelaki lain.
"Udah dulu ya Mas Arman,Aku masih ada kelas lain"
"nanti pulangnya Aku anter ya."pinta Arman
"Gausah Mas..Aku bareng temen,lagi pula Aku gamau ada gosip yang aneh aneh,jangan sampai Mas Arman dipecat jadi Dosen gara gara ada skandal."Ujar Bilqis sambil tersenyum dan pergi dari ruangan itu,sedang Arman tak kuasa mencegahnya.
"Untuk kali ini Aku mengalah Bunny,tapi tidak untuk hari hari selanjutnya"gumam Arman.
.
.
.
"Ngurus proyek gini aja Kamu ga becus Den?"
"Proyek cemen gini aja harus Aku yang turun tangan"
"Bukan begitu Bos,sepertinya ada pihak pihak yang menghasut,agar proyek kita gagal,sehingga penduduk yang akan menjual tanahnya ke Kita tiba tiba berubah pikiran,mereka tidak mau dan menuntut agar proyek kita dibatalkan Bos"terang Denis menjelaskan permasalahan yang terjadi.
"Kita harus kesana langsung Bos,negosiasi langsung dengan penduduk Desa,dan kita sikat langsung saja para penghasut yang ingin mengacaukan pekerjaan Kita."
Radit hanya memijit mijit keningnya,pikirannya kalut dan bercabang,antara pekerjaan dan juga masalah rumah tangganya.
"Sebelum Kita tuntaskan pekerjaan kita diluar kota,tolong Kamu carikan supir untuk Istriku"pinta Radit pada orang kepercayaannya itu.
"Lho memangnya belum ada Bos?"
"Lalu selama ini Nyonya Muda diantar siapa Bos?"tanya Denis.
"Bukan Urusanmu,cepat cari sekarang juga"
"setelah itu pimpin rapat direksi hari ini"Ujar Radit kesal.
"Aku akan keluar sebentar"
__ADS_1
Radit tergesa gesa pergi,Dia ingin menjemput Istrinya karena kebetulan sabtu itu Bilqis pulang lebih cepat dari biasanya.Radit ingin memberinya kejutan,dengan menjemput Istri kecilnya itu.Juga perkataan Ibunya yang sepenuhnya benar yang menyebabkan ada perasaan bersalah pada Istri kecilnya.Dia berencana ingin mengajaknya makan bersama,apalagi Radit hampir samasekali tidak pernah mengajaknya pergi keluar.Ini adalah momen yang pas,sebelum Dia berangkat keluar kota untuk menuntaskan pekerjaannya.Bergegas Dia kemobilnya dan melaju dengan kencangnya,Dia ingin sekali bertemu dengan Bilqis.Apalagi Dia mengingat ciumannya,wangi rambutnya,sikap konyolnya gadis kecil itu,membuatnya senyum senyum sendiri.
.
.
"Lama banget sih di ruangan Dosen,ngapain aja?"selidik Ririn curiga.
"Dari tadi Aku nungguin sampe jamuran gini ih sebel."
"Sorry sorry deh...tadi diruangan Pak Dosennya sebentar,Cuma Aku kebelet,gakuat.."ujar Bilqis beralasan.
"Iiih jorok,pantesan lama banget"ucap Ririn sambil meringis
"Yaudah yu ah"
"Mumpung masih siang gini,kita jalan jalan,nonton,terus belanja,kali ini Asli ga pake boong belanjanya,pokoknya kita happy happy.Ok?Ajak Bilqis yang tentu saja membuat Ririn bersorak bahagia.
"Ok deeeehhh"
"kemooon Beeiiib"
Bilqis berjalan bahagia menuju gerbang kampus karena taksi online sudah menunggunya.Dua remaja itu tertawa tawa dengan senangnya.
Saat sudah sampai digerbang Kampus,dilihatnya Seorang laki laki yang Yang amat sangat dikenalnya berdiri bersandar dimobil mewahnya sambil sesekali melihat jam tangan mahalnya,Yang ternyata itu adalah sang Suami,Radit Raharja.Berdiri gagah memakai kaca mata hitam dan baju yang tadi dipilihkan Bilqis.Membuat orang yang melihatnya terpesona sambil berbisik bisik mengagumi,namun tidak ada yang berani mendekat.
Bilqis tampak sangat panik,ditariknya lengan Ririn untuk bersembunyi menjauh dari Radit jangan sampai mereka terlihat,Bilqis berjalan mengendap endap sambil sesekali menoleh ke belakang.
"Ada apa sih Qis?"
"Aneh banget pake sembunyi sembunyi segala"Ujar Ririn dengan sewotnya
"Ssssstttt..diem"
"jangan berisik.."
ujar Bilqis semakin menjauh dari tempat Radit menunggunya.
Bilqis menyuruh taksi online menunggu ditempat yang sudah diubahnya,agar Dia bebas pergi tanpa terlihat Suaminya.beberapa kali Radit meneleponnya namun tidak Digubris samasekali,Kemudian Dia matikan teleponnya.Untuk kali ini Dia benar benar tidak ingin bertemu dengannya.Apalagi kata kata Radit yang selalu menusuk hatinya.Kata katanya sangat tajam tanpa memikirkan perasaan orang lain.Dia sudah sangat kesal.
"Memangnya siapa Dia,mentang mentang orang kaya bisa seenaknya"Gumamnya.
"tadinya Aku ingin memantapkan hatiku untuk bisa menerima pernikahan ini,tapi melihat sikap Mas Radit yang seenaknya,Aku jadi berfikir dua kali."
"Aku ingin cepat cepat berpisah dari Dia"
"Mungkin Aku akan memberikan kesempatan pada hubunganku dengan Mas Arman"
Batin Bilqis saat melihat dari jauh Suaminya menunggunya,Bilqis melihatnya di kaca mobil taksi online yang ditumpanginya.Ada perasaan tidak enak telah meninggalkan Radit tapi Dia benar benar tidak siap,Rasa marahnya sudah mencapai ubun ubunnya.
Sementara Radit dengan sabar menunggu Bilqis walau sudah satu jam Dia menunggu,rasa lelah ditahannya,bahkan telepon dari Denis dan telepon dari rekan bisnisnya Dia abaikan.Namun Bilqis belum juga terlihat batang hidungnya,Dia sudah bertanya pada beberapa Mahasiswa yang lewat namun mereka tidak mengenalnya,ada pula yang bilang jika Bilqis sudah pulang.Namun tetap saja Dia ingin menunggunya berharap Bilqis senang dengan kejutan dan perhatiannya.
.
.
****
Karya Aku cuma begini adanya,masih remahan rengginang,Mohon selalu dukungannya Readerrrss...😇😇😇😇😇😇🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1