
Radit menekuk wajahnya,Pagi ini moodnya sangat jelek,apalagi kalau bukan karena Bilqis,setelah semalam wanita cantik itu menggodanya,namun sayang percintaan yang sudah terbayang akan hot dan menggairahkan ,harus gagal karena sang Anak mendadak rewel kemarin malam,jadilah kini Dia terlihat muram dan sangat tidak bersemangat,apalagi sang Istri tampak santai dan tak menyadari perasaannya membuatnya pagi ini kehilangan selera untk menghabiskan sarapannya.
Radit mendorong piring dihadapannya menjauh,menyesap Teh lemon favoritnya kemudian Dia beranjak untuk pergi bekerja,namun melihat Bilqis masih kerepotan mengurus Rafa,Radit tak tega melihatnya,Dia pun membantu menggendongnya,walaupun ada perasaan kesal,namun Dia tepis segera fikirannya,Dia tau sang Istri berusaha untuk menjadi seorang Ibu dan Istri yang baik untuknya.
"Rafa sama Papi dulu yuk,biar Papi yang suapin aja Mi,sana kalau Mami mau siap siap dulu,Papi tungguin."Ucao Radit sambil mengambil Rafa dari gendongan Bilqis.
"Makasih Papi sayaang,Kamu pengertian banget siiih!"
Bilqispun setengah berlari kekamarnya,untuk bersiap siap pergi kuliah.
Anak hebat Papi udah gede begini sekarang,adu aduh jadi belat baneeet ya cayang nya Papi ini !"ujar Radit lucu,menciumi anaknya dan mengangkatnya tinggi tinggi membuat bayi gembul itu tertawa dengan kencang.Diapun menyuapi sang Anak dengan telaten,walaupun tafi Bi Yuni memaksanya mengambil alih,namun Radit tetap ingin melakukannya,Diapun ingin memperhatikan tumbuh kembang sang Anak,apalagi kesibukannya membuat waktu untuk sang Anak sedikit.Setidaknya Dia mengambil waktu untuk memperhatikan sang Anak pikir Radit.Setelah menyuapinya,Radit kemabli menggendongnya dan beesenda gurau dengan Rafa.
Tak lama kemudian,Bilqis kembali menemui sang Suami,kali ini Dia terlihat santai hanya memakai pakaian rumahan,dres bahan lembut diatas lutut dengan tali mie ayam sudah melekat ditubuhnya,rambut panjangnya diikat asal,namun make up tipisnya masih terlihat,Bilqis yang tadi buru buru akan berangkat kuliah,kini tampak menhampiri Radit yang begitu senang bermain dengan sang anak setelah menyuapinya.Melihat pakaian yang dikenakan Bilqis terlihat santai,Rafit mengernyit heran.
"Lho Mami,bukannya mau kuliah pagi,kok malah santai begini!"
"Dosennya berhalangan hadir pagi ini,jadi Mami kuliah siang!"ucap Bilqis sambil memeluk sang suaminya dari belakang dan meremas bokongnya.
"Ih nakal!"
"Dari kemarin ga jadi terus,kekamar yuk gatel nih Mami...!"bisiknya sambil kini tangannya pindah kedepan meremas pelan kepunyaan Radit,yang seketika membuat Radit kaget.Istrinya sekarang semakin berani.Untung saja sedang ditaman belakang,sehingga tidak ada oelayan yang melihatnya.
"Iiihhhh Mami,sekarang jadi bener bener nakal ya!"ujar Radit.
"Memangnya kenapa,kan sama suami sendiri ini,bukan nakal sama orang lain!"ujar Bilqis membela diri.
"Nanti kalau Papi kepengen gimana,apalagi dari kemarin Kamu dibuk terus,kadang juga nolak Aku!"ujar Radit sendu.
"Yaudah sekarang mau ga,short time aja!"goda Bilqis sambil mengerlingkan matanya.
"Iiih Kamu gemesin banget Honey,tapi maaf,hari ini Aku bener bener banyak kerjaan Mi,nanti aja deh pulang kerja ya!"Tolak Radit membuat wajah Bilqis merengut.
"Iiiih Papi jahaat,sekarang berani nolak Mami,menolak ajakan Istri itu dosa Pi!"Ujar Bilqis dengan cemberut,melihat hal itu membuat Radit tergelak.
"Kamu nih ada ada aja,yang ada juga sebaliknya sayaang."ucapnya sambil mencubit hidung Bilqis dengan gemas.Rafa masih betah dipangkuan Radit,setelah sang Papi menyuapinya dengan telaten,kini sikecil seperti enggan menjauh darinya.Dia memeluk Sang Papi dengan erat.
"Rafa kasiin ke Bi Yuni dulu ya Mas,ada yang ingin Aku bicarakan serius sama Kamu,ini penting!"ujar Bilqis dengan mimik wajah yang dibuat serius,membuat Rafit penasaran.
"Ada apa Mi,kok serius banget kayaknya!"Radit segera memberikan Rafa ke Bi Yuni,Setelah kenyang dan bermain sebentar,bocah kecil itu baru akan Bi Yuni mandikan.
"Titip sebentar Ya Bi,biar nanti aja Iqis yang mandikan!"
"Oh iya neng,siap!"Ucap Bi Yuni sambil membawa majikan kecilnya itu kekamarnya.
"Ayo sayang Ikut Aku!"Bilqis menarik tangan Radit mengajaknya kekamar.
"Ada malasah apa sayang,kok keliatan serius begitu!"
"Ini lebih dari serius!"Bisik Bilqis lalu membawa sang suami untuk berdiri didekat ranjangnya.
BRUUK
__ADS_1
Dengan tiba tiba Bilqis mendorong sang suami hingga terbaring terlentang diatas ranjangnya,Radit kaget sekaligus tertawa bersamaan.
"Sayaaang Kamu apa apaan siih,Aku telat yang kekantornya."protes Radit namun ditelinga Bilqis terdengar seperti rengekan manja,segera saja Bilqis menyergap tubuh sang suami dan kini sudah berada diatasnya,Dia membungkam mulut Radit dengan sebuah ciuman yang sangat panas,lagi lagi Radit terkaget kaget melihat kenekatan sang Istri yang mencegahnya untuk berangkat kekantor,Dia kini sudah berada dalam kungkungan Bilqis,sulit baginya untuk menolak ajakan istri seksinya itu,Bilqis semakin liar mencumbunya,membuat Radit terhanyut dalam kenikmatan,tangan lentik sang Istri menelusuri dadanya menarik dasi Radit kemudian tangan Radit ditaruh diatas kepalanya dan dibelit dengan dasinya.
"Kamu diam saja ya Sayaaang,Aku yang akan memuaskanmu pagi ini!".Bisik sang Istri dengan suara seksinya
Radit mengulum senyum,melihat apa yang Bilqis lakukan kepadanya.
"Kamu benar benar nakal Honeeeey."
Bilqis kembali mencumbu Suaminya,Dia buka semua pakaian yang melekat disuaminya.Tanpa ada kata berhenti,Bilqis terus saja membuat Radit mengerang kenikmatan.Setelah puas mencumbu nya kini giliran Radit yang memegang kendali,setelah berhari hari merasa diabaikan sang Istri,akhirnya Radit mendapatkan keinginannya.
Ternyata susana pagi begitu indah untuk memadu kasih,Radit membuat membuat Bilqis begitu kewalahan,Dia bagaikan singa lapar yang menemukan mangsanya,setelah puas menghujamnya berkali kali dan mendapatkan klimaksnya,Radit memeluk sang Istri dan menciuminya bertubi tubi.Percintaan pagi ini begitu memuaskan bagi Radit,tubuh dan pikirannya terasa ringan sekarang.
"Kamu bikin Aku berkeringat pagi pagi,Aku terpaksa harus mandi lagi yaaang,mandiin dong!"Radit pura pura tak rela.
"Protes segala padahal doyan!Akukan mintanya short time,bukan berjam jam kayak gini yaaang!"Rengek Bilqis yang kini tubuhnya terasa begitu lemas.
"Siapa yang mancing duluan,Kamu tau kan Aku ga bisa puas kalau hanya beberapa menit!"ujar Radit membela diri.
"Ya sudah Aku mandi dulu ya,Kamu bolos aja kuliahnya takutnya kecapean,titip absen aja sama si Panci itu!"
"Panca Mas bukan Panci!"
"whatever lah!"
********
"Ya ampuuun ini jam berapa Bos,baru dateng jam segini,kerjaan numpuk,diteleponin ga diangkat,eh sekarang malah senyam senyum,itu tanda tangani dulu berkas berkasnya,dan Laporan yang bos minta sudah ada di email silakan diperiksa Bos."
"Apa sih Den,Lo teriak teriak Pagi pagi begini,repot banget sih Lo!"
"Pagi pagi dari Hongkonggg,ini sudah Siang Bos,bentar lagi meeting direksi akan dimulai.lagian Boss dari tadi ngelamun terus sambil cengar cengir,ketempelan Kuntil ibu kali kali yaa!"
"Huuush sembarangan kalau ngomong,Gue lagi kasmaran Den!"Ujar Radit yang lagi lagi senyam senyum.
"Hah!parah Bos.Kasmaran?Inget sama anak istri dirumah Bos,jangan macem macem,kasian Bilqis,kasian Rafa si bayi gembul lucu itu,gimana nasibnya kalau...aaahhh ga bisa ngebayangin!"ujar Denis menggeleng kepalanya dengan wajah begitu sedih,yang langsung digeplak oleh Radit.
"Ngomong suka sembarangan,makanya dengerin dulu.Gue tuh lagi kasmaran sama Istri Gue sendiri Den.Aaahhh,Dia itu memang anugerah terindah dalam hidup Gue Den."Ucap Radit dengan rona wajah bahagia.
"Dah dapet maunya aja bilang gitu,kemarin aja uring uringan,cemberut mulu."Ledeknya kepada Sang Bos,Radit yang mendengarnya hanya terkekeh.
"Jadi itu leher harus dibikin merah merah kayak gitu dulu ya Bos biar selalu ceria boss.dah kayak Leopard gitu motifnya!"ujar Denis sambil tertawa meledek Bosnya yang memang begitu banyak tanda cinta dilehernya.
"Ahhh yang bener Den,memang keliatan ya?"Tanya Radit sambil meraba raba lehernya.
"Bukan keliatan lagi,walau dikancingin sampai leher kecekek juga masih keliatan,pantesan sampe memuja muji,ternyata garaang banget ya,pantesaan bucin tingkat dewa."
"Duh gimana ini,mana bentar lagi ada meeting lagi,bisa bisa diketawain habis habisan.Den,gimana jangan diem aja dong,Bos lagi kesusahan Lo kayaknya seneng banget,dari tadi ketawa mulu,coba pinjemin kaca,apa iya separah itu!"Ucap Radit dengan wajah terlihat panik sambil meraba raba lehernya.
"Sorry Bos ga pernah bawa kaca,emangnya akikah cowok apaaan Saay!"ujar Denis sambil tangannya melambai manjaah.
__ADS_1
"Terpaksa harus ditutupi pake scarf bos,biar ga keliatan!Bentar ya Bos,Aku keluar dulu,Tak cariin,barangkali Angel bawa!"Denis keluar dengan menutup mulutnya.Sampe diruangan sang Istri Dia tertawa terbahak bahak,membuat Angel yang melihatnya terheran heran.
"Ada apa Beib,tertawa sampai segitunya!"
"Ahahahahhaahaha,Itu Bos kita abis diserang Macan betina,lehernya merah merah lucu banget,pinjem Scarf Kamu Beib!"ujar Denis.
"Aku ga pake dan ga bawa,Si Dian tuh yang suka pake,suruh aja kesini,Dia pasti bawa!"
"Oke deh,Aku telepon dulu!"
Denis menelepon Dian yang kini menjabat sebagai Manager pemasaran.Pria kemayu itu tampak teratawa tawa mendengar penjelasan Denis.
Dan Tak berapa lama Dian datang dengan selembar syal motif macan tutul ditangannya.
"Emang Bos mau pake benda keramat ini,kepaksa nih Gie pinjemin Syal mahal dari emak Gue,jangan sampe lecet!"Tukas Dian yang menyerahkan benda kesangannya pada Denis dengan wajah tampak tak rela.
"Alaaah gini doang,Si Bos bisa ganti berlipat lipat,dipinjem dulu yang penting nutupin tanda cintanya wkwkwk!"
Kemudian Denis datang dengan tergesa,karena meeting akan dilakukan beberapa saat lagi,sedangkan Bosnya masih sibuk dengan penampilannya.Denispun memberikan Syal lembut itu pada Bosnya,yang kemjdian Radit menatapnya dengan jijik.
"Gila Gue disuruh pake kayak gituan,ga ga gamau.Ga jangan...biarin aja deh,ga usah ditutup pake macan tutul itu,bisa turun wibawa Gue."Tolak Radit mentah mentah.
"Ya terserah Bos aja,apalagi sekarang meeting sama Pak Riza Raharja,dan kolega koleganya juga."
"Justru itu,Gue akan lebih terlihat konyol pake gituan!"keluh Radit.
"Oh yaudah kalau gitu,terserah Bos aja!"ujar Denis menyerah.
******
Dan meeting siang itu berjalan dengan lancar walau ada hal kecil yang membuat Radit kesal.Dia tampak sangat aneh dengam scarf motif ekstrim dilehernya itu,walaupun tadi sempat menolaknya mentah mentah,namun setelah dipertimbangkan lagi akhirnya dengan terpaksa Dia memakainya juga.
Hal tersebut membuat beberapa orang terkikik geli melihatnya,mereka yang mengikuti meeting tersebut berbisik bisik melihat penampilan Radit,tak terkecuali sang Ayah yang tampak heran juga teetawa saat melihatnya,namun untunglah meeting hari itu berjalan dengan baik,apalagi Radit maju kedepan mempersentasikan yang mereka bahas pada meeting tersebut,Dia tampak percaya diri seperti biasanya.
Selesai meeting,Sang Ayah yang masih tampak sangat bugar itu menghampiri sang anak ke ruangannya.
"Kenapa penampilan Kamu aneh banget Dit,syal punya Mama itu kan?"Tanya Sang Paoa.
"Eh eemhh I'iya Pa,ini jimat keberuntungan!"ucap Radit asal.
"Jaman kayak gini masih aja percaya hal begitu,Aneh banget,tapi untunglah meetingnya lancar dan Papa bangga sama Kamu,perusahaan Kita berkembang pesat.Kamu memang hebat Dit.Tapi lain kali jangan pake kayak begituan lagi Dit,Papi malu liatnya!"
"Angel yang sedang memberikan minuman kesukaan Pak Riza juga ikut terkikik mendengarnya!"
"Bos maaf ya,sebenarnya yang merah merah itu bisa ditutup pake foundation punya Saya Bos,hehehe baru keingetan Bos.Maaf!"
"Ahhh kalian suami Istri memang sama sama tukang ngerjain,dasar menyebalkan!"
.
.
__ADS_1
.
***********