TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Berantem


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang kerumahnya, Bilqis dan Radit saling membisu,tidak bicara sepatah katapun.Baik Radit atau Bilqis keduanya saling merasa kesal dan memendam amarah.Sesekali Bilqis memalingkan wajahnya dan pura pura melihat kearah jendela.Sedang Radit berusaha fokus untuk menyetir mobilnya.


Begitu sampai dikediaman mereka,Radit bergegas turun,dan mengambil alih Rafa dari pangkuan Bilqis dengan sikapnya yang dingin,Dia ingin protes namun kembali Dia tahan.


Bilqis berjalan mendahului sang suami,Dia menghentakkan kakinya kesal,Bilqis dongkol dengan sikap Radit yang menurutnya tidak berubah dan sangat kekanakan,Dia yakin sang Suami pasti cemburu gara gara Dia mengobrol dengan teman lamanya.Gadis itu bergegas masuk kekamarnya.Radit menyusul dan menidurkan Rafa yang sudah terlelap.Setelah itu Radit bergegas keluar dari kamarnya.


"Mas,kenapa sih dari tadi Aku didiemin terus,Aku salah apa?"Tanya Bilqis sambil menarik tangan Radit.


"Menurut Kamu kenapa,coba pikir!"Radit menghempaskan tanganya dan pergi dari sana dengan wajah marah,namun Bilqis mendahuluinya dan mencegahnya pergi.


"Jangan pergi dulu sebelum selesai bicara,Aku ga suka kalau Aku didiemin kayak gini."ucao Bilqis sengan wajah kesal sekaligus marah.


"Kenapa sih masalah Kita selalu saja hal yang sama,kecemburuan dan sikap Kamu yang posesif, itu yang membuat Kita bertengkar terus kayak gini.Apa Aku salah kalau hanya sekedar ngobrol,say hai,tanya kabar doang,ga macem macem,ga melakukan hal buruk.Dia itu cuma temen Mas,temen SMP Aku!"


"Kamu ngomong apa sih,Aku ga ngerti!"Ucap Radit ketus sambil melipat tangan didadanya dan menatap Bilqis dengan tajam.


"Mas ga usah pura pura ga tau,Aku sekarang ngerti,gara gara Aku ngobrol sama cowok didepan kampus Kamu sekarang diemin Aku,cuekin Aku.Apalagi saat dirumah Mama tadi,Aku ga dianggap sama sekali,Aku kayak orang asing."


"Coba Kamu pikir,mengapa Aku semarah ini sama Kamu!"


"Ya apa,Aku gatau kesalahan Aku,Aku cuma sekedar ngobrol tadi sama temen Aku,Dia nyapa Aku duluan,Masa ada orang lain nyapa,harus Aku cuekin!Ga usah berlebihan dong,biasa aja.Kalo sikap Mas seperti ini,lama lama Aku juga ga akan tahan.itu terlalu berlebihan buat Aku.Aku ga suka sikap Mas seperti itu!"Ucapnya dengan mata yang nyalang.


"Sudah selesai ngomongnya?tanya Radit tenang namun dengan wajah yang sangat dingin menusuk.

__ADS_1


"Sekarang giliran Aku yang ngomong.Ini apa?"Tanya Radit sambil menunjukkan  sesuatu yang seketika membuat Bilqis terkejut,matanya sampai terbelalak,dan Dia menutup mulutnya yang menganga saking kagetnya.


"Da-dari mana Mas dapat ini?"Tanyanya sambil mengambil satu strip Pil KB yang selalu rutin diminumnya sejak beberapa bulan terakhir.


"Jadi bener ini punya Kamu?"


"Tega Kamu Qis,Kamu bener bener bikin Aku kecewa,Kamu tau kan kalau Aku sangat mendambakan punya anak yang banyak,dan Aku ingin Kamu secepatnya bisa hamil lagi,tapi apa yang Kamu lakukan?Diam diam minum ini supaya Kamu ga hamil.Dan Kamu melakukannya sembunyi sembunyi.Tanpa sepengetahuan Aku."


"Aku bener bener ga habis fikir kenapa Kamu sampai harus seperti ini tanpa di diskusikan dulu denganku,pantas saja setelah liburan di Eropa,Aku pikir Kamu akan secepatnya hamil.Namun ternyata kenyataannya seperti ini.Betapa bodohnya Aku,Aku sampai tidak menyadari Istriku diam diam membohongiku!"


"Memang apa salahku kalau Aku ingin menunda?Bukankah ini tubuhku,Aku yang mengandung dan Aku yang melahirkan.Aku yang berhak atas tubuh Aku sendiri!"


Kamu ga merasakan bagaimana sakitnya hemil dan melahirkan.Dan waktu melahirkan kemarin adalah hal terberat buat Aku,Aku masih sangat mengingatnya,apalagi saat itu Kamu ga ada disamping Aku sekedar untuk memberi semangat."Jelas Bilqis dengan wajah sendu.


"Apa Mas yakin?musibah kan ga ada yang tau,ga bisa diprediksi,bukan Aku mendoakan,kadang Kita manusia hanha bisa berencana,dan sesuatu yang akan terjadi tidak bisa diprediksi.lagi pula Aku hanya menunda,bukan tidak ingin hamil lagi.Aku ingin memberi jarak.agar Kita bisa fokus dulu pada Rafa,biarkan Dia mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari kita.setahun atau dua tahun mungkin.Baru Kita program hamil lagi,apalagi sekarang Aku masih kuliah,Rafa aja sampai harus dititip sana sini,apalagi kalau sampai ada 2 atau 3,kan repot banget Mas!"


"Oh jadi selama ini Kamu menganggap kalau ?Rafa itu merepotkan?Kalau begitu mulai sekarang Kamu tidak usah mengurusnya lagi,biar Rafa tanggung jawabku,Aku yang akan mengurusnya sendiri."


"Bukan seperti itu Mas,Kamu lihat sendiri kan,Aku harus menitipkan Rafa ke Mama dan bunda,Kamu sampai harus jemput sana sini.Aku juga ga tega harus titip Rafa ke Mama sama Bunda,walaupun.ada Bi Yuni tetep aja Aku masih khawatir kalau belum diawasi sama orang terdekat.Aku minum Pil itu cuma untuk menunda,setidaknya sampai kuliah Aku selesai,setelah itu Kita program lagi untuk memberikan Rafa Adik!"


"Terserah Kamu,Kamu bilang itu tubuh Kamu jadi Aku ga ada hak untuk melarang Kamu,silakan lakukan apa yang Kamu suka,Aku ga peduli!"


Radit beranjak pergi dari hadapan Bilqis keruang kerjanya.Bilqis hanya menatap punggung sang suami yang berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


Diapun tidak tau harus bicara apalagi pada suaminya itu,memang salahnya tidak memberitahu dari awal untuk keinginannya menunda kehamilan,Dia mengerti sang Suami begitu ingin mempunyai anak lagi,tapi apa salahnya kalau Dia ingin sedikit waktu,agar Dia bisa konsentrasi sejenak kekuliahnya dan mengurus Rafa dengan baik.


"Mas Radit memang nyebelin dan egois,terserah Kamu Mas,mau marah,mau benci silakan saja.Aku ga peduli."Gumam Bilqis kesal.


Malam.harinya Bilqis menunggu sang Suami dikamarnya,tapi tak juga muncul dihadapannya,walaupun Dia bertekad untuk masa bodoh pada sang suami saking keselnya,membuat Bilqis penasaran,Akhirnya Dia menyusul ke ruang kerjanya,namun ternyata tidak ada.Bilqis mencari keruang tamu,taman belakang sampai bertanya ke beberapa pelayan,namun mereka tidak melihatnya,namun baru saja Dia akan keluar mencarinya ternyata sang Suami tiba tiba ada dibelakangnya,segera Bilqis menghampiri,Namun tatapan sang suami begitu dingin dan menakutkan,tetapi Bilqis memberanikan diri tersenyum manis dan menghampirinya.


"Sayang mamam dulu yuk!Mas pasti sudah lapar ya,biar Aku si..!"


"Bi tolong bawain makananku kekamar tamu!"perintahnya pada sang pelayan,kemudian Dia kembali kekamar tamu tanpa menperdulikan Bilqis.


Dan benar saja,sepanjang malam Bilqis terjaga,sang suami sama sekali tidak datang kekamarnya,walaupun datang hanya sekedar mengambil pakaiannya,dan melihat keadaan Rafa.Dia sama sekali tidak memperdulikan sang istri.


.


.


*********


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2