
Bilqis mengerjapkan matanya dan menggerak gerakkan wajahnya yang terasa hangat dan nyaman,tangannyapun terasa menyentuh sesuatu yang hangat.
"Ya ampun"
Bilqis memekik tertahan saat menyadari dirinya tengah memeluk suaminya dan kakinya menindih sesuatu diantara pahanya yang ternyata senjata laras panjangnya berdiri dengan kokoh membuat Bilqis kaget,karena dia bisa merasakannya,membuat Dia bergidig ketakutan.
"kok bisa sih aku tiba tiba ada diposisi seperti ini?"gumamnya
"perasaan aku sudah menaruh bantal dan guliiing...Aduuuh"Bilqis merasa malu dengan kelakuaannya sendiri.
Padahal jelas jelas Dia yang sudah menaruh bantal dan guling sebagai pembatas,namun sekarang melihat posisinya seperti itu seakan Dialah yang mendekati Suaminya.Sedangkan Bantal Guling yang dimaksud sudah berjatuhan dilantai,sengaja Radit jatuhkan saat memeluk Bilqis.
Kemudian wajahnya mendongak keatas melihat sang suami yang terlelap di tidurnya,tanpa sadar Bilqis tersenyum melihatnya,kemudian Dia memperhatikan wajah tampan suaminya yang ditumbuhi bulu bulu halus itu,dibelainya wajah itu itu diam diam,jari jemari tangannya menelusuri setiap pahatan wajah Radit yang sempurna,alisnya yang tebal,hidungnya yang mancung dan bulu matanya yang lentik,dan rahanya yang kokoh,sungguh sempurna ciptaanNya....batinnya.setelah puas mengagumi suaminya, Bilqis beranjak membersihkan diri.Karena sesuai permintaan Suaminya,Dia harus belajar menjadi istri yang sesungguhnya,dan juga memang sudah kewajibannya untuk melayani sang Suami.
Kini Dia beranjak untuk menyiapkan pakaian yang akan dipakai suaminya bekerja.
Kemeja abu dan setelan jas warna hitam serta dasi warna hitam menjadi pilihannya,kemudian sepatu,kaos kaki,jam tangan yang sudah tertata rapi di walk in closet. Dia ambil yang menurutnya cocok dan serasi dengan pakaian yang sudah Dia siapkan.
Kemudian Bilqis berkutat didapur menyiapkan sarapan untuk sang ssuami,kali ini Dia tidak membuat hal yang sulit yang belum pernah dilakukannya,cukup satu gelas teh lemon hangat dan juga Roti selai coklat sudah terhidang di meja makan,tak lupa teh herbal untuk sang Mama mertua.
"Sayaang Kamu rajin sekali,pagi pagi sudah repot"
"tidak perlu repot repot Nak.."
"Mama jadi ga enak nih"
Ucap Mama saat melihat menantunya sibuk didapur.
"Aaah nggak repot kok Mah,cuma bikin roti selai coklat sama teh Herbal aja"Ucap Bilqis merendah.
"Iiihhh Kamu pinter banget,tau aja kalo Mama memang sukanya teh herbal"
Ucap Mama sambil ke meja makan dan menyeruputnya..
"Iqiiiiis..."Radit berteriak memanggil Sang Istri sambil mematut dicermin,Bilqis yang sedang berbincang dengan mertuanya kaget mendengar teriakan sang suami memanggil namanya.segera saja Dia menemuinya
"Iya Mas ada apa?"tanyanya heran
"pasangkan dasiku"Radit memberika Dasi yang tadi sudah disiapkan Bilqis untuknya.
"Ya ampuuuuun..kirain ada apa sampe teriak teriak segala,cuma gini doang juga harus dipasangin.Biasanya juga pasang sendiri Mas"Bilqis menggerutu dengan permintaan suami yang tidak biasanya.
"kenapa?"
"Kamu ga mau?"Tanya Radit dengan wajah yang biasa saja.
"ya kan masa harus Aku yang masangin,kan Kamu juga bisa Mas"
"udah ya Aku mau nyiapin buku dulu,Aku kuliah pagi takut telat"ujar Bilqis
"Ok kalo gamau,...."
Bilqis bernafas lega kemudian beranjak untuk menyiapkan buku bukunya.
__ADS_1
"Tapi hukumannya akan lebih berat dari semalam"
Ucap Radit datar namun sukses membuat Bilqis berhenti dari langkahnya dan kini berbalik kembali menghadap suaminya,dengan kesal Dia ambil Dasi dari tangan suaminya,Bilqis mulai memasangkannya namun Dia menghindari tatapan suaminya,karena itu membuatnya sangat grogi dan kikuk,harus sedekat itu berhadapan dengan Radit.
Sedangkan Radit terus memandangi Istrinya dengan seksama.
"Hei kenapa terus menunduk,lihatlah Aku.."
Radit mulai menggodanya..
"tadi saja saat aku tidur,kamu terus saja mengusap wajahku sambil mengaguminya"
"sekarang pandangilah Aku sepuasmu..heemmh"
ucapnya lagi,yang seketika wajah Bilqis merah padam.
"Iihhh siapa lagi yang mandangin wajah kamu...ge er"
Bilqis sampe gemetar memasangkan dasi sang suami antara malu dan juga grogi,apalagi Radit menggodanya terus.Radit tersenyum puas melihatnya,sebenarnya tadi Dia sudah terbangun lebih dulu,namun saat ada gerakan dari Istrinya untuk bangun dari tidurnya,dengan cepat Radit memposisikan Bilqis seolah dialah yang memeluk dirinya.
"Bisa ngga nih"
"Bisa seharian Aku berdiri disini cuma buat dipasangin dasi.
"Iya ini udah,cerewet banget sih"
"Tuh udah selesai cuami bewok aku makin ganteng"
Radit mengecup bibir Aisyah gemas,Yang serta merta membuat Bilqis terkesiap dengan perubahan sikap Suaminya yang berubah mesra,antara senang,bingung,dan juga malu jadi satu.
"Apa karena ada Mama disini ya"
"Tapi bukankah ini yang aku harapkan?"
Bilqis berbicara pada dirinya sendiri.
Kemudian Bilqis berdandan,dan menyiapkan keperluan kuliahnya,lalu bergegas menemui Suami dan Mama mertuanya yang sudah berada di ruang makan.
"Sayaaang Kamu kuliah pagi?"
"Iya Ma!"
"Ini juga Iqis takut telat soalnya sekarang ada Dosen baru yang menggantikan dosen killer Iqis Ma"
"Alhamdulillah akhirnya Iqis ga deg degan lagi kalo mau kukiah Ma,soalnya Dosennya galak banget"
Ucap Bilqis sumringah.
"Takut itu bagi orang yang bodoh,kalo Dia pintar pasti Dia bakal suka sama Dosen itu"Ujar Radit datar namun pedas,sambil memakan Roti coklat yang sudah Bilqis siapkan.
Omongannya yang nyelekit seperti itu membuat hati Bilqis ciut,Bilqis hanya bisa diam seribu bahasa mendengar kata kata Suaminya yang lagi lagi membuat hatinya sesak,padahal Dia sudah bahagia sekali dengan perubahan sikap Suaminya yang menurutnya sudah mulai tertarik padanya,namun sekarang sikapnya berubah lagi.Ingin Dia berteriak memaki maki dan bersumpah serapah,namun Dia merasa tidak enak dengan Ibu mertua yang kebetulan sedang berada ditengah tengah mereka.
"Ma..Bilqis berangkat dulu ya,takut sudah telat..."Ucapnya bergetar kata katanya menahan tangis.mencium tangan sang Mama mertua yang begitu baik dan sayang padanya.Tanpa menoleh kearah suaminya,Bilqis bergegas berangkat.Hatinya sudah merasa sesak dengan ketajaman lidah Sang Suami yang sukses membuat hatinya sakit.
__ADS_1
"Radiiit,Kamu kok gitu sama Istri Kamu,Dia pasti sedih dan sakit hati mendengarnya,kata kata Kamu tuh selalu aja begitu.Tajam,pedes,nyelekit."
"Kenapa sih"
Mamanya seketika marah mendengar kata kata anaknya yang membuat sakit hati menantunya.
"Lohh bukannya Radit bener Ma,Justru kata kata itu motivasi buat Bilqis Ma,agar Dia menjadi orang yang cerdas,tidak mudah di intimidasi orang lain,tidak mudah menyerah"
"Itu menurut Kamu Dit,Mama aja pasti sakit hati disindir seperti itu"
"Cepet kejar sana,kasian Istri Kamu"
Ujar Mama sambil mendorong bahu Radit agar mengejar Istrinya.Namun Radit Dia tidak menanggapi,Dia tak ingin membuat harga sirinya jatuh,toh kata katanya memang selalu gajam namun Dia tidak bermaksud mmerendahkan Istrinya itu,begitu menurutnya.
"Udahlah Ma,gausah berlebihan,nanti juga pulang"
Ucap Radit tenang,sambil meminum teh lemon favoritnya.
"terus selama ini Bilqis berangkat sama siapa?"
"Ya sendiri Ma,pake taksi online,ojek online,lagi pula deket kok dari sini jaraknya,ga sampe 30 menit"
"Ya ampun Radiiiiit,tega ya Kamu"
"Istri sendiri suruh naik ojek online,apa gunanya Kamu jadi CEO dari RAHARJA GROUP kalo Kamu ga mampu memberikan fasilitas yang bagus untuk Istri Kamu sendiri."
"Keterlaluan Kamu"
"Kalo Kamu ga mampu membahagiakan Istri Kamu dan Mau selamanya jadi sendiri,itu terserah Kamu,Mama ga akan ikut campur lagi"
"Biar Mama pulangin aja Bilqis ke orang tuanya"
"Mama juga tau kondisi rumah tangga Kamu seperti apa,Kalian selama ini bahkan selalu tidur terpisah"
"Baguslah,Jadi Bilqis bisa mendapatkan Laki laki yang jauuuuuuh lebih baik dari Kamu"
Ucap Mama Murka,Dia tak habis fikir dengan kelakuan Anaknya yang sama sekali tidak perhatian pada Istrinya,tidak peka dan selalu pedas juga dingin.
"Bu-bukan gitu maksud Radit Ma"
"Radit Cuma.."
"Cuma apa?"
"Sudah lah...Mama lebih baik pulang,Mama terlalu berharap banyak sama Kamu"
.
.
.******
Mohon terus dukungannya ya...😇😇😇😇
__ADS_1