TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Diam Diaman


__ADS_3

Sore hari Bilqis baru pulang dari kuliahnya,Dia sudah bersiap untuk pergi kerumah Mama mertua untuk menjemput bayi lucunya,namun Radit kemudian menelepon kalau Dia yang akan menjemput sang Istri,jadilah sekarang Bilqis menunggu kedatangan Radit,namun dari arah belakang tiba tiba ada yang menyapanya.


"Heiii,dari tadi Aku panggil panggil Kamu ga nyaut!"Ucap Laki laki yang tidak dikenalnya.Bilqis melihat lakinlaki itu sembari mengerutkan keningnya.


"Kamu Bilqis kan?"Tanyanya dengan yang oenasaran


"Iya..Kamu siapa?"tany Bilqis.


"Waah Kamu udah lupa sama Aku,Aku Panca,temen SMP Kamu,inget ga?"ucap Pria itu mencoba mengingatkan Bilqis.


"Hah Panca!"sejenak Bilqis berfikir,mengingat ingat lelaki yang ada dihadapannya.


"Ya ampuun beneran Panca,Kok Kamu beda banget sekarang!"Tanya Bilqis yang melihatnya dengan takjub.


"Apanya yang beda?tambah ganteng ya hahaha!"ujar Lelaki itu.


"Kamu tambah tinggi,dulukan waktu smp masih cebolita,sekarang Aku sampe harus menengadah begini liat Kamu."ujar Bilqis yang memang lelaki didepannya begitu tinggi atletis dengan wajah yang lumayan tampan.


"Ahahaha bener juga ya dulu Aku sering dibully,dikatain si cebol,si pendeklah!"ujarnya sambil terkekeh.


"Iya tapi sekarang berubah jadi tinggi begini kayak tiang listrik hahaha!"Mereka tertawa terbahak bahak.


"Kamu bisa aja Qis,oh iya udah mau pulang ya,Aku anterin yuk,rumah Kamu masih dialamat yang sama kan?"tawar Panca.


"Duuh ga usah repot repot Ca,Aku dijemput Suamiku!"Ucap Bilqis jujur.Diapun sambil memandang  ke sekeliling takut sang suami melihatnya dan akan membuatnya menjadi salah faham.


"Hah,Suami?jangan bercanda dong Qis,masa masih muda udah punya suami."ucap Panca dengan wajah terkejut.


"Ya emang kenapa,kan ga ada salahnya,karena sudah nemu jodohnya ya ga liat umur,umur ga ngaruh kali!"ujar Bilqis membela diri.


"Iya siiih,Cuma sayang aja,ga menikmati masa muda,mau kemana mana ga bebas,harus ijin suami dulu ya,jadi ngerasa dikekang ga sih?apalagi kalau suaminya pencemburu,pasti bikin puyeng,sepupuku juga gitu,makanya sekarang masih muda udah jadi janda,gara gara itu nikah muda,terus Suaminya posesif banget bikin hidup susah,kesana kemari dicurigai,ngobrol dikit sama cowok dimusuhi.makanya sekarang Dia pilih menjanda, daripada tiap hari ribut terus.Untungnya Dia belum punya anak,ga kebayang kalo ada Anak,apalagi masih kecil,pasti kasian banget anaknya!"ujar Panca panjang lebar.

__ADS_1


DEG


Pernyataan Panca seolah ingin menyindirnya,sedikit banyak apa yang Panca bicarakan memang seperti yang Dia alami saat ini,nikah muda,punya anak,suami posesif.Tapi toh selama ini Dia sangat menikmatinya dan sangat enjoy dengan keadaanya sekarang ini,ya walaupun memang suaminya posesif tapi Dia masih bisa mengatasinya sejauh ini,pikir Bilqis.


"Hey..Qiss kok malah bengong!"


"Eh ya ampun Aku kok jadi ngomongin sepupu Aku,Sorry ya Qis jadi curhat,Ok deh Aku duluan kalo Kamu gamau Aku anter.sampe besok ya,Kita kan satu kelas,ada mata kuliah yang sama.Kamu ga ngeh ya."ujar Panca.


"I-iya nggak,sorry ya Ca!"jawab Bilqis.


"Its ok,sampe besok bye!"


Bilqis menatap kepergian Panca dengan pandangan sendu,pembicaraannya tadi kembali terngiang dipikirannya,memang kadang Diapun merasa sedikit terkekang,apalagi dulu saat awal awal pernikahannya,namun Dia yakin Radit tidak akan seperti itu,dan Dia akan mempertahankan sekuat tenaga pernikahannya,walaupun badai banyak menghadang,batin Bilqis.Sudah setengah jam Dia berdiri dipintu gerbang,namun sang Suami belum juga datang.


Bilqis meneleponnya,namun sepertinya ponsel sang Suami mati,sehingga Radit sulit dihubungin,jadilah Dia kembali menunggu Radit,walaupun sebenarnya Dia ingin cepat pulang karena kangen dengan sang Anak,tapi Dia tetap setia menunggu kedatangan sang Suami.Dan setelah satu jam menunggu,akhirnya mobil Raditpun terlihat.


"Masuk!"ujar Radit ketus,membuat Bilqis heran,padahal seharusnya Dia yang marah karena sang Suami membuatnya menunggu sampai satu jam.


"Papi kemana dulu sih,kok lama banget,Aku berdiri didepan gerbang kampus sampai satu jam,kenapa juga ponselnya mati?"tanya Bilqis dengan wajah kesal.


"Sayaaang,ini mau kerumah Mama atau langsung pulang?"Tanya Bilqis ramah,walaupun hatinya kesal.


"Menurut Kamu kemana?Emang Kamu lupa kalau Kamu sudah punya anak?"ucap Radit ketus dan dingin.


"Ya ngga dong sayang,yaampuun gitu aja marah.Ada apa sayaang,kok marah marah terus,cape banget ya pulang kerja,terus jemput Aku.terus baru pulang kerumah,Maaf ya sayang,Aku jadi ngerepotin Kamu!"


Radit hanya terdiam tidak menanggapi,Dia pura pura fokus ke depan,hatinya terasa sangat panas tapi Dia coba untuk tahan,walau rasanya Dia tak sabar ingin melampiaskan rasa marah dan kecewanya pada Istri disampingnya itu.


********


Mereka sampai dikediaman Orang tua Radit.Rafa tampak senang melihat Bilqis yang langsung menghampirinya,Radit menciumnya dan mengusap kepalanya,baru sehari tidak bertemu,Radit dan Bilqis begitu merindukan sang Anak.

__ADS_1


"Uuuh Anaknya Mami anteng ya dirumah Oma,ga rewel ya,ihhh pinter banget siiih,kangen ga sama Mami hemmmhh?"Bilqis menciumnya dengan gemas.Radit hanya terdiam.memperhatikan Anak dan Istrinya itu,dan Kini Radit sedikit menjaga jarak dengan sang Istri,walaupun Dia ingin sekali berdekatan dengan Rafa,namun Dia mwmbiarkan interaksi Ibu dan anak itu sampai Bilqis puas,kemudian barulah Dia menghampirinya untuk menggendong Rafa.


Bilqis melihat sikap sang suami yang bwgitu dingin,entah apa salahnya,Dia berusaha mengingat ingat apa kesalahannya.


"Hah!Bilqis langsung menydarinya,sambil menepuk jidatnya.


"Apa gara gara Aku ngobrol sama temen lamaku tadi digerbang,sampe Mas Radit mendiamkan Aku terus dari tadi!"Gumamnya dalam hati.


"Ahhh bodo amat lah,baru sehari kuliah aja udah dicemburuin,gimana kalau sampai bertahun tahun?masalahnya itu terus ga ilang ilang,bikin Aku sebel lama lama,gini terus,ga ada ujungnya.Apa Aku harus pura pura bisu gitu kalau ada temen cowok yang nyapa Aku,huh keselnya!"gumam Bilqis dalam hati sambil mendelik sebal kearah sang Suami yang tampak asyik sedang bersenda gurau dengan Rafa.


"Kamu kenapa Dit,dari tadi diem dieman terus sama Istrimu,Kamu ada masalah?"Tanya sang Mama yang bisa melihat sikap sang Anak tak seperti biasanya pada Bilqis.


"Ga ada papa Ma,Radit biasa aja,Radit cuma sedikit cape aja!"


"kalau ada masalah lebih baik dibicarakan baik baik ya Nak,jangan sampai berlarut larut!"Nasihat sang Mama.


"Iya Ma,tapi Radit beneran ga ada apa apa kok sama Bilqis,Kami baik baik aja.!"


"Iya Mama percaya sama Kamu,kalau Kamu cape padahal gausah maksain jemput sana sini.Kan ada supir."Ucap Mama sambil membelai Rafa yang nemplok digendongan sang Ayah.


"Kalian tinggal disini lagi saja,biar Bilqis dan Kamu juga,ga bolak balik terus,kan cape dijalan!"


"Iya Ma,nanti deh Radit pikirkan dulu,dan dibicarakan dulu sama Bilqis gimana baiknya!"


"Ya sudah kalau begitu!"


Bilqis tampak diam saja tidak menghampiri sang Suami yang sedang asyik mengobrol dengan Mama mertuanya,dalam hati Dia merasa Radit tidak menganggapnya,benar benar membuatnya kesal,namun sebisa mungkin Bilqis tahan karena Dia tidak ingin membuat Mama mertuanya khawatir.


.


.

__ADS_1


.


************


__ADS_2