TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Ketemu Mantan


__ADS_3

"Qis..Yaampuun Akhirnyaaaa Doa kita terkabul"


"Mr.Killer kita sudah pensiun dan diganti sama dosen ganteng"Ririn memeluk sahabatnya dengan antusias dan bahagia.Memang hampir semua Mahasiswa jurusan Ilmu ekonomi sangat tidak suka dengan Bapak Dosen yang terkenal sangat galak,membuat para mahasiswa tertekan dengan memberikan tugas tugas yang sangat sulit dan tak Masuk akal.


"Kok diem aja sih dari tadi"


"Ada apa lagi?"


Tanya Ririn yang heran melihat reaksi sahabatnya biasa saja justru diam lemah lesu kurang bergairah.


"Qissss hey ada apa lagi siiiih"


"murung terus...minta dikawinin ya?"tanya Ririn asal,melihat Bilqis yang akhir akhir ini terlihat murung,sedang Bilqis hanya mencebik


"Ah Kamu...Kawin mulu inget nya"


"Teruss kenapa?"tanya Ririn lagi penasaran


"ga papa lagi bete aja,Aku lagi males ...lagi PMS kali,bawaannya bete terus."jawab Bilqis asal.


Kemudian mereka berdua masuk kedalam kelas yang sudah ramai,untunglah kali ini mereka tepat waktu.tempat duduk dikelas itu mulai dipenuhi oleh para Mahasiswa yang sudah berdatangan,Bilqis dan Ririn mengambil bangku ditengah tengah,tempat yang menurut mereka paling strategis.Untunglah masih ada tempat nyaman yang tersisa pikirnya.


Kemudian Datanglah seorang lelaki Muda,tampan,tinggi dengan kulit putih bersih bermata sipit bak Oppa korea,mengenakan kemeja putih digulung sampe siku,celana panjang hitam,dan dan serta sepatu hitam yang mengkilat.Penampilannya sukses membuat Mahasiswa yang hadir mendadak hening seketika,seperti terhipnotis.


"Selamat Pagi Semuanya,Saya Dosen baru di Kampus ini,sebagaimana Kalian Ketahui bahwa Saya menggantikan Bapak Budi Setiawan untuk mengajar mata kuliah Ekonomi dan Bisnis,untuk itu saya mohon kerja samanya pada kalian semua untuk bisa mengkondisikan sikap kalian ketika saya memberikan mata kuliah ini,diharap tidak main main,walaupun Saya tidak sekiller Senior Saya.Namun Sayapun bisa menindak tegas siapa saja Mahasiswa yang tidak serius, hanya main main di mata kuliah Saya.Bagi yang tidak niat belajar,silakan keluar!"


"Siap Pak.."Sahut Mahasiswa serempak


"Kalo saya seharian juga pasti betah pak!"Celetuk salah satu Mahasiswi dengan genitnya


"Saya siap menemani Bapak 24 jam"mahasiswi yang lain ikut nyeletuk


"Aku padamu Paaak"


Mahasiswi yang lainnya juga tak mau kalah,saling bersahutan mencari perhatian Sang Dosen ganteng,begitupun Ririn sahabat Bilqis,matanya sampe tak berkedip saking terpesonanya,bak melihat artis Korea secarang langsung batinnya.Sedangkan Bilqis sebaliknya,Dia sama sekali tidak menghiraukan apa yang disampaikan Dosen ganteng itu,Dia justru malah tiduran dimeja dengan menangkupkan sebelah wajahnya kemeja sambil memainkan pulpennya, hari ini Bilqis sama sekali sangat tidak bersemangat mengikuti Kuliah ini,lagi lagi Dia memikirkan sikap Radit yang membuatnya galau,Radit Suami juteknya yang sekarang ini berubah mesum.Ririn sahabatnya hanya prihatin melihatnya.Padahal biasanya Bilqis selalu ceria,apalagi kalo liat cowok model Oppa korea yang merupakan tipenya,langsung cari perhatian.


"Qis dosennya ganteng banget lho!"


"Qis liat deh..!"


Ujar Ririn memberitahu Sahabatnya agar Dia penasaran,namun yang ada justru malah masa bodoh.


"Perkenalkan Nama Saya Arman Kusuma"

__ADS_1


umur saya 25 tahun,pekerjaan sekarang ini seorang Dosen."lanjut Sang dosen memperkenalkan diri.


"Bapak ganteng banget Pak,boleh minta nomer HP nya ga?"Ucap Mahasiswi yang dari tadi bersikap genit pada dosen itu


"Iya Pak kalo ada sekalian akun medsosnya"


"Huuuuuu"


"Keganjenan"


Suara riuh para Mahasiswa kembali terdengar,membuat Arman tak nyaman.


"sudah sudah jangan ribut,saya tidak suka saat saya sedang mengajar, kalian ribut seperti dipasar"ucap sang Dosen tegas.


"Ok Saya absen ya"


Dosen tersebut mulai mengabsen satu persatu mahasiswa yang hadir,menyebut nama sesuai Abjad,kemudian Dia berhenti disatu nama yang amat sangat dikenalinya juga amat sangat dirindukannya.


"Bilqis!"


"Bilqis Putri Imran!"


Arman mengedarkan pandangan mencari sosok yang dirindukannya.


"Bilqis!"Ririn mencoel pundak dengan keras saking gemasnya ke sahabatnya ini yang dari tadi sibuk melamun.


"Appaan sih? "


"ituu kamu dipanggil dosen."


Ririn memberi kode dengan lirikan matanya menunjuk kearah dosen didepan,dan pandangan Bilqis mengikuti lirikan mata ririn.


Jantungnya seolah berhenti manakala padangannya bersirobok dengan mata Arman,Laki laki yang sangat dikenalnya.setelah sebulan lebih sejak pernikahannya sampai sekarang,akhirnya Dia Dia dipertemukan kembali dengan mantan kekasihnya itu.


Antara kaget,kangen dan rasa marah tergambar jelas dimata Bilqis saat memandang orang yang pernah singgah dihatinya itu,sedangkan Arman yang sudah memendam rindu pada wanita yang dicintainya itu pandangannya begitu mendamba,Ingin rasanya Dia berlari mendekap dan memeluknya seandainya tidak sebagai dosen yang sedang mengajar didepan puluhan Mahasiswa.


Eheeem...


"sepertinya Pak dosen kita baru kali ini liat cewek cantik,sampai bengong gitu"celetukan salah satu Mahasiswa membuyarkan kerinduan yang Dia sampaikan pada sorot matanya,kemudian Arman mengabsen kembali Mahasiswa yang lainnya,pura pura bersikap biasa,padahal Ingin secepatnya Dia bisa mendekap gadis itu.Bilqis yang masih kaget dengan apa yang yang terjadi,berusaha bersikap biasa saja.


"Kamu kenal Pak Dosen itu?"tanya Ririn memandangnya dengan curiga


"mmmh..ngga cuma Dia kebetulan Dia mirip sama temen Aku"Ucap Bilqis berbohong dengan membuang muka,menghindari tatapan Ririn yang terlihat curiga kepadanya.

__ADS_1


"Masa sih..jangan jangan ada yang Kamu sembunyikan dari Aku"Tanya Ririn lagi penuh selidik.


"banyaklah yang Aku sembunyiin"goda Bilqis


"Oh jadi gitu...sekarang Kamu mulai sembunyi sembunyi"


"Sssstttt...jangan ngobrol terus nanti kita disuruh keluar"Ucap Bilqis,pura pura serius menyimak kuliah yang disampaikan Arman,padahal Dia gelisah,ingin pergi dan menghindari Dosen itu yang ternyata Mantan kekasihnya,namun juga ada kerinduan dalam hatinya.Perasaannya kini semakin campur aduk.


.


.


Arman mengajar dengan sangat baik sehingga membuat Mahasiswa sangat nyaman,sesekali terjadi interaksi dan diskusi dengan Mahasiswanya dan juga tidak lupa,Arman mencuri curi pandang kearah Bilqis,begitupun dengan Bilqis,yang masih penasaran tentang perasaannya pada lelaki itu.


Tak terasa waktu mengajar sang Dosen sudah usai.


"Baiklah sampai disini pelajaran Kita,jangan sungkan bertanya apabila tidak ada yang kalian mengerti.Ok sekian dulu sampai jumpa.jangan lupa tugas dari saya,Kita ketemu lagi pekan depan.


"Bilqis Putri Imran,Saya tunggu Kamu diruangan Saya"


Ucapnya sambil memandang tajam pura pura galak,karena tidak ingin Mahasiswa lain mencurigainya.


"Waduuh gawat Qis...Kayaknya Dia sebelas dua belas sama Mister Killer,sama sama nyeremin.


"Kamu samperin gih,Aku tunggu dikantin aja ya ..bye"Ririn pergi mendahuluinya saat tau Bilqis harus keruangan Pak Dosen.


Diruangan tersebut para Mahasiswa sudah membubarkan diri,hanya tinggal Bilqis yang sibuk memasukkan buku bukunya.Hatinya bimbang....haruskah Dia menemuinya,atau mengabaikannya.Namun masih ada rasa rindu sekaligus rasa penasaran akan perasaan terhadap lelaki itu.Dengan tekad yang bulat,akhirnya Bilqis bertekad untuk bertemu dengannya.Bergegas Dia pergi untuk menemui Arman,walau sebenarnya Dia ragu bertemu dengannya,Dia takut dengan perasaannya,apalagi kini statusnya adalah seorang Istri.


Tok Tok Tok


Bilqis mengetuk pintu ruangan Arman setelah bertanya pada salah seorang dosen.Arman dengan cepat membukakan pintu yang Dia yakini kalo itu memang Bilqis,sosok yang begitu sangat dirindukannya Akhirnya Muncul,tanpa sepatah katapun akhirnya Dia menghambur memeluk Bilqis dengan erat,kerinduannya yang sudah begitu membuncah pada wanita yang sangat dicintainya ini akhirnya bisa terlaksana.


"Bunny sayaaang Aku kangen banget sama kamu"


"Bunny Aku rindu kamu,memimpikanmu terus menerus dan selalu memikirkanmu setiap saat sayaang"


"Bunny I love you so much"Ucap Arman sambil memeluknya dengan erat,matanya terpejam dan hatinya menghangat,manakala sosok wanita yang benar benar dirindukannya ada dihadapannya seraya membelai rambut panjangnya,ini adalah kali pertama mereka berpelukan seperti itu selain berpegangan tangan,ada rasa ingin membalas pelukannya karena Bilqispun sama sama merindukannya,namun Dia menahannya,Bilqis hanya Diam terpaku,membiarkan Arman menuntaskan rasa rindunya,walaupun Kini hatinya benar benar bergemuruh apalagi setelah mendengar tutur kata Arman yang selalu indah dan puitis,Dia amat menyukainya.


.


.


****

__ADS_1


__ADS_2