
Nisha,Ayah dan Bunda sudah sampai dirumah,Suami Nisha menjemput mereka dirumah sakit,untunglah luka yang dialami Ayahnya tidak begitu menghawatirkan, namun tetap harus Istirahat agar sang Ayah kembali pulih seperti sedia kala.
"Bang kita jemput Haidar diapartemenya Bilqis?"tanya Nisha pada sang suami.
"Lho kok sama Bilqis,Aku pikir Dia dititipin dirumah ibu."Ujar suaminya dengan heran.
"Ngga Bang...kalo kerumah Ibu kejauhan,karena kan kemaren denger Ayah kecelakaan udah bikin sport jantung duluan.Gada pikiran mau titip Haidar kesana."
"Ooh begitu,tapi Lebih baik gausah dijemput kesana,kan Bilqis juga pasti ingin melihat keadaan Ayahnya,Kamu kasih taunya pelan pelan saja."
"Gausah dikasih tau,nanti malah Dia panik,biar sekalian saja nengokin Ayah sambil nganter Haidar kesini.
"Ohhh... ya sudah kalau begitu"
.
.
.
"Aku siap menjadi Ibu dari anak anakmu mas"
Radit yang mendengarnya begitu terpana,mendengar penuturan gadis kecil dihadapannya itu membuat Radit benar benar sangat bahagia.
"Kalau begitu bisakah kita melakukannya sekarang?"tanya Radit sambil menarik tangan bilqis agar dia duduk dipangkuannya.Bilqis kemudian duduk dipangkuan Radit sambil mengalungkan tangannya.
"Kenapa pikirannya kesitu terus sihhh"ucap Bilqis sambil mencubit gemas hidung sang Suami.
"Karena Kamu sangat menggoda"
"Kamu cantik,Kamu seksi"
"Mas suka.."Ucap Radit sambil mengecup bibir seksi dihapannya itu
"Massss...boleh tidak Aku minta waktu?
"waktu untuk apa?"tanya Radit bingung
"Waktu untuk Kita saling mengenal,saling penjajakan"
__ADS_1
"penjajakan apalagi sih?"
"bukannya selama dua bulan ini kita sudah penjajakan"ujar Radit tak terima.
"Iya tapi Aku ingin kita lebih meyakinkan perasaan Kita masing masing Mas.."pinta Bilqis dengan suara yang dibuat buat agar suaminya menuruti keinginannya.
"Aku takut dengan masa lalu yang selalu menghantui Mas Radit"
"Aku tidak mau hubungan kita sebagai suami Istri dihantui oleh bayang bayang masalalu Mas Radit"ucap Bilqis dengan merebahkan kepalanya dipundak Radit dengan manja.
"Tapi sambil berjalannya waktu Aku sudah mulai terbiasa denganmu,Aku tidak mungkin melupakannya,Artika akan selalu ada dalam hatiku"jawab Radit tegas.
"Aku tidak memintamu untk melupakannya,Aku hanya tidak ingin bayangan masalalumu menghantui kita"ujar Bilqis lagi sambil.memandang manik tajam sang suami.
" Aku mengerti sayaaang,Sekarang ini Aku sedang berusaha,untuk itu Aku ingin selalu dekat denganmu,agar setiap momennya akan selalu terkenang.Baiklah aku akan menyetujui pendapatmu,agar kita sekarang ini sedang masa penjajakan saja ya"ucap Rafit yang disambut bahagia oleh Bilqis.
"Kalau begitu kita mulai kencan untuk hari ini Mas,bagaimana kalo kita pergi ketaman hiburan"
"Sekalian mengajak Haidar bermain?"ajak Bilqis.
"gimana mas?"tanyanya lagi.
"tapi ada syaratnya"ujar Racit.
"Kamu harus mandikan Aku dulu"ucap Radit seraya tersenyum penuh arti.
"iiih... mas kayak bocah Aja,harus dimandiin segala.."
"Ayooolahhh sayaang,kita mandi bersama"bujuk Radit.
"iiiih.... tuh kan mas selalu menjurus kearah sana"
"Ya masa mandi aja ga boleh sih..."Radit pura pura merajuk.
"Ayo dooong....katanya mau penjajakan"bujuk Radit lagi.
"iya deh iya.."Bilqis dengan terpaksa menuruti keinginan suaminya itu.
"nanti kalo Haidar bangun gimana?"tanya Bilqis khawatir.
__ADS_1
"Ya gagapa,kita kan ga kemana mana,cuma main basah basahan saja haha..."
"Ishhh...Mas ini"Bilqis mencubit perut suami yang justru malah disambut tawa bahagia oleh Radit,karena Istrinya itu mau menurutinya.
Radit menarik Istrinya menuju kamar mandi dengan semangat 45.
"Bukain bajuku"perintahnya,yang sekarang Radit mengenakan piyama,karena semalam Dia menggantinya sebelum menggedong Haidar.
"buka sendiri ah.."tolak Bilqis.
"katanya mau romantis romantisan"pinta Radit setengah memaksa.
"iya...iya"Lagi lagi Bilqis tak kuasa menolaknya.
"Nasibku kini mandiin Om Om bujang lapuk"gumamnya pelan,namun masih terdwngar oleh Radit.
"Ehhh barusan bilang apa?"matanya melotot pura pura marah.
"ehehhe... ngga kok,sayaaangnya Aku..."
Bilqis membuka kancing baju suaminya satu persatu,dapat terlihat dada bidangnya yang berotot dan dipenuhi bulu bulu bulu halus,perutnya yang six pack,membuat Bilqis tertegun sejenak,mengagumi keindahan dan keseksian tubuh sang suami,tanpa sadar Dia menelan salivanya dan menyentuh dengan pelan Dada sang suami,jantungnya berdegup kencang.Radit tersenyum simrk.direngkuhnya tubuh Bilqis kemudian diangkatnya dagu bilqis dan dikecupnya bibir itu penuh penghayatan,perlahan bibir keduanya menyatu,kini ci**an Radit semakin menggebu,dia memperdalam pa**tannya,Bilqis kali ini tidak diam membeku dia mecoba membalas ci**an itu walau masih kaku dan amatir.tangannya bergeriliya menyentuh dan membelai tubuh gadis itu,kemudian Radit melepaskan celana piyamanya,tanpa melepas pa***tannya.hanya tersisa boxernya saja.Radit menyalakan shower mereka saling berci***n dibawah guyuran air keran itu dengan syahdu.
"Ateuuuuu"
"Ateuuuuuu"
Haidar berteriak dikamarnya.Membuat Bilqis tersentak dan melepaskan ci***nnya.Sekujur tubuhnya terguyur air yang mengalir dari shower membuat bajunya basar kuyup,dapat terlihat samar samar kemolekan tubuhnya dibalik kaos yang basah itu.padahal Bilqis begitu terlena dan terbuai setiap kali disentuh suaminya,Dia mendambakan lebih dan lebih lagi sentuhan itu,namun lagi lagi Haidar menganggunya.
"Ahhhh...padahal sedikit lagi aku ingin tuntaskan,kenapa selalu seperti ini"
"sabar ya mas..kan masih banyak waktu.Aku temui Haidar dulu ya"ujarnya,Radit tampak kesal,tapi Dia tak bisa berbuat apa apa.
.
.
*******
πππππππππππVOTE NYA DONGGG
__ADS_1