TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Gemes


__ADS_3

Sana jangan deket deket Mas...Aku gamau deket Kamu.Kamu bau!"


"Berarti benar,ternyata hidung Kamu yang bermasalah Qis,sebaiknya setelah ini kita kedokter.Mungkin ada kelainan dengan indra penciumanmu itu.Suami sudah sewangi dan seganteng ini dikatain bau!"omel Radit kesal.Dia segera memakai pakaiannya.


"Honey,sepertinya Kamu memang benar benar ingin membuatku kesal.Apa ga ada baju yang lebih besar dari ini!"Tanya Radit sambil menarik narik kaus berwarna hitam itu.Bilqis perlahan membuka wajahnya yang sedari tadi Dia sembunyikan dari suami mesumnya itu.


"Hahahaha Mas...Kamu gemoy banget!"ucap Bilqis sambil tertawa melihat penampilan sang Suami memakai bajunya yang tampak kekecilan.bagian lengan bajunya tampak mengetat mempelihatkan ototnya dan yang paling mrmbuatnya tertawa udelnya terlihat kemana mana.sedangkan celana trening yang dipakainyapun sangat ketat yang panjangnya dibawah lutut sedikit.Dan Bilqis bagitu geli melihat diantara pangkal pahanya terlihat tonjolan besar.


Bilqis tak bisa bisa menghentikan tawanya.Suaminya yang dulu dikenal dingin,angkuh,jutek.Kini justru terlihat sangat aneh sekaligus lucu.


"Sepertinya Kamu senang sekali menyiksaku Qis,setelah tadi bilang Aku bau terus,sekarang tertawa tawa melihat penampilanku kayak gini.Kamu mau balas dendam ya sama Suami!"Tanyanya dengan wajah sendu.


"Bu-bukan begitu.Habisnya Mas lucu banget pake baju itu.gemesin!"ucap Bilqis disela sela tawanya.


"Ohhhh jadi Aku ngegemesin ya!"


"Kamu gemes sama apanya?sama ini atau ini?"tunjuk Radit sambil menunjuk ke wajahnya dan juga rudalnya yang menonjol.Radit sambil tersenyum menggoda dan menggererakkan kedua alisnya yang tebal.


"Ga kedua duanya!"jawab Bilqis dengan wajah bersemu merah.


"Aahhh masa siiih.kalau bilang nggak itu artinya iya.Aku juga gemes sama Kamu saayang!"Radit perlahan mendekati Bilqis walau jaraknya masih agak jauh.


"Mau pegang ga yaang,si junior sudah meronta ronta nihh,Kamu kok tega sih sayaang,kasian sijunior yang,sebulan ga dikasih jatah!"


"Yaaaang....Ayaang Iqis,Istriku yang manis,coba pegang bentaaaaar aja!"Radit beringsut mendekat.


"Iiih apaan sihhh!"


"jangan deket deket Mas!"ujar Bilqis sambil membuang muka,wajahnya sudah versemu merah.


"Please Yaaang...Aku rindu.Aku kangen Kamu Honey,udahan doong marahnya.Hari ini Aku sengaja cuti sehari.untuk menghabiskan waktu sama Kamu sama Rafa."ucapnya dengan wajah memelas,membuat Bilqis iba melihatnya.

__ADS_1


"Aku ingin peluk Kamu,cium Kamu Yaang!"pinta Radit yang kini sudah semakin dekat.Bilqis kembali merasakan gejolak dalam perutnya.


"Stop Mas....Aku bilang jangan deket deket lagi,Aku mual!"Bilqis merentangkan tangannya menahan Radit yang kembali mencoba mendekatinya,Aroma menyengat mengganggu penciumannya membuatnya sangat tak nyaman dengan perutnya.


"Sepertinya Aku sudah buang buang waktu ada disini.Baiklah silakan Kamu teruskan aksi marah Kamu.Aku ga maksa,sudah cukup Kamu bikin Aku kesal hari ini.Lebih baik Aku kerja saja kalau seperti ini.Sikap Kamu kali ini bener bener ketelaluan Qis.Aku akan kembali kesini tapi hanya untuk Rafa.Mungkin memang Kamu bener bener udah benci banget sama Aku."ucap Radit kesal mendengar penolakan dari Bilqis.


Radit bergegas melucuti pakaian yang Bilqis berikan,dan Dia ganti dengan pakaian lamanya.Kemudian bergegas pergi dari kamar Bilqis dengan.perasaan marah.


Sementara Bilqis menangis sesenggukan.Sakit hatiĀ  melihat sikap sang Suami oadanya,padahal hal itu bukan keinginannya.Tapi Radit tampaknya begitu sangat marah kepadanya.Kalau saja tidak ada rasa mual yang mengganggunya,sudah sedaro tafi Dia menghambur kepelukan sang Suami.Apakah Dia tidak tau betapa Bilqis sangat merindukannya.


"Eh Nak Radit mau sarapan ya,itu sudah Bunda siapkan,setelah ini Nak Radit tolong antar Bilqis kerumah sakit,sudah beberapa hari ini Dia mengalami mual dan muntah muntah."Ujar Bunda yang berpapasan dengan sang menantu dilorong kamar Bilqis.


"Sepertinya saya ada kerjaan mendesak Bun,Saya ini sedang sangat buru buru,mohon maaf ya Bun,sepertinya hari ini Saya harus cepat ceoat kekantor."ucap Radit berbohong,wajahnya terlihat memelas membuat Binda mengerti dwngan kesibukan sang Menantu.


"Oh ya sudah gapapa Nak,biar Bunda aja yang mengantar Bilqis.kalau dilihat dari tanda tandanya,sepertinya Bilqis sedang hamil.Makanya sikaonya jadi beda,kadang menyebalkan,kadang manja.Dan perasaannya sekarang sangat sensitif nak Radit.Mohon dimaklumi ya nak!"


"Apa hamil?"Tanya Radit kaget.Dia tak membayangkan kalau Istrinya akan hamilpantas aaja sikapnya sangay aneh.


"Memang orang hamil gejalanya seperti itu ya bun,gamau deket deket sama suaminya,malah dibilang bau bau terus?"ujar Radit.


"Sabar ya nak,jangan dimasukin ke hati,tolong dimaklumi.Sebenarnya Bilqis itu dari kemarin nangis terus kangen sama Nak Radit,Ibu sampai prihatin banget lihatnya,tiap hari liatin ponselnya terus,mau telepon segan,ga telepon kangen.Kerjaannya ya gitu,nangis terus seharian.belum lagi kalau pagi pagi mual dan muntah muntah,terus diisi lagi dan dimuntahin lagi.makanya sekarang Dia kurus banget.ini aja Bunda buatin sereal sama jus,padahal kan Nak Radit tau sendiri,Bilqis ga suka makanan seperti ini.Dia selalu makan Nasi,dan porsinya udah kayak tukang bangunan ga nemu nasi setaun."ujar Bunda sambil terkikik geli.Mendengar penuturab sang mertua,membuat Radit menjadi merasa bersalah sudah marah marah pada sang Istri.padahal seharusnya Dia lebih peka.Hamil tidak hamil kesehatan sang Istri sangat penting,apalagi Dia begitu mencintai Bilqis.Dia pasti sangat sedih dengan sikapnya tadi.


"Ya sudah Bun,sepertinya Saya akan antar Bilqis ke Rumah sakit,nanti biar saya telepon asistent Saya saja Bun,kalau saya hari ini ga kekantor!"ujar Radit.


"Ga papa nak Radit,kalau mau kekantor,biar Iqis sama Bunda saja."


"Ngga Bun,Biar Saya saja.Dan ini makanannya saya saja yang kasihkan!"


Radit bergegas mengambil makanan yang ada ditangan sang mertua,dan berbalik kekamar Bilqis dengan cepat.


"Sayaaang,mamam dulu yaa...!"Radit sudah berdiri dihadapaan Bilqis yang sedang menangis,wajahnya oenuh dengan air mata,mata dan hidungnya merah.

__ADS_1


"Ngapain balik lagi,katanya mau pergi kerja,Mas keselkan sama Aku?Mas marah?"ucapnya sambil terisak.


"Nggak sayangkuuu,Aku ga marah,tadi itu cuma bercanda aja,Aku mau lihat Kamu masih sayang sama apa Aku atau nggak.Ehhh ternyata sayaang banget ya,sampai begitu banget nangisnya."Tanya Radit tersenyum


"Ga usah kepedean dab ga usah sok peduli,kalau mau pergi tinggalin Aku,yaudah pergi sana!"


"Iya sayaang,maafin Aku yaang,Aku saking kangennya tadi,Aku pengen peluk dan cium Kamu tapi Kamunya bilang bau bau terus,Aku sakit hati yaang.Masa cowok seganteng dan semenarik Aku dibilang bau sih!"


"Emang kenyataannya seperti itu,Kamu bau banget Mas,baunya aneh bikin Aku enek,bikin mual!"


"Iya deh iya Aku bau,Aku gakan deket deket.sekarang ayang mamam dulu ya!"ucap Radit dengan tatapan sabar.


"Aku suapin mau ya!"


"Ga!nanti malah langsung muntah!"ujar Bilqis dengan juteknya.


"Oh yaudah Mas taruh disini,nanti dimamam sama ayang ya.Mas keluar dulu mau lihat Rafa.kalau mamamnya udah,Kita kedokter yuk!Biar ketauan sakitnya."


"Jadi sekarang Mas,gamau deket lagi sama Aku,Mas benci sama Aku sekarang,ga jadi kerja tapi mau pergi ninggalin Aku!"


"Nggak sayaang,Mas ga benci.Kan tadi ayang bilang,kalau Aku bau.Nanti malah ga selera makannya."


"Mas Radit jahat,Mas bener bener udah ga ada rasa sayangnya sama Aku.tadi marah marah,sekarang mau ninggalin Aku...hiks...hiks..!"


"udah dong saayangg jangan nangis terus,yaudah Aku ga kemana mana,sekaramg dimamam dulu,kalau nanti nanti keburu ga enak!"


.


.


.

__ADS_1


*******


__ADS_2