TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Saling Memanasi


__ADS_3

"Honey Honey tunggu jangan pergi"Radit berusaha mencegah sang Istri,namun Wanda dengan cepat mencegahnya.


"Sudahlah Mas Didit,tidak usah dikejar,mungkin karena Dia masih anak anak,sehingga sikapnya seperti itu,sangat kekanakan,Dia mudah merajuk.Maaf ya Mas,semua gara gara Aku.Aku sungguh tidak tahu kalau Bilqis begitu tidak menyukaiku,Aku.. Aku sungguh tidak bermaksud membuat kalian bertengkar seperti ini.!"Ujarnya dengan wajah dibuat sesedih mungkin bahkan memaksa agar airmata bisa keluar sehingga actingnya semakin meyakinkan.


"Aaacchhh Kaki Aku Mas...Kaki Aku sakit lagi."


"Kenapa Wan?"


"Mas tolong,Kaki kananku sepertinya agak berat untuk digerakkan,sakiit Maass aaah!"Wanda meringis kesakitan sambil memegang betisnya.Melihat hal itu membuatnya urung untjk mengejar Bilqis karena melihat kondisi Wanda yang seperti itu,membuatnya khawatir.


"Duduk dulu Wan,lebih baik Aku antar Kamu ke Dokter."


"ngga nga...gausah Mas.Nanti juga baikan sendiri.Aku gapapa sakit begini,masih bisa Aku tahan,cuma Aku gamau melihat Kamu sedih Mas,Istri Kamu sepertinya sering buat Kamu kesal ya,harusnya Kamu agak keras sama Dia Mas,maaf bukannya mau ikut campur dan menggurui.Kalau Suami tidak tegas,biasanya Istri seperti itu mudah bosan,dan Dia mudah selingkuh.Kalau Mas tidak percaya,silakan saja.Lebih baik jangan terlalu menampakkan perasaan mu Mas,walaupun Kamu sangat cinta sama Istrimu.Kamu harus bersikap keras dan tegas,agar Dia tidak pernah berpaling dari Kamu,Aku bicara seperti ini karena Aku sendiri seorang wanita,jadi Aku sangat mengerti sifat sifat semodel Istrimu itu,apalagi kalau Istrinya mudah melawan Suami,wanita seperti itu mudah tergoda dengan lelaki lain Mas.Mas harus hati hati."Ucap Wanda sambil pura pura meringis memijit Kakinya.


"Apa iya seperti itu,tapi Istriku jauh dari sifat yang Kamu sebutkan.Dia sangat mencintaiku,begitu pula sebaliknya"


"Coba saja nanti buktikan sendiri sama Mas Didit.Istrimu itu sangat cantik,dan Dia sangat menyadarinya,Dia pandai berdandan agar Dia menjadi pusat perhatian,agar setiap Lelaki menggodanya,Aku dulu saat seusianya persis seperti itu Mas.Tolong Mas jangan salah faham.Aku memberitahu ini karena Aku sahabat Kamu,Kita sudah mengenal sejak lama.Tentu Kamu tahu bagaimana sikapku selama ini."


"Sudahlah Kamu tidak usah banyak bicara lagi,tolong Kamu bereskan laporan yang Aku minta tadi."ujar Radit,hatinya agak panas,sedikit banyak omongan Wanda membuatnya agak was was.


Sementara Bilqis pergi meninggalkan ruangan sang Suami dengan perasaan sangat kesal.Lagi lagi suaminya membela perempuan menyebalkan itu. mengecewakan perasaannya benar benar membuatnya muak.


Cukup Dia dipermalukan didepan sekertaris menyebalkan itu,Bilqis bergegas pulang,rasanya menyesal mengapa Dia harus pergi kekantor sang Suami Bila ternyata Dia sama sekali tidak menghargainya,Radit justru selalu membela Wanita menyebalkan itu,berjuta kata cinta Dia ucapkan,tapi Dia selalu membela perempuan itu padahal jelas jelas Dia berbohong dan memutar balikan fakta,tapi sepertinya Radit lebih mempercayai perempuan itu dibanding dirinya.


"Aku menyesal mengapa Aku harus kesini,Aku benar benar merasa dipermalukan,Ahhhh... menyebalkan.Padahal lebih baik kuhabiskan waktuku bersama Rafa,Anakku sering Aku tinggal,dan Aku malah keluyuran ga jelas dikantor ini!"


Bilqis melirik terus kebelakang,berharap sang Suami mengejarnya,padahal Dia sengaja berlama lama agar Radit mengejarnya,tapi tidak ada,walau hanya sekedar bayangannya pun tak terlihat dari pandangannya.Bilqis bergegas masuk kedalam lift itu,namun fiba tiba ada tangan kokoh menelusup mencegah pintu lift itu tertutup.


"Bilqis!"


"Panca!"


Bilqis terpekik kaget,begitu melihat seseorang yang Dia kenal berada dikantor suaminya.walau Dia berharap bahwa itu Suaminya.


"Kok bisa ada sini!"ujar mereka berbarengan.Dan tertawa bersama.


"Kamu kok ada disini Ca?"

__ADS_1


"Iya nemenin Papaku meeting disini,ketemu sama CEO nya menawarkan kerja sama,Aku mulai bantu bantu sedikit dikantor Ayahku sekaramg,sambil menunggu wisuda."Jawab Panca.


"Ooooh!"


"Terus Kamu sendiri?"Tanya Panca.


"Nganterin makanan untuk suami Aku,tapi ternyata Dia udah makan,yaudah Aku bawa pulang aja makananya."Jawab Bilqis.


"Waaah,kebetulan yang sangat tepat,barusan Aku mau makan dikantin,tapi gila penuh banget kantinnya,buat Aku aja deh kalo ga dimakan,Aku akan terima dengan senang hati,apalagi yang masak perempuan secantik Kamu!"


"Laki laki memang dimana mana sama,tukang gombal."ucap Bilqis sambil tersenyum sinis pada temannya itu.


"Jangan disamain dong,Aku beda Qis.karena Aku beneran lapar!"


"Yaudah makan bareng aja yuk,gausah jauh jauh.makan ditaman belakang sini aja,nyaman kok!"Ajak Panca.


"Mmmmmhh boleh deh,Aku juga udah lapar banget."


Merekapun berjalan berdua sambil tertawa tawa,sejenak Bilqis menjadi lupa apa yang dialaminya beberapa menit yang lalu karena Panca si lelaki humoris itu selalu membuat Dia tertawa dengan guyonan absurdnya."


Mereka sudah sampai ditaman dekat kantor sang suami.Tamannya tidak terlalu luas namun terlihat asri dan sejuk,kemudian Mereka memilih duduk dibawah pohon Rindang yang nyaman,dan ternyata ada beberapa kursi dan meja yang sengaja disediakan untuk sekedar ngobrol,dan menghabiskan waktu Istirahat para pegawai disana,yang memang dekat dengan kawasan perkantoran.


"Waah ini sih pesta,beruntungnya Aku bisa mencicipi makanan yang menggugah selera ini,disebuah taman bersama wanita cantik.


"Alaaah lebay,dah Sok dimakan,maaf aja kalau masakan Aku kurang enak,Aku belum terlalu ahli."


"Gapapa Qis,Aku justru bahagia,udah lama ga lihat makanan seenak ini,makanan rumahan.karena Aku jarang banget makan makanan rumahan seperti ini.Aku banyaknya jajan diluar.Mamaku sama sekali ga bisa masak.Sedangkan ditemoat Papa Aku jarang kesana,Aku kurang akur dwngan Ibu tiriku.Ehh kok malah jadi curhat ya,sorry Qis!"ujarnya.


"Gapapa santai Bro,sekarang silakan dinikmati,untung ketemu Kamu,jadi ga mubazir ni makanan.!"ujar Bilqis tersenyum sambil menyodorkan wadah plastik berisi nasi.


"kalo kebanyakan,sisain aja disitu."


""Waah segini sih,sejujurnya kurang Qis,Aku ini tipe kuli kalo makan,nasinya harus sementung penuh.Baru puas!"


Bilqis tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Mmmmhhhhh enak bangettt,gilaaaa mantap banget ini sumpah,makanan paling enak yang pernah Aku makan!"

__ADS_1


"Apalagi ini Ayam taliwang sama tumis sayurannya enak bangetttt.Juara!"


""Aaahhh Kamu dari tadi muji muji mulu,udah kayak food vloger yang lagi diendors tau ga!"


"Tapi Qis,asli ini enak banget!"


Panca begitu lahap memakan makanan yang dibawa Bilqis,membuat Bilqis senyum senyum melihatnya,Bilqis merasa klop bila sudah bersama teman sebayanya itu.Pembawaannya membuat mood Bilqis langsung senang didekatnya,maka dari itu Bilqis mengagap Panca sebagai sahabat baiknya,walaupun Dia tau perasaan Lelaki itu padanya,tapi Bilqis selalu meyakinkan lelaki itu agar Dia ingat bahwa Bilqis wanita yang sudah bersuami,jadi tidak ada dalam kamusnya untuk berkhianat pada Sang Suami,apalagi Dia sangat mencintainya.Walaupun akhir akhir ini sikap Radit sering membuatnya kecewa.


"Setelah beres kuliah Kamu lanjut kemana Qis?"Tanya Panca yang mencomot tempe bacwm sambil Dia colek ke sambel korek yang hot jeletot.


"Ga kemana mana,Aku dirumah aja membesarkan Anakku dan menjadi Istri yang baik untuk suamiku."Jawab Bilqos santai.


"Woww mulia sekali pikiran Kamu Qis,Aku ga nyangka,dijaman modern begini,masih ada seorang wanita seperti Kamu."


"Banyak kok yang berfikiran kayak Aku,Ca"


"Lulus kuliah itu bukan berarti harus kerja kantoran,Ibu rumah tangga juga kan harus berpendidikan.Karena mencari ilmu itu bukan hanya untuk kerja kan!"


"Bener banget Qis,Aku setuju dengan pemikiran Kamu.Aku jadi semakin bertambah kagum sama Kamu Qis...Tolong lain kali selain bawain makanan,bawain juga gadis secantik dan semanis Kamu,sepintar Kamu,sebaik Kamu,dan masakannya seenak ini Ya Qis pleaseeee!"


"Ga ada!"


"Didunia ini ga ada yang sama seperti Istriku,dan Dia hanya milik Aku,jadi jangan pernah deket Dia,dan merayu Dia seperti itu lagi!"Sentak Radit yang tiba tiba saja muncul dibelakangnya.Membuat Panca kaget dibuatnya,sedangkan Bilqis yang melihatnya membuang muka dengan sebal.


"Sayaang,ayo pulang!"Ucap Radit tegas dan tajam,yang dijawab Bilqis dengan tatapan sinis dan marah.


"Eh salam kenal Om,Saya Panca temannya Bilqis!"ujar Panca yang begitu kikuk melihat Radit yang berdiri gagah dibelakangnya.Sorot matanya tajam memandanginya,tatapannya sangat mengintimidasi,membuatnya benar benar grogi dilihat seperti itu.


"Bilqis dengar ga,pulang sekarang!"Sentak Radit .Bilqis sebenarnya sangat enggan,namun mau tidak mau Dia menuruti perintah sang Suami.Dia tak ingin permasalahan rumah tangganya diumbar didepan umum.


"Bro thank you ya udah ngabisin makanan hasil karya Aku,semoga Kamu suka.Lain kali Aku buatin lagi ya.Yaaaa walaupun ga seenak burger buatan Janda."Ujar Bilqis sarkas,membuat Radit mendelik kesal kearah suaminya.


Panca hanya mengangguk tak enak,dan kini Dia mengerti permasalahan sang sobat,ternyata gadis itu dilanda cemburu.begitu pikirnya.


"Aku duluan Brooo,nanti wisuda jangan lupa foto bareng ok bye!"Radit setengah menyeret langkah sang Istri,Dia kesal sekali melihat keakraban Bilqis dengan temannya itu.


.

__ADS_1


.


*********


__ADS_2