
"SAH!"
Ucap orang orang yang hadir diruangan yang sudah disulap sedemikian rupa untuk pernikahan sederhana antara Nisha dan John.Orang orang yang hadir memang hanya keluarga inti saja,Ayah Radit dan juga kolega dari John hadir sebagai saksi,namun pernikahan itu masih belum diketahui oleh khalayak ramai.John sengaja menyembunyikannya.
Nisha menangis kembali,antara terharu dan sedih menjadi satu,kini Nisha dan juga Haidar sudah menjadi tanggung jawab John,yang sudah resmi menjadi seorang suami dan kepala keluarga.Status janda yang beberapa bulan ini menjadi bulanan orang orang yang membencinya kini sudah terlepas,Nisha kini menyandang status seorang Istri.
Setelah diwarnai dengan keterlambatan John yang entah punya urusan apa,Laki laki itu tiba tiba saja muncul sebelum penghulu beranjak pergi dari sana,Radit yang sudah sangat marah,ingin sekali menghajar pria itu karena sudah membuat was was semua orang yang hadir disana,terutama Nisha dan Haidar.Namun setelah kemunculannya,semua orang yang hadir disana begitu lega melihatnya.Momen sakral itu akhirnya terjadi,dua sejoli itu kini sudah resmi menjadi sepasang suami Istri.
Kini Mereka berdua sudah berhadapan,John memandang lekat lekat wajah Nisha yang tampak begitu cantik dan anggun walaupun dengan pakaian dan riasan yang sangat sederhana.Dia begitu terpesona melihat Nisha yang kini tampak tertunduk malu malu,dan sesekali netra Mereka beradu.
"Silakan mempelai wanita boleh mencium tangan Suaminya!"John mengulurkan tangannya dan Nisha dengan khidmat mencium tangannya.Kemudian Johnpun mencium keningnya,ada rasa gelenyar aneh dihati masing masing.
Keduanyapun kini bersimpuh dihadapan kedua orang tua Mereka,kemudian yang hadir disana ikut menyalami Mereka.Haidar yang sudah terlihat semakin membaik begitu bahagia dengan pernikahan ini.Bocah kecil itu bahkan ingin segera pulang agar bisa selalu bersama Papa barunya itu.
"Selamat ya Bro,akhirnyaaaa.Lo bukan sahabat Gue lagi sekarang John,Lo sodara Gue.welcome to our Family,semoga langgeng,bahagia dan cepet cepet bisa kasih adik buat Haidar!"Doa tulus Radit diamini semua yang hadir disana,segangkan Nisha pura pura tak mendengarnya.
"Tetehhhhh,Selamaaat ya,Semoga bahagia selalu.sakinah,mawadah,warahmah dan cepet cepet punya momongan lagi,kalau bisa 5 atau 6,jadi Iqis kesusul sama Teteh,atau sebelas sekalian!"seloroh Bilqis sembari memeluk sang Kakak dengan erat.
"Husss kamu mah kalau ngomong teh sok aneh aneh wae!"gerutu Nisha.John hanya senyam senyum mendengar doa dari Adik iparnya itu.
"Kita foto foto dulu ya,buat dokumentasi.Teteh difoto dulu berdua sama Kak John!Yang rapet dong yang mesra jangan kaku gitu gayanya Kak,dirangkul atuh Istrinya!"Nisha langsung melotot dan komat kamit kearah Bilqis,namun Sang Adik nampak tak peduli,Dia yang menjadi pengarah gaya dadakan,sengaja membuat dua sejoli yang tampak masih malu malu itu lebih dekat dan lebih mesra.Radit yang melihat kejahilan sang Istri hanya senyam senyum saja.
"Teh Iqis udah kasih hadiah terbaik buat malam pertama nanti,lingerie berbagai macam model.Pokoknya seksi seksi dan lucu lucu,dijamin bikin Kak John bakalan meronta ronta begitu melihat Teteh pake lingerie ini!"bisik Bilqis sembari memberikan sebuah Paper bag yang lumayan besar pada Nisha.
********
__ADS_1
Kini tersisa John dan Nisha diruangan itu.Haidar sudah terlelap tidur,para orang tua sudah pulang,begitupun Radit dan Bilqis.
John baru saja membersihkan dirinya,setelah tadi pagi melangsungkan pernikahan dan siangnya Dia kembali bertugas sebagai dokter,rasanya begitu melelahkan.Dilihatnya Nisha memakai dress selutut warna navy dengan cardigan warna senada.Nisha tampak malu malu melihat John yang sedang bertelanjang dada.John terpaksa membersihkan dirinya dikamar Haidar,karena bocah kecil itu selalu saja menanyakannya.
"Mau pake baju yang Mana Kak?biar Aku siapkan!"Tanya Nisha memandangnya sekilas kemudian membelakanginya lagi karena malu.
"Tidak perlu repot repot,biar Aku siapkan sendiri!"ujar John sembari mengambil 1 buah kemeja hitam dari dalam tasnya.
"Ya ga repot,itukan sudah kewajiban Aku sebagai Istri yang harus melayani suami!jawab Nisha.
John tampak tak perduli dengan perkataan Nisha,memang sedari tadi John tampak begitu cuek pada wanita yang sedang membelakanginya itu.
"Mau Aku siapkan makan?mungkin dari tadi Kakak sibuk dan lupa makan,Aku pesenin dikantin aja ya?"ujar Nisha.Dia berusaha mencairkan suasana,Dia menyadari sikap John yang sedari tadi tampak dingin padanya.Lelaki itu hanya perduli pada Haidar,sedangkan Nisha yang sedari tadi diruangan itu seakan akan makhluk tak kasat mata,sama sekali tidak dipedulikan oleh Lelaki yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
"Gausah Aku sudah makan!"jawab John datar.
"Kita akan tinggal dengan orang tuaku,Kamu taukan Mereka sudah sepuh,sedangkan Aku gamau terlalu mengandalkan perawat dan asistent untuk merawat Mereka."
"Iya Kak,Aku ga keberatan!"Jawab Nisha.
"Aku nggak nyangka,bisa secepat ini untuk menikah lagi!Kadang seperti mimpi,ternyata sekarang Kita sudah suami Istri!"ucap Nisha.
"Yah memang kenyataannya Kita sudah suami Istri!"jawab John.
"Kak John nyesel nikahin Aku?"Tanya Nisha.
__ADS_1
"Seharusnya itu pertanyaanku Nish,Kamu menyesal menikah sama Aku,Aku lihat Kamu begitu sedih dan seperti tidak menginginkan pernikahan ini!"
"A-Aku hanya terharu Kak,karena tidak menyangka semua ini begitu cepat,seperti baru kemarin suamiku meninggal dan kini Aku sudah menikah lagi dengan orang lain!"ucap Nisha dengan senyum meringis tak sadar air mata jatuh dipipinya.
"Aku tahu Kamu menyesali pernikahan ini,seharusnya Aku tadi tidak usah hadir saja,Aku datang terlambat karena memang Aku ragu Kamu bisa menerima ini semua Nish!"
Nisha menangis lirih sambil membelakangi John,Dia menutup mulutnya khawatir suara tangisnya ini terdengar oleh Haidar.
"Maaf Kak!"Ucap Nisha lirih sambil menangis.
"Ini semua salahku,Aku terlalu menggebu gebu,Aku yang terlalu menginginkannya,sehingga tidak perduli dengan perasaan Kamu!"ucap John.
"Seharusnya dari awal Aku ga memaksakan pernikahan ini,sampai berkali kali melamar Kamu,padahal Aku tau Kamu akan menyesal,hanya Aku disini yang menginginkan semua ini terjadi,tangisan Kamu itu adalah jawaban kalau Kamu tidak menginginkannya,pernikahan ini bagi Kamu hanya formalitas.Terserah Kamu mau bersikap seperti apa sama Aku,tapi semua ini sudah terjadi."
"Kamu bilang saja,kalau sudah tidak tahan denganku,Aku akan melepaskan Kamu"Ucap John yang menatap tajam kearah Nisha membuat wanita cantik itu merasa tertohok dengan perkataan John.Ternyata Lelaki itu mendengar percakapan Dia dengan Bilqis.Membuat Nisha merasa bersalah.
"Beri Aku kesempatan!"ucap Nisha lirih sembari menghampiri John dan memegang lengannya.Namun John menghindar.
"Kamu tidak perlu memaksakan diri Nish,pernikahan ini akan selesai sampai Kamu yang memintaku untuk berpisah!"Ucap John sambil keluar dari ruangan itu.
.
.
.
__ADS_1
*********