TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Sembunyi Sembunyi


__ADS_3

"Aku tunggu dikamar ya,jangan lupa pake baju seksi kemarin"


"Aku penasaran samaaa.... itu kamu.."


Kata-kata dari suaminya itu membuatnya cemas dan bergidik ketakutan,Dia jadi ingat perkataan Kakaknya kalau seorang gadis pertama kali melakukan hubungan dengan suaminya,itu rasanya benar benar sakit,dan Dia ingat Kakaknya itu bilang,Dia sampai menangis saking sakitnya,membayangkannya saja sudah membuatnya ngeri.Entah bagaimana menyampaikannya kalau sebenarnya Dia belum siap,namun juga Dia tidak berani menyampaikannya,tidak berani membuat suaminya itu kecewa,membuat perasaannya saat ini benar benar campur aduk,antara bahagia,malu sekaligus takut.Bagaimana cara menyampaikannya pada lelaki dewasa itu kalau Dia benar benar belum bisa memenuhinya,belum siap untuk melayani kebutuhan batinnya.Bilqis masih berlama lama didapur.


"Ateuuu...Iday mau nonton TV."Haidar menghampiri sang Tanteu yang nampak sedang melamun didapur.Bilqis menghampiri Iday dan mengajaknya ke ruang tv untuk menonton,kemudian Dia pilihkan film kartun yang ingin ditontonnya.Sementara Radit dikamarnya sedang senyum senyum sendiri membayangkan kalo malam ini Dia akan menghabiskan malam yang sangat indah dengan Bilqis,membayangkannya saja sudah membuatnya bahagia,apalagi kalo sudah merasakannya,merasakan apa yang selama ini didambakannya.


Waktu menunjukkan pukul 8 malam,Radit sudah menanti sang Istri untuk menghampirinya tapi yang ditunggu belum juga datang.Radit sudah tampak seksi hanya menggunakan ****** ***** dan dibungkus dengan kimono berwarna hitam berbahan lembut,dadanya yang seksi tampak terekspos.


"Sayaaang kok masih disini"Begitu melihat Istrinya sedang menonton tv mendampingi sang ponakan,Bilqis melirik kearah suaminya yang sudah berpenampilan menggoda,terlihat dada bidangnya menyembul dibalik kimono hitamnya,Bilqis menelan salivanya,laki laki dihadapannya ini benar benar mempesona,sangat Indah dan seksi,sejenak Bilqis terbengong bengong ,membuat Radit terkikik melihat reaksi Istrinya itu.


"Are you ready babby"bisiknya dengan suara yang menggoda, Bilqis meremang seraya menggigit bibir bawahnya.


"sebentar mas..."ujar Bilqis sambil menunjuk Haidar dengan dagunya.


"Haidar kok belum tidur nak?"Tanya Radit pada Haidar yang tampak Fokus pada film kesukaannya.


"Iday belum ngantuk Om"jawab Haidar tanpa memalingkan wajahnya dari acara favoritnya.Radit tampak mengerutkan wajahnya kesal, padahal sudah sejak tadi Dia sudah menanti apa yang diinginkannya,sedang Bilqis kembali tampak sibuk berbalas pesan diponselnya,kadang senyum senyum sendiri dengan ponsel itu,semakin menambah kekesalan Radit.


"Sayaaang ayo dooong"


"Apa belum faham dengan maksud peekataanku tadi"Radit mengambil tempat duduk disamping Bilqis yang sangat yang masih fokus dengan ponselnya.


"Eh M-Mas "Bilqis tersenyum kikuk menyadari sang suami sudah duduk disampingnya,Dia sedikit beringsut agak menjauh diri dari Radit,namun Justru sang suami memeluk bahunya dengan cepat semakin merapatkan tubuhnya.


"Kamu disuruh siap siap malah anteng disini"


"Aku jadi nyesel,ngijinin Kamu ajak ponakanmu itu"ujar Radit dengan kesal.


"Iiih kok gitu sih Mas,egois deh"ucap Bilqis sambil merengut


"Kayak anak kecil"ujar Bilqis lagi


"Kok Kamu ga peka sih sayaang"Balas Radit


"Aku udah tersiksa gini kok malah bilang egois"Dia semakin merajuk sembari menyingkirkan rambut panjang Beliqis kesamping,tuk melihat leher putih mulusnya Bilqis yang menggoda kemudian diciumnya,digigitnya dengan pelan,membuat Bilqis berjingkat menahan geli.


"Iiih geser mas"Bilqis menyikut suaminya agar bergeser namun tidak mempan,malah semakin rapat bak lem tikus.


"Kamu senang membuat suamimu ini tersiksa ya"ujar Radit gemas sambil mencubit pipi Bilqis.


"Ya salah sendiri kemarin sok sok nolak Aku"

__ADS_1


"Ya mungkin ini balasannya Kamu dapet karmanya weee.."Bilqis menjuurkan lidahnya,sambil menyirkan tangan suaminya itu dari bahunya


"Suruh tidur dong Qis"bisiknya


"anaknya belum mau tidur"bisik Bilqis.mereka berbisik bisik takut Haidar mendengar perkataanya.


"Kalo gitu kita pemanasan disini aja"ujar Radit,sambil meraih dagunya Bilqis dan mengecupnya bibirnya dengan perlahan.Bilqis tampak sebal karena Radit selalu menciumnya tanpa permisi.


"Mas jangan disini dong,keliatan Haidar,nanti Dia niru"protes Bilqis


"Ngga akan keliatan,kamunya diem aja sayaang"


"Biar Aku yang beraksi,Kamu diem aja"


"Om sama Ateu lagi apa,Iday ikutan bisik bisik dong."ujar Haidar tiba tiba,saat melihat Om tanteunya sedang asik berbisik bisik.


"Iday sayaang,bobo yuk!"ajak Bilqis


"Ini udah malem,ga baik kalo anak kecil bobonya terlalu malem,nanti ga bisa bangun pagi lho.."


"Iday belum ngantuk,Iday masih mau nonton"Haidar masih menolak untuk tidur.


"Ok,sebentar lagi ya,setelah ini Iday harus bobo!"perintah Bilqis tegas,Radit tampak kesal dan sudah tidak sabar dwngan perkataan yang disampaikan Bilqis.


"iya ateu"jawab Haidar.


"Yaudah kita lanjutan pemanasan yang tadi"


Radit mencium bibir Bilqis dengan pelan,namun dalam menghanyutkan,menghi**pnya.melu**tnya,tangannya yang sebelah memegang majalah,menutupi aksinya dari penglihatan Haidar,melepas sedikit hasratnya dengan sembunyi sembunyi.Bilqis terbuai merasakan kenikmatan,namun juga merasa sesak kesulitan untuk bernafas.


"Kalo Aku cium Kamu nafas,terus bales ciuman aku"


"Jangan diem aja"


Radit lagi lagi nyosor terus,sementara bilqis ga nyaman,takut yang dilakukannya terlihat oleh Haidar yang sedang anteng nonton tv.Tanganya kini menelusup kedalam kaosnya yang ketat, mengelus punggungnya yang putih bak pualam,naik turun tangannya merasakan kulit halusnya Bilqis,kemudian berangsur kedepan perutnya kini jadi sasaran tangan kekar suaminya,dielus elus dengan penuh penuh penghayatan, lalu kemudian bergerak keatas.


"Ateu..!!"


Tiba tiba Haidar menghampirinya,sontak saja seraca refleks tangan Radit dihempaskan,padahal sedikit lagi Radit mendapatkan apa yang sudah sangat didambakannya,namun kali ini harus tertunda lagi.Bilqis berdiri takut ketauan anak kecil itu,kemudian langsung menjatuhkan bokongnya dengan cepat tanpa melihat kebawah ada tangan radit yang masih betah berdiam disitu.


"Awww.."Tangan Radit kedudukan Bilqis,Radit meraung kesakitan.


"shhhhh..aduuuhhh"Dia meringis sambil memegang punggung tangannya yang terasa seperti tersengat lebah.sedang Bilqis membuang muka dan mengulum senyum.

__ADS_1


"Bokong kamu tajem banget sih Qis"


"Oh ya ampunn maaf Mas"


"ga sengaja"Ujar Bilqis khawatir walau dalam hati merasa puas dan ingin tertawa lebar.


"Rasain deh ahh.."


"dari tadi tangannya ga bisa diem sih"


"Azab seorang suami mesum"gumamnya dalam hati,seperti ingat judul sinetron ikan terbang.Bilqis kemudian meraih tangan Radit yang kesakitan dan mengelus elusnya dengan sayang.


"Maaf Mas....Aku ga sengaja"ucapnya sambil nyengir kuda.


"Om kenapa tangannya?"tanya Haidar ikut khawatir.


"gapapa sayang cuma agak sakit sedikit"jawab Radit masih meringis,Bilqis menutup mulutnya menahan tawa yang hampir meledak.


"Kalo sakit ke Doktel Om,nanti disuntik"ujar Haidar lagi dengan mimik wajah serius menghawatirkan om bewoknya itu.


"Iya nanti ateu Iqis om suntik ya"ujar Radit


"Bukan ateu yang disuntik tapi Om"ujar Haidar lagi mendebat Omnya.


"Iya iya nanti omnya disuntik,sekarang Iday bobok yuk,udah malem"Bilqis mengultimatum sang ponakan.


"nanti Iday bangunnya kesiangan lho"


"Tapi Iday belum ngantuk Ateu"


"Iday harus dibacain buku dulu,atau diceritain dongeng,baru Iday bisa bobo."Ucap Anak kecil itu menjelaskan.


"Yaudah yuk,ateu bacain buku cerita ya!"


Bilqis mengajak Haidar kekamarnya,namun sebelum itu Radit menarik lengannya.


"Jangan lama lama"


"Aku tunggu lho"


"Iya Mas..nanti Aku nyusul"ujar Bilqis dan mengajak Haidar kekamar.


.

__ADS_1


.


****


__ADS_2